Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULASI SOSIALISASI
Sesi I : Menyebutkan Jati Diri

Disusun oleh : Kelompok 1

Nur Khriesna Habita


Rachma Anisa Ulya
Agnes Ose Tokan
Tri Sulistyawati
Puteri Hrika Reptes
Nora Dwi Purwanti
Dwi Retna Heruningtyas
Ninik Dwi Purweni

NIM (131411123040)
NIM (131511123001)
NIM (131511123003)
NIM (131511123005)
NIM (131511123007)
NIM (131511123009)
NIM (131511123011)
NIM (131511123013)

UNIVERSITAS AIRLANGGA
FAKULTAS KEPERAWATAN
2015

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


STIMULASI SOSIALISASI
Sesi I : Menyebutkan Jati Diri

1. LATAR BELAKANG
Manusia adalah mahluk sosial yang terus menerus membutuhkan
orang lain disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial
untuk melakukan interaksi sesama manusia. Kebutuhan sosial yang
dimaksud adalah rasa dimiliki oleh orang lain, pengakuan dari orang lain,
penghargaaan orang lain, serta pernyataan diri. Interaksi yang dilakukan
tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan
terhadap kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain.
Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi
dengan orang lain. Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang
menarik diri, yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang
lain. Dimana individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka
peningkatan sosialisasi lebih mudah dilakukan. Sedangkan individu yang
mempunyai mekanisme koping maladaptif (skizofrenia), bila tidak segera
mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan menimbulkan
masalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk. (Keliat dan Akemat,
2005) menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada klien
skizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian Terapi Aktifitas Kelompok
sosialisasi.
Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orang yang
mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasil survey
Kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan bahwa 185
orang per 1000 penduduk di Indonesia mengalami skizofrenia (ringan
sampai berat). Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi gangguan jiwa
berat ( termasuk skizofrenia) mencapai 1,7 permil atau 1-2 orang dari
seribu warga di Indonesia mengalami gangguan jiwa berat.
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien
skizofrenia adalah ;
1) Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal,
2) Gangguan hubungan interpersonal,
3) Gangguan interaksi sosial,
4) Resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi).

Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan


salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok
sosialisasi, yang merupakan salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa
dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka pencapaian
penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien.
Therapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari therapi modalitas
yang berupaya meningkatkan psikotherapi dengan sejumlah klien dalam
waktu yang bersamaan. Terapi ini diharapkan dapat memacu klien untuk
melakukan hubungan interpersonal yang adekuat dan mengidentifikasi
secara benar stimulus persepsi eksternal.
2. DEFINISI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI
Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan
perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan
yang sama. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika
interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi
laboratorium tempat klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk
memperbaiki perilaku lama yang maladaptive.
Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya
memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi. TAK
sosialisasi diberikan pada klien dengan menarik diri yang sudah sampai
pada tahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan sehat secara
fisik.
3. TUJUAN
2.1.

Tujuan Umum
Klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar
anggota kelompok dan memotivasi proses pikir dan afektif serta
klien merasa bahagia mengalihkan sedikit beban yang dirasakan.
Ada dua tujuan umum dari terapi aktivitas kelompok ini yaitu
tujuan terapeutik dan tujuan rehabilitatif. Tujuan terapeutik meliputi :
1) Menggunakan kegiatan untuk memfasilitasi interaksi
2) Mendorong sosialisasi dengan lingkungan (hubungan dengan
luar diri klien),
3) Meningkatkan stimulus realitas dan respon individu

4)
5)
6)
7)

Memotivasi dan mendorong fungsi kognitif dan afektif


Meningkatkan rasa dimiliki
Meningkatkan rasa percaya diri
Belajar cara baru dalam menyelesaikan masalah.

Sedangkan tujuan rehabilitatif meliputi


1) Meningkatkan kemampuan untuk ekpresi diri
2) Meningkatkan kemampuan empati
3) Meningkatkan keterampilan social
4) Meningkatkan pola penyelesaian masalah.
2.2.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Tujuan Khusus
Klien mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi stimulus
eksternal yang diberikan melalui permainan.
Klien mampu menyebutkan identitas dirinya
Klien mampu menyebutkan identitas klien lain
Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan
klien lain yang sedang berbicara
Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang
diajukan
Klien mampu menterjemahkan perintah sesuai dengan permainan
Klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditetapkan
Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai therapi
aktivitas kelompok yang dilakukan

3. KARAKTERISTIK KLIEN
Kriteria klien yang dapat diberikan terapi aktivitas kelompok
adalah sebagai berikut :
1. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi
interpersonal
2. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai
dengan stimulus

Beberapa aspek dari klien yang harus diperhatikan dalam


penjaringan klien yang akan diberikan aktivitas kelompok adalah :

a. Aspek emosi
Gelisah, curiga, merasa tidak berguna, tidak dicintai, tidak
dihargai, tidak diperhatikan, merasa disisihkan, merasa terpencil,
klien merasakan takut dan cemas, menyendiri, menghindar dari
orang lain
b. Aspek intelektual
Klien tidak ada inisiatif untuk memulai pembicaraan, jika ditanya
klien menjawab seperlunya, jawaban klien sesuai dengan
pertanyaan perawat
c. Aspek social
Klien sudah dapat membina hubungan saling percaya dengan
perawat, klien mengatakan bersedia mengikuti therapi aktivitas,
klien mau berinteraksi minimal dengan satu perawat lain ke satu
klien lain
4. MASALAH KEPERAWATAN
Masalah keperawatan pada klien yang bisa diberikan Terapi
Aktivitas Kelompok Sosialisasi adalah :
1. Isolasi Sosial
2. Harga Diri Rendah
5. KRITERIA EVALUASI
1) Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja untuk menilai kemampuan klien untuk melakukan TAK.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai tujuan TAK,
untuk TAK sesi 1 yang dievaluasi adalah kemampuan klien
memperkenalkan diri secara verbal dan non verbal degan
menggunakan formulir sebagai berikut :
Kemampuan memperkenalkan diri
a. Kemampuan verbal

No
1.

Aspek yang
dinilai
Menyebutka

Nama Klien

n nama
lengkap
2
Menyebutka
n nama
panggilan
3
Menyebutka
n asal
4
Menyebutka
n hobi
Jumlah

b. Kemampuan non verbal


No
Aspek yang
Nama klien
dinilai
1
Kontak mata
2
Duduk tegak
3
Menggunaka
n bahasa
tubuh yang
sesuai
4
Mebikuti
kegiatan dari
aswal sampai
akhir
Jumlah
Petunjuk :
1. Dibawah judul nama klien, ditulis nama panggilan klien yang
ikut TAK
2. Untuk tiap klien semua aspek dimulai dengan memberi tanda
centang jika ditemukan pada klien, jika tidak ditemukan diberi
tanda silang
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4
klien mampu dan jika nilai 0, 1 atau 2 klien tidak mampu.
2) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti
sesi 1 TAKS, klien mampu memperkenalkan diri secara verbal non
verbal, dianjurkan klien memperkenalkan diri pada klien lain di
ruang rawat.

6. PENGORGANISASIAN TAK
1. Terapis
Peran dan fungsi :
a. Pemimpin kelompok (Leader)
Tugas pemimpin kelompok adalah sebagai berikut :
3) Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal)
4) Mengarahkan kelompok mencapai tujuan
5) Memfasilitasi setiap anggota kelompok untuk mengeskpresikan
perasaan, mengajukan pendapat, dan memberikan umpan balik.
6) Sebagai role model
7) Memotivasi setiap anggota untuk mengemukakan pendapat dan
memberikan umpan balik
b. Pembantu pemimpin kelompok (Co-Leader)
Tugas pembantu pemimpin kelompok adalah membantu pemimpin
dalam mengorganisir anggota kelompok.
c. Fasilitator
Tugasnya adalah sebagai berikut :
1) Membantu pemimpin memfasilitasi anggota untuk berperan
aktif dan memotivasi anggota
2) Memfokuskan kegiatan
3) Membantu mengkoordinasi anggota kelompok
d. Observer
Tugas observer antara lain :
1) Mengobservasi semua respon pasien
2) Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan
perilaku pasien
3) Memberikan umpan balik pada kelompok.
2. Seleksi pasien
Proses seleksi pasien meliputi :
1) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
2) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
3) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok
dan aturan main dalam kelompok
3. Nama pasien yang ikut

1) Nur Khriesna Habita


2) Agnes Ose Tokan
3) Ninik Dwi Purweni
4. Waktu
Hari/Tanggal : Senin, 23 November 2015
Waktu
: 12.00-13.00 WIB
5. Tempat
Kegiatan TAK Sosialiasi dilaksanakan di RSJ X Surabaya
6. Setting Tempat

Keterangan :

: Observer
: Fasilitator

: Leader
: Co-Leader
: Pasien

7. Alat-alat
1) Laptop
2) Musik/ lagu
3) Bola pimpong
4) Buku catatan dan pulpen
5) Kartu kwartet
6) Jadwal kegiatan klien
7. PROSES TAK
1) Persiapan
a. Memilih klien sesuai indikasi, yaitu ysng sudah dapat berinteraksi
dengan orang lain
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2) Orientasi
a. Memberikan salam terapeutik
b. Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak :
Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan diri
Menjelaskan aturan main sebagai berikut:
Jika ada klien yang akan meninggalkan tempat harus
meminta ijin pada terapis
Lama kegiatan 30 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan
selesai
3) Tahap Kerja
a. Leader menjelaskan aturan permainan
b. Posisi klien duduk melingkar
c. Minta fasilitator untuk memegang bola
d. Co-Leader menyalakan music
e. Ketika music berhenti, klien yang mendapatkan bola harus
memperkenalkan diri

4) Tahap Terminasi
a. Evaluasi
Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Memberi pujian atas keberhasilan peserta
b. Rencana tindak lanjut
Menganjurkan setiap peserta untuk selalu bersosialisasi dengan
teman-temannya
Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal
kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang
Menyepakati kegitan berikutnya
Menyepakati waktu dan tempat
8. ANTISIPASI MASALAH
a. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
1) Memanggil klien
2) Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab
sapaan perawat atau klien yang lain
b. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit :
1) Panggil nama klien
2) Tanya alasan klien meninggalkan permainan
3) Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan
penjelasan pada klien bahwa klien dapat melaksanakan
keperluannya setelah itu klien boleh kembali lagi
c. Bila ada klien lain ingin ikut
1) Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang
telah dipilih
2) Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin
dapat diikuti oleh klien tersebut
3) Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi peran pada permainan tersebut

10

DAFTAR PUSTAKA
Herawaty, N. (1999). Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: FIK.
Keliat, B. A., & Akemat. (2005). Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas
Kelompok. Jakarta: EGC.
Keliat, B. A., Panjaitan, R., & Helena, N. (2006). Proses Keperawatan
Kesehatan Jiwa edisi 2. Jakarta: EGC.
Yusuf, A., P.K, R. F., & Nihayati, H. E. (2015). Buku Ajar Keperawatan
Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

11