Anda di halaman 1dari 2

Deskripsi Batuan Beku

Kode Peraga: 13
Jenis Batuan Beku: Intrusi Felsik
Batuan berwarna abu abu, mempunyai struktur masif, ukuran kristal 2mm-10mm (fenokris:
2-10mm , massa dasar: - ), menunjukkan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur
berdasarkan granularitas faneritik, berdasarkan hubungan antarkristal hipidiomorfik,
komposisi batuan: mineral utama kuarsa, plagioklas, biotit.
Deskripsi Mineralogi:

Mineral biotit, warna hitam, ukuran kristal 2mm-10mm, bentuk kristal subhedral
kristalin, kilap kaca, kelimpahan 30%, hadir sebagai fenokris

Mineral kuarsa, warna bening, ukuran kristal 2mm-6mm, bentuk kristal subhedral
(kristalin), kilap kaca, belahan tidak ada, struktur granular, kelimpahan 20%, hadir
sebagai massa dasar

Mineral plagioklas, warna putih kehijau-hijauan, ukuran kristal 2mm-10mm, bentuk


kristal subhedral (kristalin), kilap tanah, kelimpahan 50%, hadir sebagai fenokris

Nama Batuan: Granit (Travis, 1955)


Granodiorit (IUGS 2007)
Perhitungan: K-Feldspar: 0%, Kuarsa: 20%, Plagioklas: 50%
Jumlah= 70
Normalisai:
1. Kuarsa:

20
70

2. Plagioklas:
Plotting: IUGS,2007

* 100% = 28,57%
50
70

* 100% = 71,43%

Petrogenesa:
Batuan granit terbentuk jauh di bawah permukaan bumi (plutonik) sehingga proses kristalisasi
mineral berlangsung lambat dan kristal terbentuk sempurna, dengan tipe magma berupa
magma asam, namun magma tersebut masih tidak terlalu asam sehingga dapat menghasilkan
mineral hornblende.
Keterdapatan:
Terdapat di permukaan bumi, terutama pada kerak samudra dengan kedalaman yang cukup
dalam, dan dapat ditemukan pada zona subduksi.

Refrensi:
Pellant, Chris. 1992. Rocks and Minerals. London: Dorling Kindersley