Anda di halaman 1dari 14

38

BAB III
METODOLOGI

A. Deskripsi Lokasi Penelitian


Jakarta merupakan ibu kota Negara Repoblik Indonesia. Jakarta
merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis semua berkumpul ke Jakarta,
dengan pusat kegiatan terpusat di Jakarta semakin padat Jakarta harus
diimbanggi dengan pembangun infastruktur terutama pembangunan ruas jalan
untuk menjawab semua tantangan tersebut pemerintah melalui kementerian
Pekerjaan Umum salah satunya pembanggunan jalan tol tanjung periok.
Lokasi Penelitian dilakukan di Proyek Jalan bebas hambatan Tanjung
Priok Jakarta. Pembangunan Proyek Jalan yang terletak di Jakarta Utara ini
dibiayai dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dan
APBN. Akses tol tersebut dibangun untuk mempermudah jalur distribusi
barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kendaraan yang menuju
pelabuhan itu tidak lagi melewati tol dalam kota. Kotruksi yang dibangun
diproyek tol Tanjung periok ini sangat komlit sekali. Melibatkan berbagai
bahan material anatara lain seperti besi beton bahan kimia yang mudah
kebakar bahan kimia yang dapat menimbulkan iritasi kulit, mata dan
sebagainya.
Kegiatan Konstruksi pembangunan jalan tol tanjung periok dapat
menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan antara lain menyangkut
aspek keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan

39

Jenis-jenis pekerjaan : struktur atas , PC-U Girder, steel Box Girder,


PC-I Girder, Piled Slab. Struktur bawah : Concrete RC/PC Pier, Pile lab, Spun
Pile, Bore Pile.

B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif dan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dibantu
dengan program SPSS.

Metode kuantitatif yaitu suatu metode yang

menggunakan sistem pengambilan sampel dari suatu populasi dan


menggunakan kuesioner terstruktur sebagai alat pengumpulan data.
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari informasi faktual secara
mendetail yang sedang menggejala dan mengidentifikasi masalah-masalah
atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang
sedang berjalan. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh
keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan.

C. Sumber Data
1. Data Primer
Data Primer adalah Data yang diperoleh langsung dari lapangan termasuk
laboratorium Nasution (2003:143). Data primer dalam penelitian ini
adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari objek penelitian. Yaitu
data yang diperoleh dari responden melalui hasil kuesioner yang diajukan
oleh peneliti.

40

2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah Data atau Sumber yang didapat dari bahan bacaan
Nasution (2003:143). Penelitian ini data sekunder diperoleh dari
perusahaan yang dapat dilihat dokumentasi perusahaan, buku-buku
referensi, dan informasi lain yang berhubungan dengan penelitian.

D. Teknik Pengambilan data


Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab agar
memperoleh informasi yang dibutuhkan
2. Studi Dokumentasi
Yaitu dengan melakukan pengumpulan dan mempelajari dokumendokumen pendukung yang diperoleh secara langsung dari PT. Ceria
Utama Abadi, seperti sejarah singkat berdirinya perusahaan, struktur
organisasi perusahaan dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

E. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Menurut Sugiyono (2007:72) Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

41

tertentu. Kesimpulannya, populasi bukan hanya orang tetapi benda-benda


alam yang lain. Populasi juga bukan jumlah yang ada pada objek yang
dipelajari tetapi juga meliputi karakteristik atau sifat maupun pengukuran,
baik secara kualititatif maupun kuantitatif daripada karakteristik tertentu
mengenai sekelompok objek yang jelas dan lengkap. Tujuan diadakan
populasi yaitu agar dapat menentukan besarnya anggota sampel yang
diambil dari anggota sampel dan membatasi berlakunya daerah
generalisasi.
Populasi pada penelitian ini berjumlah 181 karyawan. Di ambil
berdasarkan ruang lingkup penelitian yaitu karyawan untuk kontrak 557
wilayah grissik sumsel dapat dilihat pada (Tabel 1.1).
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2007:73-74) Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling yaitu
teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur
populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Yang meliputi simple
random sampling karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut.
Dan penentuan ukuran sampel pada penelitian ini menggunakan rumus
Slovin, dikutip dari (Umar, 2008:78).

42

N
n=
1+ N e
Dimana:
n

Ukuran sampel

Ukuran populasi

= Tolerir kesalahan kesambilan sampel (10%)

Jumlah sampel yang digunakan dapat dihitung sebagai berikut:


181
n=
1 + 181 (0,1)
n = 64 responden

43

F. Definisi Operasional Variabel


Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
Variabel

Dimensi Variabel
Membuat kondisi kerja yang
aman

Variabel
independent (X)
yaitu
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

Pendidikan & Pelatihan K3


Penciptaan lingkungan kerja
yang sehat
Pelayanan kebutuhan
karyawan
Pelayanan kesehatan
Kualitas kerja

Variabel
dependent (Y)
yaitu Kinerja
Karyawan

Kuantitas kerja
Jangka waktu pekerjaan

Kehadiran di tempat kerja

Indikator

Kuesioner

- Perlindungan kerja
- Peralatan yang layak

1
2-3

- Memperbaiki kualitas
kerja

4-5

- Lingkungan kerja
bersih
- Pengawasan intensif
- Petunjuk dalam
bekerja
- Pengobatan P3K
- Jaminan kesehatan
- Penguasaan
pengetahuan
- Semangat kerja
- Hasil dan kecepatan
- Mutu hasil efisien
dan efektif
- Ketepatan dan
ketelitian
- Tertib dalam bekerja

Skala

Ordinal
6
7
8
9
10
1
2
3-4
5
6-7
8-10

Ordinal

44

G. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengaruh penerapan
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan
adalah kombinasi antara teknik statistik deskriptif dan teknik statistik
inferensial:
1. Teknik statistik deskriptif, dalam hal ini digunakan untuk menyajikan
data setiap variabel secara sendiri-sendiri dan selanjutnya juga
digunakan untuk mengukur gejala pusat yang mencakup median,
modus, rata dan ukuran penyebaran dengan menggunakan standar
deviasi serta dilengkapi dengan tabel frekwensi dan grafik berbentuk
histogram.
2. Teknik statistik inferensial, dipergunakan untuk menguji hipotesis
penelitian, dengan analisis regresi dan korelasi sederhana/berganda dan
sebelumnya dilakukan pengujian terhadap persyaratan analisis melalui
uji normalitas galat baku taksiran untuk setiap regresi sederhana
maupun berganda serta uji homogenitas varian Y atas variabel X.
Didalam penelitian ini, untuk mengubah data dari kualitatif menjadi
kuantitatif, penulis menggunakan skala likert. Menurut Sugiono (2007: 73)
skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pembobotan
jawaban kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Dalam instrumen
penelitian telah disediakan alternatif jawaban dari setiap butir pertanyaan dan
responden dapat memilih satu dari jawaban yang sesuai, setiap butir bernilai 1

45

sampai 5 disesuaikan dengan alternatif-alternatif jawaban yang dipilih dari


masing-masing pernyataan. Kelima penilaian tersebut diberikan bobot sebagai
berikut:
Tabel 7. Pilihan dan Nilai Jawaban untuk Tiap Item Pertanyaan
Nilai
5

Kategori
Sangat Setuju (SS)

4
Setuju (S)
3
Netral (N)
2
Tidak Setuju (TS)
1
Sangat Tidak Setuju (STS)
Sumber : Sugiono ( 2007 :73)
Teknik analisis data adalah serangkaian kegiatan mengelola data yang
dikumpulkan dari hasil penelitian dan kemudian dibentuk menjadi seperangkat
hasil. Analisis data dilakukan agar dapat mengelola data yang lebih teliti dan
akurat agar hasil yang diinginkan dapat memuaskan.
Untuk mengukur dan menguji hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat, di mana variabel bebasnya terdiri dari lebih dari satu variabel,
maka pengujian data dilakukan dengan menggunakan analisis Komputer
Statistik SPSS for Windows ver. 20.0 guna memproses data penelitian yang
terdiri dari beberapa pokok bahasan antara lain:
1.

Uji Validitas
Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor
indikator dengan total skor indikator variabel, kemudian hasil korelasi
dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf signifikan 0,05. Suatu
instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

46

diinginkan dan tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan


sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran
tentang variabel yang dimaksud.
Menurut Sugiyono (2004:138) Uji validitas adalah untuk
mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen kuesioner yang
digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk
mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benarbenar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Menurut Sugiyono (2004:138) Cara yang digunakan adalah
dengan analisa item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir
untuk suatu variabel dengan menggunakan rumus korelasi product
moment. Syarat minimum untuk dianggap valid adalah nilai rhitung >
dari nilai rtable.
Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus
seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1998:220)

Dimana:
r = koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat
n = banyaknya sampel
x = skor tiap item
y = skor total variabel
2.

Reliabilitas

47

Sedangkan

uji

reliabilitas

menurut

Arikunto

(1998:145)

dimaksudkan Untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam


penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai
hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang
berbeda.
Menurut Arikunto (1998:145): Untuk uji reliabilitas digunakan
teknik Alpha cronbath, dimana suatu instrument dapat dikatakan
handal (reliable) bila memiliki koefisien keandalan atau sebesar 0,6
atau lebih.
Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus
alpha Arikunto (1998:138) sebagai berikut:

k 1

11

3.

Uji Asumsi Klasik


Uji asumsi klasik terdiri dari Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas,
Uji

Autokorelasi

dan

Uji

Heteroskedastisitas.

Pengujian

ini

dimaksudkan untuk memastikan bahwa model yang diperoleh benarbenar memenuhi asumsi dasar dalam analisis regresi yang meliputi
asumsi-asumsi : terjadi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, tidak
terjadi autokorelasi, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, serta untuk
mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan tingkat

48

yang signifikan dan representatif atau disebut BLUE (Best Linier


Unbiased Estimator).
Dalam penelitian ini karena menggunakan data primer dan analisis
regresi berganda maka hanya menggunakan uji multikolinearitas, uji
heteroskedastisitas dan koefisien determinasi (R2). Dengan penjelasan
seperti berikut:
a. Uji Multikolineritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu
model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan yang
signifikan antar variabel bebas dimana dalam model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya.
Multikolinearitas akan menyebabkan koefisien regresi bernilai
kecil dan standar error regresi bernilai besar sehingga pengujian
variabel bebas secara individu akan menjadi tidak signifkan.
Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF
(Variance Inflation Factor). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap
variabel bebas yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya.
Semakin tinggi VIF mengindikasikan bahwa multikolinearitas
diantara variabel bebas akan semakin tinggi dimana standar nilai
adalah 10, sedangkan tolerance mengukur variabelitas variabel
bebas terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas
lainnya. Nilai yang umum dipakai adalah nilai tolerace sebesar 0.1
atau sama dengan nilai VIF 10.

49

Rumus yang digunakan dalam multikolinearitas adalah :


VIFi

1
1 Ri2

Hipotesa yang digunakan dalam uji multikolinearitas adalah:


Ho : Tidak ada Mulitkolinearitas
Ha : Ada Multikolinearitas
Dasar pengambilan keputusannya adalah :
Jika VIF > 10 atau jika tolerance < 0.1 maka Ho ditolak dan Ha
diterima.
Jika VIF < 10 atau jika tolerance > 0.1 maka Ho diterima dan Ha
ditolak.
Ha diterima menunjukan adanya multikolinearitas dalam model
regresi sedangkan jika Ha ditolak menunjukkan tidak ada
multikolineritas antar variabel bebas dalam model regresi.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atau
pengamatan kepengamatan lain. Jika varians dari satu pengamatan
ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang
tidak terjadi heteroskedastisitas.
c. Uji Koefisien Determinasi (R)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi dari variabel

50

terikat. Besarnya nilai R adalah antara 0 sampai 1. Nilai R


menjauhi angka 1 atau mendekati 0 berarti tidak mampu variabel
bebas menjelaskan variasi variabel terikat, R mendekati 1 berarti
variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat.

4.

Regresi Linear Sederhana


Regresi linear sederhana adalah metode statistika yang digunakan
untuk membentuk hubungan antara variabel independent. Apabila
banyaknya variabel bebas hanya satu, maka menggunakan regeresi
linear sederhana. Bentuk umum regeresi linear sederhana adalah
sebaagai berikut.

Y = a + bX

Dimana: Y = Variabel dependen (Kinerja Karyawan)


a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X = Variabel independent (Keselamatan & Kesehatan Kerja)

51

5.

Uji Hipotesis
Uji t
Uji t digunakan untuk menentukan/menyimpulkan hasil penelitian,
maka perlu diuji terlebih dahulu apakah r (koefesien korelasi) yang
telah ditentukan signifikan/berarti ataukah tidak. Uji t juga berfungsi
untuk menguji hipotesis penelitian yang bersifat terpisah. = Taraf
signifikansi dua arah pada derajat 0,05 (Sugiyono, 2007: 218). Kriteria
pengujiannya adalah:
a. Ho diterima jika t hitung < t tabel.
b. Ho ditolak jika t hitung > t tabel.