Anda di halaman 1dari 3

SOP PENDAFTARAN PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi
Tanggal terbit

: 00
:

Halaman

: 1/3

SOP

Plt. Kepala

PUSKESMAS
SEMPU

Puskesmas

Hadi Kusairi, SKM


NIP: 19640705 198802 1 004

1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi
5. Alat dan
Bahan
6. Prosedur /
langkah
langkah

Decompensasi
Cordis
adalah
suatu keadaan
dimana
terjadi
penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada
penurunan fungsi pompa jantung
Sebagai acuan petugas dalam melakukan penanganan Decompensasi
Cordis
Surat Keputusan Kepala Puskesmas tentang Pelayanan Klinis
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilisitas Kesehatan Primer
Rekam medis
Alat tulis
Formulir permintaan laborat
1. Petugas melakukan anamnesa dan mendapatkan keluhan pasien berupa
pasien merasa sesak, mudah lelah, batuk-batuk, gelisah dan cemas.
Pasien umumnya mengeluhkan adanya pembengkakan di kaki dan
perut, sering kencing, nafsu makan kadang menurun serta mudah
berkeringat. Pasien dapat memiliki riwayat hipertensi kronis tidak
terkontrol, cholesterol yang tinggi, perokok, dan riwayat gangguan
jantung sebelumnya.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
a. Dyspnoe sampai ortopnoe
b. Cyanosis, takikardi, murmur, gallop rhytme, ronkhi basah paruparu, mungkin terdengar bising sesuai kaleinan katupnya.
c. Kemungkinan ada hipertensi sistemik,
tirotoksikosis sebagai salah satu penyebabnya

anemia

berat,

d. Bila terdapat bersama-sama payah jantung kanan akan


didapatkan pula tekanan vena jugularis yang meninggi,
hepatomegali, ascites, dan oedem kaki.
3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan EKG (hipertrofi ventrikel kiri, atrial fibrilasi,
perubahan gelombang T dan gambaran abnormal lainnya.
b. Darah perifer lengkap
4. Petugas menegakkan diagnosa setelah melakukan pemeriksaan
tersebut.
5. Petugas memberikan terapi
-

Diberi oksigenasi, bila sesak sekali: 1 L/menit

Pasang infus D5% tetesan maintanance

Beri furosemide (lasix) injeksi iv/im 40 mg per hari

Beri KCI per kolf ( 1 kali per hari)

Beri alinamin F injeksi 1 amp. 1 kali per hari untuk supplement


1/3

SOP PENDAFTARAN PASIEN


:
: 00
:
SOP
: 2/3

Terapi oral : Digoxin 2 x 1 tab

Roborantia

Diet : TKTP, bedrest total

Foto thorax

Jika tiga hari tidak ada perbaikan (rujuk ke RSUD)

Awasi KU, tensi, nadi, respirasi

Awasi volume cairan urine yang keluar selama 24 jam.

7. Konseling dan edukasi


a. Edukasi tentang penyebab dan faktor risiko penyakit gagal
jantung kronik. Penyebab gagal jantung kronik yang paling
sering adalah tidak terkontrolnya tekanan darah, kadar lemak
atau kadar gula darah.
b. Pasien dan keluarga perlu diberitahu tanda-tanda kegawatan
kardiovaskular dan pentingnya untuk kontrol kembali setelah
pengobatan di rumah sakit.
c. Patuh dalam pengobatan yang telah direncanakan.
d. Menjaga lingkungan sekitar kondusif untuk pasien beraktivitas
dan berinteraksi.
e. Melakukan konferensi keluarga untuk mengidentifikasi faktorfaktor pendukung dan penghambat penatalaksanaan pasien,
serta menyepakati bersama peran keluarga pada masalah
kesehatan pasien.
8. Diagram alir

Anamne
sa

Pemeriksa
an fisik

Pemeriksa
anpenunja
ng
Diagnosa

Terapi

Konseling
dan
edukasi

9. Hal hal yang


perlu
2/3

SOP PENDAFTARAN PASIEN


:
: 00
:
SOP
: 3/3

diperhatikan
10. Unit Terkait

1. UGD

11. Dokumen
Terkait

12 .Rekaman Historis
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

3/3

Diberlakukan
Tgl.