Anda di halaman 1dari 9

BAGIAN KEDUA: SHALAT-SHALAT SUNNAH

Pertama: Shalat Witir


Shalat witir hukumnya sunnah muakkadah (ditekankan) menurut jumhurul fuqaha (ahli
fiqh). Wajib menurut madzhab Hanafi. Hukum-hukum yang berkaitan dengan shalat witir
adalah:
1. Waktunya sesudah shalat isya sehingga terbit fajar. Disunnahka dikerjakan di
akhir malam bagi yang mampu. Seperti hadits Nabi:

:






Jadikanlah akhir shalatmu adalah witir. Muttafaq alaih. Dan sabdanya yang lain:

Sesungguhnya Allah menambahkan shalat atas kalian yaitu shalat witir, maka
kerjakanlah shalat itu antara shalat isya sampai fajar. HR Ahmad.
2. Bilangan rakaatnya: satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat. Tiga
rakaat adalah kesempurnaan minimal, boleh dengan bersambung dengan hanya
sekali salam,1 atau terpisah-pisah salam setiap dua rakaat, kemudian shalat yang
ketiga.
3. Disunnahkan membaca doa qunut di rakaat akhir sebelum ruku (menurut
madzhab Hanafi), sesudah ruku menurut madzhab Hanbali, Syafiiy. Menurut
madzhab Syafiiy, qunut witir hanya ada di separo kedua bulan Ramadhan.
Lafadh qunut itu adalah:

Ya Allah tunjukilah aku bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk.
Sehatkan aku bersama orang-orang yang telah Engakau beri kesehatan.
Lindungilah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi.
Berkahilah apa saja yang Engkau beri. Lindungilah aku dari keburukan apa yang
telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Menetapkan, dan
tidak bisa ditetapkan atasmu. Sesungguhnya tidak akan pernah nista orang yang
telah Engkau lindungi. Engkaulah Rabb kami Maha Pemberi berkah, dan Maha
Tinggi. HR. Ahmad dan Ashabussunan. Atau dengan membaca doa Umar, 2 yang
1 Inilah madzhab Hanafi, yang shalat witirnya seperti shalat maghrib.
2 :





: )



Ya Allah sesungguhnya kami mohon pertolongan-Mu, meminta petunjuk-Mu, meminta ampunan-Mu,
bertaubat kepada-Mu, beriman dengan-Mu, berserah diri atas-Mu, memuji-Mu dengan seluruh kabaikan,
bersyukur kepada-Mu, tidak mengingkari-Mu. Kami mencabut,meninggalkan orang-orang yang
mendurhakai-Mu, Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembar, dan hanya karena-Mu kami shalat dan
sujur. Hanya kepada-Mu kami berusaha bergegas, kami mengharap rahmat-Mu, kami takut adzab-Mu,

diriwaytakan dari Abdullah ibn Masud. Doa ini yang lebih afdhal menurut
madzhab Hanafi.
4. Disunnahkan shalat witir dengan berjamaah di bulan Ramadhan, mengikuti
sunnahnya berjamaah shalat tarawih. Diperbolehkan pula shalat witir berjamaah
di luar bulan Ramadhan. Sebagaimana diperbolehkan shalat jamaah untuk shalat
sunnah lainnya yang tidak ditemukan dalil disunnahkan berjamaah untuk
melaksanakannya.
5. Disunnah mengqadha witir, jika sudak lewat waktunya. Jika telah menunaikan
shalat witir di awal malam, kemudian bangun dan shalat sunnah nafilah, maka
tidak usah mengulang shalat witir, karena sabda Nabi:

Tidak ada dua witir dalam satu malam. HR Ahmad dan tiga ulama hadits lain.
6. Disunnahkan bagi orang yang shalat witir untuk mengucapkan sesudah shalat:

(
) .

Maha Suci Yang Maha Kuasa dan Maha Suci.


Kedua : Shalat Rawatib lima waktu

Disunnahkan bagi setiap muslim untuk membiasakan shalat sunnah bersama dengan
shalat lima waktu sebagaimana yang pernah Rasulullah lakukan.


: .

:



. :
: .
.

Dari Rabiah bin Malik Al Aslamiy ra berkata: Rasulullah saw berkata kepadaku:
Mintalah, aku berkata: Aku minta bisa bersamamu di sorga. Tanya Nabi: Apakah
ada permintaan lain? Aku jawab: Hanya itu. Sabda Nabi: Maka bantulah aku
mencapai keinginanmu dengan banyak bersujud.. HR. Muslim.

Dari Ummul mukminin, Ummu Habibah binti Abu Sufyan ra berkata: Aku mendengar
Rasulullah saw bersabda: Tidak ada seorang hamba muslim yang shalat karena Allah
setiap hari dua belas rakaar sebagai tathawwu (tambahan kebaikan) selain shalat fardhu,
kecuali Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga. HR Muslim.
Shalat sunnah rawatib yang menyertai shalat lima waktu itu ialah:
1. Sunnah Fajar, dua rakaat dengan agak cepat, sebelum shalat fardhu, dan bisa
diqadha jika terlewatkan. Seperti dalam hadits Imran bin Hushain, yang
diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim.



.
sesungguhnya adzab-Mu atas orang kafir pasti akan mengena.

Aisyah berkata: Rasulullah tidak pernah sangat menjaga amal sunnah melebihi
dua rakaat sebelum fajar.
Rasulullah juga bersabada:




2.
3.
4.

5.

Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dengan segala isinya. HR Muslim,
hukumnya sunnah muakkadah mendekati wajib.
Sunnah Zhuhur; yaitu empat rakaat sebelum zhuhur3, dan sua rakaat sesudahnya,
ini sumber yang paling shahih. Bisa juga dengan dua rakaat sebelum dan
sesudahnya4, atau empat rakaat sebelum dan sesudahnya.5
Sunnah Ashar, dua rakaat (seperti yang diriwayatkan Abu Daud dari Ali ra) atau
empat rakaat (seperti yang diriwayatkan Abu Daud dan At Tirmidziy dari Ibnu
Umar ra) sebelum shalat fardhu.
Sunnah Maghrib; yaitu dua rakaat sesudah shalat fardhu, hukumnya sunnah
muakkadah (seperti riwayat Al Bukhari dan Muslim)
- dua rakaat sebelumnya sunnah bagi yang mau mengamalkannya (seperti riwayat
Asy Syaikhani/Al Bukhari dan Muslim), demikianlah madzhab Syafiiy dan
Hanbali.
Sunnah Isya; dua rakaat sesudah shalat fardhu (riwayat Al Bukhari dan Muslim)
- Dua rakaat sebelumnya sunnahbagi yang mau melakukannya, inilah madzhab
Syafiiy. Sedang menurut madzhab Hanafi sunnah Isya itu empat rakaat
sebelumnya dan empat rakaat sesudahnya.

Ketiga : Shalat Sunnah lainnya.


1. Shalat Dhuha; dari Abu Hurairah ra berkata:

Kekasihku (Rasulullah saw) telah berwasiat kepadaku untuk puasa tiga hari setiap
bulan, dua rakaat dhuha, dan shalat witir sebelum aku tidur. Muttafaq alaih
(6)










3 Hadits Aisyah ra:


" . " . . .

Bahwa Nabi Muhammad saw shalat di rumahku empat rakaat sebelum zhuhur, kemudian keluar shalat
dengan kaum muslimin, lalu masuk kembali dan shalat dua rakaatHR. Muslim, dikuatkan oleh hadits Al
Bukhariy
4 Inilah standar yang ditekankan dalam sunnah zhuhur, karena hadits Abdullah ibnu Umar:
( :
)
Aku menghafal dari Nabi saw sepuluh rakaat: dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua
rakaat sesudah maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah isya di rumahnya, dua rakaat sebelum shubuh. HR
Al Bukhari, dan Ahmad dengan sanad shahih.
5 Karena sabda Rasulullah saw: " "

Barang siapa shalat empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat sesudahnya Allah haramkan dagingnya
dari api neraka. HR Lima perawi hadits.
6() :
.

.


Setiap sendi tubuh salah seorang di antaramu setiap apginya dapat bersedekah.
Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah
sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar maruf adalah sedekah, nahi munkar
adalah sedekah, dan cukup dari semua itu dengan dua rakaat di waktu dhuha. HR
Muslim, Abu Daud, Ahmad.
Bilangan rakaatnya mulai dari dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat. Semua ini
memiliki sumber hadist shahih dari Rasulullah saw. Adapula enam belas rakaat
menurut madzhab Hanafi dengan bersumber dari beberapa hadits hasan.
Waktunya mulai matahari setinggi tombak sampai menjelang matahari bergeser
ke barat.
2. Shalat Gerhana Matahari dan Bulan. Dari Abdullah ibnu Abbas ra berkata:




. .

Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw, lalu Rasulullah shalat dengan
berdiri lama sepanjang bacaan surah Al Baqarah, lalu ruku lama, lalu bangun dan
beridiri lama tidak selama berdiri pertama, kemudian ruku kembali dengan lama
tidak selama ruku pertama, lalu sujud. Kemudian bangun berdiri lama, tidak
selama yang pertama, kemudian ruku lama tidak selama yang pertama, kemudian
bangun dengan berdiri lama tidak selama yang perama, kemudian ruku lama
tidak selama ruku pertaman, kemudian bangun ruku, kemudian sujud dan ketika
selesai shalat, matahari telah pulih kembali. Lalu berkhitbah di hadapan kaum
muslimin. Muttafaq alaih.
Para ulama telah bersepakat bahwa shalat gerhana itu hukumnya sunnah
muakkadah (ditekankan) bagi semua laki-laki dan wanita, dilakukan dengan
berjamaah. Seperti dalam hadits Al Mughirah bin Syubah ra berkata:




-

: -

Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw pada hari wafatnya Ibrahim
(putra Rasulullah pada tahun sepuluh hijriyah) lalu orang-orang berkata: Gerhana
matahari karena wafatanya Ibrahim. Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya
matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, tidak terjadi gerhana
karena kematian seseorang atau kelahirannya. Maka jika kamu melihatnya
berdoalah dan shalatlah sehingga terang kembali. Muttafaq alaih.
Shalat gerhana adalah dua rakaat setiap rakaat dua kali berdiri dan dua ruku
seperti dalam hadits di atas.7 Disunnahkan pula memperpanjang berdiri dan
ruku. Waktunya sejak mulai gerhana matahari atau bulan, sampai selesai.
Khutbah sesudah shalat hukumnya adalah syarat menurut madzhab Syafiiy, dan
sunnah menurut Abu Hanifah dan Imam Malik setelah shalat gerhana matahari
saja. Dengan dua kali khutbah. Membaca istighfar dalam kedua khutbah itu
sebagai pengganti takbir (dalam shalat ied).
Diperbolehkan jahriyah dan sirriyah. Shalat jahriyah lebih shahih seperti yang
dikatakan oleh Imam Al Bukhari. Dan ditekankan untuk dilakukan dengan
jahriyah pada shalat gerhana bulan kaena terjadi di malam hari.

3. Shalat Istikharah. Dari Jabir ra berkata:

:

:




:

- -
.








.
.

Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kami istikharah (memilih) dalam
semua urusan sebagaimana mengajarkan bacaan surah dalam Al Quran. Dengan
bersabda: Jika salah seorang di antaramu bimbang atas sesuatu maka hendaklah
ruku dengan dua rakaat, di luar shalat fardhu, kemudian berdoa: Ya Allah,
sesungguhnya aku meminta pilihan dengan ilmu-Mu, dan meminta kemampuan
dengan Kekuasaan-Mu, meminta dari anugerah-Mu yang besar, Sesungguhnya
7 Menurut madzhab Hanafi, bahwa shalat gerhana itu hanya dengan satu kali berdiri di setiap rakaat,
sebagaimana shlat sunnah lainnya, karena ada hadits yang meriwayatkannya. Hal ini disetujui oleh
madzhab Maliki dalam shalat gerhana bulan

Engkaulah Yang Maha Kuasa dan aku tidak berdaya, Engkau Yang Maha
Mengetahui dan aku tidak mengetahui, Engkaulah Yang Maha Mengetahui yang
tersembunyi. Ya Allah, Engkau yang mengetahui jika urusan ini menyebutkan
urusannya- baik bagiku dalam agama, dunia dan akhir urusanku, maka tetapkan ia
padaku dan mudahkan bagiku, lalu berkahilah aku dengannya. Dan Engkau yang
mengetahui jika urusan ini buruk bagiku, dalam agama, dunia, dan akhir urusanku
maka jauhkan ia dariku, jauhkan aku darinya, tetapkan bagiku apa yang ada, lalu
ridhailah aku. HR Al Jamaah, kecuali Imam Muslim.
4. Shalat Taubat. Dari Abu Bakar ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda:

:
Tidak ada seorangpun yang berbuat dosa kemudian ia bangun bersuci, lalu shalat
dua rakaat, kemudian beristighfar kepada Allah pasti Allah akan mengampuninya.
Lalu Rasulullah membaca ayat:

... ...
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa
selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,
sedang mereka Mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di
dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan
Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. QS. Ali Imran: 135-136

HR. Abu Daud, An Nasaiy, Ibnu Majah, Al Baihaqi, dan At Tirmidziy yang
menilainya hadits hasan.
5. Shalat Istisqa; yaitu shalat untuk minta turun hujan dari Allah karena
paceklik/kekeringan.
Shalat istisqa itu dua rakaat8 tanpa adzan dan iqamat. Dilakukan di luar waktu
yang dilarang shalat. Pada rakaat pertama imam membaca surah Al Fatihah dan
surah Al Ala dengan jahriyah, dan pada rakaat kedua membaca Al fatihah dan Al
Ghasyiyah. Kemudian berkhtbah dengan dua kali khutbah seperti khutbah ied.
Menurut madzhab Hanbali dengan sekali khutbah dan berdoa9. Rasulullah
8 Menurut madzhab Syafiiy, disunnahkan bertakbir dalam shalat itu sebagaimana takbr di shalat ied,
seperti dalam hadits riwayat Ad Daru Quthniy dari Ibnu Abbad, dinilai dhaif seperti yang tercantum dalam
Al Majmu.
9 Di antara doa matsurnya adalah:
: " .



) (
.



.
: . " .

( : ( ) : ) : ( ) :

( :

) ( .

membalik selendangnya yang semula di kanan ke kiri, dan yang semula di kiri ke
kanan.
Bisa juga dengan doa dalam khutbah jumat, seperti yang Rasulullah lakukan,
dalam riwayat Asy Syaikhani dari Anas ra.



:







... .

:

Bahwa seseorang masuk masjik di hari jumat saat Rasulullah sedang berdiri
khutbah, orang itu berkata: Ya Rasulallah. Harta benda pada hancur dan
perjalanan jadi terputus, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan
pada kami. Lalu Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berdoa: Ya Allah

Bisa juga dengan berdoa saja selain hari jumat, tanpa shalat di masjid atau
lapangan. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Al Baihaqi,
Ibnu Abi Syaibah dan Al Hakim.

6. Qiyamu Ramadhan/shalat tarawih; Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa yang qiyamu Ramadhan dengan dengan iman dan mengharap Allah,
maka Allah akan ampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Muttafaq
alaih
Qiyamu Ramadhan disebut tarawih karena mereka beristirahat setelah empat
rakaat shalat.
Shalat tarawih hukumnya sunnah muakkadah bagi laki-laki dan wanita di bulan
Ramadhan. Waktunya sesudah shalat isya dan sebelum witir fajar. Tarwih
dilakukan dengan dua rakaat-dua rakaat; sepetti dalam hadits :

Shalat malam itu dua-dau. Muttafaq alaih


Ditekankan delapan rakaat, seperti yang disebut dalam hadits-hadits shahih,10
disunnahkan pula dua puluh rakaat seperti yang dilakukan oleh para shabat dan
khulafaurrasyidin. Demikianlah madzhab Hanafi, Syafi;iy, Hanbali, dan jumhurul
ulama. Disunnahkan dalam berjamaah. (lihat shalat tarawih dalam bab puasa di
buku ini)
7. Qiyamullail, yaitu bangun di tengah malam untuk shalat sunnah. Ia merupakan
taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah yang paling besar. Allah swt telah
memerintahkannya pada Nabi Muhammad saw, denngan ayat:

10 Di antaranya hadits Aisyah ra;


( ) .
Rasulullah saw tidak pernah lebih dari sebelas rakaat di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan. Muttafaq
alaih

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai


suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat
kamu ke tempat yang Terpuji. QS. Al Isra: 79

Allah memuji para hamba-Nya:


Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan
ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

Waktunya sejak selesai shalat isyasehingga terbit fajar,


utamanya sepetiga malam terakhir, setelah bangun tidur, tidak
ada batasan jumlah rakaat, bisa hanya dengan dua rakaat, atau
sebelas rakaat seperti dalam riwayat Aisyah ra, dan tidak ada
larangan lebih dari itu.
Di antara adabnya, adalah berniat sebelum tidur, memulai shalat
dengan dua rakaat yang ringan (singkat), kemudian shalat
sesuka hantinya. Sebaiknya membangunkan keluarga. Berhenti
shalat ketika ngantuk. Tidak mempersulit diri sendiri artinya
berdiri shalat sesuai dengan kemampuan- berdoa dengan doadao matsur dari Rasulullah saw. 11
8. Shalar Ied (fithri dan adha), hukumnya sunnah Muakkadah (ditekankan),12
Rasulullah saw membiasakannya. Dan secara singkat hukum-hukumnya adalah
sebagai berikut:
- dilakukan dengan dua rakaat berjamaah tanpa adzan dan iqamat, sebelum
khutbah, seperti dalam hadits Jabir





. . .

Aku menyaksikan shalat ied bersama Rasulullah saw pada hari ied sebelum
khutbah tanpa adzan dan iqamat, kemudia Rasulullah berdiri dengan
didampingi Bilal, lalu memerintahkan bertaqwa kepada Allah, mendorong
taat, dan memberi banyak nasehat.... HR Muslim.
Kaifiyahnya sama seperti shalat biasa, hanya saja pada rakaat pertama
betakbir tujuh kali dengan mengangkat kedua tangan, dan pada rakaat kedua
bertakbir lima kali sebelum membaca surah Al fatihah, seperti dalam hadits:

11 "

" .

12 Menurut madzhab Maliki dan Syafi;iy. Madzhab Hanafi menyatakan hukumnya wajib. Madzhab
Hanbali menngatakan hukumnya fardhu kifayah bagi setiap orang yang wajib shalat jumat.

Takbir dalam shalat iedul fitri adalah tujuh kali di rakaat pertama, dan lima
kali di rakaat kedua, dan membaca (Al Fatihah+ surah lain) sesudahnya dalam
dua rakaat itu. HR At Tirmidziy
Disunnahkan pula memisahkan antara takbir itu denga membaca :

Kemudian imam berkhutbah sesudah shalat dengan dua kali khutbah seperti
khutbah jumat.
Waktunya sejak matahari naik sepenggalah (kira-kira enam meter) pada
waktu iedul fitri dan tiga meter pada iedul adha, sampai matahari bergeser ke
barat.
Shalat ied sah dikerjakan oleh laki-laki, wanita, anak-anak, musafir, atau
mukim. Dan barang siapa yang ketinggalan berjamaah ia shalat munfarid. Dan
menurut madzhab Hanafi, ia shalat empat rakaat tanpa tambahan takbir.
Makruh shalat sunnah sebelumnya dan sesudahnya.13 Karena Rasulullah saw
tidak shalat sebelum dan sesudahnya. Seperti yang diriwayatkan oleh tujuh
ulama hadits.
Disunnahkan bagi setiap muslim untuk mandi, bersiwak, memakai
wewangian, memakai pakaian palign baik, menuju ke tempat shalat dari jalan
yang berbeda dengan jalan pulangnya. Memperbanyak melantunkan takbir,
yang bunyinya:

:
Sebagaimana disunnahkan makan kurma atau yang lainnya sebelum berangkat
shalat iedul fitri.

13 Menurut madzhab Syafiiy tidak makruh shalat sunnah sebelum dan sesudahnya ketika matahari sudah
meninggi bagi selain imam.