Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TUTORIAL

BIOMATERIAL DAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN GIGI


BLOK ENAM MODUL ENAM

OLEH
KELOMPOK 3 TUTORIAL
TUTOR: drg. Nelvi Yohana
Clarisa Khairani

1411411017

Dzihni Nabilah Yunus

1110343022

Indah Wulandari

1411412023

Nia Aprillia Rahman

1411411010

Nurlaili Syafar Wulan

1411412020

Rahmat Dwi Putra Perkasa

1411412014

Resty Amanda Kizah B.

1411412012

Shindy Ollivia

1411411005

Tasha Octaricha

1411412002

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
2015

MODUL 6
ALAT DAN BAHAN ENDODONTIK

SKENARIO 6
Kok pakai jarum dok?
Komeng (20th), salah seorang pasien di RSGM Unand yang akan menjalani
perawatan endodontik oleh drg. Ginanjar. Sebelum dilakukan perawatan, drg. Ginanjar
menjelaskan kepada Komeng bahwa perawatan giginya memerlukan beberapa kali
kunjungan. Banyak bahan dan alat yang digunakan diantaranya bahan devitalisasi, NaOCl,
ChKm, gutta percha, jarum ekstirpasi, dan protaper. Masing-masing bahan mempunyai sifat
dan komposisi yang berbeda. Komeng merasa puas dengan penjelasan drg. Ginanjar dan
demi kesembuhan giginya berjanji akan datang sesuai jadwal yang ditetapkan.
Bagaimana saudara menjelaskan alat dan bahan yang dipakai untuk perawatan gigi
Komeng?

I.
Terminologi
Bahan devitalisasi: Bahan yang diaplikasikan untuk mematikan saraf pulpa.
Gutta percha: Bahan pengisi saluran akar dan juga digunakan sebagai penutup
foramen apikal.
ChKm: Disebut juga chlorofenol kamfer menthol, merupakan bahan desinfektan
atau anti bakteri.
Perawatan endodontik: Proses mengeluarkan saraf yang membusuk, dan perawatan
atau pencegahan untuk mempertahankan gigi vital ataupun
non-vital berfungsi dalam lengkung gigi.
Jarum ekstirpasi: Jarum untuk membuang sisa saluran akar yang non-vital.
Protaper: alat untuk shaping (membentuk) saluran akar.
NaOCl: Natrium hipoklorit; bahan yang digunakan untuk sterilisasi saluran akar dan
lubrikasi (pelumas), dan untuk mengangkat sisa saluran akar yang nekrotik.
II.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Identifikasi Masalah
Apa saja alat-alat pada perawatan endodontik?
Apa saja jenis bahan pengisi pada perawatan saluran akar?
Apa saja syarat bahan pengisi saluran akar?
Apa saja syarat melakukan pengisian pada perawatan saluran akar?
Apa saja jenis-jenis bahan devitalisasi?
Apa saja sifat dan komposisi bahan devitalisasi?
Tindakan apa saja yang dilakukan pada setiap kunjungan pada perawatan saluran
akar?

III.
Analisis Masalah
1. Terdiri dari peralatan dasar berupa endodontic explorer, disposable syringe,
excavator, kaca mulut, petridish bersekat, jarum miller, finger plugger yang digunakan
untuk menempatkan gutta percha di apikal saluran akar, finger spreader yang
digunakan untuk memadatkan bahan pengisi, dan lentulo. Selanjutnya, hand
insrument seperti reamer, file, dan jarum ekstirpasi. Alat-alat menggunakan listrik
seperti handpiece, sistem preparasi saluran set, dan ultrasonik.
2. Bahan pengisi saluran akar ada gutta percha, chresophate, N2, endometason, dan
putridomors.
Gutta percha: batangnya berwarna jingga, dengan liquid berupa getah murni.
Indikasi penggunannya sebagai bahan pengisi saluran akar, dan untuk
mempertahankan gigi. Strukturnya plastis, keras, dan kaku. Gutta percha harus
disimpan di tempat tertutup.
N2: terdiri dari powder dan liquid. Powder berwarna merah muda, dan liquid
berwarna merah bening. Bahan ini berbau cengkeh dan tidak ada endapan.
Chresophate: berwarna putih, indikasi penggunaanya sebagai antiseptik.
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup di ruang 5oC. terdiri dari dry
zinc sulphate 10 gram, paraklorofenol 7,36 gram, dan champor 11,75 gram.
3. Syarat-syarat bahan pengisi sebagai berikut
Tidak iritatif terhadap pulpa dan jaringan periodontal
Mudah dimasukkan ke saluran pulpa

4.
5.

6.
7.

IV.

Bahan pengisi tidak tembus air


Bakteriostatik
Tidak berkerut saat keras
Tidak larut dalam saliva
Kerapatan dari bahan pengisi baik
Tidak mempengaruhi warna gigi
Bahan pengisi steril untuk rongga mulut
Bahan dapat dikeluarkan dengan mudah dari saluran akar (bila perlu)
Bahan pengisi bukan alergen dan biokompatibilitasnya baik dengan rongga
mulut
Mudah larut dalam cairan saat dimanipulasi dan setting time lambat
Radiografik
Tahan lembab
Syarat dalam melakukan pengisian saluran akar yaitu pasien tidak memiliki keluhan,
tidak ada gejala klinis, dan tumpatan sementara baik.
Macam-macam bahan devitalisasi yaitu arsen yang digunakan untuk gigi permanen,
forte yang digunakan untuk gigi desidui, TKF, dan pasta devitalisasi
(paraformaldehid).
Komposisi dari bahan devitalisasi ialah paraformaldehid 1 gram, lignokain 0,06 gram,
carmine 0,01 gram, carbowax 1,3 gram, dan propilen glikol 0,05 ml.
Tindakan yang dilakukan setiap kunjungan dalam perawatan saluran akar terdiri dari
dua tahap,
Kunjungan 1: pasien di-rontgen terlebih dahulu, setelah itu disterilisasi dan
daerah kerja di anastesi. Lakukan isolasi daerah kerja dengan barbed broach
(jarum ekstirpasi), setelah itu irigasi dengan NaOCl, keringkan dengan paper
point, masukkan bahan devitaliasi, dan tutup dengan tumpatan sementara.
Kunjungan 2: tumpatan sementara dibuka, dan pasien diberikan bahan
medikamen berupa TKF dan Chkm secara berselang-seling, dengan ChKm
harus sebagai bahan irigasi terakhir sebelum gigi tutup dengan tumpatan
permanen

Skema
Komeng (20thn)
Drg. Ginanjar

Alat
Devitalisasi

PSA
Medikamen Bahan

Irigasi

Pengisi

V.

Learning Objective
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan alat-alat pada perawatan
saluran akar.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bahan devitalisasi PSA.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bahan irigasi PSA.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bahan medikamen PSA.
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bahan pengisi pada PSA.

VI.

Belajar Mandiri

VII. Sintesa dan Uji Informasi yang Diperoleh


1. Alat yang dipakai dalam perawatan saluran akar sebagai berikut
Bur dan rubber dam, digunakan untuk menemukan orifis dari saluran akar.
Reamer, digunakan untuk memperbesar dinding saluran akar atau
memperbaiki bentuk saluran akar yang tidak teratur sehingga menjadi kavitas
dengan bentuk melintang yang bulat.
File, digunakan untuk menghaluskan dinding saluran akar dan membesarkan
saluran akar. Jenis-jenis file endodontik ialah;
1) K-file: terbuat dari stainless steel, mempunyai daya potong yang baik,
dan efektif pada arah tarikan dan mendorong (push and pull motion)
2) K Flex: terbuat dari stainless steel, lebih fleksibel, dan daya potong
lebih baik dari tipe K.
3) Headstroem: terbuat dari stainless steel, efektif pada arah tarikan
4) Kerr: menghaluskan permukaan dinding saluran akar, dan membawa
semen.
5) Rat tail: bentuk sama dengan barbed broach, tetapi kait lebih pendek
dan lebih banyak.
Jangka sorong dan penggaris: untuk mengukur panjang daerah kerja.
Suntikan gutta percha termoplastis.
Endodontic forceps: mempunyai parit sebagai tempat gutta percha atau paper
point dengan mekanisme kunci.
Vitalometer: digunakan untuk menguji vitalitas pulpa dengan cara pengiriman
impuls.

Apex locator: digunakan untuk menentukan panjang saluran akar, lebih akurat
dibandingkan dengan cara manual.
Lentulo: digunakan untuk memasukkan pasta, dipakai dengan arah berlawanan
jarum jam
Barbed broach: disebut juga jarum ekstirpasi, digunakan untuk ekstirpasi
(mengeluarkan) jaringan pulpa yang nekrotik.
Jarum miller: untuk menentukan letak orifis, diberi stopper sesuai panjang
saluran akar.
Root canal plugger: memadatkan gutta percha secara vertikal, bentuk dengan
ujung membulat
Root canal spreader: memadatkan gutta percha secara horizontal, bentuk hapir
sama dengan plugger tetapi dengan ujung yang lebih tajam
Gates glidden bur: digunakan untuk membuka orifis
Endodontic stand: tempat meletakkan jarum-jarum endodontik.

2. Bahan devitalisasi PSA terdiri dari


Arsen
Merupakan bahan metaloid (semi-logam), digunakan pada gigi permanen
Biasanya penggunaan dicampur dengan bahan lain seperti eugenol, jarang
menggunakan arsen murni. Pemberian arsen tidak boleh lebih dari 3 hari, jika
berlebih akan menyebabkan radang periapikal. Bahan ini tidak boleh lagi
dipergunakan karena lebih banyak kerugian daripada keuntungannya, selain
itu pertimbangan adaptasi pulpa masing-masing pasien terhadap arsen.
Perbedaan kecepatan kematian pulpa setiap orang yang berbeda-beda menjadi
satu lagi alasan larangan penggunaan arsen di praktik.
Keuntungan pemakaian arsen;
(+) mematikan jaringan pulpa secara cepat, serta mengurangi radang pada
saraf gigi dengan mematikan bakteri yang menginfeksi gigi.
Kerugian pemakaian arsen;
(-) toksik, karsinogenik, tidak dapat diuraikan oleh alam sehingga
menyebabkan pencemaran lingkungan.
Sifat-sifat arsen;
a. Reaktif
b. Berbau
c. Mudah terbakar
d. Karsinogenik, bila tertelan oleh pasien
e. Toksik, bila terlalu lama di dalam tubuh
TKF
Tri kresol formalin, merupakan bahan devitalisasi yang bersifat merangsang
jaringan periapikal, sehingga jaringan menjadi nekrosis.
Komposisi: terdiri dari ortho, metha, dan paracresol yang semuanya dicampur
dengan formalin. TKF diberikan setelah pasta devitalisasi diaplikasikan ke
pulpa, ini diberikan dengan tujuan melanjutkan devitalisasi dengan efek yang
lebih ringan.
Pasta devitalisasi
Nama lain dari paraformaldehid, dengan fungsi untuk mematikan pulpa

Eugenol
Berfungsi sebagai sedatif, digunakan untuk mengurangi rasa sakit saat pulpa
didevitalisasi.
Caustinerf pedodotinque (forte)
Digunakan pada gigi sulung.

3. Bahan irigasi PSA terdiri dari H2O2 3%, aquadest steril, chlorohexidine, iodine, dan
NaOCl. Bahan tersebut diaplikasikan dengan memakai spuit 2,5 cc dengan jarum
yang bengkok dan telah ditumpulkan.
Komposisi bahan irigasi ialah larutan saline, larutan anastesi, aquadest,
chelating agent (agen kelasi), asam sitrat 6-50%, kabramid peroksida 5-10%.
Syarat larutan irigasi yang ideal:
a. Harus memiliki sifat antimikrobial dengan spektrum luas
b. Harus membantu pembersihan sistem kanal
c. Harus mampu menguraikan jaringan nekrotik atau debris
d. Tingkat toksisitas rendah
e. Menjadi pelumas yang baik
f. Memiliki tekanan permukaan yang rendah, agar dapat mengalir ke
daerah yang tidak terjangkau dengan mudah
g. Dapat mensterilisasi saluran akar dengan efektif
Indikasi penggunaan bahan irigasi
a. Melarutkan kotoran jaringan pulpa
b. Secara mekanis mengeluarkan kotoran yang melekat pada saluran akar
c. Membunuh kuman
d. Memutihkan jaringan gigi
e. Melicinkan saluran akar
Efek samping pemakaian irigasi
a. Konsentrasi pekat NaOCl dapat merangsang jaringan perapikal
b. Pemakaian H2O2 3% saja dapat mengakibatkan iritasi jaringan
periapikal
c. Pemakaian septadine ataupun betadine yang berlebihan dapat
menimbulkan stomatitis
Jenis-jenis bahan irigasi pada PSA
1) NaOCl
Natrium Hipoklorit, bahan irigasi yang paling sering dipakai dan
paling efektif. Dapat berfungsi sebagai pelumas, anti mikroba, dan
melarutkan jaringan pulpa secara optimal pada suhu 37oC, digunakan
selama 5-10 menit. Menurut Grossman, paling efektif NaOCl 5,2%.
NaOCl tidak boleh digunakan sebagai bahan terakhir jika
menggunakan sealer berbahan dasar resin, karena akan mengurangi
bonding dengan dentin.
2) H2O2
Hidrogen peroksida, merupakan bahan yang sekarang tidak populer,
Biasa terkonsentrasi 2,5%. Bahan ini membebaskan O 2 yang dapat
mematikan mikroorganisme anaerob. Pemberian bahan ini harus dikuti
pembilasan NaOCl atau aquadest.
Mekanisme kerja:

a. Sangat tidak stabil dan mudah terurai oleh panas. Denga cepat
memisahkan air dan oksigen bebas. Ion O yang dibebaskan
mempunyai efek bakterisidal tetapi efek ini bersifat sementara
dan akan berkurang akibat adanya debris organik.
b. Pelepasan ion O yang cepat dari oksigen bebas pada kontak
dengan jringan organik menghasilkan efferfesen (efek
gelembung udara yang banyak) yang dapat membantu
debridement mekanis dengan memberikan partikel-partikel
jaringan nekrosis dan debris dentin dan mengeluarkannya ke
permukaan.
3) Iodine
Membersihkan saluran akar karena tegangan permukaan rendah,
bersifat antiseptik. Bahan mempunyai efek toksik lebih rendah dari
NaOCl.
4) Chelating solution
Bahan yang biasa dipakai untuk desinfeksi saluran akar yang sempit.
Larutan yang biasa dipakai EDTA, asam sitrat, asam laktat, dan asam
sulfat. Kombinasi dari EDTA yang bersifat asam dan NaOCl akan
membuang semua debris organik dan jaringan keras gigi.
5) Chlorohexidine
4. Bahan medikamen PSA
Jenis-jenis bahan medikamen
a. Golongan fenol
Kurang efektif sebagai medikamen, bahan ini berasa dan berbau.
Eugenol: bentuk fisiknya seperti minyak, sebagai desinfektan
lemah. bersifat sedatif, dan digunakan untuk mengurangi rasa
sakit yang ddikombinasikan pada saat dilakukan devitalisasi.
Indikasi penggunaan bahan ini ialah dilakukan setelah
pulpektomi, sebagai bahan sealer saluran akar, dan sebagai
campuran tambalan sementara.
Parachlorophenol (PCP)
Champorated parachlorophenol (CPC)
Metakresilasetat (cresatin): bahan ini jernih, stabil,dan
berminyak sehingga tidak mudah menguap. berfungsi untuk
desinfeksi dengan sifat iritasi yang kecil, antiseptik,
mengurangi rasa sakit, dan mempunyai spektrum bakteri yang
luas. Bahan ini digunakan dengan indikasi semua perawatan
saluran akar gigi, dan digunakan untuk gigi yang mempunyai
kelainan apikal. Efek antimikrobanya lebih kecil dari
formokresol dan ChKm, dan sifat mengiritasinya lebih kecil
dari ChKm.
Kresol Creosote (beechwood)
Timol
b. Aldehid

c.

d.
e.

f.

Formokresol: bahan bersifat desinfektan, dan mumifikasi


jaringan pulpa. Indikasi penggunaan bahan ini yaitu untuk
fiksasi pada perawatan pulpotomi, dan kasus-kasus darurat
dimana peradangan masih terjadi di dalam kamar pulpa.
Glutaraldehid
Halida
Natrium hipoklorit
Iodine kalium iodida
Steroid
Kalsium hidroksida
Merupakan bahan medikamen yang berasal dari campuran batuan
kapur (limestone), yang dibakar pada suhu 900oC 1200oC dan
dikontakkan dengan air. bahan ini bersifat menetralisir asam fosfor
yang terlepas dari restorasi semen fosfat dengan membentuk ikatan
Ca3(PO4)2, menghancurkan daya tahan mikroorganisme pada karies
karena pH yang basa (pH11 12), mengaktivasi dentin sekunder.
Bahan ini tersedia dalam dua bentuk, bubuk dan pasta. Bentuk bubuk
dicampur dengan garam dan larutan anastesi, cara penempata di
saluran akar menggunakan bantuan lentulo, dan paper point. Sedian
pasta tersedia dalam bentuk pasta tunggal atau dalam kombinasi
dengan iodoform.
Chresophene
Mengandung tiga antiseptik yaitu paracholorophenol, timol, champor,
dan dexamethasone. Bertujuan untuk mengurangi inflamasi.
Pemakaian terutama pada gigi periodontitis tahap awal. Cara aplikasi
ada dua:

a. Pulpa vital
Setelah pulpotomi dan pembersihan saluran akar secara mekanik,
aplikasikan ke saluran akar dan biarkan beberapa menit. Kemudian
bersihkan dengan paper point steril, kemudian saluran akar diisi
dengan bahan pengisi yang radiopak dan non-resorbable.
b. Pulpa non-vital
Setelah jaringan pulpa dibuangdan dipreparasi, satu tetes
cresophene diletakkan di setiap saluran akar dengan bantuan paper
point. Satu tetes lagi bisa diletakkan pada cotton pellet di ruang
pulpa. Kemudian ruang pulpa ditutup dengan tumpatan sementara.
Obat ditinggal selama 3 7 hari. Pada kunjungan ke-2, jika gigi bebas
gejala dan saluran sudah steril, bisa dilakukan pengisian saluran akar
secara permanen. Jika belum steril, perawatan diulang sampai tercapai
kontrol antimikroba.
g. ChKm
Merupakan bahan medikamen dengan komposisi cholorophenol,
synthetic camphor, glycerine, dan menthol. Dimana bahan untama dari
ChKm ialah:

Para-klorofenol: mengurangi mikroorganisme dalam saluran


akar
Kamfer: mengurangi efek mengiritasi dari paraklorofenol
murni, dan memperpanjang efek antimikrobial
Menthol: mengurangi sifat mengiritasi fenol dan mengurangi
rasa sakit.
h. Rockles
Digunakan sebagai bahan strerilisasi kamar pulpa dan saluran akar,
bahan ini dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan abses atau fistula
karena mempunyai daya sterilisasi yang kuat, sebagai bahan desinfeksi
sebelum pengisian saluran akar. Terdiri dari dexamethasone sebagai
anti radang, fenol, formaldehid, dan galacal excipient sebagai bahan
sterilisasi.
5. Bahan pengisi PSA
Bahan pengisi yang baik haruslah memiliki syarat sebagai berikut
Tidak mengiritasi pulpa, jaringan periodontium, gingiva, dan mukosa mulut
Mudah dimasukkan ke ruang pulpa
Dapat menutup saluran pulpa
Tidak dapat ditembus air
Bakteriostatik
Pada umumnya bahan pengisi dibagi atas beberapa golongan:
Golongan padat
a. Silver point
Keuntungannya penggunaan bahan ini yaitu mudah dilekatkan dan
dikontrol panjangnya, fleksibillitasnya memungkinkan untuk saluran akar
akar yang sempit dan bengkok. Kerugiannya dari bahan ini yaitu
mempunyai adaptasi yang buruk karena bentuk fisik yang kaku,
mempunyai efek toksisitas karena bahan ini akan berkarat bila berkotak
dengan cairan dari jaringan, dan berpotensi terjadi kegagalan jangka
panjang dikarenakan kerapatan pada apeks dan mahkota kurang baik jika
dibandingkan gutta percha.
b. Acrilic cone
Golongan pasta
Bahan ini tidak mengeras dalam saluran akar, mudah dimasukkan tetapi
mudah keluar melalui foramen apikal, dan porus kebocoran lebih besar.
a. ZnO
Merupakan bentuk amorf yang halus, rapuh, mudah larut dalam asam,
tidak larut dalam air atau alkohol, antiseptik, dan toksisitasnya rendah.
Karena bersifat non-toksik maka bahan ini digunakan untuk perawatan
pulpektomi.
b. Ca(OH)2
Bahan ini mempunyai efek bakteriostatik
Golongan semen
Bahan ini mengeras setelah beberapa waktusukar dimasukkan ke saluran akar
yang sempit, mudah terdesak keluar melalui foramen apikal, menyebabkan

iritasi, dan sulit dikeluarkan. Contohnya oxycloride, oxysulfat, zinc oxyfosfat,


dan ZOE.
Golongan plastis
a. Amalgam
Merupakan campuran merkuri (Hg) dengan alloy. Amalgam terdiri dari Ag
(perak) 68,50%, Sn (Timah putih) 25,50%, Au (emas) 5%, Zn (seng) 1%.
b. Gutta percha
Bahan ini mempunyai batang berwarna jingga, lentur, dan lunak. Harus
disimpan di tempat tertutup. Komposisi dari gutta percha ialah zinc oxide
sebagai pengisi, metal sulfat, dan gutta percha sebagai matriks. Gutta
percha tersedia dalam dua bentuk yang mengalami dua fase, dan . Gutta
percha memiliki sifat menutup yang kurang baik, pada aplikasinya gutta
percha harus dikombinasikan dengan semen saluran akar (sealer) seperti
Ca(OH)2, dan zinc oxide untuk menjamin pengisian dan penutupan saluran
akar yang tepat.
Gutta percha memiliki sifat sebagai berikut
Sifat biologi
Tidak mengiritasi jaringan lunak dan pulpa, tidak berbau sebagai
bahan pengisi, mudah disterilkan, dan mampu menghambat
pertumbuhan bakteri.
Sifat fisik
Merupakan bahan yang plastis
Sifat kimia
Struktur gutta percha secara alamiah berasal dari polimer isoprene,
dimana memiliki struktur yang teratur yang dapat mengalami
kristalisasi sehingga tampak keras dan kaku.
Sifat biokompabilitas
Gutta percha memiliki biokompabilitas yang baik dengan jaringan
periradikular, karena gutta percha dikombinasikan dengan sealer
yang dapat menginduksi terbentuknya jaringan keras, merangsang
penutupan apeks, mengurangi efek samping pada pengisian
saluran akar, memadat dengan baik, dan melekat erat pada
permukaan dinding saluran akar.
Gutta percha juga memiliki keuntungan dan kerugian dalam
pemakaiannya, disajikan dalam tabel berikut.

Keuntungan
Mudah ditekan

Mudah dirawat ulang


Manipulasi mudah, meskipun untuk
pengisian saluran akar yang
kompleks
Mempunyai adaptasi yang baik
pada dinding saluran akar bila

Kerugian
Tidak melekat pada dentin dan
sedikit plastis sehingga menjauhi
dinding saluran akar
Mudah patah
Sulit mengisi saluran akar yang
bengkak, serta saluran akar dengan
apeks terbuka
Bila hanya ditekan secara vertikal,
gutta percha dapat masuk ke

ditekan
Biaya relatif murah

jaringan periapikal