Anda di halaman 1dari 6

STRATEGI DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN

JEJARING KERJA MASJID


http://bdkbandung.kemenag.go.id/jurnal/258-strategi-dan-langkah-langkah-pengembangan-jejaringkerja-masjid

Oleh: Shohib,M.Ag
Balai Diklat Keagamaan Bandung
shohib999@yahoo.co.id

Abstract
As a center of activity and the activities of the mosque has a role and a very important function. Aside
from being a place of worship, the mosque also serves to scientific activities, social, judicial,
government, community development and even the military. The strength of the mosque is quite
urgent to make the mosque as a major factor builder Islamic civilization from time to time. From the
mosques of Islamic revival and progress begins. So the role and function of the mosque occupied a
very special not just a mere group prayers. To optimize the role and function of the mosque
networking efforts are needed to build the mosque. This paper seeks to discuss strategies and
networking development steps of the mosque.

Keywords : Networking,Memorandum of Understanding,Monitoring,

Pendahuluan
Masjid dalam konteks kemasyarakatan memiliki peran yang sangat signifikan. Masjid adalah
tempat santapan ruhani orang-orang mukmin, bahtera keselamatan yang membawa berlayar
orang-orang

yang

takut

kepada

Allah

SWT,

tempat

perlindungan

orang-orang

yang

menggantungkan harapan serta mencintai hanya kepada Allah Rabbul alamin. Oleh karena itu,
ikatan seorang muslim dengan masjid seharusnya menjadi sebuah ikatan yang kokoh dan kuat.

Pada masa Rasulullah SAW dan para Sahabat, masjid menyandang multifungsi. Masjid menjadi
pusat kegiatan ummat, termasuk sebagai tempat bermusyawarah,pusat pemerintahan,
membahas strategi perang dan menjadi tempat pelantikan duta Islam. Masjid juga memiliki
lembaga pengelola keuangan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masjid
juga merupakan pusat kajian keagamaan dan berbagai masalah non-keagamaan. Pendek kata,
hampir segala urusan sosial kemasyarakatan dikendalikan dari masjid ( Nana Rukmana,2009:
8 ).

Strategi Pengembangan Jejaring Kerja Masjid


a.

Membangun jejaring kerja masjid

Membangun jejaring kerja masjid (networking) bukan sekedar bertukar kartu nama dan berkenalan.
Jika sebagian besar orang merasa kurang berhasil membangun jejaring kerja (networking) karena
mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya
memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun
kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi (Dodi, 2010: 15 ).
Ayat al-Quran yang berkaitan dengan networking diantaranya :
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,
dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,
maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari
padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.( Q.S.Ali Imaran :103)
b.

Jadilah pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik bagi setiap pengurus masjid dalam rangka membangun jejaring kerja
atau berkomunikasi dengan berbagai fihak.Mendengarkan juga berarti menyerap informasi sebanyak
banyaknya dari orang atau lembaga yang menjadi mitra.
Pada umumnya, orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka
akan selalu berpikir, Apa yang bisa saya peroleh? atau Apa keuntungan percakapan ini untuk diri
saya sendiri? Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang jamaah pikirkan
ataupun

katakan

secara

tulus,

tidak

dibuat-buat

maka

kita

akan

mendapatkan

banyak

keuntungan.Keuntungan menjadi pendengar yang baik adalah:


Pertama: kita akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pertemuan
singkat tersebut, misalnya informasi tentang anak-anak, usaha/pekerjaan mereka dan hobi yang

sedang mereka jalankan saat ini. Informasi lebih banyak tentang diri pribadi mereka sangat penting
guna memberikan perlakuan yang paling tepat, di sisi lain jamaah juga pasti terkesan pada diri kita
Kedua: ciptakan tujuan. Dengan menjadi pendengar yang baik kita akan mampu memvisualisasikan
siapa saja yang harus kita dekati. Sehingga tak perlu membuang waktu dengan mengikuti
perkumpulan yang tidak berhubungan dengan target yang ingin kita capai. Karena kekuatan
networking terletak pada kualitas dibandingkan kuantitas atau jumlahnya.
c.

Upayakan dalam 72 jam sebagi pengurus oraganisasi pengembangan jejaring kerja

masjid harus berusaha menjalin komunikasi dengan jamaah agar tidak melupakan kita begitu
saja.
Langkah yang bisa pengurus lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan email, surat,
menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau
menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan.
Cara lain adalah mengirimkan sesuatu dan menyampaikan kesan mendalam sekaligus keinginan
untuk bertemu (bersilaturahmi kembali) suatu saat nanti, dan lain sebagainya. Ciptakan berbagai
langkah menciptakan jalinan komunikasi, karena hal itu akan membuat para jamaah lebih mengingat
kita sebagai pengurus Sehingga apabila suatu ketika kita menghubungi atau bertemu lagi, para
jamaah akan dengan mudah mengingat dan menjalin keakraban dengan kita sebagai pengurus.
d. Bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi.
Memberi bisa dilakukan dalam berbagai cara entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi kepada
perorangan maupun group. Milikilah nilai tersendiri bagi para jamaah, dengan menciptakan
kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan jamaah.
e.

Bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat dan apa adanya

Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan (banyak membaca,
mengikuti seminar, worksop, kompetisi, expo dsb) sehingga pengurus masjid akan lebih
dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang pengurus masjid
miliki( Arni,2009: 45)
f.

Kesinambungan komunikasi
Pengurus masjid harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna
mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang sudah terbangun. Salah satu
alasannya

karena

tak

ada

jalan

pintas

dalam

mengembangkan

mempertahankan networking kecuali kesinambungan komunikasi...


g.

Menjadi anggota komunitas

dan

Menjadi anggota komunitas (Yeung,2009: 25) seperti, ormas-ormas Islam untuk


menambah relasi dan memperluas wawasan
h.

Peduli lingkungan
Pengurus masjid harus memiliki rasa tanggungjawab (peduli) terhadap kehidupan
jamaah di lingkungan sekitar masjid. Ada banyak cara untuk mewujudkannya seperti
donor darah, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui kerja bakti dan
penghijauan, pemberian beasiswa bagi masyarakat sekitar yang tidak mampu, ikut
berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dimasyarakat.

i.

Membangun citra diri sebagai pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM)


Membangun citra diri sebagai pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) dapat
dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan berkomunikasi, komitmen atas prinsip
dan janji, professional, peduli terhadap jamaah serta yang tidak kalah penting adalah
menjaga penampilan.

Langkah-Langkah Pengembangan Jejaring Kerja Masjid


a.

Pemetaan

Pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) perlu melakukan pemetaan tentang


lembaga/orgnaisasi yang sekiranya bisa diajak bermitra baik diwilayah sekitarnya maupun
jangkauan yang lebih luas. Adapun pemetaan didasarkan karakteristik dan kebutuhan
setiap pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) yang bersangkutan.
b.

Menggali dan mengumpulkan informasi

Setelah dilakukan pemetaan maka langkah selanjutnya adalah menggali informasi


tentang tujuan organisasi, ruang lingkup pekerjaan (bidang garapan), visi misi dan
sebagainya. Informasi ini berguna untuk menjajagi kemungkinan membangunl jaringan
dan kemitraan. Pengumpulan informasi dapat dilakukan dengan pendekatan personal,
informal dan formal.
c.

Menganalisis informasi

Berdasarkan data dan informasi yang terkumpul selanjutnya kita menganalisis dan
menetapkan mana pihak-pihak yang perlu ditindak lanjuti untuk penjajagan kerjasama
yang relevan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi.
d.

Penjajagan Kerjasama

Menindak lanjuti hasil analisis data dan informasi, perlu dilakukan penjajagan lebih
mendalam dan intens dengan pihak-pihak yang memungkinkan diajak kerjasama.
Penjajagan dapat dilakukan dengan cara melakukan audiensi atau presentasi tentang
profil organisasi dan penawaran program-program yang bisa dikerjasamakan baik secara
formal maupun non formal( Budiman,2007: 45)
e.

Penyusunan rencana kerjasama.

Jika beberapa pihak sepakat untuk bekerjasama maka langkah selanjutnya adalah
penyusunan rencana kerja sama. Dalam perencanaan harus melibatkan pihak-pihak yang
akan bermitra, sehingga semua aspirasi dan kepentingan setiap pihak dapat terwakili.
f.

Membuat kesepakatan

Pihak-pihak yang ingin bermitra perlu untuk merumuskan peran dan tanggungjawab
masing-masing pihak pada kegiatan yang akan dilakukan bersama yang dituangkan
dalam nota kesepahan atau sering disebut memorandum of understanding (MOU).
g.

Penandatanganan akad kerjasama (MOU)

Nota kesepahaman yang sudah dirumuskan selanjutnya ditandatangani oleh pihak-pihak


yang bermitra
h.

Pelaksanaan kegiatan

Tahap ini adalah merupakan tahap implementasi dari rencana kerjasama yang sudah
disusun bersama dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan tanggungjawab dan peran masing-masing pihak yang bermitra.
i.

Monitoring dan evaluasi

Selama pelaksanaan kerjasama perlu dilakukan monitoring dan evaluasi. Tujuan


monitoring adalah memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan sehingga dapat
dicegah terjadinya penyimpangan (deviasi) dari tujuan yang ingin dicapai. Disamping itu
juga segala permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan dapat dicarikan
solusinya. Hasil monitoring dapat dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi. Perlu
dilakukan evaluasi bersama antar pihak yang bermitra untuk mengetahui kegiatan mana
yang belum bisa berjalan sesuai rencana dan mana yang sudah, tujuan mana yang
sudah tercapai dan mana yang belum, masalah/ kelemahan apa yang menghambat
pencapaian tujuan dan pnyebabnya.
j.

Perbaikan

Hasil evaluasi oleh pihak-pihak yang bermitra akan dipakai sebagai dasar dalam
melakukan perbaikan dan pengambilan keputusan selanjutnya apakah kerjasama akan
dilanjutkan pada tahun berikutnya atau tidak ( Sidi, 2004: 39)
k.

Perencanaan selanjutnya.

Jika pihak-pihak yang bermitra memandang penting untuk melanjutkan kerjasama, maka
mereka perlu merencankan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun
berikutnya. Perencanaan selanjutnya perlu mempertimbangkan hasil evaluasi dan refleksi
sebelumnya. Disamping itu, mungkin dipandang perlu untuk memperpanjang akad
kerjasama dengan atau tanpa perubahan nota kesepahaman.

Penutup
Membangun jejaring kerja masjid dimaknai sebagai penguatan lembaga DKM ( Dewan
Kemakmuran Masjid )sehingga pengurus masjid harus bersikap aktif proaktif.Strategi pengembangan
jejaring kerja masjid meliputi; (a) membangun jejaring kerja masjid; (b) jadilah pendengar yang baik
sehingga akan mendapatkan banyak informasi dalam waktu yang relatif singkat; (c) Upayakan dalam
72 jam sebagi pengurus oraganisasi pengembangan jejaring kerja masjid harus berusaha menjalin
komunikasi dengan jamaah agar tidak melupakan kita begitu saja; (d) Bersikap sabar tetapi aktif dan
proaktif dalam member; (e) bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat
dan apa adanya; (f) kesinambungan komunikasi,setiap informasi harus benar lengkap dan akurat; (g)
Menjadi anggota komunitas; (h) Peduli lingkungan dan (i) membangun citra diri sebagai pengurus
dewan kemakmuran masjid (DKM)

DAFTAR PUSTAKA
Arni Muhammad,(2009), Komunikasi Oraganisasi, Jakarta : Bumi Aksara.
Budiman Mustofa, (2007), Manajemen Masjid,Surakarta:Ziyad Visi Media.
Dodi Mawardi,(2010),The Power of Networking, Depok : Raih Sukses Swadaya.
Nana Rukmana, (2009), Manajemen Masjid, Bandung : MQS PUBlising.
Rob Yeung, (2009), The New Rules Networking,Jakarta,Publishing One.
Sidi Gazalba,(2004), Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam,Jakarta:Husna.