Anda di halaman 1dari 3

PENILAIAN TINGKAT

KESADARAN
UPTD
PUSKESMAS CUKIR

SOP
PEMERINTAH
DAERAH
KABUPATEN
JOMBANG
Kebijakan

No. Dokumen

SOP/UGD/ 72/2015

No Revisi

00

Tanggal terbit

02 Agustus 2015

Halaman

1- 3

dr. Hexawan T.W, MKP


NIP. 1971060820021006
SK Kepala Puskesmas tentang pemberlakuan
standart operasional prosedur (SOP) di UPTD
Puskesmas Cukir Nomor :
188.4/257/415.25.5/2015

Tujuan

Referensi
Pengertian

Alat dan Bahan


Langkah- Langkah

"GCS" (GLASGOW COMA SCALE) Adalah


skala yang dipakai untuk menentukan atau
menilai tingkat kesadaran pasien, mulai dari
keadaan sadar penuh hingga keadaan
Coma.

KualitasKesadaran
1. Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran Kualitas Kesadaran :
normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab
Compos Mentis (conscious)
semua
pertanyaan
tentang
keadaan
sekelilingnya..
. Apatis
2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan
untuk berhubungan dengan sekitarnya,
sikapnya
acuh
tak
acuh.
Delirium
3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang,
tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak,
berhalusinasi,
kadang
berhayal.
Somnolen
4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu
kesadaran menurun, respon psikomotor yang
lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat
. Stupor (soporo koma
pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan)
tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi
jawaban
verbal.
5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti
Coma (comatose
tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa
dibangunkan, tidak ada respon terhadap Kuantitas Kesadaran :
rangsangan apapun (tidak ada respon kornea
Refleks Membuka Mata (E)
maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada
4 : membuka secara spontan
respon pupil terhadap cahaya).
3 : membuka dengan rangsangan suara
2 : membuka dengan rangsangan nyeri
Glasgow
Coma
Scale.Penilaian
1 : tidak ada respon
*
Refleks
Membuka
Mata
(E)
4
:
membuka
secara
spontan
3 : membuka dengan rangsangan suara
2 : membuka dengan rangsangan nyeri
1
:
tidak
ada
respon
*
Refleks
Verbal
(V)
5
:
orientasi
baik
4 : kata baik, kalimat baik, tapi isi percakapan
membingungkan
3 : kata-kata baik tapi kalimat tidak baik
2 : kata-kata tidak dapat dimengerti, hanya

mengerang
1
:
tidak
ada
respon
*
Refleks
Motorik
(M)
6 : melakukan perintah dengan benar
5 : mengenali nyeri lokal tapi tidak melakukan
perintah
dengan
benar
4 : dapat menghindari rangsangan dengan
tangan
fleksi.
3 : hanya dapat melakukan fleksi
2 : hanya dapat melakukan ekstensi
1 : tidak ada respon

Refleks Verbal (V)


5 : orientasi baik
4 : kata baik, kalimat baik, tapi isi
percakapan membingungkan
3 : kata-kata baik tapi kalimat tidak baik
2 : kata-kata tidak dapat dimengerti, hanya
mengerang
1 : tidak ada respon

Refleks Motorik (M)


6 : melakukan perintah dengan benar
5 : mengenali nyeri lokal tapi tidak
melakukan perintah dengan benar
4 : dapat menghindari rangsangan
dengan tangan fleksi.
3 : hanya dapat melakukan fleksi
2 : hanya dapat melakukan ekstensi
1 : tidak ada respon

7. Hal-hal yang perlu diperhatikan

Rekam medic UGD

8. Dokumen terkait
9. Unit terkait

UGD