Anda di halaman 1dari 3

Jejaring Collaborative Knowledge Network Indonesia atau dikenal dengan CKNetINA adalah salah satu jejaring kerja sama

ilmu pengetahuan nonprofit di sektor air terbesar


di Indonesia yang beranggotakan akademisi pada level fakultas atau pusat studi yang memiliki
minat di sektor keairan. Sekretariat Pusat CKNet-INA terletak di Gedung Inti Sentra Lantai 2
Jalan Taman Kemang 32 A dan kantor regional lainnya berada Surabaya, Pontianak, Jayapura,
Semarang, Yogyakarta, Palembang, Padang, dan Ambon.
CKNet-INA memiliki visi untuk menjadi wadah jejaring kerja sama para akademis dan profesional
untuk pemantapan pengetahuan, teknologi maupun pengelolaan di bidang infrastruktur, air, dan
lingkungan dalam rangka mendukung percepatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan yang
telah dituangkan dalam misinya melalui penggabungan keunggulan masing-masing anggota
dengan:
1. Menyediakan suatu platform komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama ilmu pengetahuan.
2. Melayani Community of Practice yang berorientasi pada bidang pengelolaan
infrastruktur, air, dan lingkungan.
3. Mengembangkan pengetahuan yang sesuai dan berorientasi pada kebutuhan bagi
semua pihak yang terkait pada bidang manajemen infrastruktur, air, dan lingkungan.
Daftar isi
[sembunyikan]

1Sejarah

2Anggota jejaring

3Program Pelatihan dan Modul

4Anggota Badan pengarah 2011-2012

5Pranala luar

Sejarah[sunting | sunting sumber]

2002

10 Januari, merupakan tonggak awal berdirinya sebuah jejaring kerja sama ilmu pengetahuan
yang sekarang dikenal dengan nama jejaring CKNet-INA. Pada hari itu bertempat di Universitas
Katolik Parahyangan tercetus sebuah proposal kerja sama untuk mendirikan wadah kerja sama
antarperguruan tinggi yang akan membantu pemerintah Indonesia dalam menanggulangi
permasalahan air di Indonesia. Pertemuan itu dihadiri oleh sepuluh universitas ternama di
Indonesia yang merupakan pendiri jejaring di antaranya:

1. Institut Teknologi Bandung


2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
3. Universitas Andalas Padang
4. Universitas Bina Nusantara
5. Universitas Diponegoro
6. Universitas Gadjah Mada
7. Universitas Hasanuddin
8. Universitas Indonesia
9. Universitas Katolik Parahyangan
10.Universitas Merdeka Malang

2003

Ide pembentukan jejaring CKNet-INA diluncurkan dalam deklarasi yang diprakarsai


oleh Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Andalas dalam acara Workshop on
Networking yang diselenggarakan Bank Dunia dan UNESCO-IHE. Deklarasi tersebut dihadiri
oleh Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, UNDP Cap-Net, Bank Dunia,UNESCO-IHE, Balai
Besar Wilayah Sungai Indonesia, dan Kedutaan Belanda untuk Indonesia.

2004

Proposal tender untuk membentuk jejaring CKNet-INA diterima dan disetujui oleh Kedutaan
Belanda. Dana hibah diberikan kepada UNESCO-IHE yang telah ditunjuk sebagai pimpinan tim
dalam pengembangan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi di Indonesia. Kontrak kerja
sama dibuat untuk menyatakan bahwa UNESCO-IHE telah menunjukIHE Indonesia dan Institut
Teknologi Sepuluh Nopember sebagai mitra kerja dan representatifnya selama 5 tahun ke
depan.

2005

15 Juni, dinyatakan sebagai hari lahirnya CKNet-INA. Di mana penandatanganan kontrak kerja
sama antara sepuluh perguruan tinggi dilaksanakan pada hari itu. Kesepuluh rektor dari masingmasing universitas hadir untuk bersama-sama menandatangani perjanjian kerja sama yang
disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Djoko Kirmanto dan segenap pejabat
dari Departemen Pekerjaan Umum. CKNet-INA dinyatakan sebagai jejaring yang didirikan oleh

kesepuluh anggota tersebut dan beranggotakan tertutup juga hanya untuk kesepuluh universitas
tersebut.

2005-2009

Program kerja dan kegiatan Capacity Building jejaring CKNet-INA dilaksanakan dalam bentuk
pelatihan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengembangan modul-modul
pelatihan. Jejaring CKNet-INA berhasil membentuk dan menambah wawasan banyak pakar di
Indonesia mengenai ilmu-ilmu terbaru yang sedang dikaji dunia di bidang pengelolaan sumber
daya air terpadu yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan (Inggris) Integrated Water
Resources Management (IWRM), pengelolaan banjir, pengelolaan sistem drainase terpadu,
dan good governance. Modul-modul dari ilmu tersebut telah dikembangkan oleh anggota
jejaring CKNet-INA sebagai wujud kerja sama antarperguruan tinggi dalam bahasa Inggris dan
Indonesia yang mengacu pada lembaga internasional WMO, dan UNDP. Seluruh kegiatan
CKNet-INA termasuk pengembangan modul tersebut dibiayai dari hasil pungutan pajak
pemerintah Belanda.

2010

Dana bantuan dari pemerintah Belanda dihentikan dan sisanya dikembalikan, dikarenakan
kontrak kerja sama hanya selama 5 tahun. November, jejaring CKNet-INA dibuka untuk seluruh
universitas dan institusi pendidikan di Indonesia yang tertarik untuk menjadi anggota. Pada hari
itu hadir 47 universitas dari berbagai kota di Indonesia untuk berdiskusi mengenai keuntungan
bekerja sama dengan jejaring CKnet-INA. Jejaring CKNet-INA mengubah persyaratan
keanggotaan, dari level universitas menjadi fakultas untuk memastikan bahwa peningkatan
kapasitas bisa lebih dirasakan ke personal dosen pengajar. Sekitar 27 fakultas dari 25
universitas dari penjuru kota di Indonesia resmi menjadi anggota jejaring CKNet-INA.
15 Desember, sidang pertama majelis jejaring CKNet-INA diadakan yang menghasilkan
pemilihan ketua badan pengarah (Dr. Ir. Tumiran, Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah
Mada) dan manajer jejaring (Jan TL Yap, M.Sc.).

2011

Januari, berdasarkan anggaran dasar dan kesepakatan majelis CKnet-INA, jejaring dibuka untuk
institusi dan perguruan tinggi mana pun yang ingin bergabung.

Anggota jejaring[sunting | sunting sumber]