Anda di halaman 1dari 17

KUALITAS AIR

PENGERTIAN AIR
AIR DAPAT BERWUJUD PADATAN (ES), CAIRAN (AIR), DAN GAS (UAP AIR). AIR ADALAH SATUSATUNYA ZAT YANG SECARA ALAMI TERDAPAT DI PERMUKAAN BUMI DALAM KETIGA WUJUDNYA
TERSEBUT. AIR MERUPAKAN SUBSTANSI KIMIA DENGAN RUMUS KIMIA H2O : SATU MOLEKUL AIR
TERSUSUN ATAS DUA ATOM HIDROGEN YANG TERIKAT SECARA KOVALEN PADA SATU ATOM
OKSIGEN. AIR BERSIFAT TIDAK BERWARNA, TIDAK BERASA, DAN TIDAK BERBAU PADA KONDISI
STANDAR (ALLAFA, 2008).
MENURUT KUSNOPUTRANTO (2000) DALAM BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN, YANG DIMAKSUD
DENGAN AIR ADALAH AIR TAWAR YANG TIDAK TERMASUK SALJU DAN ES. DI INDONESIA JUMLAH
DAN PEMAKAIAN AIR BERSUMBER PADA AIR TANAH, AIR PERMUKAAN, DAN AIR ATMOSFER,
YANG KETERSEDIAANNYA SANGAT DITENTUKAN OLEH AIR ATMOSFER ATAU SERING DIKENAL
DENGAN AIR HUJAN.

JENIS DAN SUMBER AIR


1. AIR HUJAN
2. AIR PERMUKAAN
3. AIR TANAH

AIR HUJAN
AIR HUJAN MERUPAKAN PENYUBLIMAN AWAN/UAP AIR MENJADI AIR MURNI
YANG KETIKA TURUN DAN MELALUI UDARA AKAN MELALUI BENDA-BENDA
YANG TERDAPAT DI UDARA, DIANTARA BENDA-BENDA YANG TERLARUT DARI
UDARA TERSEBUT ADALAH: GAS O2, CO2, N2, JUGA ZAT-ZAT RENIK DAN
DEBU.

AIR PERMUKAAN
AIR PERMUKAAN ADALAH AIR HUJAN YANG MENGALIR DI PERMUKAAN BUMI.
PADA UMUMNYA AIR PERMUKAAN INI AKAN MENDAPAT PENGOTORAN SELAMA
PENGALIRAN. DIBANDINGKAN DENGAN SUMBER LAIN AIR PERMUKAAN
MERUPAKAN SUMBER AIR YANG TERCEMAR BERAT. KEADAAN INI TERUTAMA
BERLAKU BAGI TEMPAT-TEMPAT YANG DEKAT DENGAN TEMPAT TINGGAL
PENDUDUK

AIR TANAH
JUMLAH AIR DI BUMI RELATIF KONSTAN, TETAPI AIR TIDAK DIAM, MELAINKAN
BERSIRKULASI AKIBAT PENGARUH CUACA SEHINGGA TERJADI SUATU SIKLUS
YAITU SIKLUS HIDROLOGI. PADA PROSES TERSEBUT AIR HUJAN JATUH KE
PERMUKAAN BUMI. AIR HUJAN TERSEBUT ADA YANG MENGALIR MASUK KE
PERMUKAAN (MENGALAMI RUNOFF) DAN ADA JUGA YANG MERESAP KE
DALAM TANAH (MENGALAMI PERKOLASI) SEHINGGA MENJADI AIR TANAH BAIK
YANG DANGKAL MAUPUN YANG DALAM (SLAMET, 2009).

KUALITAS FISIK AIR


PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO.
492/MENKES/PER/IV/2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM,
MENYATAKAN BAHWA AIR YANG LAYAK DIKONSUMSI DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI ADALAH AIR YANG MEMPUNYAI KUALITAS YANG BAIK SEBAGAI
SUMBER AIR MINUM, ANTARA LAIN HARUS MEMENUHI PERSYARATAN SECARA
FISIK, TIDAK BERBAU, TIDAK BERASA, TIDAK KERUH, SERTA TIDAK
BERWARNA. PADA UMUMNYA SYARAT FISIK INI DIPERHATIKAN UNTUK
ESTETIKA AIR.

INSTRUMEN PENGUKURAN KUALITAS FISIK


AIR
SEDIAKAN ALAT YANG DIGUNAKAN, YAKNI BOTOL AIR MINERAL. KEMUDIAN ISI BOTOL
DENGAN AIR SAMPEL SECUKUPNYA LALU BAWA AIR TERSEBUT KE LABORATORIUM UNTUK
DIUKUR KEKERUHANNYA. LALU AIR SAMPEL TERSEBUT DIPINDAHKAN KEDALAM GELAS
PIALA DAN BANDINGKAN DENGAN STANDAR AIR YANG MENJADI PATOKAN (STANDAR).
MASUKKAN AIR YANG MENJADI PATOKAN (STANDAR) KEDALAM TURBIDIMETER SEHINGGA
JARUM TURBIDIMETER MENUNJUKKAN ANGKA STANDARNYA. SETELAH ITU, KELUARKAN
GELAS PIALA YANG BERISI AIR STANDAR TADI LALU MASUKKAN AIR SAMPEL KEDALAM
GELAS PIALA LAINNYA DAN KOCOK. SETELAH ITU MASUKKAN AIR SAMPEL TERSEBUT
KEDALAM TURBIDIMETER DAN ATUR SEHINGGA TURBIDIMETER MENUNJUKKAN ANGKA
KONSTAN. CATAT HASIL YANG DITUNJUKKAN OLEH JARUM TURBIDIMETER.

MENGGUNAKAN TDS (TOTAL DISSOLVED


SOLID) METER

KUALITAS KIMIA AIR


AIR MINUM YANG BAIK ADALAH AIR YANG TIDAK TERCEMAR SECARA
BERLEBIHAN OLEH ZAT-ZAT KIMIA YANG BERBAHAYA BAGI KESEHATAN
ANTARA LAIN AIR RAKSA (HG), ALUMINIUM (AL), ARSEN (AS), BARIUM (BA),
BESI (FE), FLOURIDA (F), CALSIUM (CA), MANGAN ( MN ), DERAJAT KEASAMAN
(PH), CADMIUM (CD), DAN ZAT-ZAT KIMIA LAINNYA. KANDUNGAN ZAT KIMIA
DALAM AIR MINUM YANG DIKONSUMSI SEHARI-HARI HENDAKNYA TIDAK
MELEBIHI KADAR MAKSIMUM YANG DIPERBOLEHKAN SEPERTI TERCANTUM
DALAM PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO.
492/MENKES/PER/IV/2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM

INSTRUMEN PENGUKURAN KUALITAS KIMIA


AIR
PENGUKURAN PH PADA PRAKTIKUM MENGGUNAKAN PH-METER. PENGUKURAN
DILAKUKAN PADA 3 STASIUN YANG BERBEDA. SKALA YANG DIGUNAKAN
UNTUK PENGUKURAN PH YAITU DARI 0 SAMPAI 14, JIKA PH DIPERAIRAN
TERSEBUT 0-14 MAKA PERAIRAN DISEBUT ASAM DAN JIKA PH DIPERAIRAN
TERSEBUT MENUNJUKKAN 7-14 MAKA PERAIRAN ITU BASA.

LANGKAH-LANGKAH
ADAPUN LANGKAH-LANGKAH PENGUKURAN PH AIR DALAM PRAKTIKUM INI
ADALAH SEBAGAI BERIKUT;
PH-METER TERLEBIH DAHULU DIKALIBRASI DENGAN MENGGUNAKAN
AQUDEST (AIR STERIL)
MASUKKAN/CELUPKAN PH-METER KEDALAM MEDIA ATAU AIR SAMPEL YANG
AKAN DIUKUR
ANGKA YANG TERTERA KEMUDIAN DICATAT KEDALAM TABEL. YANG TELAH
DISEDIAKAN

KUALITAS BAKTERIOLOGI AIR


SUMBER-SUMBER AIR DI ALAM PADA UMUMNYA MENGANDUNG BAKTERI, BAIK
AIR ANGKASA, AIR PERMUKAAN, MAUPUN AIR TANAH. JUMLAH DAN JENIS
BAKTERI BERBEDA SESUAI DENGAN TEMPAT DAN KONDISI YANG
MEMPENGARUHINYA. OLEH KARENA ITU AIR YANG DIKONSUMSI UNTUK
KEPERLUAN SEHARI-HARI HARUS BEBAS DARI BAKTERI PATOGEN. BAKTERI
GOLONGAN COLI (COLIFORM BAKTERI) TIDAK MERUPAKAN BAKTERI PATOGEN,
TETAPI BAKTERI INI MERUPAKAN INDIKATOR DARI PENCEMARAN AIR OLEH
BAKTERI PATOGEN (SLAMET, 2009).

INSTRUMEN PENGUKURAN KUALITAS


BAKTERIOLOGI AIR
PROSEDUR PEMBUATAN MEDIA PEMERIKSAAN
PEPTON : 40,0 GR ; K2HPO4 :3,0 GR ; FAC : 1,5 GR ; NA2S2SO4: 1,0 GR ; DAN AQUABIDEST
1.000 ML.
TAMBAHKAN TEEPOL 2,0 ML
DIPANASKAN SAMBIL DIADUK PERLAHAN LAHAN SAMPAI LARUTAN HOMOGEN/MERATA,
KEMUDIAN DIAMKAN SAMPAI DINGIN.
MASUKAN KERTAS SARING BERLIPAT (8 X 8 CM) KEDLM TABUNG/BOTOL MEDIA, KEMUDIAN
PIPET LARUTAN MEDIA 1 ML UNTUK SAMPEL 20 ML, & 2,5 ML UNTUK SAMPEL 100 ML.
TABUNG-TABUNG TERSEBUT DISTERIL PADA SUHU 121 OC SELAMA 15 KEMUDIAN
DIKERINGKAN (OVEN 60OC SELAMA 30).
DINGINKAN, SIMPAN MEDIA PADA SUHU 4 8OC.

PROSEDUR PEMERIKSAAN DAN PEMBACAAN HASIL

AMBIL 1 TABUNG MEDIA.

MASUKAN SAMPEL AIR 20 CC ATAU SAMPAI TANDA BATAS KEDALAM


TABUNG/BOTOL MEDIA (LEWAT MULUT TABUNG DIATAS NYALA API, AGAR TETAP
STERIL).
SIMPAN DI RAK TABUNG PADA SUHU RUANGAN SELAMA 1 3 HARI.
JIKA TAHAPAN DIATAS SUDAH DILAKUKAN, MAKA PEMBACAAN HASIL UNTUK
MEMASTIKAN KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM DALAM AIR BERSIH PADA SAMPEL
PEMERIKSAAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN DUA CARA, KUALITATIF DAN SEMI
KUALITATIF.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH