Anda di halaman 1dari 22

PEMBUATAN ACETANILIDE

I
II

JUDUL PERCOBAAN :

PEMBUATAN ACETANILIDE

PRINSIP PERCOBAAN
Asetilasi, yaitu proses penggantian atom H pada NH 2 oleh gugus asetil
klorida atau anhidrida asam.

III

REAKSI

IV

MAKSUD DAN TUJUAN


Secara Umum
Mempelajari pembuatan Acetanilide
Mengetahui sifat sifat dan kegunaan dari Asetanilide
Secara Khusus
Untuk mengetahui pembuatan Acetanilide dari anhidrida asam dan

aniline
Untuk mengetahui proses kristalisasi dan herkristalisasi
Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Acetanilide

LANDASAN TEORI
A. BAHAN BAKU
1 Anilin (C6H5NH2)
Merupakan senyawa turunan benzene yang dihasilkan dari reduksi
nitro benzene. Anilin mempunyai rumus molekul (C6H5NH2). Rumus
bangun:

Anilin dapat diperoleh dengan mereduksi Nitrobenzene dengan


campuran Fe dan HCl.

Atau anilin bisa didapatkan dari fenol.

Sifat fisis anilin :


Berupa zat cair seperti minyak yang sukar larut dalam air
Beracun memiliki titik didih 1840C dan titik leleh -60C
Berat molekul = 93dan berat jenis = 1.02 gr/ml
Indeks bias = 1.58
Sifat kimia dari anilin :
Bersifat basa sangat lemah
Anilin dapat bereaksi dengan asam membentuk garamgaramnya.
Anilin dapat bereaksi dengan H2SO4 membentuk anilin
monosulfat,anilin monosulfat jika dipanaskan berubah
menjadi asam sulfonat.

Anilin jika bereaksi dengan HCl dan HNO 2 pada suhu


dibawah 50C,akan membentuk garam diazobium.

Anilin didapat dari mereduksi nitrobenzene dengan garam


hidrogen.cara ini adalah cara yang paling populer pada
pembuatan anilin.
Reaksi : C6H5NO2 + 3H2
C6H5NH2 +2H 2O
Reaksi-reaksi yang dapat terjadi pada anilin
Dengan HCl

Dengan HNO2 + HCl ( suhu 00-50C)

Dengan alkil halogenida


C6H5NO2 + Cl R C6H5N2Cl + 2H2O
Kegunaan aniline :
Sebagai bahan pembuat cat
Sebagai bahan pembuat zat warna
Sebagai bahan plastic
Sebagai bahan bakar roket
Sebagai bahan peledak

2. Anhidrida asam asetat


Asam asetat sangat berbeda dengan asetat anhidrida baik dari sifat
fisik dan kimia, namun keduanya sama-sama dari golongan
karboksilat hanya saja asetat anhidrida memiliki golongan lebih
spesifik lagi yakni anhidrida.

asetat anhidrida

asam asetat

Asetat anhidrida merupakan golongan anhidrida yakni mempunyai


rumus R-CO-O-CO-R ,pada asetat anhidrida R dan R adalah CH3
(metil).

Anhidrida asam asetat, (Nama IUPAC: etanoil etanoat) dan


disingkat sebagai Ac2O, adalah salah satu anhidrida asam paling
sederhana. Rumus kimianya adalah (CH3CO)2O. Senyawa ini
merupakan reagen penting dalam sintesis organik. Senyawa ini
tidak berwarna, dan berbau cuka karena reaksinya dengan
kelembapan di udara membentuk asam asetat.
Produksi.
Anhidrida asetat dihasilkan melalui reaksi kondensasi asam asetat,
sesuai persamaan reaksi.

25% asam asetat dunia digunakan untuk proses ini . Selain itu,
anhidrida asetat juga dihasilkan melalui reaksi asetil klorida
dengan natrium asetat

H3C-C(=O)Cl + H3C-COO Na+ Na+Cl + H3C-CO-O-CO-CH3


Reaksi
Anhidrida asetat mengalami hidrolisis dengan pelan pada suhu
kamar, membentuk asam asetat. Ini adalah kebalikan dari reaksi
kondensasi pembentukan anhidrida asetat
(CH3CO)2O + H2O 2CH3COOH
Selain itu, senyawa ini juga bereaksi dengan alkohol membentuk
sebuah ester dan asam asetat. Contohnya reaksi dengan etanol
membentuk etil asetat dan asam asetat.
(CH3CO)2O + CH3CH2OH CH3COOCH2CH3 + CH3COOH
Anhidrida asetat merupakan senyawa korosif, iritan, dan mudah
terbakar. Untuk memadamkan api yang disebabkan anhidrida
asetat jangan menggunakan air, karena sifatnya yang reaktif
terhadap air. Karbon dioksida adalah pemadam yang disarankan.

Sifat fisis anhidra asam asetat :

Cairan tidak berwarna (bening)


Mudah menguap
Berat jenis :1.08 gr/ml
Memiliki titik didih : 139.6 0C
Memiliki titik leleh : -730C
Memiliki bau yang khas

Sifat kimia anhidra asam asetat :


Mudah larut dalam air
Hidrolisis anhidrida asam

asetat

menghasilkan

asam

karboksilat
Bereaksi dengan alkohol dan fenol membentuk ester
Kegunaan dari anhidrida asam asetat :
5

Sebagai pelarut
Untuk membuat selulose asetat
Untuk membuat berbagai macam ester dan zat warna
Digunakan sebagai zat pengasetilasi

B. BAHAN TAMBAHAN
Benzena
Benzena, juga dikenal dengan rumus kimia C6H6, PhH, dan benzol,
adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan
mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6
atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan
pada setiap 1 atom karbon. Benzena merupakan salah satu jenis
hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap. Benzena adalah
salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan salah satu
bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia
industri. Karena memiliki bilangan oktan yang tinggi, maka benzena juga
salah satu campuran penting pada bensin. Benzena juga bahan dasar dalam
produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet buatan, dan pewarna. Selain
itu, benzena adalah kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya
diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. Karena
bersifat karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang non-industri
menjadi sangat terbatas. Dengan rumus bangun :

Sifat fisis dari benzene :


Memiliki titik didih 800C dan titik leleh 5.530C
Mudah terbakar dan tidak larut dalam air,tetapi larut dalam
pelarut organik
Densitas 0.8737 dan merupakan cairan tidak berwarna
Sifat kimia dari benzene :
6

Sukar mengalami adisi :


Benzene bila direaksikan dengan gas hidrogen akan
mengalami reaksi adisi tetapi reaksi akan berjalan lambat
walaupun dilakukan pada suhu tinggi dan katalis Ni.

Mudah tersubtitusi
Halogenasi : C6H6 + Cl2 C6H5Cl +HCl
Alkilasi dengan katalis FeCl3 :
C6H6 + R-Cl C6H5R + HCl
Nitrasi :
C6H6 + HNO3C6H5NO2 + H2O
Sulfonasi :

Asilasi :C6H6 + CH3COClH5COCH3 + CHCl


Kegunaan benzena
Sebagai pembuatan senyawa aromatic lainnya
Sebagai bahan baku industri petrokimia seperti nilon, stiren,
deterjen, insektisida
C. PRODUK (Acetanilide)
Acetanilide dengan nama lainnya acetanilidium atau antifebrinum
didapat dari reaksi antara aniline dengan anhidrida asam asetat kemudian
dikristalisasi lalu diherkristalisasi. Acetanilide merupakan senyawa yang
mempunyai rumus molekul C6H9NO yang digunakan pada pembuatan zat
celup.
Acetanilide mempunyai rumus bangun :

Sifat fisik acetanilide


Beracun
Kristal berwarna putih
Density : 1.219 gr/ml
Titik didih : 1040C
Tidak larut dalam air dingin,tapi larut dalam air panas

Sifat kimia acetanilide


Larut dalam pelarut organik
Nitrasi :

Sulfonasi :

Reduksi : C6H5NHCOCH2
Halogenasi :

Li

C6H5NHCH2CH3

Mudah menguap
Kegunaan acetanilide
Sebagai penstabil peroksida
Dalam pembuatan zat antara zat celup
Dalam pembuatan karet dan sufat
Dalam pembuatan sebagai analgesik
Sebagai antibiotik dan obat-obatan
D. METODE PROSES
Pada pembuatan acetanilide operasi pemisahan dilakukan dengan
kristalisasi. Kristalisasi adalah proses pemisahan zat dari campurannya
berdasarkan pembentukan bahan padat (kristal). Kristal adalah bahan padat
dengan susunan molekul tersebut.
Mekanisme pembentukan kristal :
Pembentukan inti
Inti kristal adalah partikel-partikel kecil bahkan sangat kecil yang
dapat terbentuk secara cara memperkecil kristal-kristal yang ada
dalam alat kristalisasi atau dengan menambahkan benih kristal ke
dalam larutan lewat jenuh.
Pertumbuhan kristal
Pertumbuhan kristal merupakan gabungan dari dua proses yaitu :
& Transportasi molekul-molekul atau ( ion-ion dari bahan yang
akan di kristalisasikan) dalam larutan kepermukaan kristal
dengan cara difusi.proses ini berlangsung semakin cepat jika
derajat lewat jenuh dalam larutan semakin besar.
& Penempatan molekul-molekul atau ion-ion

pada

kisi

kristal.semakin luas total permuakaan kristal , semakin banyak


bahan yang ditempatkan pada kisi kristal persatuan waktu

Syarat-syarat kristalisasi :
Larutan harus jenuh
Larutan yang mengandung jumlah zat berlarut berlebihan pada
suhu tertentu, sehingga kelebihan itu tidak melarut lagi. Jenuh
berarti pelarut telah seimbang zat terlarut atau jika larutan tidak

dapat lagi melarutkan zat terlarut,artinya konsentrasinya telah


maksimal kalau larutan jenuh suatu zat padat didinginkan perlahanlahan,sebagian zat terlarut akan mengkristal,dalam arti diperoleh
larutan super jenuh atau lewat jenuh.
Larutan harus homogen
Partikel-partikel yang sangat kecil tetap tersebar merata biarpun
didiamkan dalam waktu lama.
Adanya perubahan suhu
Penurunan suhu secara drastis atau kenaikan suhu secara drastis
tergantung dari bentuk kristal yang didinginkan.

Metode-metode kristalisasi :
Pendinginan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang drastis dengan
menurunnya temperature,kondisi lewat jenuh dapat dicapai
dengan pendinginan larutan panas yang jenuh. Contoh : Gula.
Pemanasan
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang sedikit dengan
menurunnya suhu.kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan
penguapan sebagai pelarut.Contoh: Garam
Pemanasan dan pendinginan
Metode ini merupakan gabungan dari dua metode di atas.larutan
panas yang jenuh dialirkan kedalam sebuah ruangan yang
divakumkan.sebagian pelarut menguap,panas penguapan diambil
dari larutan itu sendiri,sehingga larutan menjadi dingin dan lewat
jenuh.metode ini disebut kristalisasi vakum. Contoh : Garam.
Penambahan bahan (zat) lain.
Untuk pemisahan bahan organic dari larutan seringkali
ditambahkan suatu garam.garam ini larut lebih baik daripada
bahan padat yang diinginkan sehingga terjadi desakan dan
membuat bahan padat menjadi terkristalisasi.

Proses kristalisasi pada pembekuan (fase cair-padat)

10

Dalam keadaan cair atom-atom tidak memiliki susunan teratur


dan selalu mudah bergerak,temperaturenya relative lebih tinggi
dan memiliki energi yang cukup untk mudah bergerak.
Dengan turunnya temperature maka energi atom akan semakin
rendah,makin sulit bergerak dan mulai mengatur kedudukannya
relatif terhadap atom lain,mulai membentuk inti kristal pada
tempat yang relative lebih tinggi.
Inti akan menjadi pusat kristalisasi,dengan

makin

turun

temperature makin banyak atom yang ikut bergabung dengan inti


yang udah ada atau membentuk inti baru.
Ukuran kristal
Ukuran kristal tergantung dari kecepatan pembentukan inti kristal
(partikel kristal yang amat kecil,yang terbentuk secara spontan akibat
dari keadaan larutan yang lewat jenuh) dan pertumbuhan kristal,artinya
tergantung pada kondisi kristalisasi.
Herkristalisasi
Merupakan salah satu cara pemurnian zat padat dengan cara
melarutkan

zat

padat

tersebut

dalam

suatu

pelarut,kemudian

dikristalkan kembali.
Langkah-langkah kristalisasi
Larutan sample zat padat dilarutkan dalam pelarut panas
Bubuhkan sedikit norit
Larutan tersebut dijenuhkan kembali
Saring kembali dengan pemanas air
Didinginkan larutan tersebut hingga es mencair
Saring kristal tersebut
Prinsip kristalisasi dapat dianalisa melalui sudut pandang yaitu :
Kemurnian hasil
Sebagian besar cairan induk yang terkandung terpisah
(dipisahkan) dari kristal drngan cara filtrasi dan sentry
fungsi,sedang sisamya dikeluarkan dengan mencucuinya dengan
pelarut encer.efektifitas langkah pemurnian tergantung pada
ukuran dan keseragaman kristal.
Perolehan

11

Pada kebanyakan proses kristalisasi, kristal dan cairan induk


berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai
keseimbanagan,dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses
itu.perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi
larutan awal dan kelarutan pada suhu akhir.selama proses itu
terjadi penguapan yang cukup besar,kuantitasnya harus diketahui
atau dapat diperkirakan,oleh karena kuantitas yang terakhir ini
tetap berada dalam fase zat cair selama berlangsungnya
kristalisasi.
Laju nukleasi
Adalah banyaknya partikel baru yang terbentuk persatuan waktu
persatuan volume magma atau larutan induk bebas zat
padat.nukleasi digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu nukleasi
palsu,nukleasi primer,dan nukleasi sekunder.
Laju pertumbuhan
Adalah suatu proses difusi,yang dimodifikasi oleh pengaruh
permukaan

padat

pada

tempat

pertumbuhan

itu

berlangsung.mlekul-molekul atau ion-ion zat terlarut mencapai


muka kristal yang tumbuh itu dengan cara difusi melalui fase zat
cair.

E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Kelebihan metode proses:
Penyaringan dilakukan beberapa tahapan
Kekurangan metode proses:
Kurangnya ketelitian dalam pengukuran bahan yang digunakan.
Kurangnya kesabaran dalam proses kristal Acetanilide, sehingga
hanya sedikit kristal acetanilide yang terbentuk,
F. DIAGRAM ALIR PROSES
5 gram aniline dicampurkan dengan
20 mL benzene

Campuran langsung
dimasukkan ke dalam
labu alas bulat untuk
dipanaskan di heater

12

Setelah mendidih campuran


ditambahkan anhidrid asam asetat
dan selanjutnya dipanaskan kembali
30 menit
Tuang campuran ke dalam beaker
gelas berisi es 300 cc dan tambahkan
norit kemudian di aduk diatas
bunzen

Setelah agak mendidih campuran


dituang ke dalam saringan pemanas
untuk dilakukan proses kristalisasi

VI

BAHAN DAN ALAT


Alat alat yang digunakan:

Statif
Pemanas listrik
Labu didih
Klem+tutup gabus
Thermometer

Penambahan dilakkan
pada saat sudah mulai
timbul uap air pada
pendingin tegak, reaksi
bersifat eksotermis
Terjadi proses kristalisasi
pada
saat
campuran
dituang ke dalam es.
Namun
juga
terjadi
herkristalisasi pada saaat
campuran ditambah norit

Kristal terbentuk dari


perubahan suhu yang
sangat drastis. Dimana
cairan yang panas
bertemu dengan es yang
dingin sebanyak 400cc
beaker
Condenser
pada
glass.

Saringan pemanas
Corong glass
Bunzen
Beaker glass

Bahan bahan yang digunakan:


Aniline
Benzene

Anhidrida asam asetat


Es

VII

PROSEDUR
o Lima gram aniline dicampur dengan 20 cm3 benzene.
o Campuran dimasukkan ke dalam labu alas bulat yang mempunyai
pendingin tegak.
o Kemudian dipanaskan diatas pemanas listrik sampai mendidih.
o Setelah cairan mendidih, kemudian dimasukkan larutan anhidrida
asam cuka sedikit demi sedikit melalui pendingin tegak sebanyak 6
gram.

13

o Reaksinya berlangsung eksoterm, maka akan terlihat mendidih sangat


keras.
o Apabila mendidih terlalu keras, pemanas dikurangi.
o Setelah asam cuka dibibuhkan semua, larutan tetap dipanaskan selama
30 menit diatas pemanas listrik.
o Selanjutnya cairan yang masih panas dimasukkan kedalam beaker
gelas yang berisi es.
o Kemudian diherkristalisasi dengan karbon aktif.
o Hitung rendemen teoritis dari hasil yang didapatkan

14


VIII

GAMBAR RANGKAIAN ALAT

1.
2.
3.
4.

Keterangan alat:
Statif
Pemanas listrik
Labu didih
Klem

5. Tutup gabus
6. Thermometer
7. Pendingin/condenser

8.
9.
10. Keterangan alat:
1. Kristal yang dilarutkan
2. Air mendidih
3. Saringan pemanas
4. Corong glass
5. Bunzen
6. Beakerglass
11.
12.
DATA PENGAMATAN
1 Volume Aniline
gram anilin
5 gram
=
=4,9 ml 5 ml
anilin
gram
13.
V=
1.02
ml

IX

3
4

Volume Anhirida asam


gram anhirida
6 gram
=
=5,5 ml 6 ml

anhirida
gram
14.
V=
1,08
ml
15.
Berat kertas saring = 109,628 gram
Berat + sampel = 111,990 gram

16.
17.
18.
19. PERHITUNGAN

20. Praktek

= Berat sampel berat + kertas saring

21.

= 111,990 gram 109,628 gram

22.

= 2,362 gram

23.
24. Teoritis

25. Mol Aniline

= Reaksi Acetanilide

gram 5 gram
=
=0,054 mol
Mr
gram
93
mol

26.

27. Mol Anhirida =

gram
6 gram
=
=0,059 mo
Mr
gram
l
102
mol

28.

29.

C6H5NH2 + (CH3CO)2O

C6H5NHCOCH3 +

CH3COOH
30. m :

0,054

0,059

31. b :

0,054

0,054

0,054

32. s :

0,005

0,054

33.
34. berat Asetanilide

= mol x Mr

35.

= 0,054 x 135

36.

= 7,29 gram

37. Rendemen (%)

praktek
2,362
x 100 =
x 100 =32,4
teoritis
7,29

PEMBAHASAN
38.
39.
Pada praktikum kali ini, kita melakukan sintesis asetanilida yang
mana kita mensintesis dari anilin dan anhidrida asetat. Reaksi antara
anhidrida asam asetat dan anilin merupakan reaksi asetilasi yang membentuk
amida dalam hal ini asetanilida. Anilin merupakan suatu amina primer.
Reaksi antara amina dan anhidrida asam asetat menghasilkan asetamida
tersubtitusi. Satu mol amina dihabiskan dalam netralisasi asam asetat
yang terbentuk dalam reaksi itu. Reaksi yang terjadi antara aniline dan
anhidrida asam asetat adalah sebagai berikut: Anhidrida asam asetat dan
aniline direaksikan dengan metode refluks. Anhidrida asam asetat dan
aniline bereaksi pada suhu yang relatif tinggi. Hal ini dapat dilakukan
dengan metode refluks dimana pada proses ini terjadi penguapan dan
pengembunan kembali secara berangsur dan diharapkan volume reaktan
tetap hingga menghasilkan produk yang diinginkan.
40.
Pada labu alas bulat, selain dimasukan anilin dan anhidrida asam
asetat, dimasukan juga benzena yang berfungsi sebagai katalis. Kristal dingin
yang

telah

terbentuk kemudian

disaring menggunakan

corong dan

nantinya akan dihitung rendemennya. Rendemen hasil yang didapatkan yaitu


32,4 %. Rendemen hasil yang didapatkan dipengaruhi oleh proses
pemurnian yang dilakukan dengan bantuan norit atau karbon aktif. Adapun
kelebihan dan kekurangan pada proses kristalisasi dengan metode
pendinginan yang dilakukan yaitu murah karena menggunakan bahan
(karbon aktif) yang mudah didapatkan tapi metode ini hanya bisa digunakan

XI

pada bahan-bahan dengan kelarutan yang turun drastis saat T (waktu) turun.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
KESIMPULAN
48.

Dari praktikum yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa

Asetanilida dibuat dari reaksi antara anilin dengan asam asetat anhidrat

dengan bantuan katalis yaitu Benzena. Produknya berupa kristal yang


dimurnikan dengan kristalisasi. Pemurnian kristal asetanilida dilakukan
dengan proses herkristalisasi dan menggunakan karbon aktif atau norit
sebagai pengikat kotoran. Rendemen hasil yang didapat sebesar 32,4 %
49.
50.
1

TUGAS!

51.
Sebutkan lima analisa kesalahan ?
Pada proses pemanasan di heater, praktikan tidak mengetahui

pasti kapan campuran mendidih


Pada penambahan anhidrid asam asetat, suhu pada heater

tidak diturunkan
Penambahan norit atau karbon aktif terlalu banyak
Pada saat pengadukan di atas bunzen sempat mengalami
perubahan arah sehingga mempengaruhi pembentukkan

Kristal
Pada saat penyaringan di penyaring pemanas, larutan dituang

terlalu cepat sehingga es cepat menghilang.


52.
Metode pembuatan acetanilide dengan bahan lain ?
53.
Acetanilide tidak hanya dibuat dari aniline dan anhidrid
asam asetat, namun acetanilide dapat pula dibuat dari bahan baku lain
yaitu :

54.

Pembuatan dengan asam asetat dan aniline


Pembuatan dengan ketene (gas) dan aniline
Pembuatan dengan asam thioasetat dan aniline
Kesemuanya ada yang menggunakan katalis dalam

reaksinya ada pula yang tidak. Rata-rata katalis yang digunakan


adalah benzene (C6H6) dan serbuk zink (Zn).
55.
3 Jelaskan katalis, mekanisme katalis, jenis-jenis katalis, kurva katalis
terhadap eksoterm dan endoterm ?
56.
Katalis adalah suatu

senyawa

kimia

yang

dapat

mengarahkan sekaligus meningkatkan kinetika suatu reaksi (jika


reaksi tersebut secara termodinamika memungkinkan terjadi). Namun
senyawa tersebut (katalis) tidak mengalami perubahan kimiawi

diakhir reaksi, dan tidak mengubah kedudukan kesetimbangan kimia


dari reaksi. Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama:
1 Katalis homogen adalah katalis yang fasenya sama dengan
fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi.
Katalis heterogen adalah katalis yang fasenya berbeda dengan

fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi.


57.

Di dalam reaksi heterogen, katalis berada dalam fase yang

berbeda dengan reaktan. Di dalam reaksi homogen, katalis berada


dalam fase yang sama dengan reaktan. Katalisis heterogen adalah
katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi
yang dikatalisinya. Contoh sederhana katalisis heterogen adalah
katalis menyediakan suatu permukaan dimana pereaksi-pereaksi
(atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substratsubstrat menjadi lemah sehingga memadai terbentuknya produk
baru. Ikatan antara produk baru dan katalis lebih lemah sehingga
akhirnya terlepas. Mekanisme katalisis heterogen :
1. Difusi molekul-molekul pereaksi menuju permukaan
2.
3.
4.
5.

Adsorpsi molekul-molekul pereaksi pada permukaan


Reaksi pada permukaan
Desorpsi hasil dari permukaan
Difusi hasil dari permukaan menuju badan sistem

58.
Reaksi Eksoterm
59.

60.
61.

Reaksi Endoterm

62.
Pengertian dari promotor dan inhibitor ?
63.
Promotor adalah bahan yang ditambahkan dalam katalis
untuk meningkatkan performance dalam reaksi kimia. Promotor
digunakan untuk menghasilkan aktivitas, selektivitas dan stabilitas
yang diinginkan dari katalis. Promotor didesain untuk membantu
penyangga dan atau komponen aktif. Jika promotor berdiri sendiri
maka efek katalisnya sangat kecil bahkan tidak ada. Pada beberapa
contoh kasus promotor ditambahkan ke dalam katalis untuk
mencegah reaksi samping yang tidak diinginkan. Inhibitor adalah
molekul yang dapat menghambat bahkan menghentikan reaksi
enzimatik dengan mengotori permukaan katalis. Berdasarkan
kestabilannya, inhibitor dibedakan menjadi inhibitor reversible dan
inhibitor irreversible. Inhibitor reversible adalah inhibitor yang reaksi
kimianya berjalan dua arah atau dapat balik dan bersifat tidak stabil,
ketika inhibitor mengikat sisi aktif enzim, maka inhibitor ini dapat
dipisahkan lagi dari ikatannya. Inhibitor irreversible adalah inhibitor
yang reaksi kimianya berjalan satu arah, di mana setelah inhibitor
mengikat enzim, inhibitor tidak dapat dipisahkan dan bersifat stabil.
64.
65.
66.
67.
68.
69.

70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
XII

DAFTAR PUSTAKA
94.
95.

Basari, Ismail. Kimia Organik untuk Universitas. Armito.


Fessenden and Fessenden. 1987. Kimia Organik Jilid II, edisi IV.

Jakarta; Erlangga.
96.
Manjang, Yunazar. 1985. Kimia Analisis Organik. Padang;
UNAND.
97.
http://id.wikipedia.org/wiki/Benzena
98.
http://id.wikipedia.org/wiki/Inhibitor_enzim
99.
http://tarifazira25.blogspot.com/2013/03/anhidrida-asetat-normal0-false-false.html
100. http://yazz1.blogspot.com/2009/10/apa-itu-katalis.html
101. http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/m
ekanisme%20katalisis.html
102.
103.
104.
105.