Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

DENGAN GANGGUAN NUTRISI


DI RUANG ALAMANDA RSUD TUGUREJO SEMARANG

Disusun Oleh :
Winda Rohmawati
1401052

PROGAM STUDI D III KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2015

LAPORAN PENDAHULUAN
KONSEP NUTRISI

A. Definisi
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses proses dalam tubuh manusia untuk menerima
makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan
tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi
dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung,
aksi reaksi dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.
( Wartonah, 2010 )
Nutrisi juga dapat di katakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat lain yang
terkandung, aksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan penyakit.
Adapun jenis-jenis nutrisi yang diperlukan tubuh antara lain:
a. Karbohidrat
Merupakan sumber energi utama dan sumber serat pangan.
b. Protein
Merupakan konstituen penting pada semua sel, terdiri dari asam-asam amino.
c. Lemak
Merupakan sumber energi yang dipadatkan.
d. Vitamin
Merupakan bahan organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan berfungsi
sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
e. Air
Merupakan komponen terbesar penyusun tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan air
dapat berasal dari minuman, makanan, dan sayuran.
f. Mineral
Merupakan bahan anorganik yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAB NUTRISI
1. Pengetahuan

Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat mempengaruhi


pola konsusmsi makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya informasi
sehingga dapat terjadi kesalahan dalam memahami kebutuhan gizi.
2. Usia
Pada usia 0-10 tahun kebutuhan metabolisme basa bertambah dengan cepat hal ini
sehubungan dengan factor pertumbuhan dan perkembangan yang cepat pada usia
tersebut. Setelah usia 20 tahun energy basal relative konstan.
3. Jenis kelamin
Kebutuhan metabolisme basal pada laki-laki lebih besar di bandingkan dengan
wanita pada laki-laki kebutuhan BMR 1,0 kkal/kg BB/jam dan pada wanita 0,9
kkal/kgBB/jam.
4. Tinggi dan berat bada
Tinggi dan berat badan berpaengaruh terhadap luas permukaan tubuh, semakin luas
permukaan tubuh maka semakin besar pengeluaran panas sehingga kebutuhan
metabolisme basal tubuh juga menjadi lebih besar.
5. Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan
makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu,
masyarakat dengan kondisi perekonomian tinggi biasanya mampu mencukupi
kebutuhan gizi keluarganya dibandingkan masyarakat dengan kondisi perekonomian
rendah.
6. Status kesehatan
Nafsu makan yang baik adalah tanda yang sehat . Anoreksia (kurang nafsu makan)
biasanya gejala penyakit atau karena efek samping obat.
7. Faktor Psikologis serti stress dan ketegangan
Motivasi individu untuk makan makanan yang seimbang dan persepsi individu
tentang diet merupakan pengaruh yang kuat. Makanan mempunyai nilai simbolik
yang kuat bagi banyak orang (mis. Susu menyimbolkan kelemahan dan daging
menyimbulkan kekuatan).
8. Alkohol dan Obat
Penggunaan alcohol dan obat yang berlebihan memberi kontribusi pada defisiensi
nutrisi karena uang mungkin dibelajakan untuk alcohol daripada makanan. Alcohol
yang berlebihan juga mempengaruhi organ gastrointestinal. Obat-obatan yang
menekan nafsu makan dapat menurunkan asupan zat gizi esensial. Obat-obatan juga

menghabiskan zat gizi yang tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi di dalam
intestine.
C. ETIOLOGI
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pada kebutuhan nutrisi,
antara lain.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Intake nutrisi
Kemampuan mendapat dan mengolah makanan
gangguan menelan dan sakit gigi
Anoreksia
Nausea dan vomiter (mual dan muntah)
Obstruksi saluran cerna
Diabetes Mellitus (DM)
Malabsorbsi nutrien
Stres dan depresi
Kanker
Pertumbuhan
Gaya hidup dan kebiasaan
Kebudayaan dan kepercayaan, seperti orang asia yang lebih memilih padi sebagai

makanan pokok.
n. sumber ekonomi
o. Kelemahan fisik, seperti atritis (kelainan pada sendi)
p. Tinggal sendiri, karena seseorang yang hidup sendirian sering tidak peduli pada
makanan apa saja yang sehat dan bergizi untuk dimasak dan dimakan.
D. FISIOLOGI
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah
dicerna), air, dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel
melalaui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP
yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakan tugasnya.Agar makanan dapat dicerna
secara optimal dalam saluran pencernaan , maka saluran pencernaan harus mempunyai
persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus.Untuk ini dibutuhkan:
1. Pergerakan makan melaui saluran pencernaan.
2. Sekresi getah pencernaan.

3. Absorbpsi hasil pencernaan, air, dan elektrolit.


4. Sirkulasi darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang
diabsorbpsi.
5. Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormone
Dalam lumen saluran gastroinrestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkunugan
khusus supaya pencernaan dan absorbs dapat berlangsung.Sekresi kelenjar dan kontraksi
otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya tersedia lingkungan yang optimal.
Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan komposisi
kandungan dan lumengastrointestinal.Sistem pengendalian harus dapat mendeteksi
keadaan lumen.sistem ini terdapat didalam dinding saluran gastrointestinal. Kebanyakan
refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan dilumen yaitu regangan dinding oleh isi
lumen ,osmolaritas kimus atau konsenttrasi zat yang terlarut, keasaman kimus atau
konsentrsi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat, lemak, protein (monosakarida, asam
lemak dan peptide dari asam amino).
Proses pencernaan makanan antara lain :
1. Mengunyah
2. Menelan(deglusi)
a. Pengaturan saraf pada tahap menelan
b. Tahap menelan diesofagus
3. Makanan dilambung
4. Pengosongan dilambung
5. Factor reflexs duodenum
6. Pergerakan usus halus

a. Gerakan kolon
b. Gerakan mencampur
c. Gerakan mendorong
7. Defekasi

PATHWAY
Aterosklerosis: Emboli
Thrombus,Hiperipedimia

Penurunan aliran
darah koroner

Penurunan supply darah


ke miokardium

Sel berkopempensasi untuk


memenuhi kebutuhan nutrisi dengan
melakukan metabolisme anaerob

Nyeri Hebat

Klien lebih berfokus


pada nyeri hebat
Menghasilkan produksi
asam laktat
Menurunkan dorongan
untuk makan
Meningkatkan jumlah asam
Anoreksia
Asidosis metabolik

Pada lambung

Meningkatnya keasaman lambung

Merangsang mual dan muntah

Nutrisi kurang dari kebutuhan


E. TANDA DAN GEJALA
1. Berat badan dibawah ideal lebih dari 20%
2. Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan tubuh yang dianjurkan

3. Konjungtiva dan membran mukus pucat


4. Lemah otot untuk menelan dan mengunyah
5. Luka, inflamasi pada rongga mulut
6. Mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyahmakanan
7. Melaporkan kurang makan
8. Melaporkan perubahan sensasi rasa
9. Tidak mampu mengunyah makanan
10. Miskonsepsi
11. Penurunan berat badan dengan intake makanantidak adekuat
12. Enggan makan
13. Kram abdominal
14. Tonus otot buruk
15. Nyeri abdomen patologi atau bukan
16. Kerusakan minat terhadap makanan
17. Pembuluh kapiler rapuh
18. Diare atau steatorea
19. Kehilangan rambut banyak
20. Suara usus hiperaktif
21. Kurang informasi, misinformasi

F. MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh menurut
buku saku diagnosa keperawatan NIC-NOC antara lain :

A. Subjektif
1. Kram abdomen
2. Nyeri abdomen dengan atau tanpa penyakit.
3. Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan.
4. Melaporkan perubahan sensasi rasa.
5. Melaporkan kurangnya makanan.
6. Merasa kenyang segrav setelah mengingesti makanan.
B. Objektif
1. Tidak tertarik untuk makan.
2. Diare.
3. Adanya bukti kekurangan makanan.
4. Kehilangan rambut yang berlebiahan.
5. Busing usus hiperaktif.
6. Kurangnya minat pada makanan.
7. Luka,rongga mulut inflamasi.

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Albumin (N:4-5,5 mg/100ml)
b. Transferin (N:170-25 MG/100 ML)
c. Hb (N: 12 MG%)

d. BUN (N:10-20 mg/100ml)


e. Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N laki-laki: 0,6-1,3 MG/100 ML,Wanita: 0,5-1,0
MG/
100 ML
H. FOKUS PENGKAJIAN
1. Pengkajian status nutrisi melalui A, B, C, D
A (antropometri) : Penggunaan untuk melihat ketidakseimbanagn asupan protein
dan energy. Keunggulan : prosedurnya sederhana, aman, dapat digunakan dalam
jumlah sampel besar, relative tidak membutuhkan tenaga ahli, alatnya mudah,
murah.
Kelemahan : tidak sensitive/metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam
waktu singkat dan tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu.
Parameter : umur, berat badan, TB, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar
dada, lingkar pinggul.
B (biokimia) :Penggunaan : metode ini digunakan untuk suatu perinagtan bahwa
mungkin akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.
Pemeriksaan biokimia zat gizi : Hb dan Hematokrit, limfosit, transferin,
keseimbangan nitrogen, lipid serum, glukosa serum.
C (clinical sign) : Penggunaan : untuk mensurvey klinis secara cepat
Keunggulan : pemeriksaan klinis relative murah, sederhana cepat dan mudah
diinterprestasikan, tidak memerlukan peralatan yang rumit.
Kelemahan : beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi, gejala klinis tidak
bersifat spesifik, adanya gejala klinis yang bersifat multiple.

Bagian tubuh
Tanda umum

Tanda klinis
Kemungkinan kekurangan
Penurunan berat badan, Kalori, air, vitamin A
dehidrasi

haus,

Rambut

pertumbuhan terlambat
Kekuningan, kekurangan Protein

Kulit

pigmen, kusut
Dermatitis

Niasi, riboflavin. Biotin,

Mata
Mulut

Photophobia, rabun senja


Stomatitis, glositis

lemak, as.askorbat
Riboflavin, vitamin A
Riboflavin, niasin, vit

Gigi
Neuromuskuler
Tulang
Gastrointestinal
Endokrin
Kardiovaskuler

Karies
Kejang otot, lemah otot
Riketsia
Anoreksia, mual muntah
Gondok
Perdarahan
penyakit

B12, zat besi


Flour
Vitamin D
Vitamin D
Thiamin, NaCl
Iodium
Vit K, zat besi

System saraf

jantung anemia
Kelainan mental

Vit B12

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient/intake nutrisi yang tidak adekuat.

NOC :
a.

Nutritional Status : food and Fluid Intake

b.

Nutritional Status : nutrient Intake

Kriteria Hasil:
a. Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan
b. Beratbadan ideal sesuai dengan tinggi badan
c. Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
d. Tidak ada tanda tanda malnutrisi
e. Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
f. Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC :

Nutrition Management

a. Kaji adanya alergi makanan


b.

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien.

c. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
d. Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
e. Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
f. Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
g. Berikan pendidikan kesehatan tentang cara diet, kebutuhan kalori dan tindakan
keperawatan yang berhubungan dengan nutrisi jika pasien menggunakan NGT.

Nutrition Monitoring

a. BB pasien dalam batas normal


b. Monitor mual dan muntah
c. Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan kadar Ht
d. Monitor makanan kesukaan
e. Monitor pertumbuhan dan perkembangan
f. Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva

2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelebihan


intake/gaya hidup/konsumsi terlalu tinggi kalori.
Tujuan:
a. Peningkatan aktivitas dengan penurunan BB
b. Teridentifikasinya kebutuhan nutrisi dan berat badan yang terkontrol
c. Terjadi penurunan barat badan
d. Menahan diri untuk tidak makan terlalu banyak dalam waktu tertentu
Intervensi
g. Observasi aktivitas klien
h. Tentukan factor penyebab peningkatan BB
i. Timbang BB klien
j. Beri motivasi agar menurunkan BB
k. Bantu klien untuk menentukan pola makan tentang apa, kapan, dimana pasien
makan
l. Berikan informasi yang sesuai tentang kebutuhan nutrisis yang adekuat dan
bagaimana dapat memenuhi kebutuhan tersebut
m. Anjurkan pemilihan makanan yang sesuai
n. Kurangi porsi makanan tambahan, makanan berlemak, makanan yang manis dan
alcohol
o. Diskusikan dengan ahli gizi, program penurunan BB yang meliputi pengolaan diit
dan pengeluaran energy

DAFTAR PUSTAKA
Docterman dan Bullechek. Nursing Invention Classifications (NIC), Edition 4, United
States Of America: Mosby Elseveir Acadamic Press, 2004.
Nanda International (2009). Diagnosis Keperawatan: definisi & Klasifikasi. 2009-2011.
Penerbit buku kedokteran EGC : Jakarta

Maas, Morhead, Jhonson dan Swanson. Nursing Out Comes (NOC), United States Of
America: Mosby Elseveir Acadamic Press, 2004.
Tarwoto & Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan.
Edisi 4. Salemba Medika : Jakarta
Richa. 2013. LP Nutrisi. Online. Richa-faricha.blogspot.com/2013/08/lp- nutrisi.html?
m=1.Diunduh 8 Juli 2014, pukul 10.00 WITA