Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

Pengukuran Tekanan Dan Pengukuran Aliran


Di Tujukan Untuk Memenuhi Tugas
Matakuliah Instrumentasi Industri
Tugas 1

Kelompok

Dosen:
Elsanda Merita I., M.Pd.
Oleh :
Mogan Rafli Hermawan
(14.2.03.05.0001)
Rohwan adi Widodo (14.2.03.05.0013)
Egy Van Ersan
(14.2.03.05.0014)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat
rahmatnya kepada kami dapat menyelesaikan tugas makalah.
Adapun isi dari Makalah ini adalah kumpulan materi dari berbagai sumber.
Kami juga tidak lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen serta staf
pengajar Mata kuliah Instrumentasi Industri yang selalu membimbing dan mengajari kami
dalam menyusun tugas makalah ini Serta semua pihak yang membantu kelomopok kami
dalam hal penyusunan tugas makalah ini.
Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik serta saran yang
membangun masih kami harapkan untuk penyempurnaan Makalah ini.
Sebagai manusia biasa kami merasa memiliki banyak kesalahan, kami mohon maaf sebesar
besarnya untuk kelancaran penyelesaian laporan ini.
Atas perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini kami ucapkan terimakasih.
Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kediri,
Penyusun

Kelompok 1

BAB I
Pendahuluan
1.1

Latar belakang
Pengukuran Tekanan dan Aliran merupakan salah jenis pengukuran yg di
gunakan dalam Instrumentasi Industri. Pengukuran Tekanan dan Aliran diperlukan
untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan yang mengalir masuk dan keluar proses.
Dengan kata lain, Pengukuran Tekanan dan Aliran berapa banyak bahan yang
digunakan atau didistribusikan ke dalam proses.
Saat ini, efisiensi dan biaya dari suatu proses dibantu dengan berbagai variabel
pengendali yang salah satunya adalah variabel laju alir. Biaya merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi pemilihan instrumentasi yang tepat dalam suatu penerapan
misalnya di industri.
Ketepatan dan ketelitian yang baik pada proses akan berpengaruh pada
efisiensi operasi. Semakin tinggi efisiensi maka laba yang didapatkan akan semakin
besar. Pengukuran laju alir yang tidak akurat akan menyebabkan kesalahan yang fatal
dalam proses di industri.
Maka dari itu Pengukuran Tekanan Dan Aliran Sangat diperlukan karena
Berperan Penting dalam Proses Instrumentasi industri.

1.2

Tujuan
a.
b.
c.
d.

1.3

Mengetahui Pengertian Pengukuran Tekanan dan Aliran.


Mengetahui Jenis Jenis Pengukuran Tekanan dan Aliran.
Mengetahui Alat Ukur Tekanan dan Aliran.
Mengetahui Aplikasi Pengukuran Tekanan dan Aliran.

Rumusan masalah
a. Pengertian Pengukuran Tekanan dan Aliran.
b. Apa saja Jenis Jenis Pengukuran Tekanan dan Aliran.
c. Apa saja Alat Ukur Tekanan dan Aliran.
d. Bagaiman Aplikasi Pengukuran Tekanan dan Aliran.

BAB II
Pengukuran Tekanan dan Aliran

2.1

Definisi
2.1.1
Tekanan

Pengukuran tekanan (pressure) adalah pengukuran gaya yang bekerja


persatuan luas, maka pengukuran tekanan didefinisikan sebagai pengukuran
besarnya gaya untuk tiap satuan luas. dengan demikian satuan tekanan
identik dengan satuan tegangan (stress). Dalam konsep ini tekanan
didefinisikan sebagai gaya yang diberikan oleh fluida pada tempat yang
mewadahinya.

2.1.2

Aliran
Pengukuran aliran adalah pengukuran kapasitas aliran atau laju aliran
massa atau laju aliran volume aliran. Ditinjau dari jenis saluran, aliran fluida
dibagi menjadi dua, yaitu aliran saluran tertutup dan aliran saluran terbuka.
Dan instrumen pengukuran aliran pun secara umum diklasifikasikan
menjadi dua bagian, yaitu pengukuran aliran terbuka dan pengukuran aliran
tertutup.

2.2

Jenis-jenis Pengukuran
2.2.1
Tekanan
a. Pengukuran Tekanan

mutlak (absolute pressure) adalah Pengukuran

nilai mutlak tekanan yang bekerja pada wadah tersebut atau Gaya yang
bekerja pada satuan luas, tekanan ini dinyatakan dan diukur terhadap
tekanan nol atau suatu tekanan yang ada diatas nol absolute atau jumlah
dari tekanan atmosfir dengan tekanan relatif. Apabila tekanan relatif
adalah negatif, maka tekanan absolut adalah tekanan atmosfir dikurangi
tekanan relatif.

b. Pengukuran Tekanan relatif atau tekanan terukur adalah Pengukuran


tekanan yang diukur berdasarkan tekanan atmosfer (di atas atau bawah
tekanan atmosfir). Jadi tekanan relatif adalah selisih antara tekanan
absolute dengan tekanan atmosfer (1 atmosfer = 760 mmHg = 14.7
psia). Tekanan ini bisa lebih besar atau lebih kecil dari tekanan atmosfir.
Tekanan relatif dari zat cair yang berhubungan dengan udara luar
(atmosfir) bertekanan nol sehingga tekanan relatif adalah positif bila

lebih besar dari tekanan atmosfir dan negatif apabila lebih kecil.
Tekanan relatif biasa disebut relative pressure/gage pressure.
c. Pengukuran Vacum pressure (tekanan hampa) adalah Pengukuran
tekanan yang lebih rendah dari tekanan atmosfer.
d. Pengukuran Differential pressure (tekanan

differential)

adalah

Pengukuran tekanan yang diukur terhadap tekanan yang lain.

2.2.2

Aliran
a. Pengukuran Kuantitas
Alat -alat uk ur ini mem berik an pet unj uk yang sebanding de
ngan k uant it as t ot al yang --t elah m eng alir dalam , wakt u t
ert en t u. F lu i d a m e ng a l ir m e le wa t i e l em e n pr im e r s
ec ara b er turutan dalam kuantitas yang kurang lebih terisolasi
dengan secara.bergantian mengisi dan mengosongkan bejana
pengukur yang diketahui kapasitasnya. Berapa kali bejana
pengukur diisi d a n d i k o s o ng k a n d i t u n j u k k a n o l e h e l
e m e n s e k u n d er ya n g terdiri dari penghitung dengan
jarum yang dikalibrasikan dengan tepat.

b. Pengukuran Laju Aliran


Laju aliran Q merupakan fungsi luas pipa. A dan
kecepatan V, dari cairan yang mengalir lewat pipa,
yakni,
Q=AV
Tetapi dalam praktek, kecepatannya tidak merata, lebih besar di pusat.
Jadi kecepatan terukur rata -rata dari cairan atau gas dapat
berbeda dari kecepatan rata-rata sebenarnya.

c. Pengukuran deferensial tekanan


Jenis pengukuran aliran yang paling digunakan adalah yang
tergantung pada pengukuran tekanan diferensial. Pada prinsip nya,
beda luas penampang melintang dari aliran dikurangi yang
mengakibatkan naiknya kecepatan, sehingga menaikkan pu la
energy gerakan atau. energi kinetis. Karena energi tidak bisa di
ciptakan atau dihilangkan, kenaikan energi kinetis ini diperoleh dari
energi tekanan, sehingga tekanan fluida berkurang. Bagian
berkurangnya tekanan, yang diketahui atau beda tekanan di ukur,
sehingga memungkinkan dihitungnya kecepatan.

2.3
2.3.1

Alat Ukur Tekanan dan Aliran


Alat ukur tekanan ada dua macam yaitu :
a. Alat ukur tekanan udara tertutup
1.
Manometer kolom cairan (U tube)
2.
Bourdon Tube
3.
Diaphragm Pressure Gage
4.
McLeod Gages
b. Alat ukur tekanan udara luar
1. Barometer
Manometer
Manometer adalah suatu alat pengukur tekanan yang menggunakan
kolom cairan untuk mengukur perbedaan tekanan antara suatu titik tertentu
dengan tekanan atmosfer (tekananterukur) , atau perbedaan tekanan antara dua
titik.

Ada tiga jenis manometer yang paling sederhana adalah piezometer,


kemudian manometer pipa U, dan yang lebih rumit adalah manometer
deferensial.
A. Piezometer adalah tabung vertical yang dipasang pada tempat yang mau
diukur, piezometer merupakan manometer paling sederhana. Piezometer
tidak bisa digunakan untuk mengukur tekanan dibawah tekanan atmosfer.

Gambar manometer Piezometer


Persamaan manometer piezometer
0 + h = Pa
Pa = h

Pa = tekanan ( Pa )
h = ketinggian ( m )
N
= Berat Jenis ( m3

B. Manometer pipa U adalah adalah tabung vertical yang dipasang pada


tempat yang mau diukur,

manometer pipa U bisa digunakan untuk

mengukur tekanan dibawah tekanan atmosfer.

Gambar manometer pipa U

Persamaan manometer pipa U


Pa = h ( Persamaan untuk gambar a )
Pa = - h ( Persamaan untuk gambar a )
Pa = tekanan ( Pa )
h = ketinggian ( m )
N
= Berat Jenis ( m3 )
C. Manometer deferensial adalah menentuka perbedaan tekanan antara dua
titik X dan Y bila tekanan yang sebenarnya dititik yang manapun dalam
system tidak ditentukan, digunakan untuk mengukur beda tekanan

Gambar. manometer deferensial

Persamaan manometer pipa U


Px + hx x + a a hy y = Py
Py Px = hy y - hx x - a a
P = tekanan ( Pa )
h = ketinggian ( m )
N
= Berat Jenis ( m3 )

Bourdon Tube
Bourdon Tube adalah alat ukur tekanan nonliquid. Alat ukur ini secara
luas digunakan didalam industri proses untuk mengukur tekanan statis pada
beberapa aplikasi. Bentuk dari bourdon tube terdiri dari element (C-type,
helical dan spiral) dan dihubungkan secara mekanikal dengan jarum indicator.

Gambar . Bourdon Tube

Diaphragm Pressure Gage


Diaphragm pressure gage adalah alat ukur tekanan untuk mengukur
perbedaan suatu tekanan yang tidak diketahui dengan suatu tekanan acuan.
Diafragma pada dasarnya adalah lembaran datar dan tipis yang terbuat
dari logam.
Diafragma datar (flat diaphragm) mendefleksi sesuai dengan hukum
hukum pada umumnya yang dapat diaplikasikan ke lembaran datar untuk
kondisi kondisi muatan simetris. Bentuk dasar dari diafragma datar adalah
sebuah jaringan datar yang dijepit pada bagian pinggirnya.
Diafragma

bergelombang

(corrugated

diaphragm)

terdiri

dari

gelombang gelombang atau lekuk lekuk bundar. Bentuk ini bertujuan untuk

meningkatkan kekerasan serta daerah efektif daripada diafragma, dengan


demikian memberikan defleksi yang lebih besar daripada diafragma datar.
Bentuk yang bergelombang menyebabkan sensitivitas yang lebih besar
daripada diafragma datar.
Selain kedua macam diafragma diatas ada juga diafragma tunggal
(Single diapraghm), terdapat juga diafragma ganda (double diapraghm) yang
biasa disebut kapsul. Sensitivitas kapsul lebih besar dibandingkan dengan
diafragma tunggal. Bahan bahan yang biasa dipakai untuk untuk diafragma
adalah alloy metal elastis

Gambar . Pressure Gauge With Horisontal diaphragm

McLeod Gages
McLeod gage adalah alat ukur tekanan rendah (vakum) dimana tekanan
dibawah

10

torr ( 10

mmHg, 1.3310-2 Pa, 1.93 10

psi) yang

bekerja berdasarkan tinggi kolom cairan. Disini dipakai metoda kompresi gas.
Alat ukur ini sering digunakan sebagai kalibrator alat ukur tekanan vakum
lainnya.
Prinsip Kerja McLeod Gages.
Skema McLeod gage dapat dilihat pada gambar 3.68. Alat ini
mempunyai dua kaki, dimana pada kaki yang satu terdapat suatu volume yang
ukurannya jauh lebih besar dari pada volume pipa.Ujung pipa pada kaki

tersebut di atas tertutup.Alat ini mempunyai torak (piston), yang digunakan


untuk mengatur tinggi cairan dalam pipa.Sebelum pengukuran dilakukan torak
ditarik sehingga tinggi cairan berada di bawah lubang yang menghubungkan
kedua pipa (gambar 3.68.a). Kemudian tekanan vakum yang akan diukur
dihubungkan pada pipa lainnya, sehingga tekanan vakum yang diukur mengisi
semua pipa. Setelah pengisian terjadi, torak ditekan sehingga cairan memasuki
semua pipa. Tekanan vakum yang berada pada kaki pertama akan terperangkap
pada pipa yang tertutup (gambar 3.68.b). Torak terus ditekan sehingga tinggi
cairan pada pipa kedua mencapai skala 0, yaitu sama dengan tinggi pipa
tertutup. Tinggi cairan pada kaki pertama akan lebih rendah dari kaki
kedua,karena tekanan vakum di kaki tersebut akan terkompresi menjadi lebih
tinggi dari tekanan vakum yang diukur.

Gambar. Prinsip Kerja McLeod Gages


Hukum boyle, yang diusulkan oleh Robert Boyle pada tahun 1662,
menyatakan bahwa pada sistem isothermal yang tertutup (temperatur
yangtetap), maka produk dari pressure (P) dan volume (V) adalah tetap.
P. V = konstan
Atau setara dengan :
P1.V1 = P2.V2
Umpamakan bahwa tekanan awal dan volume di dalam McLeod Gage diberi
oleh,
P1 = Pi
V1 = V + Ah0

dimana V adalah volume reservoir dan A adalah luas penampang dari tabung
yang disegel (tertutup). Misalkan volume dan tekanan yang akhir pemampatan
diberi oleh persamaan,
P2 = Pgage
V2 = Ah
Menurut Hukum Boyle, maka :
Pi . (V + A.h0) = Pgage . A. h
Untuk bentuk manometer, Pgage = P - Pref = .g.h Pi, maka tekanan
yang tidak diketahui Pi dapat turunkan menjadi suatu fungsi dari perbedaan
tingginya h.
Pi

h2
V + A (h0 h)

Selanjutnya, volume dari reservoir pada umumnya lebih besar dari


tabung,
V A(h0-h)
Sehingga persamaan dapat disederhanakan menjadi :
Pi

h
V

Barometer
Barometer alat pengukur tekanan khusus dipakai untuk mengukur
tekanan atmosfir. Suatu tabung gelas berisi cairan dan dicelupkan kedalam bak
yang berisi cairan yang sama. Ujung atas tabung divakumkan dan kemudian
ditutup. Cairan yang biasa dipakai adalah air raksa. Air raksa didalam tabung
akan turun, tetapi tidak terus sampai habis karena adanya tekanan atmosfir
yang mengimbangi tekanan air raksa dalam tabung seperti terlihat pada gambar
2.23. Dengan mengukur tinggi air raksa h didalam tabung, tekanan atmosfir
dapat ditentukan :

Pa h (cm Hg)

Gambar. Barometer Air raksa

2.3.2

Jenis Flowmeter Yang Sering Digunakan :


Venturi meter

Venturi Meter ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang
berfungsi untuk mendapatkan beda tekanan. Sedangkan alat untuk menunjukan
besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah manometer pipa
U. Venturi Meter memiliki kerugian karena harganya mahal, memerlukan
ruangan yang besar dan rasio diameter throatnya dengan diameter pipa tidak
dapat diubah.

Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu,


kecepatan aliran yang dapat diukur adalah tetap sehingga jika kecepatan aliran
berubah maka diameter throatnya dapat diperbesar untuk memberikan
pembacaan yang akurat atau diperkecil untuk mengakomodasi kecepatan aliran
maksimum yang baru.
Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi 4 bagian utama yaitu:
Bagian Inlet : Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama
seperti diameter pipa atau cerobong aliran. Lubang tekanan awal ditempatkan
pada bagian ini.
Inlet Cone: Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi untuk
menaikkan tekanan fluida.
Throat (leher): Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini
berbentuk bulat datar. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi atau
menambah kecepatan dari aliran yang keluar dari inlet cone.
Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan
ke bagian outlet cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik pengambilan
tekanan awal. Pada bagian inlet cone fluida akan mengalami penurunan
tekanan yang disebabkan oleh bagian inlet cone yang berbentuk kerucut atau
semakin mengecil kebagian throat. Kemudian fluida masuk kebagian throat
inilah tempat-tempat pengambilan tekanan akhir dimana throat ini berbentuk
bulat datar. Lalu fluida akan melewati bagian akhir dari venturi meter yaitu
outlet cone. Outlet cone ini berbentuk kerucut dimana bagian kecil berada pada
throat, dan pada Outlet cone ini tekanan kembali normal.
Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar tanpa gesekan, maka
tekanan fluida yang meninggalkan meter tentulah sama persis dengan fluida
yang memasuki meteran dan keberadaan meteran dalam jalur tersebut tidak
akan menyebabkan kehilangan tekanan yang bersifat permanen dalam tekanan.
Penurunan tekanan pada inlet cone akan dipulihkan dengan sempurna pada
outlet cone. Gesekan tidak dapat ditiadakan dan juga kehilangan tekanan yang
permanen dalam sebuah meteran yang dirancangan dengan tepat. Titik pusat
lubang penghalang tidak satu garis pusat dengan pusat penampang pipa.

Pemasangan lubang yang tidak konsentris ini dimaksud untuk mengurangi masalah
jika fluida yang diukur membawa berbagai benda padat (solid).
Flow Nozzle

Flow Nozzle sama halnya dengan plat orifice yaitu terpasang diantara
dua flensa. Flow Nozzle biasa digunakan untuk aliran fluida yang kecil.
Karena flow nozzle mempunyai lubang lebih besar dan kehilangan tekanan
lebih kecil daripada plat orifice sehinga flow nozzle dipakai untuk fluida
kecepatan tinggi pada temperatur tinggi dan untuk penyediaan air ketel. Flow
nozzle ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang berfungsi untuk
mendapatkan beda tekanannya. Sedangkan alat untuk menunjukkan besaran
aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah berupa manometer. Pada
flow nozzle kecepatan bertambah dan tekanan semakin berkurang seperti
dalam venturi meter. Dan aliran fluida akan keluar secara bebas setelah
melewati lubang flow nozzle sama seperti pada plat orifice. Flow nozzle terdiri
dari dua bagian utama yang melengkung pada silinder.
Pitot tubes

Nama pitot tubes datang dari konsensip Henry de Pitot pada tahun
1732. Pitot tubes mengukur besaran aliran fluida dengan jalan menghasilkan
beda tekanan yang diberikan oleh kecepatan fluida itu sendiri dapat dilihat
pada Gambar diatas, pitot tubes membutuhkan dua lubang pengukuran tekanan
untuk menghasilkan suatu beda tekanan. Pada pitot tubes ini biasanya fluida
yang digunakan adalah jenis cairan dan gas. Pitot tubes terbuat dari stainless
steel dan kuningan.
Flat orifice

Orifice adalah plat berlubang yang disisipkan pada laluan aliran fluida
yang diukur, juga merupakan alat primer yang berfungsi untuk mendapatkan
beda tekanan antara aliran pada up stream dan down stream dari orifice itu
sendiri. Orifice merupakan salah satu alat ukur yang digunakan di lapangan
geothermal dan umumnya orifice diletakkan sebelum separator

2.4

Aplikasi Pengukuran Tekanan dan Aliran.


1. Sensor Tekanan
Jelas sekali bahwa alat ini digunakan untuk mengukur besar tekanan gas atau
cairan pada suatu ruang tertentu. Alat ini banyak digunakan pada peralatan
penerbangan, instrumentasi cuaca, sistem hidrolik dan pneumatic, boiler, dan lain
sebagainya.

Pada industri besar, alat ukur tekanan dihubungkan dengan sebuah transmitter
yang akan mengirimkan nilai tekanan berupa sinyal ke sistem kontrol yang ada.
Pressure transmitter ini berfungsi untuk mengubah sinyal mekanis berupa besar
tekanan menjadi sinyal listrik berupa Ampere, sistem ini lazim disebut P/I (baca:
P to I).

Penampakan Pressure Transmitter

2. Sensor Altitude
Sensor altitude adalah alat untuk menentukan ketinggian di atas permukaan air
laut. Alat ini sangat penting digunakan sebagai sistem navigasi di pesawat
terbang, mobil, dan terkadang di sebuah gedung bertingkat sebagai petunjuk untuk
para pejalan kaki.
Sensor ketinggian ini sebenarnya menggunakan prinsip Gauge Pressure Sensor
(baca ini), yang menggunakan tekanan udara permukaan air laut (1 atm) sebagai
titik referensi untuk menentukan ketinggian suatu lokasi. Serta menggunakan
hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian di suatu tempat.

Altitude Sensor
3. Sensor Aliran (Flow Sensing)
Untuk mengukur aliran fluida di dalam sebuah pipa, dapat menggunakan
pengembangan dari Pressure Sensor yang digabungkan dengan prinsip venturi
effect. Venturi Effect adalah sebuah fenomena yang terjadi pada aliran fluida yang
mengalir pada pipa berbentuk venturi, yang mana tekanan fluida pada sisi kecil
dan besar venturi ada perbedaan. Perbedaan tekanan (Differential Pressure) yang
terjadi akan berubah-ubah sesuai dengan besar aliran fluida yang ada.

Venturi Effect
Beda tekanan yang ada ditransmisikan oleh sejenis Differential Pressure
Transmitter yang selanjutnya nilainya dikonversikan menggunakan rumusan
venturi effect menjadi besar aliran fluida yang terjadi.
4. Alat Ukur Kedalaman (Depth Sensor)
Alat ukur tekanan juga dapat digunakan untuk mengukur kedalam air laut dimana
alat tersebut berada. Misal pada penyelam, kapal selam, alat-alat selam, mereka
menggunakan alat ini. Prinsip alat ini menggunakan prinsip rumusan berikut:

Dimana P adalah tekanan, adalah massa jenis fluida, g adalah percepatan


gravitasi, h adalah ketinggian kolom fluida yang berada tepat di atas alat sensor.

BAB III
Kesimpulan
Pengukuran Tekanan dan Aliran merupakan variabel penting di dalam proses industri.
Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan yang mengalir
masuk dan keluar proses.
Ketepatan dan ketelitian yang baik pada proses akan berpengaruh pada efisiensi
operasi. Semakin tinggi efisiensi maka laba yang didapatkan akan semakin besar. Pengukuran
laju alir yang tidak akurat akan menyebabkan kesalahan yang fatal dalam proses di industri.
Pengukuran Tekanan dan Aliran ditentukan dengan mengukur kecepatan dan tekanan
cairan atau perubahan energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat cairan
melintasi pipa mempengaruhi kecepatan suatu aliran. Karena luas penampang pipa sudah
diketahui, kecepatan rata-rata merupakan indikasi dari laju alirnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Aliran selain tekanan adalah viskositas, densitas,
dan gaya gesek cairan terhadap dinding dalam pipa.

Pengukuran aliran adalah pengukuran kapasitas aliran atau laju aliran massa atau laju aliran
volume aliran. Instrumen pengukuran aliran secara umum diklasifikasikan menjadi dua
bagian, yaitu pengukuran aliran terbuka dan pengukuran aliran tertutup.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google-docs.com
http://www.mekflu4.com
http://artikel-teknologi.com/aplikasi-alat-ukur-tekanan/
http://sjitok.blogspot.co.id/2014/12/makalah-alat-pengukuran-laju-aliran.html
mafia.mafiaol.com Tekanan