Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

FILARIASIS

Pembimbing :
Dr. Fuad Hanafi, SpS. M.Kes
Disusun Oleh :
Rika Hendris

STASE SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANJAR


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Filariasis adalah kelompok penyakit yang mengenai manusia dan binatang yang
isebabkam oleh parasit kelompok nematoda yang disebut filaridae. Umumnya disebut filaria,
penyakit ini dapat mengenai semua umur dan tidak terdapat perbedaan antara jenis kelamin
laki-laki maupun perempuan. Selain itu penyakit ini dapat ditemukan pada semua ras, tidak
ada predileksi ras tertentu.
Sampai saat ini filariasis masih merupakan problem kesehatan di indonesia, distribusi
infeksinya luas tetapi prevalensi dan intensitas infeksi berbeda dari satu tempat ke tempat
lainnya, bahkan dibeberapa daerah yang meupakan endemis.
Faktor yang terpenting dalam penularan adalah densitas populasi nyamuk dan jumlah
mikrofilaria dalam darah, sehingga di daerah hipoendemis nyamuk sangat sedikit membawa
larva efektif dengan sendirinya penularan filaria sangat berkurang.
Parasit filaria terklarifikasikan berdasarkan habitat cacing dewasa dalam vertebral
hots, kelompok kutaneus termasuk los-loa, mansonella streptocerca, kelompok limfatik
termasuk wucheria bancrofti, brugia malayi dan brugia timori.
Siklus hidup
Parasit filaria adalah suatu nematoda yang berbentuk panjang seperti benang yang
hidup di dalam jaringan untuk waktu yang lama dan secara teratur menghasilkan mikrofilaria.
Manifestasi klinis biasanya terjadi bertahun tahun setelah terinfeksi. Mikrofilaria adalah larva
imatur yang ditemukan di darah atau kulit dan mencapai tingkat infektif didalam tubuh
nyamuk.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Filariasis Bancrofti
Filariasis bancrofti adalah infeksi yang disebabkan oleh wucheria bancrofti, cacing
dewasa hidup dalam kelenjar dan saluran limfe, sedangkan mikrofilaria ditemukan didalam
darah. Secara klinis, infeksi bisa terjadi tanpa gejala atau manifestasinya berupa peradangan
dan sumbatan saluran limfe. Wucheria bancrofti akan mencapai kematangan seksual dikelnjar
saluran limfe. Cacing dewasa jantan berukuran 40 mmx 0,2 mm, sedangkan cacing betina
berukuran dua kali cacing jantan 80-100 mmx0,2-0,3 mm.
Epidemiologi
Wucheria bancrofti terutama ditemukan didaerah tropis dan subtropis. Dilaporkan
bahwa penyakit ini telah menyerang lebih dari satu juta orang pada lebih dari 80 negara.
Diperkirakan bahwa 250 juta orang didunia telah terinfeksi dengan parasit ini. Terutama di
asia selatan dan sub sahara afrika. Diasia parasit ini endemik di daerah urban seperti india,
srilanka dan myanmar. Ditemukan sedikit di daerah pedesaan thiland dan vietnam. Didaerh
endemik sekitar 10-50% laki-laki dan 10% wanita terinfeksi oleh penyakit ini.
Di indonesia ditemukan dengan prevalensi rendah disumatra, kalimantan, sulawesi
dan lombok. Nyamuk anopheles dan culex merupakan vector yang menggigit pada malam
hari, untuk wuchria bancrofti periodik nocturna, sedangkan jalur yang subperiodik ditularkan
oleh nyamuk aedes menggigit pada siang hari.

Siklus hidup
Cacing dewasa dalam saluran limfe

Yang betina mngeluarkan mikrofilaria di dalam darah

Nyamuk menghisap dalam darah

Larva infektif masuk ke dalam hospes ketika nyamuk menghisap darah

Larva infektif berkembang dalam nyamuk

Larva migrasi ke limfatik berkembang jadi bentuk dewasa


Respon Imunologis
Infeksi parasit filaria ditandai dengan induksi respon tipe alergi akibat peningkatan
jumlah eosinofil dalam darah tepi dan peningkatan IgE spesifik, IgG4 dan IL-4, respon
imunitas seluler juga berkembang pada orang yang tinggal di daerah endemik filariasis
sehingga keadaan ini berperan untuk menekan timbulnya gejala klinis pada sebagian orang.
Manifestasi Klinis
-

Manifestasi akut
Berupa demam tinggi, menggigil dan lesu, limfangitis dan limfadenitis yang
berlangsung 3-15 hari, dan dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Pada
banyak kasus, demam filarial tidak menunjukkan microfilarialnya, limfangitis
akan meluas ke daerah distal dari kelenjar yang terkena tempat cacing tinggal.
Selain di tungkai dapat juga menganai alat kelamin.

Manifestasi kronik

Disebabkan oleh berkurangnya sistem saluran limfe terjadi beberapa bulan


sampai bertahun-tahun dan episode akut. Gejala klinis berfariasi dari ringan
sampai berat yang diikuti dengan perjalanan penyakit obstruksi yang kronik,
tanda klinis utama adalah hydracel, limfadema,elephantiasis, dan cyluria.
Meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Selain itu dapat dijumpai
epididimitis fenikulitis, edem karena penebalan kulit scrotum, sedangkan pada
perempuan dijumpai limfadema vulva.
Progresifitas filariasis limfedema dibagi atas 3 derajat ( WHO )
Derajat 1

: limfadema umumnya bersifat edem pitting, hilang dengan spontan jika kaki
dinaikkan

Derajat II

: limfadema umumnya edem non pitting, tidak secara spontan hilang dengan
menaikkan kaki

Derajat III

: limfadema ( elephantiasis ) volume edem non fitting lesi papilomatous

Pemeriksaan laboratorium
Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan leukositosis dengan eosinofil 10-30%. Cacing
filaria dapatditemukan dengan pengambilan darah tebal atau tipis pada waktu malam hari
antara jam 10-2 pagi yang di pulas dengan pewarnaan giemsa/ wright.
Diagnosis
1.
2.
3.
4.
5.

Anamnesis
Pemeriksaan klinis
Pemeriksaan laboratorium
Biopsi kelenjar
Dilakukan jika mikrofilaria tidak ditemukan di darah. Hal tersebut hanya dilakukan

pada kelenjar limfe ekstremitas. Kemungkinan ditemukan cacing dewasa.


6. Pemeriksaan antigen filarial
7. Pemeriksaan urin
8. Dilakukan perhitungan mikrofilaria
- Densitas tinggi : 50 mg/ ml darah
- Densitas rendah: 1-49 mg/ml darah
- Densitas sanagt rendah : 1-10 mg/ ml darah
Pengobatan spesifik
Menggunakan antifilarial dietilkarbamain

Anak-anak :
1 mg/kgBB. P.O dosis tunggal hari I
1 mg/kgBB. P.O 3 x/ hari untuk hari II
1-2 mg/kgBB. P.O 3x / hari untuk hari III
6 mg /kgBB P.O 3x/ hari hari ke IV-XIV
Dewasa :
50 mg P.O dosis tunggal hari I
50 mg. P.O 3x/ hari hari ke II
100 mg P.O 3x/ hari ke III
6 mg / kgBB P.O 3x hari hari IV-XIV
Pada penderita ditemukan mikrofilaria dalam darah diberikan dosis 50 mg/kgBB 3x/ hari
langsung pada hari I
Efek samping :
-

Demam
Nyeri kepala
Muntah
Myalgia
Lemas, sesak

Biasanya disebabkan oleh karena destruksi microfilaria dan kadang-kadang oleh cacing
dewasa, terutama pada infeksi berat obat lain yang juga aktif dalam microfilaria adalah
ivermectin ( mectizon ) dan albendazol.

Pengobatan pembedahan
Pembedahan untuk menangani elephanitis scrotum, vulva dan mamae mudah
dilakukan dengan hasil yang memuaskan. Perbaiakan tungkai yang membesar dengan
anastomosis antara seluran limfe yang letaknya dalam dnegan yang perifer tidak terlalu
memuaskan.

Prognosis
Progres dan penyakit ini tergantung dan jumlah cacing dewasa dan microfilaria dalam
tubuh penderita, potensi cacing untuk berkembang biak, kesempatan untuk infeksi ulang.
Pada kasus dini dan sedang, prognosis baik terutama bila pasien pindah dari daerah
endemik, dengan pengawasan pemberian obat, serta pemberantasan vectornya. Pada kasus
lanjut, dengan edema tungkai prognosis bisa lebih buruk.

TUGAS
VERTIGO

Pembimbing :
Dr. Fuad Hanafi, SpS. M.Kes
Disusun Oleh :
Rika Hendris

STASE SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANJAR


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015