Anda di halaman 1dari 11

MANISAN PEPAYA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Bahan Pangan


yang diampu oleh ibu Sri Wardani.

Disusun oleh:
Okto Firmantri

4311413054

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2015

DAFTAR PUSTAKA
HALAMAN SAMPUL .............................................................

DAFTAR ISI ...........................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................

A. Latar Belakang ..........................................................


B. Rumusan Masalah ......................................................
C. Tujuan ........................................................................

1
2
2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................

A. Pepaya .......................................................................
B. Manisan .....................................................................

3
6

BAB III METODOLOGI ...........................................................

A. Alat Dan Bahan ..........................................................


B. Cara Kerja ..................................................................

8
8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pepaya (Carica papaya L.) adalah tumbuhan yang
berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari
Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam
di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya
adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya
dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda,
"papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama
bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya
disebut "kats" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda
maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai
sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai
campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya
sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda
dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas)
atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga
pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan.
Pepaya merupakan buah yang sangat banyak ditemui di
Indonesia. Di pasar sangat banyak sekali pedagang yang
menjual buah pepaya. Pada umumnya di Indonesia buah
pepaya masak hanya dimakan dalam bentuk buah segar.
Sedangkan untuk buah pepaya yang masih muda biasanya
dibuat sayuran.
Di Indonesia sendiri buah pepaya kurang diminati oleh
masyarakat pada umumnya, walaupun penjual pepaya
sangatlah banyak. Ini dikarenakan masyarakat Indonesia
belum begitu tahu akan manfaat dan kegunaan dari buah
pepaya itu sendiri. Sehingga banyak sekali buah pepaya yang
sudah masak tidak dikonsumsi dan buah pepaya tersebut
dibiarkan busuk.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai jual,
konsumsi, dan waktu penyimpanan dari buah pepaya
haruslah dilakukan variasi pengolahan dari buah pepaya.
Salah satu variasi yang bisa dilakukan yaitu dengan memuat
manisan pepaya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa kandungan dan manfaat buah pepaya?
2. Bagaimana cara pengolahan pepaya untuk meningkatkan
nilai jual dan waktu penyimpananbuah pepaya?
3. Apa yang disebut dengan manisan?
4. Bagaimana cara membuat manisan buah pepaya?

C. Tujuan
1. Mengetahui kandungan dan manfaat dari bua pepaya.
2. Mengetahui cara pengolahan buah pepaya guna
meningkatkan nilai jual dan waktu penyimapanan.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan manisan.
4. Mengetahui cara pembuatan manisan dari buah pepaya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pepaya
Pepaya (Carica papaya L.) adalah tumbuhan yang
berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari
Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam
di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya
adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya
dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda,
"papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama
bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya
disebut "kats" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau
bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 510 m dengan
daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang
pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai
yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya
dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya
bercangap dalam.
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal
sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan
jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan
dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan
kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara
"partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji
subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya
memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan
tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada
tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga
biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung
biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap,
dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah
membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang
(oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih
disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah
lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal
dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah,
3

tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Bijibiji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam
lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan.
Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari
bagian tengah buah.
Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu
kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya
tidak mengalami rekombinasi. Suatu penanda genetik RAPD
juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin
betina dari pepaya jantan atau banci.
Kandungan dalam buah pepaya dalam 100 gram:
1. Vitamin A (1.750 IU)
2. Vitamin B ( 0.03 mg)
3. Riboflavin (0.04 mg)
4. Niacin (0.3 mg)
5. Vitamin C (56 mg)
6. Kalsium (20 mg)
7. Zat Besi (0.3 mg)
8. Fosfor (16 mg)
9. Kalium (470 mg)
10.
Lemak (0.1 gr)
11.
Karbohidrat (10 gr)
12.
Protein (0.6 gr)
13.
Kalori (39 kkal)
Manfaat buah pepaya antara lain:
1. Mengatasi gangguan pencernaan
Buah pepaya mengandung enzim papain dan serat
yang dapat membantu mengatasi masalah lambung dan
gangguan pencernaan seperti susah buang air besar dan
efektif
untuk
mencegah
wasir.
Penelitian
juga
membuktikan bahwa kandungan papain dalam buah
pepaya dapat membunuh parasit yang mengganggu
aktivitas pencernaan dalam usus.
2. Mencegah flu
Buah pepaya mengandung Vitamin C yang berguna
untuk memperbaiki sistem imunitas tubuh dan mencegah
serangan penyakit seperti batuk, pilek, hingga kanker, jadi
sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah pepaya agar
terhindar dari masalah penyakit tersebut.
3. Mencegah serangan jantung dan stroke

Buah Pepaya mengandung antioksidan yang tinggi


sehingga dapat mencegah oksidasi kolesterol dan dapat
menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti
serangan jantung dan stroke.
4. Mempertajam penglihatan
Buah pepaya banyak mengandung Vitamin A yang
sangat peting untuk kesehatan mata. Buah ini
mengandung betakaroten yang dapat dikonversi menjadi
vitamin A untuk menjaga kesehatan mata Anda.
5. Kesehatan kulit
Buah pepaya banyak mengandung vitamin A, vitamin
C dan E yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Selain
membantu melembabkan kulit, vitamin tersebut juga
dapat membantu mengembalikan kulit kusam menjadi
cerah dan lebih segar.
Jenis-jenis pepaya yang ada di Indonesia antara lain:
1. Pepaya bangkok

Gambar 1. Pepaya bangkok


2. Pepaya california

Gambar 2. Pepaya california

3. Pepaya cibinong

Gambar 3. Pepaya cibinong


4. Pepaya gunung

Gambar 4. Pepaya gunung


5. Pepaya hawai

Gambar 5. Pepaya hawai

B. Manisan

Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam


dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan
biasanya dimakan sebagai hidangan pelengkap untuk
merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan
merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah
diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan akan
membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya
berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan
mikroba perusak sehingga buah akan lebih tahan lama.
Pada awalnya manisan dibuat dengan merendam pada
larutan gula hanya untuk mengawetkan. Ada beberapa buah
yang hanya dipanen pada musim-musim tertentu. Saat
musim itu, buah akan melimpah dan kelebihannya akan
segera membusuk apabila tidak segera dikonsumsi. Untuk itu
manusia mulai berpikir untuk mengawetkan buah dengan
membuat manisan. Manisan juga dibuat dengan alasan
memperbaiki cita rasa buah yang tadinya masam menjadi
manis. Setelah berkembang menjadi komoditas, manisan
mulai diolah dengan berbagai tambahan bahan, seperti
pemutih, pengenyal, pengering, atau gula buatan.

BAB III
METODE

A. Alat dan Bahan


Alat:
1. Pisau
2. Ember/baskom
3. Panci
4. Kompor
5. Pengaduk
Bahan:
1.
2.
3.
4.
5.

Satu buah pepaya setengah masak


Gula 1 kg
Air
Garam 4 sendok makan (larutkan dalam 1 liter air)
Kapur sirih 3 sendok teh (larutkan dalam 1 liter air)

B. Cara Kerja

Buah pepaya dikupas Lalu


lalu dicuci
direndam
bersih
dalam
danPepaya
larutan
dipotong-potong
direndam
garam sampai
dalam
kecil pepaya
larutanlayu.
kapurDan
sirihtiriskan.
selama semalam.

Diamkan selama 2 jam sampai pepaya berair. Tiriskan dan sisihkan airnya.
Tambahkan air gula bekas rendaman tadi dengan kg sisa
Masukkan
gula pasir
kg gula pasir ke dalam pepaya, aduk

Lalu direbus sampai menngental.


Tuangkan airAngkat
gula
Direndam
ke
dan
pepaya,
dinginkan.
selama
kemudian
semalaman
simpansampai
dalam keluar
toples.air. Tiriskan. Man

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
Jenis-jenis
Buah
Pepaya.
http://ragambudidaya.blogspot.co.id/2014/01/
jenis-jenis-buah-pepaya.html.
Diakses
tanggal
25
November 2015.
Anonim. Manfaat dan Khasiat Buah Pepaya Untuk Kesehatan.
http://www.cara-obat.com/2014/11/manfaat-dan-khasiatbuah-pepaya-untuk-kesehatan.html. Diakses tanggal 25
November 2015.
Anonim.
Manisan
https://id.wikipedia.org/wiki/Manisan_buah.
tanggal 25 November 2015.

Buah.
Diakses

Anonim. Pepaya. https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya. Diakses


tanggal 25 November 2015.
Nada, I Made, dkk., 2008. Kursus Singkat dan Pelatihan
Pemanfaatan Pepaya (Carisa papaya L) Menjadi Manisan
Kering Buah Pepaya Di Desa Timuhun, Kecamatan
Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Vol. 7. No. 1.
Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Udayana.
Puji Ningsih. 2015. Resep Praktis (Mudah) Manisan Pepaya Basah
& Kering Segar, Sedap, Nikmat. http://www.caramemasak-enak.com/2015/03/manisan
pepaya.html. Diakses tanggal 25 November 2015.