Anda di halaman 1dari 26

Cara Menulis Naskah Penelitian

http://id.wikihow.com/Menulis-Naskah-Penelitian
5 Metode:Memilih Topik AndaPenelitianMembuat Garis BesarMenulis Naskah AndaSample Research
Papers

Saat belajar di sekolah tinggi atau melewati universitas, kemungkinan besar Anda
diminta untuk membuat naskah penelitian. Naskah penelitian bisa digunakan untuk
menelusuri dan mengidentifikasi persoalan ilmiah, teknikal, dan ilmu sosial. Jika ini
pertama kalinya Anda menulis naskah penelitian, Anda mungkin merasa takut.
Namun, dengan penyusunan dan fokus yang baik, Anda bisa mempermudahnya.
Naskah ini tidak akan selesai dengan sendirinya, tetapi Anda bisa merencanakan
dan mempersiapkan dengan baik agar naskah ini ditulis dengan benar.

Metode 1 dari 5: Memilih Topik Anda

1.

1
Tanyakan pada diri Anda mengenai hal yang penting. Walaupun Anda terbatas
pada garis pedoman yang berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan, memilih
topik adalah langkah pertama dan paling penting pada proyek naskah penelitian
Anda. Tak peduli Anda bisa memilih topik apapun atau sudah ditentukan, sangat
penting Anda memiliki sebuah pertanyaan di dalam pikiran Anda: Apakah ada
jumlah penelitian yang cukup mengenai topik ini? Apakah topik ini cukup baru dan
unik sehingga saya bisa memberikan pendapat yang baru? Apakah ini bersangkutan
dengan kelas/pekerjaan saya?

2
Pilih sesuatu yang Anda sukai. Jika memungkinkan, pilih topik yang membuat
Anda bersemangat. Menulis mengenai sesuatu yang Anda sukai pasti terlihat pada
produk yang dihasilkan, sehingga Anda lebih berkemungkinan sukses jika menulis
naskah mengenai hal yang Anda sukai.

3
Buatlah sesuatu yang orisinil. Jika Anda menulis naskah penelitian untuk sebuah
kelas, pikirkan mengenai pelajar lainnya. Apakah mungkin mereka juga akan
menulis mengenai topik yang sama? Bagaimana Anda bisa menulis naskah yang
unik dan menarik jika semua orang menulis mengenai hal yang sama?

Minta saran. Jika Anda kesulitan mencari topik yang terasa benar, minta saran
dari profesor atau rekan kerja/teman sekelas Anda. Mereka kemungkinan memiliki
ide bagus yang, walaupun tidak ada pilihan yang Anda sukai, mereka bisa
menginspirasi Anda dengan ide lainnya. Bertanya pada profesor Anda mungkin
sedikit menakutkan, tetapi mereka ingin Anda sukses dengan karangan Anda, dan
akan melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk membuat itu terjadi.

5
Jangan takut mengubah topik Anda. Jika Anda sudah memilih suatu topik, mulai
melakukan penelitian, dan menyadari bahwa itu bukan pilihan yang benar karena
suatu alasan tertentu, jangan khawatir! Walaupun akan menghabiskan sedikit waktu,
Anda bisa mengubah topik Anda bahkan sebelum melakukan penelitian lainnya.
Iklan

Metode 2 dari 5: Penelitian

1
Mulai penelitian Anda. Dengan topik yang terpilih, langkah berikutnya adalah
memulai penelitian. Penelitian bisa datang dari berbagai sumber, termasuk halaman
web, artikel jurnal, buku, ensiklopedia, wawancara, dan tulisan blog, banyak lagi.
Gunakan waktu Anda mencari sumber profesional yang menawarkan penelitian dan
wawasan yang tepat untuk topik Anda. Usahakan untuk menggunakan setidaknya 5
sumber untuk memvariasikan informasi Anda; jangan pernah bergantung pada
hanya 1-2 sumber.[1]

1.

2
Cari penelitian empiris. Jika memungkinan, cari penelitian empiris yang sudah
ditinjau. Ini merupakan artikel atau buku yang ditulis oleh pakar bidang yang Anda
teliti, yang karangannya sudah dibaca dan dijamin oleh pakar bidan yang sama. Ini
bisa ditemukan pada jurnal ilmiah atau melalui pencarian online.

2.

3
Kunjungi perpustakaan. Pergilah ke perpustakaan terdekat atau perpustakaan
universitas Anda. Walaupun terasa sangat kuno, perpustakaan dipenuhi dengan
bahan penelitian yang sangat membantu dari buku sampai koran dan majalah
sampai jurnal. Jangan takut untuk meminta bantuan pustakawan juga mereka
sudah terlatih dalam penelitian dan mereka tahu dimana letak semua bahan
mengenai topik Anda.

3.

4
Cari online. Menggunakan mesin pencarian dan memilih 3 hasil teratas bukan
metode terbaik dalam meneliti, gunakan pemikiran yang kritis untuk membaca tiap
sumber secara teliti dan tentukan apakah masuk akal. Situs web, blog, dan forum
online tidak diharuskan untuk selalu mempublikasi fakta yang benar, jadi pastikan
apakah informasi yang Anda temuka dapat dipercaya.
Biasanya, situs web yang diakhiri dengan .edu, .gov, atau .org

mengandung informasi yang aman untuk digunakan. Ini karena situs web ini dimiliki
oleh sebuah sekolah, pemerintah, atau organisasi yang berurusan dengan topik
Anda.
o

Cobalah untuk sering mengubah permintaan pencarian Anda untuk


menemukan beberapa hasil pencarian yang berbeda mengenai topik Anda. Jika
tidak ada yang muncul, mungkin saja pencarian Anda tidak cocok dengan judul
kebanyakan artikel yang berhubungan dengan subyek Anda.

5
Gunakan data akademik. Ada beberapa mesin pencarian khusus dan sumber data
akademik yang tersedia yang mencari melalui ribuan jurnal, majalah, dan buku yang
sudah ditinjau atau dipublikasi secara ilmiah. Walaupun kebanyakan meminta biaya
keanggotaan untuk digunakan, jika Anda merupakan pelajar di sebuah universitas
Anda memiliki akses gratis melalui keanggotaan universitas Anda.
o

Cari sumber data yang hanya mengulas mengenai subyek Anda.


Contohnya, PsycInfo adalah sumber data yang tidak memuat apapun kecuali
karangan yang yang ditulis oleh penulis pada bidang psikologi dan sosiologi. Ini akan

membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih sesuai dibandingkan pencarian


biasa.[2]
Kebanyakan sumber data akademik akan memberikan Anda

kemampuan untuk bertanya mengenai informasi yang sangat spesifik dengan


menghadirkan beberapa kotak pencarian dan juga arsip yang terdiri dari hanya satu
tipe sumber (seperti hanya artikel jurnal atau hanya koran). Manfaatkan kemampuan
ini untuk bertanyaan mengenai informasi yang spesifik dengan menggunakan
permintaan pencarian sebanyak mungkin.
Kunjungi perpustakaan sekolah Anda dan minta daftar data akademik

yang mereka miliki dari pustakawan, dan juga minta kata sandi untuk tiap sumber.

6
Lakukan penelitian secara kreatif. Jika Anda menemukan buku atau jurnal yang
sangat bagus dan cocok dengan topik Anda, cobalah membaca daftar kutipan/daftar
pustaka/rujukan di belakangnya. Ini seharusnya mengandung lebih banyak lagi buku
dan jurnal mengenai topik Anda juga.
Iklan

Metode 3 dari 5: Membuat Garis Besar

1.

1
Berikan catatan-catatan kecil pada penelitian Anda. Setelah Anda selesai
mengumpulan penelitian, cetak (buatlah terlihat seperti sumber online) dan
kumpulkan post-it atau apapun yang Anda butuhkan untuk memberi catatan pada
buku/majalah yang Anda gunakan. Langkah ini sangat penting: baca penelitian
Anda, catat apa yang menurut Anda penting, lalu garis bawahi/highlight fakta dan
frasa penting. Tuliskan pada cetakan Anda, atau gunakan selembar kertas kecil yang
diselipkan di dalam lembaran untuk menandai bagian penting. [3]
o

Berikan catatan dengan teliti agar pembuatan garis besar dan


penulisan naskah Anda lebih mudah nantinya. Tandai apapun yang menurut Anda
sangat penting atau bisa digunakan untuk naskah Anda.

Saat Anda menandai bagian penting pada penelitian, tambahkan


ulasan dan nota pribadi Anda yang menjelaskan dimana Anda membutuhkannya
pada naskah. Menuliskan ide Anda saat Anda memikirkannya akan membuat
penulisan naskah lebih mudah dan memberikan tempat rujukan.

2
Atur nota Anda. Memberi catatan pada penelitian Anda akan menghabiskan sedikit
waktu, tetapi harus dilakukan lebih jauh lagi untuk membantu proses pembuatan
garis besar. Atur nota Anda dengan mengumpulkan semua frasa dan ide yang
digaris bawahi/highlight menjadi kategori berdasarkan topik. Contohnnya, jika Anda
menulis naskah menganalisa tuisan sastra terkenal, Anda bisa mengatur penelitian
Anda menjadi daftar catatan mengenai tiap karakter, daftar rujukan ke beberapa titik
tertentu dalam cerita, daftar simbol yang dipersembahkan oleh penulis, dll.

Cobalah untuk menulis tiap kutipan atau hal yang Anda tandai pada

kartu catatan tersendiri. Dengan begitu, Anda bisa menyusun kembali dan
meletakkan kartu sesuka Anda.
Berikan kode warna pada nota Anda untuk memudahkannya. Tulis

daftar semua nota yang Anda gunakan dari sumber tertentu, dan garis
bawahi/highlight tiap kategori informasi dengan warna yang berbeda. Contohnya,
tulis semua hal dari buku atau jurnal tertentu pada satu lembar kertas untuk
mengkonsolidasikan catatan, lalu semua yang berhubungan dengan karakter
diwarnai hijau, semua yang berhubungan dengan cerita diwarnai jingga, dll.

3
Buatlah lembaran pendahuluan daftar pustaka/rujukan. Saat Anda menelusuri
catatan Anda, tandai penulis, nomor halaman, judul, dan informasi publikasi untuk
tiap sumber. Ini akan sangat berguna saat Anda membuat daftar pustaka atau
lembar kutipan nantinya.

4
Identifikasi tujuan naskah. Secara umum, ada dua tipe naskah penelitian: naskah
penelitian argumentatif dan naskah penelitian analitik. Tiap tipe membutuhkan fokus
dan cara penulisan yang berbeda yang harus diidentifikasi sebelum memulai draf.
o

Naskah penelitian argumentatif memusatkan pada isu perdebatan dan


memperdebatkan mengenai salah satu sudut pandang. Isu ini harus bisa
diperdebatkan dengan argumentasi perlawanan yang masuk akal.

Naskah penelitian analitik memberikan pandangan yang baru pada isu


yang penting. Topik mungkin tidak kontroversial, tetapi Anda harus berusaha untuk
meyakinkan pembaca Anda bahwa ide Anda memiliki kelebihan. Ini bukan hanya
ulasan ide dari penelitian Anda, tetapi Anda juga memberikan ide menarik Anda
berdasarkan apa yang telah Anda pelajari dari penelitian.

5
Pastikan siapa pembaca Anda. Siapa yang akan membaca naskah ini, apakah
bisa dipublikasikan? Walaupun Anda berniat menulis untuk profesor atau atasan
Anda, sangat penting bahwa nada dan pemfokusan naskah Anda mencerminkan
orang yang akan membacanya. Jika Anda menulis untuk rekan akademik, lalu
informasi yang Anda masukkan harus mencerminkan informasi yang sudah Anda
ketahui; Anda tidak perlu menjelaskan pemikiran dasar atau teori. Disisi lain, jika
Anda menulis untuk pembaca yang tidak banyak mengetahui mengenai subyek
Anda, sangat penting untuk menambahkan penjelasan dan contoh mengenai
pemikiran dasar dan teori yang berkaitan dengan penelitian Anda. [4]

6
Kembangkan tesis Anda. Pernyataan tesis merupakan 1-2 kalimat pernyataan di
awal naskah Anda yang menyatakan tujuan utama atau argumentasi naskah Anda.
Walaupun Anda bisa mengubah pernyataan tesis Anda untuk draf akhir nantinya,
menentukan tujuan utama karangan Anda harus dilakukan di awal. Semua paragraf
dan informasi akan bergantung pada tesis Anda, jadi pastikan Anda pasti akan tesis
Anda.[5]
o

Cara yang mudah untuk membuat tesis Anda adalah dengan


membuatnya sebagai pertanyaan yang akan dijawab oleh naskah Anda. Apa
pertanyaan utama atau hipotesis yang akan Anda perbincangkan di dalam naskah
Anda? Contohnya, pertanyaan tesis Anda bisa jadi bagaimana penerimaan budaya
bisa mengubah kesuksesan perawatan untuk penyakit mental? Ini nantinya bisa
menentukan apa tesis Anda apapun jawabannya, itulah pernyataan tesis Anda.

Tesis Anda harus mengekspresikan ide utama naskah Anda tanpa


mendaftarkan semua alasan atau garis besar seluruh naskah Anda. Ini seharusnya

suatu pernyataan sederhana, bukannya sebuah daftar pendukung; itulah kegunaan


dari naskah Anda!

7
Tentukan titik utama Anda. Badan karangan Anda akan mengulas mengenai ide
yang menurut Anda paling penting. Telusuri penelitian dan catatan Anda untuk
menentukan titik mana yang paling penting dalam argumentasi atau presentasi
informasi Anda. mIde mana yang bisa Anda gunakan untuk menulis satu paragraf
penuh? Ide mana yang banyak mengandung fakta dan penelitian yang bisa
menyokong bukti? Tuliskan titik utama pada selembar kertas, lalu atur penelitian
yang bersangkutan dibawah masing-masing.
o

Sangat menggarisbesarkan ide utama Anda, sangat penting untuk


menempatkan dengan urutan tertentu. Letakkan titik terkuat pada awal dan akhir
karangan Anda, dengan titik yang sederhana ditengah atau dekat dengan akhir
karangan Anda.

Satu titik utama tidak harus diulas dalam hanya satu paragraf, terutama
jika Anda menulis naskah penelitian yang relatif panjang. Ide utama bisa disebarkan
pada banyak paragraf, bergantung pada apa yang Anda anggap diperlukan.

8
Buatlah pedoman. Bergantung pada topik naskah Anda, pedoman kelas, atau
pedoman format, Anda harus mengatur naskah Anda dengan cara tertentu.
Contohnya, saat menulis dengan format APA Anda harus mengatur naskah Anda
dengan diawali pengantar, metode, hasil, lalu diskusi. Pedoman ini akan mengubah
cara Anda membuat garis besar dan naskah akhir Anda. [6]

9
Selesaikan garis besar Anda. Dengan petunjuk yang sudah diberikan diatas, atur
semua garis besar Anda. Letakkan titik utama di sebelah kiri, lalu perincian dan

catatan dari penelitian Anda dibawah masing-masing. Garis besar merupakan


ikhtisar dari seluruh naskah Anda dalam beberapa titik. Pastikan untuk memasukkan
kutipan dalam teks pada akhir tiap titik, jadi Anda tidak harus selalu merujuk kembali
pada penelitian Anda pada saat menulis naskah akhir.
Iklan

Metode 4 dari 5: Menulis Naskah Anda


1.

1
Tulis badan paragraph Anda. Walaupun ini mungkin terlihat mudah, menulis
introduksi Anda terlebih dahulu mungkin lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan
memula dengan bahan utama naskah Anda. Memulai dengan menuliskan titik utama
(berfokus pada tesis pendukung Anda) membantu Anda sedikit mengubah dan
memanipulasi ide dan komentar Anda.
o

Dukung tiap pernyataan yang Anda buat dengan bukti. Karena ini
merupakan naskah penelitian, seharusnya tidak ada komentar yang Anda buat yang
tidak bisa didukung fakta dari penelitian Anda.

Berikan penjelasan yang mencukupi untuk penelitian Anda. Lawan dari


memberikan pendapat tanpa fakta, adalah menyatakan fakta tanpa komentar.

Walaupun Anda ingin memberikan banyak bukti, pastikan naskah Anda unik dan
milik Anda dengan menambahkan komentar kapanpun memungkinan.
Hindari menggunakan terlalu banyak kutipan orang lain. Walaupun

naskah Anda didasari penelitian, tujuannya adalah Anda harus memerikan ide Anda
sendiri. Kecuali kutipan yang Anda gunakan sangat dibutuhkan, cobalah untuk
mengubah dan menganalisanya dengan kata-kata Anda sendiri.
Gunakan bagian yang jelas menjadi titik yang bersangkutan pada

naskah Anda. Karangan Anda akan mengalir dengan lebih halus, tidak berhenti dan
memulai lagi dengan topik yang berbeda. Pastikan tiap badan paragraf Anda
berhubungan dengan paragraf berikutnya.

2
Tulis kesimpulan. Setelah Anda menuliskan bukti Anda, tulis kesimpulan yang
memeringkas singkat penemuan Anda untuk pembaca dan memberikan penutup.

Mulailah dengan mengulang pernyataan tesis, lalu mengingatkan pembaca akan


titik-titik yang Anda ulas di dalam naskah. Tinggalkan topik dengan perlahan, lalu
tutup dengan menekankan implikasi yang lebih besar dari penemuan Anda.
o

Tujuan dari kesimpulan, dengan cara yang singkat, adalah untuk


menjawab pertanyaan, Terus kenapa? Pastikan pembaca merasa seperti dia
merasakan manfaat darinya.

Lebih baik untuk menulis kesimpulan sebelum pengantar karena


beberapa alasan. Pertama, kesimpulan lebih mudah ditulis saat bukti masih teringat
jelas di pikiran Anda. Selain itu, disarankan Anda menggunakan kata-kata sendiri
pada kesimpulan lalu menggunakan ide tersebut pada pengantar, tidak sebaliknnya;
ini akan memberikan kesan yang lebih besar pada pembaca.

3
Tulis pengantar. Pengantar merupakan kesimpulan yang ditulis sebaliknya: mulailah
dengan mengenalkan topik yang lebih besar, lalu orientasikan pembaca pada area
fokus Anda, lalu terakhit, berikan pernyataan tesis. Hindari mengulang kalimat yang
persis sama seperti yang sudah Anda gunakan dalam kesimpulan.

4
Dokumentasikan naskah Anda. Semua karangan penelitian harus
didokumentasikan dengan cara tertentu agar menghindari penjiplakan. Bergantung
pada topik penelitian dan bidang studi Anda, Anda harus menggunakan gaya format
yang berbeda. MLA, APA, dan Chicago merupakan 3 format kutipan yang sering
digunakan dan menentukan cara kutipan dalam teks atau catatan seharusnya
digunakan, juga urutan informasi dalam naskah Anda.

Format MLA biasanya digunakan untuk naskah penelitian sastra dan

menggunakan halaman kutipan karangan di akhir. Format ini membutuhkan kutipan


dalam teks.
Format APA digunakan oleh peneliti dalam bidang ilmu sosial, dan juga

membutuhkan kutipan dalam teks. Ia mengakhiri naskah dengan halaman rujukan,


dan juga mungkin memiliki bagian header di antara badan paragraf.
Format chicago biasa digunakan untuk naskah penelitian sejarah dan

menggunakan catatan di bawah tiap halaman dan tidak menggunakan kutipan dalam
teks dan kutipan karangan atau halaman rujukan. [7]

5
Sunting draf Anda. Walaupun memang sangat mudah membaca kembali karangan
Anda dan menggunakan alat spell-check, menyunting naskah Anda lebih baik. Miliki
setidaknya satu, atau lebih baik dua atau lebih, orang untuk membaca naskah Anda.
Minta mereka memeriksa tata bahasa serta pengejaan dan juga motif dan aliran
naskah Anda.

Jika Anda menyuntingnya sendiri, tunggu setidaknya 3 hari sebelum

melakukannya. Beberapa studi menunjukkan bahwa penulisan Anda masih jelas


teringat di dalam otak Anda selama 2-3 hari setelah selesai, dan Anda lebih
berkemungkinan melewati beberapa kesalahan kecil yang biasanya Anda
perhatikan.
Jangan mengabaikan suntingan orang lain hanya karena

membutuhkan kerja yang lebih banyak lagi. Jika mereka menyarankan Anda untuk
menulis kembali satu bagian naskah Anda, kemungkinan besar ada alasan yang
masuk akal untuk permintaan tersebut. Gunakan waktu Anda untuk menyunting
naskah Anda dengan teliti.[8]

6
Buat draf akhir. Setelah Anda menyunting dan menyunting kembali naskah Anda,
memformat karangan Anda berhubungan dengan subyek, dan menyelesaikan
semua titik utama, Anda siap untuk membuat draf akhir. Telusuri naskah Anda dan
perbaiki semua kesalahan, mengatur kembali beberapa informasi jika diperlukan.
Sesuaikan font, spasi, dan margin agar sesuai dengan persyaratan yang diberikan
oleh profesor atau pekerjaan Anda. Jika perlu, buat halaman pengantar dan halaman

kutipan atau rujukan untuk melengkapi naskah Anda. Setelah menyelesaikan semua
hal ini, naskah Anda selesai! Pastikan untuk menyimpan naskah (di beberapa
tempat, agar lebih aman) dan mencetak draf akhir Anda.
Iklan

Metode 5 dari 5: Sample Research Papers

Tips
Cari tema, pertanyaan, dan isu penting saat melakukan penelitian. Lebih baik

untuk berfokus pada apa yang ingin Anda telusuri dibandingkan dengan memiliki
terlalu banyak ide luas dalam satu naskah.

Jangan tunggu sampat saat terakhir untuk melakukan sesuatu.

Pastikan untuk menyelesaikan tugas Anda tepat waktu..


Iklan

Sumber
Tampilkan Sumber (8)

Info Artikel
Bahasa lain:
English: Write a Research Paper, Italiano: Scrivere una Tesina di
Ricerca, Espaol: escribir un trabajo de investigacin, Portugus: Escrever uma
Pesquisa, Deutsch: Eine wissenschaftliche Arbeit schreiben, :
, Franais: crire un rapport de recherche, :
, etina: Jak napsat vzkumnou prci, Nederlands: Zo schrijf je een

onderzoeksverslag, : , :,
:

(Research Paper)

Diskusikan

Cetak

Email

Sunting

Kirim surat penggemar pada


penulis

Anda mungkin juga menyukai