Anda di halaman 1dari 47

ALBUM MINERAL OPTIK

(Reaksi Bowen Series)

Mineral optik adalah salah satu cabang keilmuan Geologi yang


mempelajari tentang mineral yang ada pada batuan. Masing-masing mineral
memiliki sifat optik yang berbeda, dari sisi itu kita mempelajari sifat optik di tiap
mineral agar kita mampu membedakan mineral satu dengan yang lainnya,
walaupun terlihat sangat mirip tapi masih bida dibedakan dari sifat optiknya
Mineral adalah benda padat homogen yang dihasilkan secara alamiah,
berupa senyawa anorganik, mempunyai sifat fisik dan kimia tertentu, umumnya
berbentuk kristalin.
Mineral harus mempunyai 5 sifat penting ini:
- Terbentuk secara alamiah
- Mempunyai komposisi mineral
- Anorganik
- Ciri-ciri fisik harus diketahui dengan jelas
- Padat.
Alat yang digunakan dalam pengamatan mineral secara mikroskopis ini
adalah Mikroskopis Polarisasi. Sedangkan bahan atau objek yang diamati adalah
sayatan mineral. Keutamaan dari mikroskop ini adalah cahaya (sinar) yang
dipergunakan harus sinar terpolarisasi. Karena dengan sinar itu beberapa sifat dari
kristal akan nampak jelas sekali. Salah satu faktor yang paling penting adalah
warna dari setiap mineral, karena setiap mineral mempunyai warna yang khusus.

1. Metode Pengamatan Tanpa Nikol (Nikol Sejajar)


Sifat-sifat optik yang dapat diamati adalah ketembusan cahaya, inklusi,
ukuran, bentuk, belahan dan pecahan, indeks bias dan relief, warna, dan
pleokroisme.

Ketembusan Cahaya
Berdasar atas sifatnya terhadap cahaya, mineral dapat dibagi

menjadi dua golongan yaitu mineral yang tembus cahaya dan mineral
tidak tembus cahaya.
Di bawah ortoskop semua mineral kedap cahaya tampak butiran
yang gelap/hitam. Mineral jenis ini tidak dapat dideskripsikan dengan
mikroskop polarisasi, dan dapat dipelajari lebih lanjut dengan mikroskop
pantulan. Mineral tembus cahaya dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu
mineral berwarna dan mineral tidak berwarna.

Gambar Opacity pada mineral

Inklusi
Pada kristal tertentu, selama proses kristalisasi sebagian material
asing yang terkumpul pada permukaan bidang pertumbuhannya akan
terperangkap dalam kristal, dan seterusnya menjadi bagian dari kristal
tersebut. Material tersebut dapat berupa kristal yang lebih kecil dari
mineral yang berbeda jenisnya, atau berupa kotoran/impurities pada
magma, dapat juga berupa fluida baik cairan ataupun gas.

Ukuran mineral
Ukuran mineral dapat dinyatakan secara absolut dalam mm atau cm
dan sebagainya. Pengukuran lebar dan panjang atau diameter mineral
dapat dilakukan dengan bantuan lensa okuler yang berskala.
Bentuk mineral
Pengamatan bentuk mineral dilakukan dengan melihat atau
mengamati bidang batas/garis batas mineral tersebut.

Apabila kristal tersebut dibatasi oleh bidang kristalnya sendiri


secara keseluruhan maka kristal disebut mempunyai bentuk
euhedral (gambar a).

Apabila kristal tersebut dibatasi oleh hanya sebagian bidang


kristalnya sendiri maka kristal disebut mempunyai bentuk
subhedral (gambar b).

Apabila kristal tersebut tidak dibatasi oleh bidang kristalnya sendiri


secara keseluruhan maka kristal disebut mempunyai bentuk
anhedral (gambar c).

Gambar Bentuk mineral (berurutan : euhedral, subhedral dan anhedral).

Parameter lain untuk menyatakan bentuk adalah jumlah dan


perbandingan panjang bidang-bidang batas kristal, terutama untuk kristalkristal yang euhedral. Untuk kristal yang dalam pertumbuhannya terhalang
oleh kristal yang lain atau juga terhalang magma yang kental, sering
menghasilkan bentuk incipient crystals.

Belahan
Belahan dalam sayatan mineral bisa terlihat dalam bentuk garisgaris

yang

teratur

sepanjang

bidang

belahannya,

di

mana

kenampakannya bisa sangat baik, baik, buruk atau tidak ada.


-

Belahan satu arah


Beberapa mineral dicirikan oleh adanya belahan pada satu
arah saja, misalnya pada semua mineral mika.

Gambar Belahan 1 arah pada mika


Gambar Belahan 2 arah pada
hornblende

Gambar Belahan 3 arah pada kalsit

Pecahan
Pecahan atau fracture adalah kecenderungan dari suatu mineral
untuk pecah dengan cara tertentu yang tidak dikontrol oleh struktur
atom seperti halnya belahan
Indeks Bias dan Relief
Relief adalah ekspresi dari cahaya yang keluar dari suatu media
kemudian masuk ke dalam media yang lain yang mempunyai harga
indeks bias yang berbeda, sehingga cahaya tersebut mengalami
pembiasan pada batas kontak kedua media tersebut. Semakin besar
perbedaan harga indeks bias antara kedua media, maka semakin jelas
bidang batas atara keduanya.
Dalam pengamatan dan penilaian relief mineral secara relatif,
maka harga relief mineral harus dibandingkan dengan relief standar
balsam kanada (n = 1.537) atau relief kuarsa (n = 1.544). setiap
mineral yang mempunyai indeks bias kurang dari relief standar disebut
memiliki relief negatif, sedangkan mineral yang memiliki indeks bias
lebih besar dari standar disebut memiliki relief positif.

Tabel Harga index bias dan relief beberapa jenis mineral dibandingkan dengan n estndar

Relief tingg

n< 1.443

Contoh: fluorit (n=1.434)

Relief sedang n = 1.494 -1.443


Relief negatif
Relief rendah

Relief nol

Zeolit (n=1.480)

nPlagioklas
= 1.543 -1.493
asam(n=1.518-1.533) nefelin (n=1.526 - 1.546

Balsam kanada n = 1.537 atau kuarsa n = 1.544

Relief rendah

n = 1.545 -1.599
Plagioklas basa, klorit,muskovit

= 1.600 turmalin,
-1.699 andalusit, apatit, Biotit, piroksen, olivin
Relief positif Relief sedang n amfibol,

Relief tinggi

n> 1.699

Olivin, piroksen, kianit, sfen

Gambar Metode garis Becke, (A) mikroskop saat fokus (B) tubus dinaikkan garis putih
bergerak ke arah dalam, n mineral > n standar; (C) garis Becke bergerak ke luar, n mineral
< n standar

Warna dan pleokroisme


Warna yang tampak pada mikroskop polarisasi adalah warna yang
dihasilkan oleh oleh sifat cahaya yang bergetar searah dengan arah
polarisator. Pada mineral yang bersifat isotropik hanya terdapat satu
warna saja yang tidak berubah sama sekali walaupun meja objek
diputar, sedangkan pada mineral yang bersifat anisotropik, dapat
terjadi dua atau tiga warna yang berbeda tergantung pada arah sayatan
mana yang diamati.
Seluruh mineral yang menampakkan lebih dari satu warna disebut
pleokroik, yang dicirikan oleh dua warna disebut dikroik, dan tiga
warna disebut trikroik

2.

Metode Pengamatan Dengan Nikol (Nikol Bersilang)


Pengamatan ortoskopik nikol bersilang (crossed polarized light)
dimaksudkan

bahwa

dalam

pengamatannya

digunakan

analisator

bersilangan dengan polarisator (sinar diserap dalam dua arah yang saling
tegak lurus). Sifat yang dapat diamati adalah sifat optik yang berhubungan
dengan kedudukan dan jumlah sumbu optik. Sifat optik yang diamati
antara lain warna interferensi, gelapan dan kedudukan gelapan serta
kembaran.
Warna Interferensi
Pada posisi sumbu sinar sembarang terhadap arah getar
polarisator inilah, komponen sinar lambat dan cepat tidak diserap
oleh analisator, sehingga dapat diteruskan hingga mata pengamat.
Karena perbedaan kecepatan rambat sinar cepat dan lambat inilah,
maka terjadi yang disebut sebagai beda fase atau retardasi. Semakin
besar selisih indeks bias, semakin besar beda fase/retardasinya.

Warna interferensi dapat ditentukan dengan memutar meja objek


yang terdapat sayatan mineral hingga diperoleh terang maksimal.
Warna terang tersebut dicocokkan dengan tabel interferensi Michel
Levy Chart.
- polariser + analyser
- polariser + isotropic mineral + analyser
- polariser + anisotropic mineral + analyser (position
perpendicular to the optic axis)
- polariser + anisotropic mineral + analyser. Specific position:
extinction position
- polariser + anisotropic mineral + analyser. General position:
interference colour

Gambar Perbedaan warna dasar (kiri) dengan warna interferensi (kanan)

Tanda rentang optik


Tanda rentang optik adalah istilah untuk menunjukkan
hubungan antara sumbu kristalografi (terutama arah memanjangnya
kristal) dengan sumbu sinar cepat (x) dan lambat (z).
Tujuannya adalah menentukan sumbu sinar mana (x atau z)
yang kedudukannya berimpit atau dekat (menyudut lancip) dengan

sumbu panjang kristal. Dengan demikian, TRO hanya dimiliki oleh


mineral yang memiliki belahan satu arah atau arah memanjangnya
mineral (sumbu c). Jenis tanda rentang optik yaitu :
- Length slow (+) = sumbu c berimpit /menyudut lancip dengan
arah getar sinar lambat (sumbu z). Keadaan ini dinamakan Addisi
yaitu penambahan orde warna interferensi pada saat kompensator
digunakan.
- Length fast (-) = sumbu c berimpit/menyudut lancip dengan arah
getar sinar cepat (sumbu x). Keadaan ini dinamakan Substraksi
yaitu pengurangan orde warna interferensi pada saat kompensator
digunakan.
Penentuan tanda rentang optik dilakukan dengan pengamatan
nikol bersilang dengan menggunakan kompensator (keping gips/baji
kuarsa). Cara menentukan orientasi optik dan sudut gelapan antara
lain:
- Letakkan mineral pada posisi sumbu panjang (c) sejajar PP
(vertikal)
- Putar meja objek sehingga pada terang max
- Catat warna interferensinya, orde
- Masukkan keping kompensator, perhatikan gejala yang terjadi,
addisi atau subtraksi
- Jika subtraksi = z kompensator tegak lurus z indikatriks mineral,
length fast, TRO negatif
- Jika addisi = z kompensator sejajar z indikatriks mineral, length
slow, TRO positif
- Putar meja ke kiri hingga gelap maks, pada kedudukan ini z atau
g sejajar atau tegaklurus PP, catat kedudukan ini Ao
- Putar kembali meja objek hingga sumbu panjang kristal sejajar
PP, catat kedudukannya Bo

- Sudut gelapannya = A-B

Kembaran
Selama pertumbuhan kristal atau pada kondisi tekanan dan
temperatur tinggi, dua atau lebih kristal intergrown dapat terbentuk
secara simetri. Simetri intergrown inilah yang dikenal sebagai
kembaran.
Secara genesa, kembaran dapat terbentuk dalam tiga proses yang
berbeda yaitu kembaran tumbuh, transformasi, dan deformasi
1. Kembaran tumbuh/Growth Twins
Kembaran ini terbentuk bersamaan pada saat kristalisasi atau
pertumbuhan kristal, di mana dua unit kristal berbagi dan tumbuh
dari satu kisi yang sama dengan orientasi.

Gambar Kembaran tumbuh

2. Kembaran transformasi
Kembaran ini dapat terjadi karena kristal mengalami
transformasi karena perubahan P dan T terutama karena perubahan
T. Pada saat P&T berubah, bagian tertentu dari kristal ada yang
10

stabil ada yang mengalami perubahan orientasi kisi, sehingga


terjadi perbedaan orientasi pada bagian berbeda dari kristal.

Gambar Kembaran transformasi

3. Kembaran Deformasi/Deformation Twins


Kembaran ini terjadi setelah kristalisasi, pada saat kristal
telah padat. Karena deformasi (perubahan P) atom pada kristal
dapat terdorong dari posisi semula. Apabila perubahan posisi ini
terjadi pada susunan yang simetri, akan menghasilkan kembaran.

Gambar Kembaran deformasi (kanan: kembaran polisintetik plagioklas)

11

Jenis-jenis kembaran :
Pada sistem monoklin:
Kembaran Manebach
Kembaran swallow tail
Kembaran Carlsbad penetrasi
Kembaran Baveno
Pada sistem triklinik:
Kembaran Albit
Kembaran Periklin
Pada sistem ortorombik:
Kembaran rotasi
Kembaran staurolit

Pada sistem heksagonal:


Kembaran Brasil
Kembaran
Kembaran Jepang
Pada sistem tetragonal:
Kembaran rotasi/putaran
Pada sistem isometrik:
kembaran spinel
kembaran besi

Gambar Jenis-jenis kembaran (berurutan : manebach, albit, rotasi)

Gelapan dan kedudukan gelapan


Pada pengamatan nikol bersilang, gelapan (keadaan di
mana mineral gelap maksimal) dapat terjadi karena tidak ada
cahaya yang diteruskan oleh analisator hingga mata pengamat.
-

Gelapan sejajar/paralel
Kedudukan gelapan di mana sumbu panjang kristal
(sumbu c) sejajar dengan arah getar PP dan/atau AA. Sehingga
dapat

dikatakan

sumbu

optik

berimpit

dengan

sumbu

kristalografi.

12

Gelapan miring
Kedudukan gelapan di mana sumbu panjang kristal
(sumbu c) menyudut terhadap arah getar PP dan/atau AA.
Sehingga dapat dikatakan sumbu optik menyudut terhadap
sumbu kristalografi

Gelapan bergelombang
Terjadi pada mineral yang mengalami tegangan/distorsi
sehingga orientasi sebagian kisi kristal mengalami perubahan
berangsur, dan kedudukan gelapan masing2 bagian agak
berbeda.

Gelapan bintik/mottled extinction


Umumnya terjadi pada mineral silikat berlapis (mika),
hal ini terjadi karena perubahan orientasi kisi kristal secara
lokal, sehingga tidak seluruh bagian kristal sumbu sinarnya
berorientasi sama.

Gambar Macam kedudukan gelapan (berurutan kiri-kanan : sejajar, miring, bintik,


bergelombang)

13

3.SAYATAN TIPIS MINERAL ROCK FORMING MINERAL


A. OLIVINE
FORSTERITE ((Mg, Fe)2SiO4)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral sampai anhedral

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Fracture yang tidak teratur umum.

Bias rangkap

: Kuat, teratas orde ke II

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Forsterite juga ditemukan dalam banyak meteorit besinikel. Bukan hanya sebagai butir kristal kecil tapi
signifikan sebagai ukuran kadang menduduki lebih dari
50% dari volume meteorit.

14

OLIVINE ((Mg,Fe)2 SiO4)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna-warna

Bentuk

: Anhedral dengan bentuk poligonal dan berupa fenokris

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: paralel tidak sempurna (010),pecahan tidak teratur

Bias rangkap

: Kuat,orde II paling atas

Kembaran

: kadang-kadang dijumpai

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif dan negatif

Keterangan

: Mineral yang sering membuat kekeliruan dengan olivine


adalah diopside, tetapi diopside mempunyai belahan yang
baik, sudut pemadaman yang miring, dan kadang-kadang
bias rangkap lemah.Sedangkan olivine yang kaya oksida
besi dinamakan Hyalosideri terdiri dari 50% Fe2 SiO4
Biasanya olivin terubah menjadi antigori dan magnetik
sekunder pada bagian pecahan.

15

FAYALITE ((Fe, Mg)2SiO4)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai kekuningan atau netral

Bentuk

: Euhedral, Kristal anhedral

Relief

: Sangat tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel tidak sempurna dalam satu arah (010)

Bias rangkap

: Kuat

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Fayalite juga ditemukan banyak besi-nikel dalam


meteorit, bukan hanya sebagai butiran kecil tetapi sebagai
kristal besar kadang-kadang menduduki lebih dari 50% dari
volume meteorit.

16

MONTICELLITE (CaMgSiO4)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Granular,berupa kristal anhedral-subhedral dan prismatic


panjang

Relief

: Agak Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel tidak sempurna (010),pecahan tidak teratur

Bias rangkap

: Sedang merah orde -I

Kembaran

: Kadang-kadang dijumpai

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Monticellita adalah mineral yang agak sulit dikenal karena


tidak mempunyai sifat yang jelas,mempunyai forster dan
olivine tetapi mempunyai bias rangkap lemah daripada
lainnya,merupakan mineral ciri metamorf kotak dari
batugamping dan dolomite tetapi kadang-kadang juga
didapatkan dalam batuan beku seperti :alnoiteplizenitdan
nepheline basah.

17

B. PYROXENE
1. ORTHOPYROXENE
ESTANTITE (MgSiO3)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai netral

Bentuk

: Kristal prismatic. Inklusi-inklusi umum dan menghasilkan


struktur schiler.

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah, kehijauan sampai kemerah-mudaan

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel (110),(010),(100)

Bias rangkap

: Agak lemah,kuning sampai merah orde -I

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Enstatite lebih umum terbentuk pada batuan beku jika


bukan untuk kelimpahan besi di sebagian besar magma.

HYIPERSTHENE ((Mg,Fe)SiO3)

18

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Netral-hijau muda/merah muda

Bentuk

: Kristal subhedral prismatik

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah, kehijauan sampai kemerah-mudaan

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel (110),(010),(100)

Bias rangkap

: Agak lemah,kuning sampai merah orde -I

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Hyipersthene menyerupai beberapa macam andalusite,


tetapi andalus lenght-fast hyipersthene didapatkan dalam
batuan beku,ciri utama dari norite hypersthene.

19

2. CHLYNOPYROXENE
AUGITE (Ca(Mg,Fe)(SiO3)2(Al2Fe)2O3)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Hampir tidak berwarna,netral coklat kehijauan muda atau


keunguan muda

Bentuk

: Kristal prismatik pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Tidak ada sampai lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110), dalam dua arah pada sudut 87 dan 93 .satu arah


dalam sayatan loditudinal pararel

Bias rangkap

: Sedang kira-kira ditengah orde-II

Kembaran

: Umum, polisintetik, kombinasi polisintetik yang dikenal


sebagai struktur herring bone

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 36 sampai 45 (C^X)

Orientasi optis

: Length fast kadang-kadang length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Augite teralterasi menjadi hornblende yang terbentuk pada


tahap magmatik akhir dan uratile atau tremoliteactinolite
sekunder yang terbentuk oleh alterasi hidrothermal.Augite
yang umum dalam batuan beku sub-silisik seperti Auganite,
Basalt, Gabbro. Limburgite dan Peridotite.

20

DIOPSITE(CaMgSi2O6)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna atau netral

Bentuk

: Kristal subhedral

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam dua arah (110) pada sudut 87o dan 93o

Bias rangkap

: Sedang,bervariasi dari yang terbawah sampai yang teratas


orde ke II

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 37o sampai 44o (C^Z)

Orientasi optis

: Slower ray

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Spesimen mineral Diopside bisa sangat mencolok dalam


penampilan, dan menarik bagi kolektor mineral.

21

PIGEONITE((Mg,Fe2+,Ca)2Si2O6)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna atau netral

Bentuk

: Kristal anbhedral

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam dua arah (110) pada sudut 87o dan 93o

Bias rangkap

: Sedang, bervariasi dari yang terbawah sampai yang teratas


orde ke II

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 22o sampai 45o

Orientasi optis

: Slower ray

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Pigeonite ditemukan sebagai fenokris di batuan vulkanik


di Bumi dan sebagai kristal di meteorit dari Mars dan
Bulan. Dalam perlahan didinginkan batuan beku intrusif,
pigeonit jarang diawetkan, namun bukti tekstur breakdown
untuk Orthopyroxene ditambah Augite dapat hadir.

22

AEGIRINE (NaFe(SiO3)2)

Sifat optis
Warna absorsi

: Hijau, kuning kecoklatan

Bentuk

: Kristal prismatik

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Kuat,hijau tua,hijau muda,kuning

Indeks bias

: n.mineral > n.k balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 870 dan 930

Bias rangkap

: Kuat sampai sangat kuat,orde ketiga, atau orde-IV

Kembaran

:-

Sudut Pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal sangat kecil (20-100)

Orientasi optis

: Length Fast

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Aegirine menyerupai beberapa Amphibole, bedanya


dengan sudut pemadaman yang kecil dan Length Fast.
Acmite adalah piroksen yang erat hubungannya dengan
Aegirine,

perbedaanya

dari

warnanya

yang

coklat.

Merupakan ciri dari batunan beku yang kaya soda seperti


Nepheline Syenite, Phonolite,Trachite, Soda Granite.
Seringkali terdapat sebagai Overgrouth dengan kristal
Aegirine-augite.

23

HEDENBERGITE(FeCaSi2O6)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Netral sampai kehijauan

Bentuk

: Columnar aggregate

Relief

: Sangat tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 87o dan 93o

Bias rangkap

: Sedang,ungu orde pertama

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal kira-kira 42o

Orientasi optis

: Faster ray

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Hedenbergite biasanya lebih gelap daripada batu permata


sepupunya Diopside, masih bisa menjadi spesimen mineral
yang indah. Dari hijau gelap ke warna hitam. Meskipun ini
bukan merupakan mineral jarang, kristal baik Hedenbergite
yang langka dan spesimen yang menunjukkan kristal yang
bagus, baik warna dan kilap dihargai.

24

JADEITE (NaAl(SiO3)2)

Sifat optis
Warna absorsi

: Tidak berwarna sampai hijau

Bentuk

: Granular sampai columnar atau fibrous

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Bervariasi

Indeks bias

: n.mineral > n.k-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 87 dan 93

Bias rangkap

: Sedang, orde-ll

Kembaran

: Kadang-kadang didapatkan

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 30 sampai 40

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Jadite dibedakan dari nephrite dengan sudut pemadaman


yang besar dan indeks bias yang lebih besar. Dari Diopside
dengan sudut pemadaman yang kecil dan columnar.Jadite
teralterasi menjadi Termilite-actinolite dan hanya terdapat
pada batuan Jadite (jadeitite).

25

AEGERIN-AUGITE((Na,Ca)(Fe3+,Fe2+,Mg,Al)Si2O6)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Hijau

Bentuk

: Kristal euhedral prismatic pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Sedang, kuning hijau sampai kehijauan

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam dua arah (1100 pada sudut 87o dan 93o)

Bias rangkap

: Teratas sampai di tengah orde ke II

Kembaran

: Umum

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal kira-kira dari -15o sampai-36o

Orientasi optis

: Lenght fast

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif atau negatif

Keterangan

: Dilihat dalam cahaya terpolarisasi-bidang dari cokelat


kemerahan dellaventuraite (OPTK) sebagai pertumbuhan
berlebih pada ungu-abu aegirine-augit (AE-AG) dalam
matriks bulat kuarsa (QZ) dengan minor bulat (lega tinggi)
butir Apatite.

26

WOLLASTONITE

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Columnar atau fibrous aggregate

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Pararel yang sempurna dengan (100), pararel yang kurang


sempurna dengan (001) dan (102), dan yang tidak
sempurna (101) dan (101)

Bias rangkap

: Agak lemah, ordenya pertama

Kembaran

: Kadang-kadang ada

Sudut pemadaman

:-

Orientasi optis

: Length slow atau length fast

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Beberapa sifat yang membuat Wollastonite begitu berguna


adalah kecerahan tinggi dan putih, kelembaban rendah dan
penyerapan minyak, dan konten volatil rendah. Wollastonite
digunakan terutama di keramik, produk gesekan (rem dan
kopling), metalmaking, cat filler, dan plastik.

C. AMPHIBOLES
27

HORNBLENDE (Ca2(Mg,Fe,Al)5(OH)2(Si,Al)4(O11) 2)

Sifat optis
Warna absorbsi

: Hijau atau coklat

Bentuk

: Kristal prismatik

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Kuat

Indeks bias

: n.mineral > n.k-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 56 dan 124

Bias rangkap

: Sedang, ditengah orede kedua

Kembaran

: Agak umum

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 12 sampai 30

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Hornlende coklat menyerupai biotite mempunyai belahan


yang baik (satu arah) dan paralel sudut pemadamannya.
Hornblende sangat umum didapatkan dan merupakan
mineral yang tersebar luas dalam berbagai tipe batuan beku,
juga dalam schist, gneiss dan amphibole.

28

LAMPROBOLITE ((Ca,Mg,Fe,Al) SiO2)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Kuning sampai coklat, seringkali dengan batas opak

Bentuk

: Kristal euhedral prismatik pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Agak kuat

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 56o dan 124o

Bias rangkap

: Agak kuat sampai sangat kuat, orde III

Kembaran

: Tidak nampak

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 0o 120 (simetris)

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Lamprobolite dibedakan dari hornblende coklat dengan


sudut pemadaman yang kecil dan bias rangkap kuat.
Kaerstutite

adalah

titaniuam

amphibolites

yang

berhubungan dengan lamprobolite.Terdapat dalam batuan


vulkanik seperti andesite, auganite, basalt, basanite dan
berhubungan dengan tuff.
NEPHRITE{Ca2 (Mg, Fe)5 (OH)2Si8O22}
29

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai abu-abu

Bentuk

: Fibrous sampai fibro lamellar aggregate, kristal prismatic


tidak sempurna

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Menyerupai termolite actinolite tetapi jarang yang jelas

Bias rangkap

: Sedang, dari abu-abu orde pertama sampai warna cerah di


tengah orde kedua

Kembaran

: Kadang-kadang dijumpai

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari pararel sampai yang maksimum 10o 200


(simetris)

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Apabila dipanaskan mengeluarkan air yang menunjukkan


bahwa ia terbentuk dalam suasana hidro (perhatikan adanya
gugusan OH) atau dikenal sebagai Amphibole.

ANTHOPHYLLITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2

30

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna atau warna muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 54 dan 126. Umum.

Bias rangkap

: Sedang, teratas sampai terbawah orde-ll

Kembaran

: Tidak ada

Sudut pemadaman

: Paralel / simetris

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif dan negatif

Keterangan

: Menyerupai Tremolite-actinolit dan Cummingtonite, tetapi


dapat

dibedakan

paralel.Terakterasi
terbentuk

yang

dari
menjadi
terbentu

sudut
talc
disebut

pemadamnya

yang

dan

yang

sebagian

hidrus

anthopylite.

Anthipylite adalah ciri batuan metamorf dan mineral


sekunder dalam peridotit dan dunite.
TREMOLITE ACTINOLITE (Ca2(Mg Fe)3(OH)2(SiO4O11)2)

31

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah dalam sudut 56 dan 124 pararel


dengan panjang

Bias rangkap

: Kuat,orde II paling atas

Kembaran

: Sedang sampai agak kuat. Orde ll

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan Longitudinal bervariasi dari 10 sampai 20


(pararel-simetri)

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Tremolith tidak berwarna, edenite menyerupai tremolite


tetapi mempunyai sudut pemandaman yang besar. Tremolite
actionolite terdapat dalam metamorf kontak scist dan gneiss
dan batugamping, metamorf juga didapatkan sebagai
pengganti pyroxene dalam batuan beku dan teralterasi
menjadi talc.

CUMMINGTONITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2

32

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 56o 124o. Paralel


dengan panjang

Bias rangkap

: Sedang sampai agak kuat, terbawah atau ditengah orde II

Kembaran

: Polisentrik

Sudut pemadaman

: Dalaam sayatan langitudinal bervariasi dari 15o 20o

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Cummingtonite kadang mempunyai grunerite, tetapi


cummingtonite mempunyai sudut pemadaman yang lebih
besar dan indeks bias yang lebih kecil dan tanda optisnya
yang positif. Dibedakan dengan tremolite dari tanda
optisnya yang positif dan dibedakan dengan anthophyllite
dari sudut pemadamannya yang miring. Umum dijumpai
pada batuan metamorf.

GRUNERITE(Fe7Si8O22(OH)2)

33

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Columnar sampai fibrous aggregate

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam dua arah (110) pada sudut 56o dan 124o. Pararel
dan panjang

Bias rangkap

: Agak kuat

Kembaran

: Kadang polisintetik

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 10o 150

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Ini adalah endmember besi dari seri gruneritecummingtonite. Membentuk sebagai berserat, columnar atau
agregat kristal besar. Kristal monoklin prismatik.Kilapnya
adalah kaca sampai mutiara dengan warna mulai dari hijau,
coklat ke abu-abu gelap.

34

D. BIOTITE (K2(Mg,Fe)2(OH)2(AlSi3O10)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Cokelat kekuning-kemerahan cokelat, hijau zaitun

Bentuk

: Kristal euhedral, tabular lamenar dan agak melengkung

Relief

: Sedang

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Sempurna dalam satu arah (001)

Bias rangkap

: Kuat merah ,orde II

Kembaran

: Kadang-kadang ada

Sudut pemadaman

: Pararel dengan belahan 3

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Biotite dibedakan dengan Phlogopite dengan warna gelap


dan sudut aborsi kuat. Dari Hornblende cokelat umum
dibedakan dengan sudut pemadaman yang kecil dan
perbedaan belahan. Biotite sering teralterasi menjadi
Chlorite, juga menjadi Vermiculitte. Biotite mineral yang
tersebar luas dan terdapat dalam batuan beku hampir
seluruh tipe, juga dalam Schist dan Gneiss dan zona
metamorf kontak. Biotite umum dalam sediment detrital.

35

E. PLAGIOCLASE
ANORTHITE(CaAl2Si2O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna (010), kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu ,orde I

Kembaran

: Albit Kalsbad, dan Kalsbad-Albit

Sudut pemadaman

: Kembar albit bervariasi, tergantung dari jenisplagioclasnya

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Anorthite dibedakan dari plagioclase lainnya oleh sudut


pemdaman index bias. Anorthite di dapatkan dalam endapan
metamorf kontak dan lava.

36

BYTOWNITE(Ca(70-90%))(Na(30-10%))(Al, Si)AlSi2O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal subhedral sampai anhedral

Relief

: Sedang

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu ,orde I

Kembaran

: Albit Kalsbad, dan Kalsbad-Albit

Sudut pemadaman

: Kembar albit bervariasi, tergantung dari jenisplagioclasnya

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Bytownite dibedakan dari plagioklas lainya oleh sudut


pemadaman dan indeks bias. Bytownite umunya terdapat
dalam gabro, anorthosite atau basalt.

37

LABRADORITE(Ca(50-70%))(Na(50-30%))(Al, Si)AlSi2O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu atau putih orde ke I

Kembaran

: Albite

Sudut pemadaman

: Kembar albit bervariasi dari 27,5o sampai 39o. Pada (001)


= -7o (-1vo pada (010) = -16o(-29o)

Orientasi optis

:-

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Labradorite dibedakan dari plagioclase lainya oleh sudut


pemadaman maksimum kembar albite dan indeks bias.
Labradorit adalah minertal yang sangat umum dalam batuan
beku

subsilicic

seperti

augenit,

basalt,

gabro

dan

olivinegabro, juga terdapat dalam batuan metamorf.

38

ANDESINE (Na(70-50%))(Ca(30-50%))(Al, Si)AlSi2O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu atau putih,orde ke I

Kembaran

: Albite, sudut sayatan rhombic bervariasi dari +3o sampai


2o dalam andesine

Sudut pemadaman

: Kembar albit bervariasi dari 13o sampai 27,5o. Pada (001)


= 0o (-7o), pada (010) = 0o (-16o)

Orientasi optis

:-

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Andesine hanya konstituen minor di kebanyakan granite


dan syenites. Tapi apakah feldspar yang dominan dalam
batuan tertentu disebut andesite. Hal ini juga ditemukan di
beberapa batuan metamorf sebagai konstituen minor.

39

ALBITE(NaAlSi3O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Plate atau lath-shaped, jarang dalam fenokris. Mungkin


intergrowth dengan microcline

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral < n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Agak lemah,kuning muda, orde ke I

Kembaran

: Polisintetik sesuai dengan albite, jarang tidak ada. Yang


sesuai dengan Carlsbad atau kombinasinya, percline.

Sudut pemadaman

: Sesuai dengan kembar albit bervariasi dari 12o- 19o, yang


pararel dengan (001) = 3o 5o, pada (010) = 15o 20o

Orientasi optis

:-

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Albite terdapat dalam granite, granite pegmatite, vein dan


batuan metamorf.

40

F. ALKALI FELDSPAR
ORTHOCLASE ((K,Na)AlSi3O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna tetapi berkabut

Bentuk

: Fenokris kristal subhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Pararel yang sempurna dengan (001) pararel yang kurang


sempurna (010), dan (110) tidak sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu,orde I

Kembaran

: Kalsbad

Sudut pemadaman

: Pararel pada (001), (010) dari 5 sampai 12

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

Ortoclase

mineral

yang

tersebar

luas.

Dalam

Spheruliticobsidian dan rhyolite seringkali intergrouth


dengan cristobalite atau quartz juga dalam endapan detrital,
batupasir arkose.
ANORTHOCLASE ((Na,K)AlSiO8)

41

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Fenokris, kristal subhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral <n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang sempurna dengan (010), paralel yang


sempurna dengan (010)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu dan putih orde-I

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Pada (001) + 1o 40 pada (010) + 4o 10o

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Sumbu optis

:-

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Anorthoclase dapat dibedakan dari feldspar lainnya oleh


sudut sumbu optik kira-kira 50o (sanidine di bawahnya dan
yang lain di atasnya). Ciri lainnya adalah terdapat pada
batuan beku yang kaya soda, kadang didapatkan dalam
pegmatite.

42

SANIDINE ((K,Na) AlSi3O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Fenokris

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: pararel yang sempurna (010), dan (110) kurang sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu,orde I

Kembaran

: Kalsbad

Sudut pemadaman

: Pararel pada (001), (010) dari 5 sampai 12

Orientasi optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Sanidine dibedakan dari orthoclas dari sudut sumbu yang


kecil dan pada beberapa keadaan oleh perbedaan orientasi,
sering berkabut dengan sanidine bersih.

43

MICROCLINE (KalSi3O5)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, tetapi berkabut

Bentuk

: Kristal subhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral <n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang kurang


sempurna dengan (010), paralel yang tidak sempurna
dengan (110) dan (110)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu dan putih orde-I

Kembaran

: Polisintetik, dalam dua arah (albit dan periklin)

Sudut pemadaman

: Pada (001) = + 5o

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu optis

:-

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Albite umumnya intergrowth dengan microcline, dikenal


dengan perthite. Microcline dibedakan dari orthoclase oleh
kembaran polisintetik dan dari anorthoclase dan albite oleh
sudut pemadaman 15o pada (001).Microcline terdapat dalam
granite, syenite dan gneiss.

44

G. MUSCOVITE (KAl2(OH)2(AlSi3O10)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal tabular atau scaly

Relief

: Bervariasi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam satu arah (001) sangat sempurna

Bias rangkap

: Kuat, teratas orde-ll

Kembaran

: Kadang-kadang

Sudut pemadaman

: Paralel dengan belahan, tetapi mungkin membentuk sudut


2o atau 3o

Orientasi optis

: Length slow (sumbu panjang kristalografi = sumbu a)

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Negaqtif

Keterangan

: Hydromuscovite sangat sama dengan sericite variety


muscovite. Muscovite sangat umum dalam batuan metamorf
seperti phyllite, schist, dan gneiss, juga dalam granite dan
berkembang maksimum dalam granite pegmatite, umum
sebagaui mineral detrital terutama dalam arkose.Sericite
terdapat dalam sedikit keratin dan mineral sekunder yang
dibentuk oleh alterasi hidrotermal silikat terutama feldspar.

45

H. QUARTZ (SiO2)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, seringkali terdiri dari inklusi

Bentuk

:Kristal

prismatik

anhedral,

butiran

dan

sebagai

penggantian euhedral, intergroup dengan plagioclase dalam


bentuk vermicular (mymerkite), seringkali terdapat sebagai
intersertal mineral, pseudomorf
Relief

: Sangat rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Tidak ada, rhombohedral yang tidak sempurna

Bias rangkap

: Agak lemah, orde-I

Kembaran

: Umum jarang terlihat

Sudut pemadaman

: Paralel dan simetris

Orientasi optis

: Length Slow

Sumbu optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Cordierite sering membuat kekeliruan dengan quartz


tetapi cordierite biaxial. Quartz adalah mineral ubiquitous,
terdapat dalam berbagai tipe batuan sebagai mineral utama,
asesories atau sekunder dan mineral detrital.

46

DAFTAR PUSTAKA
Mochim, 2015, Mineral Optik Dan Petrografi Paralel, (http://mochhim23.blogspot
.co.id/ 2015/01/mineral-optik-dan-petrografi-paralel.html) (Diunggah 15
Oktober 2015)
Arifin, Rachmat, 2013, Album Mineral Optik (Mineral Bowen Series),(http://
www. scribd.com/doc/178297019/Album-Mineral-Optik- MineralBowen-Series) (Diunggah 17 Oktober 2015)
Nuraini, Miranti, 2015, Bab 3 Mineral Optik, (http://dokumen.tips/documents/bab
- minop.html) (Diunggah 16 Oktober 2015)
Catatan Petrologi 2015

47

Anda mungkin juga menyukai