Anda di halaman 1dari 6

SUSPENSI KERING AMOXICILLIN

Amoksisilin
a) BM Amoksisilin Trihidrat (C16H19N3O5S.3 H2O) 419,45
b) BM Amoksisilin Anhidrat (C16H19N3O5S) 365,40
c) Sifat Organoleptis

: Serbuk hablur, putih, praktis tidak berbau.

d) Kelarutan : 1:400 dalam air, 1:1000 dalam alkohol, 1:200 dalam


metil alkohol, praktis tidak larut dalam dalam kloroform, eter,
karbon tetra klorida dan campuran minyak.
e) pH

: 3,5 dan 6,0

f) Sediaan : Dalam bentuk trihidrat.


1 gr amoksisilin anhidrat 1,15 gr amoksisilin trihidrat.
Amoksisilin untuk suspensi oral mengandung tidak kurang dari 90,0
% dan tidak lebih dari 120,0 % C16H19N3O5S dari jumlah yang tertera pada
etiket. Mengandung satu atau lebih zat pendapar, pewarna, pengroma,
pengawet, penstabil, pemanis dan pensuspensi yang sesuai.
pH untuk suspensi

: Antara 5,0 dan 7,5 dalam suspensi yang

disiapkan seperti pada etiket.


Indikasi

: Antibiotika spektrum luas yang aktif terhadap kuman-

kuman gram positif dan gram negatif, kecuali Pseudomonas, Klebsiella


dan B Fraglis.
Mekanisme Kerja

1) Obat bergabung dengan penicillin binding protein (PBPs) pada kuman,


2)

Terjadi

hambatan

sintesis

dinding

sel

kuman

karena

proses

transpeptidasi antar rantai peptidaglikan terganggu,


3) Terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding usus. Derivat hidroksi
dengan aktivitas sama dengan ampisilin. Tetapi resorpsinya lebih
lengkap (ca 80%) dan pesat dengan kadar darah 2 kali lipat. PP dan t
nyalebih kurang sama, tetapi difusinya ke jaringan dan cairan tubuh
lebih baik, antara lain ke dalam air liur pasien bronchitis kronis.
Begitupula kadar bentuk aktifnya dalam kemih jauh lebih tinggi

daripada ampisilin (ca 70%) sehingga lebih layak digunakan pada


infeksi saluran kemih.
Efek Samping

:Gangguan lambung usus (diare, mual, muntah, dll) dan

rash yang jarang terjadi.


Interaksi

: Lama kerja diperpanjang oleh obat-obat encok probenisid

dan sulfinpirazon, juga asetosal dan indometasin. Efek amoksisilin


(golongan penicillin) dikurangi oleh antibiotika bakteriostatis (tetrasiklin,
chloramphenicol, makrolida).
Amoksisilin (golongan penicillin) dianggap aman bagi wanita hamil
dan menyusui, walau dalam jumlah kecil terdapat dalam darah jani dan
air susu ibu.
Dosis Lazim :
Dewasa : 3 x 250 mg Amosisilin anhidrat
Anak di bawah 10 tahun : 3 x125-250 mg
Anak di bawah 20 kg : 20-40 mg/kg BB per hari
CMC Na

Sinonim

: Cellulose gum, Sodium cellulose glycolate, Akucell;

Aquasorb; Blanose; permen selulosa, CMC sodium; E466; Finnfix;


Nymcel;

SCMC;

karboksimetilselulosa

natrium,

natrium

glycolate

selulosa; sodium CMC; Tylose CB.

Nama Kimia : Celullose, Karboksimetil eter

Fungsi

: Suspending agent, Stabilizing agent, Pelapisan agen;

bahan stabilisasi, menangguhkan agen, tablet dan hancur untuk


kapsul; pengikat tablet; agen peningkat viskositas.

Pemerian

Kelarutan : praktis tidak larut dalam aseton, etanol (95%), eter, dan

: Serbuk putih, tidak berbau, seperti granul bedak

toluen. Mudah terdispersi di dalam air pada semua temperatur,


membentuk jelas, solusi koloid. Kelarutan air bervariasi dengan derajat
substitusi (DS).

pH

Konsentrasi : 0,5 2 %

: 2 - 10

Stabilitas dan Kondisi Penyimpanan : natrium karboksimetilselulosa


adalah stabil, meskipun bahan higroskopis. Simpan dalam tempat yang
dingin dan kering.

OTT : Larutan asam, garam besi, beberapa logam dan xantan gum

pKa = 4,30

Titik lebur: cokelat di sekitar 227 C, dan karakter pada sekitar 252 C.

Tidak kompatibel : natrium karboksimetilselulosa tidak kompatibel


dengan solusi sangat asam dan garam larut dengan besi dan
beberapa

logam

lain,

seperti

aluminium,

merkuri,

dan

seng.

Pengendapan dapat terjadi pada pH <2, dan juga bila dicampur


dengan

etanol

(95%).Karboksimetilselulosa

natrium

bentuk

coacervates kompleks dengan gelatin dan pektin. Hal ini juga


membentuk kompleks dengan kolagen dan mampu presipitan protein
bermuatan positif tertentu.
Sukrosa
Saccharin (Eksipient)

Rumus Molekul

= C11H22O11

Berat Molekul

= 342,30.

Pemerian

= Hablur putih atau tidak berwarna; masa

hablur atau berbentuk kubus, atau serbuk hablur putih; tidak berbau,
rasa manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus..
Kelarutan

= Sangat mudah larut dalam air, lebih mudah

larut dalam air medidih; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam
kloroform dan dalam eter.
Titik Leleh

= 1600 C 1680 C

Khasiat

= Pemanis dan pengental.

Konsentrasi

= 67 % w/w.

OTT

= Serbuk sukrosa mungkin saja terkontaminasi

dengan logam berat yang dapat menjadi inkompatibel dengan bahan


penolong

seperti

asam

askorbat.

Sukrosa

juga

mungkin

saja

terkontaminasi sulfit yang pada konsentrasi sulfit tinggi menyebabkan


perubahan warna saat penyalutan tablet.
Stabilitas

= Sukrosa mempunyai stabilitas yang bagus pada

temperatur ruangan dan kelembaban sedang, dapat menyerap 1% bau


yang dilepaskan ketika dipanaskan pada suhu 900 C. Membentuk
karamel ketika dipanaskan diatas 1600 C . Bisa disterilkan dengan
autoklaf atau penyaringan. Pada suhu 1100 C 1450 C dapat
mengalami inversi menjadi dekstrosa dan fruktosa. Inversi dipercepat
pada suhu diatas 1300 C dan dengan adanya asam.
Penyimpanan

= Wadah tertutup baik.

pKa
Bj

= 12,62.
= 1,2865 1,3471.

Perasa Vanillin

Nama kimia : 4 hidroksi 3 metoksi benzaldehid

Rumus Empiris : C8H8O3

Berat Molekul : 152,15

Khasiat: sebagai agen perasa

Pemerian : putih atau krims, serbuk dengan karakteristik berbau vanila


dan rasa yang manis.

Sifat spesifik: titik lebur 284-2850C,

Keasaman atau kebasaan : larutan bersifat asam untuk litmus

Kelarutan : vanilin pada suhu 200C larut dalam aseton, dalam larutan
hidroksi alkali, dalam kloroform, larut dalam metanol, dalam eter dan
dalam minyak. Larut dalam 2 bagian etanol 95%, dalam 3 bagian etanol
70%, dalam 20 bagian gliserin, dalam 100 bagian air dan dalam 16
bagian air pada suhu 800C.

Stabilitas : vanilin tidak stabil dengan aseton dan komponen yang


berwarna terang. Vanilin teroksidasi dengan lambat dengan udara
yanglambat dan jika terpapar cahaya. Larutan vanilinpada etanol akan
mengalami dekomposisi dengan cepat pada cahaya dan menimbukan
warna kuning serta menyebabkan larutan berasa getir. Larutan alkalin
juga akan menyebabkan dekomposisi dengan cepat dan memberikan
warna larutan menjadi berwarna cokelat. Larutan vanilin akan stabil
dalam beberapa bulan bila ditambahkan sodium meta bisulfit 0,2% b/v
sebagai antioksidan.

Aplikasi: vanilin secara luas digunakan sebagai perasa dalam farmasetik


makanan dan dalam produk pabrik. Vanilin digunakan sebagai agen
terapeutik pada anemia bulan sabit dan bahan antifungi. Vanilin juga
digunakan dalam pembuatan farfum, reagen analisa dan sintesis
farmasetik terutama metil dopa. Pada aplikasi bidang makanan, vanilin
berfungsi sebagai pengawet. Vanilin digunakan pada tablet sebagai
bahan tambahan farmasetik, digunakan juga dalam larutan dengan
konsentrasi 0,01-0,02% b/v, sebagai tambahan sirup, untuk menutupi
rasa yang tidak enak pada serbuk seperti tablet kafein dan tablet
politiazid, digunakan juga sebagai agen penyalut pada tablet vitamin.

Aerosil/ Colloidal Silicon Dioxide (Handbook of Pharmaceutical


Excipients hal. 185, FI IV hal 1197)
Rumus Molekul

: SiO2

BM

: 60,8

Pemerian
: terhidrat sebagian, amorf, terdapat dalam
bentuk granul seperti kaca dengan berbagai ukuran
Ukuran Partikel

: 7 16 nm

Kelarutan
: praktis tidak larut dalam solven organik, air, &
asam, kecuali HCl, larut dalam larutan panas alkali hidroksida Membentuk
dispersi koloid dengan iar. Untuk aerosil, kelarutan dalam air 150 mg/L
suhu 250
Titik Leleh

: 16000C

Berat Jenis

: 0,029 0,042 g/cm3

pH

: 3,8 4,2

Stabilitas
: higroskopis, menyerap banyak air tanpa
menjadi cair. Bila pH lebih besar dari 7,5 viskositas akan berkurang, dan di
atas 10,7 kemampuan akan hilang.
Kegunaan
: adsorben, suspending agent, anticaking agent,
glidant, zat peningkat viskositas
Inkompatibilitas

: dengan dietilstilbestrol

Wadah & Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.


Konsentrasi

: 2,0 10,0%

Na Sitrat ( FI IV hal 588, Handbook of Pharmaceutical


Excipient hal 443 )
Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur, putih
Kelarutan : Dalam bentuk hidrat mudah larut dalam air, sangat mudah
larut dalam air mendidih, tidak larut dalam etanol.
Incompatible : dengan asam.
Penyimpanan : dalam wadah kedap udara.
Kegunaan : Dapar sitrat pH 3
Kadar : 0,3-2,0 %
pH : 7,0 9,0
OTT : dengan garam alkaloid, kalsium, larutan hidroalkohol
Sterilisasi : autoklaf