Anda di halaman 1dari 12

Kasus AMRE

Kasus Audit Dalam Hubungannya Dengan Overstatement Laporan Keuangan


AMRE, Inc. sebuah perusahaan yang menjual produk-produk siding rumah dan
produk dekorasi interior seperti countertops lemari. AMRE, singkatan dari American
Remodeling, mulai beroperasi pada tahun 1980 di Irving, Texas, pusat pra Cowboy Dallas.
Pada 1987, AMRE go public dan mendaftarkan saham biasanya di Bursa Efek New York.
Biaya-biaya operasi utama AMRE adalah biaya-biaya iklan yang dikeluarkan untuk
memperoleh keuntungan-keuntunga besar melalui iklan-iklan langsung dan televisi. Selama
1980-an, AMRE membebani sebagian iklannya setiap tahun ke perkirakan biaya yang
ditangguhkan. Alasan AMRE untuk menggunakan metode akuntansi ini adalah bahwa biayabiaya iklan ini akan memberikan keuntungan pada masa-masa mendatang. Setiap periode
akuntansi, AMRE membagi biaya-biaya iklan totalnya dengan jumlah keuntungankeuntungan baru yang dihasilkan selama periode itu. AMRE kemudian mengalikan biaya
per keuntungan yang diperoleh dengan jumlah total keuntungan yang tidak ditentukan,
yaitu, keuntungan-keuntungan baru, untuk menentukan jumlah biaya-biaya iklan yang akan
ditangguhkan pada periode tersebut dibebankan kepada perkiran biaya iklan perusahaan
tersebut.
AMRE mulai menggunakan lead bank (bank keuntungan) secara komputerisasi
selama pertengahan 1980-an. Ketika seorang konsumen potensial menghubungi AMRE,
informasi kunci yang bisa digunakan untuk mengembangkan suatu bidang penjualan yang
sesuai untuk orang tersebut dikumpulkan dan dimasukkan dalam lead bank. Informasi ini
meliputi variable-variabel seperti usia, income, harga rumah, dan panjang rumah. Informasi
yang berkaitan dengan hasil-hasil dari setiap presentasi penjualan juga dimasukkan dalam
lead bank tersebut.
Akuntansi Untuk Keuntungan Menimbulkan Masalah
Ketika AMRE go public pada awal 1987, para pejabat perusahaan itu mengeluarkan
proyeksi-proyeksi pendapatan dan profit yang optimistis untuk para analis yang memantau
perusahaan tersebut (Pada waktu itu, tahun fiscal AMRE dimulai dari 1 Mei di suatu tahun
hingga 30 April di tahun berikutnya). Robert Levin, seorang eksekutif AMRE dan pemegang
saham utama, tampaknya kuatir bahwa kegagalan untuk mencapai penghasilan kuartalan
yang diproyeksikan akan menyebabkan harga saham AMRE menurun tajam. Levin seorang
CPA sejak 1972, adalah pejabat keuangan utama perusahaan itu dan berkedudukan sebagai
wakil presiden eksekutif, bendahara, dan chief operating officer. Untuk menaikkan income
bersih AMRE selama kuartal pertama tahun fiscal 1988, Levin memerintahkan kepala
akuntan perusahaan itu, Dennie D. Brown, untuk membuat laporan tidak wajar (overstate)
mengenai jumlah keuntungan yang belum ditetapkan dalam lead bank AMRE. Brown
selanjutnya memerintahkan Walter W. Richardson, wakil presiden untuk pengolahan data
perusahaan itu, yang pernah bertindak sebagai pengawas AMRE pada awal 1980-an, untuk
memasukkan keuntungan-keuntungan yang belum ditetapkan fiktif dalam lead bank.
Memasukkan keuntungan-keuntungan fiktif ke dalam lead bank mengakibatkan jumlah
biaya-biaya iklan AMRE yang tidak seimbang untuk kuartalan pertama tahun fiscal 1988
harus ditangguhkan dan bukan dibelanjakan. Skema akuntansi ini memungkinkan AMRE
meng-overstate income sebelum pajaknya untuk kuartal tersebut sebesar kira-kira 1 juta dolar
atau hamper sekitr 50 persen.

Sekali para eksekutif perusahaan menyajikan secara tidak tepat hasil-hasil operasi
perusahaannya untuk satu periode akuntansi, godaan untuk memanipulasi hasil-hasil
operasinya pada periode-periode berikutnya hampir pasti tidak bisa dielakkan. Selama kuartal
ketiga dan keempat tahun fiscal 1988, hasil-hasil operasi actual AMRE kembali menurun
tajam tidak seperti yang diharapkan. Disini, Levin memutuskan untuk memperluas cakupan
kecurangan akuntansi. Selain meng-overstate keuntungan-keuntungan yang belum
ditetapkan, Levin memerintahkan para bawahannya untuk meng-overstate inventori penutup
AMRE untuk kuartal ketiga dan keempat tahun fiscal 1988.
Levin juga diduga memerintahkan staf akuntansi AMRE untuk meng-overstate
revenue yang diakui pada proyek-proyek konsumen dalam laporan kemajuan di akhir kuartal
ketiga dan keempat tahun fiscal 1988. Pada waktu itu, AMRE menggunakan metode
akuntansi percentage of completion untuk mengakui revenue pada proyek-proyek instalasi
yang belum rampung pada akhir suatu periode akuntansi. Untuk meng-overstate revenue
yang diakui pada banyak proyek yang belum selesai pada akhir tahun fiscal 1988, AMRE
secara sembunyi-sembunyi meng-overstate persentase penyelesaian proyek-proyek tersebut.
AMRE melaporkan income sebelum pajak sebesar 12,2 juta dolar dalam laporanlaporan keuangan tahun fiscal 1988-nya. Suatu penyelidikan berikutnya oleh SEC
mengungkapkan bahwa income sebelum pajak actual AMRE untuk tahun tersebut kurang
dari 50 persen dari jumlah yang dilaporkan. Pada pertemuan ini, Levin menyampaikan
kepada Bedowitz untuk pertama kalinya bahwa metode-metode akuntansi yang tidak sah
telah digunakan secara sengaja menggelembungkan profit yang dilaporkan AMRE untuk
tahun 1988. Menurut penyelidikan SEC, Bedowitz terlibat dengan upaya-upaya untuk
menaikkan secaratidak wajar earnings AMRE.
Bedowitz dan Levin menandatangani Letter to Shareholder yang dicantumkan
dalam laporan tahunan AMRE tahun 1988. Surat tersebut diawali dengan ucapan selamat
berikut ini: Kami bangga memberitahu bahwa tahun fiscal 1988 adalah tahun dengan rekor
tertinggi bagi AMRE dalam hal earnings dan revenue.
Price Waterhouse mengeluarkan sebuah opini wajar tanpa pengecualian (unqualified
opinion) mengenai laporan-laporan keuangan AMRE untuk tahun fiscal 1988. Namun
demikian, seorang analis keuangan untuk The New York Times memunculkan beberapa
pertanyaan berkaitan dengan laporan-laporan keuangan tersebut. Analis tersebut mengatakan
bahwa penggunaan metode akuntansi percentage of completion oleh AMRE tampaknya tidak
biasa. Bagi para penjual, kelihatannya merupakan suatu pola lama untuk menaikkan
pendapatan dan meng-understate biaya-biaya, suatu pola yang sering berakhir dengan suatu
penghapusan. Mr. Wesselman (juru bicara AMRE) mengatakan praktik-praktik akuntansi
perusahaan itu sudah tepat dan secara berkala dikaji ulang dengan bantuan para auditor luar.
Tahun Fiskal 1989 Perusahaan AMRE
Selama tahun fiscal 1989, para eksekutif puncak AMRE terus menyajikan laporan
yang tidak wajar tentang hasil-hasil operasi yang dilaporkan dan kondisi keuangan
perusahaan itu. Selain teknik-teknik akuntansi yang tidak sah yang digunakan pada tahun
sebelumnya, selama tahun fiscal 1989 para eksekutif AMRE secara material menutup-nutupi
piutang perusahaan itu dan secara material menggelembungkan secara tidak wajar receivables
yang dipinjam ke perusahaan itu oleh staf penjualannya sendiri.

Diakhir tahun fiscal 1989, para eksekutif AMRE memutuskan untuk mengakhiri kecurangan
akuntansi. Para eksekutif tersebut mengadakan pertemuan secara teratur untuk membahas
bagaimana sebaiknya menghentikan kecurangan itu tanpa menimbulkan kecurigaan di
kalangan para auditor Price Waterhouse yang mengaudit perusahaan tersebut dan pihak-pihak
lain. Salah satu metode yang diputuskan oleh para eksekutif itu adalah mengalihkan assetaset fiktif dalam catatan-catatan akuntansi AMRE ke divisi Decks dari perusahaan itu.Dengan
memindahkan sekitar 3 juta dolar asset fiktif ke divisi tersebut, AMRE menutup-nutupi
penghapusan aset-aset tersebut dalam bagian operasi yang terputus pada laporan pendapatan
tahun 1989-nya. Penghapusan-penghapusan ini dicatat terutama selama kuartal ketiga tahun
fiscal 1989.
Setelah pembicaraan di antara para eksekutif AMRE, sekitar 5 juta dolar asset fiktif baru pada
pembukuan perusahaan itu dianggap hilang sebagai kerugian-kerugian atau biaya-biaya pada
kuartal keempat tahun fiscal dengan cara menyesuaikan entri-entri. Penghapusanpenghapusan pada kuartal sebelumnya menyebabkan AMRE melaporkan kerugian bersih
hampir 6 juta dolar pada 1989.
Peran CFO AMRE Dalam Menghentikan Kecurangan Akuntansi
Pada Maret 1989, AMRE menyewa Mac M. Martirossian untuk bertindak sebagai
kepala akuntan perusahaan itu. Pada Juli 1989, Martirossian memangku jabatan sebagai CEO,
dan Levin memangku jabatan sebagai wakil presiden eksekutif, bendahara, dan chief
operating officer. Martirossian menemukan sejumlah besar entri akuntansi yang tidak
memiliki dokumentasi pendukung yang memadai.
Pada April 1989, Martirossian mengadakan pertemuan dengan para eksekutif yang
terlibat dalam kecurangan itu. Ia mengatakan bahwa laporan-laporan yang tidak sewajarnya
yang masih ditemukan dalam catatan-catatan akuntansi perusahaan itu harus segera
diperbaiki. Martirossian selanjutnya mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab terhadap
laporan-laporan keuangan perusahaan untuk periode-periode setelah tahun fiscal 1989, tetapi
bahwa orang-orang yang terlibat dalam kecurangan itu harus bertanggung jawab untuk
memperbaiki laporan-laporan yang tidak benar tersebut pada periode-periode yan berkaitan
dengan laporan-laporan itu, dan untuk menjawab berbagai pertanyaan (dari para auditor
independen AMRE dan pihak-pihak lain) menyangkut perbaikan-perbaikan itu.
Bedowitz setuju dengan permintaan Martirossian. Pertama-tama, kedua orang itu
memutuskan untuk memperbaiki catatan-catatan akuntansi AMRE dengan melakukan
penyesuaian besar-besaran dengan periode sebelumnya. Para direktur luar pada dewan direksi
AMRE mengetahui penyesuaian periode sebelumnya dan mulai melontarkan pertanyaanpertanyaan mengenai alas an perlunya melakukan penyesuaian tersebut. Akhirnya, para
eksekutif itu memutuskan bahwa kesalahan-kesalahan lain dalam catatan-catatan akuntansi
AMRE akan dihapus terhadap selain hasil-hasil operasi pada kuartal keempat tahun fiscal
1989 melalui entri-entri penyesuaian periode penutup.
Segera setelah berakhirnya tahun fiskal 1989, Martirossian menghadiri beberapa
pertemuan antara para eksekutif puncak AMRE dengan para wakil dari Price Waterhouse.
Menurut SEC, Martirossian duduk dengan tenang sementara para eksekuif yang lain
memberikan penjelasan-penjelasan palsu kepada Price Waterhouse berkenaan dengan
penyesuaian-penyesuaian tersebut. Usaha dari para koleganya untuk menyesatkan para
auditor Price Waterhouse menyulitkan Martirossian. Meskipun ia memberi isyarat yang kuat

kepada para auditor bahwa penghapusan-penghapusan yang dilakukan para eksektuif AMRE
pada kuartal keempat sangat mencurigakan, Martirossian tidak mengungkapkan secara jelas
sifat atau tujuan sebenarnya dari penyesuaian-penyesuaian tersebut. Price Waterhouse
akhirnya menyetujui penyesuaian-penyesuaian kuartal keempat secara besar-besaran sebelum
mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian tantang laporan-laporan keuangan AMRE ada
tahun fiskal 1989.
Selama tahun fiskal 1990, Martirossian melakukan upaya penting untuk
meningkatkan fungsi-fungsi pelaporan akuntansi dan keuangan AMRE. Usaha ini termasuk
melakukan beberapa perubahan besar guna memperkuat system control internal perusahaan
itu. Martirossian juga melakukan sebuah penyelidikan untuk mengungkap kesalahankesalahan perusahaan itu dan mengkaji ulang kebijakan-kebijakan akuntansi perusahaan
tersebut untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut telah diterapkan dengan
benar.
Pengungkapan Kecurangan Pada Publik
Pada awal tahun 1991, AMRE membentuk sebuah komite khusus yang terdiri dari
tiga anggota luar dari dewan direksinya untuk mengungkapkan secara keseluruhan masalahmasalah keuangan perusahaan itu. Menyusul laporan dari komite ini, AMRE mengungkapkan
kepada publik bahwa laporan-laporan keuangannya untuk setiap tahun 1987 sampai 1990,
terutama tahun 1988 dan 1989 mengandung kesalahan-kesalahan mendasar.
Pada bulan Nopember 1991, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Bedowitz,
Levin, dan AMRE, Inc. telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan gugatan hukum
yang dilancarkan oleh para pemegang saham AMRE. SEC mengecam Martirossian karena
tidak menganjurkan dilakukannya langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki catatancatatan akuntansi AMRE dan arena tidak mengungkapkan kecurangan tersebut kepada Price
Waterhouse.
Ketidakterlibatan Martirossian dalam skema kecurangan yang sebenarnya tidak dapat
membenarkan tindakan-tindakannya yang menutup mata terhadap metode-metode yang
digunakan oleh AMRE untuk memperbaiki laporan-laporan yang tidak sewajarnya. Walaupun
ia menunjukkan kepedulian dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para auditor
AMRE dalam usaha untuk membogkar keberadaan skema itu kepada mereka, usaha
Martirossian yang melepaskan kewajibannya untuk memberikan pengungkapan yang akurat
dan lengkap kepada para auditor AMRE sangat tidak tepat dan menyesatkan karena ia gagal
memberikan semua informasi yang dimilikinya kepada para auditor.

Jawaban Kasus
1. Definisi istilah etika dan etika profesional. Gunakan skala yang ditunjukkan di bawah ini,
beri penilaian terhadap tindakan dari setiap orang yang terlibat dalam kasus ini.
Etika profesional adalah aturan etika yang harus ditetapkan oleh auditor. Di Indonesia etika
profesional adalah aturan etika yang harus diterapkan oleh anggota Institut Akuntan Publik
atau IAPI dan staf profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI)
yang bekerja pada satu kantor Akuntan Publik (KAP). Maka dapat dijabarkan dalam skala
seperti berikut:
Tidak etis
Tinggi

Etis
Tinggi

- 100.................................................0....................................................... - 100
a.

Manajemen AMRE (tidak etis) dengan skala 25 - 50

b.

Auditor Price Waterhouse (tidak etis) dengan skala 25 - 50

c.

Martiossian (kurang etis) dengan skala 0 - 25

2. Apakah anda percaya bahwa orang-orang yang bersikap etis dalam kasus ini telah
dihukum sebagaimana mestinya ?
Pendapat yang dapat dikemukakan dalam kasus ini, sudah semestinya pihak-pihak yang
berperilaku tidak etis sebaiknya diberikan sangsi. Maka dari itu sangsi yang seharusnya
diberikan antara lain:
a.
Pihak Manajemen AMRE
Pihak Manajemen AMRE yang terdiri dari Bedowitz, Levin dan AMRE, Inc mereka telah
diberikan hukuman beserta dengan sangsi yang digugat oleh Pemegang saham. Dimana,
kedua pihak manajemen yaitu Bedowitz dan Levin harus membayar sangsi sebesar 88 juta
dolar, sedangkan pihak AMRE Inc harus membayar sangsi sebesar 5,9 juta dolar kepada para
pemegang saham.
b.
Para eksekutif dan Martirossian
Pemberian sangsi pada pihak eksekutif AMRE dan Martirossian dapat dikatakan tidak
dijelaskan secara rinci pada kasus ini.
c.
Price Waterhouse
Pada kasus KAP Price Waterhouse dikenakan sangsi berupa larangan untuk kedua auditor
yaitu Smith dan Reed dalam menjalankan tugas mengaudit klien-klien SEC selama waktu
sembilan bulan.
3.
Identifikasi tindakan alternatif yang dapat dilakukan Martirossian ketika ia menyadari
fraud akuntansi yang dilakukan AMRE. Alternatif mana yang akan anda pilih ? Mengapa ?
Tindakan yang dapat dilakukan Mortarisson ketika mengetahui fraud akuntansi yang

dilakukan AMRE adalah melakukan perbaikan ataupun sejumlah koreksi yang berkaitan
dengan kecurangan yang dilakukan serta memberikan keterangan yang sebenarnya kepada
para auditor mengenai apa yang terjadi atau Mortarisson dapat mengundurkan diri dari
pekerjaannya jika situasinya tidak mendukung untuk melaksanakan etika profesi. Alternative
yang mungkin kami pilih adalah melakukan perbaikan ataupun sejumlah koreksi dalam
perusahaan untuk mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan yang lebih rumit untuk
kedepannya. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang Martirossian,
seharusnya dapat mengatasi permasalahan walaupun tidak dengan jangka waktu yang
pendek, tetapi dapat membantu perusahaan untuk keluar dari kecurangan yang dilakukan.
Apabila pihak eksekutif enggan untuk mengikuti maka jalan terakhir yang dapat dilakukan
adalah mengancam untuk mengundurkan diri.
4. Apakah praktik yang dilakukan AMRE dengan menangguhkan biaya iklan pada akun
set sudah tepat ? Argumentasikan jawaban anda !
Pendapat yang dapat dikemukakan dalam kasus ini, praktik AMRE Inc yang melakukan
peangguhan atas biaya iklan tersebut tidak tepat. Hal ini tidak tepat, karena biaya iklan yang
terjadi dalam perusahaan merupakan biaya yang memiliki manfaat pada saat biaya tersebut
terjadi, dan tidak memiliki manfaat jangka panjang. Praktik AMRE Inc yang menangguhkan
biaya tersebut terjadi karena perusahaan menginginkan pengakuan biaya yang lebih rendah,
karena dengan menangguhkan biaya berarti biaya iklan yang besar tersebut maka akan
dibebankan oleh perusahaan setiap tahunnya sebesar persentase amortisasinya saja. Hal ini
menyebabkan laba perusahaan akan meningkat, karena biaya yang diakui oleh Perusahaan
tersebut lebih kecil daripada yang seharusnya.
5.
Faktor risiko audit yang terdapat pada audit AMRE periode 1998 dan 1989? Apakah
Price Waterhouse mempertimbangkan faktor-faktor ini pada rencana audit mereka? Mengapa
ya dan mengapa tidak?
Menurut SPAP SA 300, Seksi 312 , risiko yang terdapat pada audit AMRE adalah :
a.
Risiko bawaan
Risiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu
salah saji material, seperti (1) akun yang terdiri dari jumlah yang berasal dari estimasi
akuntansi cenderung mengandung risiko salah saji yang besar. Dalam hal ini AMRE
membebankan biaya iklan berdasarkan estimasi.
b.
Risiko deteksi
Risiko deteksi adalah risiko bahwa auditor dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat
dalam suatu asersi. Risiko deteksi merupakan fungsi efektivitas prosedur audit dan
penerapannya oleh auditor.
c.

Risiko Pengendalian

Faktor-faktor tersebut tampaknya tidak dipertimbangkan oleh auditor, hal ini tercermin dari
tidak terdeteksinya salah saji material pada persediaan, perhitungan amortisasi biaya iklan
dan salah saji pada akun piutang padahal laporan keuangan AMRE mengandung salah saji
material atas akun-akun tersebut.

6. Apakah Price Waterhouse dibenarkan ketika audit tahun 1988 mengijinkan personel
kliennya mengobservasi perhitungan fisik persediaan? Pada tingkat yang mana klien audit
diijinkan mempengaruhi keputusan kunci dari rencana audit ?
Menurut SPAP SA 300 Seksi 331 bahwa Auditor dapat mengijinkan kliennya mengobservasi
perhitungan fisik persediaan apabila auditor memperoleh keyakina yang memadai atas
keberadaan dan jumlah fisik persediaan. Auditor dapat meyakinkan dirinya bahwa
perhitungan fisik yang dilakukan oleh pegawai perusahaan klien dengan cara:
a.
Menguji prosedur yang digunakan oleh pengawas gudang untuk menghitung
persediaannya dan melakukan penilaian kinerja operator gudang.
b.
Menerapkan prosedur alternatif digudang untuk memperoleh keyakinan memadai
bahwa informasi yang diterima dari operator gudang yang dapat diandalkan.
7.
SAS No.31 Evidental Matter mengidentifikasikan lima asersi manajemen yang
mendasari set laporan keuangan. Manakah diantara asersi ini yang seharusnya menjadi
perhatian paling besar bagi Price Waterhouse berkenaan dengan penyesuaian akhir periode
yang besar yang dicatat oleh AMRE selama triwulan keempat tahun fiskal 1989 ?
Menurut SA Seksi 326, PSA No.07, asersi adalah pernyataan manajemen yang terkandung di
dalam komponen laporan keuangan. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit
serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar seperti keberadaan atau
keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, penilaian, serta penyajian dan pengungkapan.
Asersi yang seharusnya menjadi perhatian besar bagi auditor adalah asersi penilaian dimana
komponen-komponen aktiva, kewajiban, pendapatan, dan biaya sudah dicantumkan dalam
laporan keuangan pada jumlah yang semestinya, Hal inilah yang luput dari perhatian auditor,
dimana mereka sangat percaya pada pernyataan-pernyataan yang diberikan pihak perusahaan,
terutama pada waktu terjadi penyesuaian sebesar-besarnya.
8. Tanggung jawab apa yang dimiliki auditor terhadap informasi finansial triwulanan yang
dilaporkan pada catatan kaki laporan keuangan klien yang sudah diaudit ?
Bagaimanapun seorang auditor profesional yang taat terhadap kode etik yang berlaku,
memiliki tanggung jawab atas kewajaran penyajian laporan keuangan perusahaan yang
diaudit, karena itu merupakan bagian dari profesionalisme profesi yang dijalankan dengan
cara melakukan pengungkapan atas koreksi yang diperlukan terhadap perubahan yang dapat
mempengaruhi laporan keuangan. Apakah telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
JAWABAN VERSI 2
Jawaban Kasus AMRE
1.

Definisikan istilah etika dan etika profesi. Dengan menggunakan skala berikut, evaluasi
perilaku setiap individu yang terlibat dalam kasus ini:
-100
Sangat tidak beretika

100
Sangat Beretika

Jawab:
Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang
dapat dipahami oleh pikiran manusia. Sedangkan etika profesi merupakan konsep etika yang
ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Etika profesi juga
dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral
dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
Dalam kode etik akuntan Indonesia, tercantum beberapa prinsip etika yang harus dijadikan
pedoman dalam pelayanan terhadap masyarakat, yaitu tanggung jawab profesi, kepentingan
publik, integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, prilaku
professional, standar teknis. Dalam kasus ini, eksekutif telah melakukan pelanggaran etik
serius yang bisa dikatakan -100 (sangat tidak beretika), sedangkan pihak auditor Price
Waterhouse melakukan pelanggaran etika porfesi karena tidak menunjukan integritas,
objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian professional, serta standar teknis sehingga
menurut kelompok kami nilai bagi Price waterhouse adalah -50 (beretika).
2.

Apakah Anda yakin bahwa orang yang berperilaku tidak etis dalam kasus ini telah dihukum
secara tepat? Pertahankan jawaban Anda
Jawab:
Menurut kelompok kami, orang yang tidak berprilaku tidak etis dalam kasus ini tepat untuk
dihukum, karena dengan adanya hukuman tersebut merupakan cara untuk memberikan efek
jera kepada pihak-pihak yang telah dengan sengaja melanggar etika demi tujuan tujuan yang
sudah berbeda dari kode etik yang diharapkan dan wajib untuk dijalankan. Hukaman ini
selain memberikan efek jera juga sebagai alat untuk mengontrol jalannya pelaksanaan etika
agar sesuai dengan apa yang diharapkan.

3.

Identifikasi tindakan alternatif yang tersedia untuk Martirossian ketika ia menyadari


penipuan akuntansi di AMRE. Asumsikan peran Martirossian. Manakah dari alternatif ini
akan Anda pilih? Kenapa?
Jawab:

a.

Peran Martirossian sebagai kepala akuntan perusahaan


Martirossian,

melakukanperbaikan-perbaikandalamcatatanakuntansiperusahaan.

Perbaikandapatdilakukandengancara:

Memperbaiki catatan-catatan akuntansi AMRE dengan melakukan penyesuaian besarbesaran dengan periode sebelumnya.

Kesalahan-kesalahan dalam catatan-catatan akuntansi AMRE akan dihapus terhadap


selain hasil-hasil operasi pada kuartal keempat tahun fiscal 1989 melalui entri-entri
penyesuaian periode penutup.

b.

Peran MartirossiansebagaimantanakuntanPrice Waterhouse.


Martirossiandapatmengungkapkan secara jelas sifat atau tujuan sebenarnya dari penyesuaianpenyesuaian kepadaPrice Waterhouse.
Alternatif yang kami pilih adalah Martirossian berperan sebagai akuntan AMRE.
SebaiknyaMartirossianmelakukanperbaikanperbaikandalamcatatanakuntansidengancaramelakukanpenyesuaianbesarbesarandenganperiodesebelumnya.Hal inidilakukan agar laporankeuangan AMRE benarbenarmengambarkankeadaanperusahaan yang sebenarnya.

4.

Apakah praktik AMRE mengenai menunda sebagian dari biaya iklan dalam akun aset yang
tepat? Pertahanan jawaban Anda
Jawab:
Menurutkamitidaktepat,

seharusnya

AMRE

langsungmembebankanbiayaiklannya.Karenajikabiayaiklantersebutditangguhkanmakabiayabiayaiklantersebutakanmeningkatdengancepat,
sehinggaakanmembebanilaporanlabarugitahunberikutnya.
Dalam menilai kemungkinan adanya manfaat ekonomis masa depan, perusahaan harus
menggunakan asumsi masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan yang merupakan
estimasi terbaik manajemen atas kondisi ekonomi yang berlaku sepanjang masa manfaat
aktiva tersebut.Dalam menilai tingkat kepastian akan adanya manfaat ekonomis masa depan
yang timbul dari penggunaan aktiva tidak berwujud, perusahaan mempertimbangkan bukti
yang tersedia pada saat pengakuan awal aktiva tidak berwujud dengan memberikan
penekanan pada bukti eksternal.
AMRE menghitung biaya-biaya iklan yang akan ditangguhkan selama periode akuntansi
tertentu dengan mengalikan biaya per keuntungan untuk periode tersebut dengan jumlah
keuntungan-keuntungan yang belum ditetapkan pada akhir periode tersebut. Salah satu

metode yang digunakan AMRE untuk menaikkan profit-profit yang diaporkannya adalah
menetapkan keuntungan-keuntungan fiktif yang belum ditetapkan.
5.

Apa kunci red flags, atau faktor risiko audit, yang hadir selama audit AMRE 1988 dan
1989? Apakah Price Waterhouse secara tepat mempertimbangkan faktor dalam perencanaan
audit tersebut? Mengapa atau mengapa tidak?
Jawab:
Kuncinya adalah adanyahubunganpertemananantaraMartirossian, mantanstaf auditor Price
Waterhouse yang bekerjauntuk AMRE denganstaf auditor Price Waterhouse yang
sekarangmenangani
auditor

Price

audit

AMRE.

Waterhouse

Martirossianmelakukanpertemuanrahasiadenganstaf
untukmengungkapkanmasalahdalam

danakanmenyelesaikanmasalahtersebut,

hingga

Price

AMRE
Waterhouse

mengeluarkanoopiniwajartanpapengecualianuntuk audit AMRE.


Price Waterhouse tidak secara tepat mempertimbangkan faktor dalam perencanaan audit
tersebut, karena Price Waterhouse tidakbenar-benarmelakukanpengujian yang berartibagi
AMRE, kurangnyaindependensidanprosedur audit yang dilakukanoleh Price Waterhouse
batasauditnyauntuk AMRE, misalnyadalamprosedur audit dalamperhitunganfisikpersediaan.
Price Waterhouse hanyameninjaubeberapalokasi, sedangkanlokasi yang tidakdipantauoleh
Price Waterhouse, terjadipenggelembunganfisikpersediaan.
6.

Apakah Price Waterhouse dibenarkan selama audit tahun 1988 menyetujui untuk
mengizinkan personel klien untuk mengamati perhitungan fisik persediaan di lokasi tertentu?
Sampai sejauh mana suatu klien audit diperbolehkan untuk mempengaruhi keputusan
perencanaan audit utama?
Jawab:
Mengizinkan personel klien untuk mengamati perhitungan fisik persediaan di lokasi tertentu
dibenarkan, karena fisik persediaan tersebut adalah milik klien. Klien masih diperbolehkan
untuk ikut mengamati proses perhitungan fisik persediaan, tanpa akan mempengaruhi hasil
perhitungan fisik persediaan di lokasi tertentu tersebut. Pengamatan oleh pihak klien tersebut
juga dapat meyakinkan pihak klien atas proses audit yang telah dilaksanakan, khususnya
dalam pelaksanakan perhitungan fisik persediaan.

Klien diperbolehkan mempengaruhi keputusan perencanaan audit utama selama pengaruh itu
tidak mempengaruhi hasil dari audit, tidak ikut dalam proses, tidak menghilangkan prosesproses atau prosedur audit yang seharusnya dilaksanakan dan yang utama adalah tidak
mempengaruhi opini audit nantinya.
7.

SAS No 31, "soal bukti", identifikasi pernyataan lima manajemen yang mendasari satu set
laporan keuangan. Manakah dari pernyataan ini seharusnya paling menjadi perhatian Price
Waterhouse mengenai periode akhir penyesuaian besar AMRE yang tercatat selama kuartal
keempat tahun fiskal 1989?
Jawab:
Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran
laporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi di
Indonesia. Kewajaran laporan keuangan dinilai berdasarkan atas asersi yang terkandung
dalam setiap unsur yang disajikan dalam laporan keuangan. Asersi asalah pernyataan
manajemen yang terkandung dalam komponen laporan keuangan. Asersi manajemen
diklasifikasikan sebagai berikut:

a.

Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence) berhubungan dengan apakah aktiva


atau utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi
selama periode tertentu.

b.

Kelengkapan (completeness) berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang
seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya.

c.

Hak dan Kewajiban (right and obligation) berhubungan dengan apakah aktiva merupakan
hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu.

d.

Penilaian (valuation) atau alokasi berhubungan dengan apakah komponen-komponen


aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada
jumlah yang semestinya.

e.

Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) berhubungan dengan apakah


komponen-komponen

tertentu

laporan

keuangan

diklasifikasikan,

dijelaskan,

dan

diungkapkan semestinya.
Menurut pendapat kami, yang seharusnya paling menjadi perhatian dari Price Waterhouse
adalah penyajian dan pengungkapan, dimana AMRE tidak melakukan penyajian dan
pengungkapan sesuai dengan bukti yang ada kepada Price Waterhouse. Dimana saat
pertemuan antara Martirossian, eksekutif AMRE, dan perwakilan Price Waterhouse, eksekutif

AMRE memberikan penjelasan palsu kepada Price Waterhouse, eksekutif AMRE tidak
mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi pada perusahaannya dan juga tidak menyajikan
laporan keuangan yang wajar. Pengungkapan dilakukan oleh Martirossian secara pribadi
mengenai hakikat atau tujuan dari penyesuaian kepada Price Waterhouse yang akhirnya
menerima large accounting adjustment kuartal keempat sebelum mengeluarkan pendapat
wajar tanpa pengecualian pada laporan keuangan AMRE 1989.
8.

Tanggung jawab apa yang auditor miliki untuk informasi keuangan triwulanan yang
dilaporkan dalam catatan kaki laporan keuangan auditan milik klien?
Jawab:
Laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen. Tanggung jawab auditor adalah
untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Manajemen bertanggung jawab untuk
menerapkan kebijakan akuntansi yang sehat dan untuk membangun dan memelihara
pengendalian intern di antaranya mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi
(termasuk peristiwa dan kondisi) yang konsisten dengan asersimanajemen yang tercantum
dalam laporan keuangan. Transaksi entitas dan aktiva, utang, dan ekuitas yang terkait berada
dalam pengetahuan dan pengendalian langsung manajemen. Pengetahuan auditor tentang
masalah dan pengendalian intern tersebut terbatas pada yang diperolehnya melalui audit.
Oleh karena itu, penyajian secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia merupakan bagian yang tersirat dan terpadu dalam tanggung jawab manajemen.
Auditor independen dapat memberikan saran tentang bentuk dan isi laporan keuangan atau
membuat draft laporan keuangan berdasarkan informasi dari manajemen dalam pelaksanaan
audit. Namun, tanggung jawab auditor atas laporan keuangan auditan terbatas pada
pernyataan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut.