Anda di halaman 1dari 7

Modul

Geometri Analitik Ruang


Pada perkuliahan Geometri Analitik Ruang, diawali dengan
diskusi tentang sistek koordinat tegak lurus pada ruang.
Untuk pembicaraan saat ini, terdapat beberapa kajian yaitu
sistem koordinat tegak lurus yang membagi ruang menjadi 8
bagian (Oktan), jarak antara dua titik pada ruang, serta
koordinat titik yang membagi garis dengan perbandingan
tertentu.

Jero Budi Darmayasa


9/23/2012

A. PENDAHULUAN
Tujuan
:
Perkuliahan

Petunjuk Belajar

Setelah mendiskusikan topik ini, mahasiswa diharapkan mampu:


1. Menentukan koordinat suatu titik pada ruang
2. Menghitung jarak antara dua titik pada ruang
3. Menuliskan koordinat titik yang membagi ruas garis menjadi
dua bagian dengan perbandingan tertentu
1. Pelajari ringkasan materi
2. Pahami penyelesaian latihan soal langkah demi langkah
3. Kerjakan tes formatif tanpa melihat kembali ringkasan materi
4. Lihat kunci jawaban dan ukur tingkat penguasaan materi anda

B. KEGIATAN BELAJAR (KB)


1.1 Sistem Koordinat Tegak Lurus
Sebagaimana layaknya titik pada bidang, letak suatu titik pada ruang juga dapat
dinyatakan dalam urutan bilangan-bilangan tertentu yang lebih dikenal dengan istilah
sistem koordinat.
Suatu system koordinat tegak lurus di dalam ruang ditentukan dengan memilih suatu
satuan panjang serta tiga buah garis lurus yang masing-masing saling tegak lurus dan
berpotongan di suatu titik, dan ditentukan pula oleh himpunan semua tripel-tripel terurut
dari bilangan-bilang nyata.
Dengan melukis sebarang dua garis XOX dan YOY yang saling tegak lurus, maka akan
tertentu sebuah bidang XOY. Melalui titik O kemudian dilukis sebuah garis ZOZ yang
tegak lurus bidang XOY sedemikian sehingga ketiga garis tersebut masing-masing saling
tegak lurus. Ketiga garis XOX, YOY, dan ZOZ disebut sebagai sumbu-sumbu
koordinat tegak lurus. Selanjutnya disingkat sebagai sumbu X, Y, dan Z.
Ketiga sumbu diambil sepasang-sepasang , menentukan tiga buah bidang XOY, XOZ, dan
ZOX atau secara singkat ditulis bidang XY, XZ, dan YZ. Masing-masing disebut bidangbidang koordinat tegak lurus.

Z
R

Y
O
C

Jika diambil salah satu titik sudut dari balok di atas, misalkan titik P. Titik P merupakan
sebarang titik pada ruang. Melalui P dapat dilukis tiga buah bidang yang masing-masing
sejajar dengan bidang koordinat dan tentu akan tegak lurus dengan sumbu-sumbu
koordinat. Misalkan memotong sumbu-X di A, sehingga OA = x, memotong sumbu-Y di
C sehingga OC=y, dan memotong sumbu-Z di R, sehingga OR = z. Ketiga bilangan x, y,
dan z dengan urutan (x,y,z) disebut koordinat dari titip P dan dapat dituliskan P(x,y,z)
dengan x disebut absis, y disebut ordinat, dan z disebut aplikat.
Oleh karena itu, setiap titik pada ruang dapat diwakili oleh satu dan hanya satu bilanganbilangan nyata (x,y,z), begitu juga sebaliknya setiap tripel terut bilangan-bilangan nyata
(x,y,z) memiliki satu dan hanya satu titik di dalam ruang. Masing-masing satuan x, y, dan
z dapat bernilai positif atau negative tergantung arah pengukurannya.
Diterapkannya sistem tegak lurus mengakibatkan ruang akan terbagi menjadi 8 bagian
(Oktan) dan diberi nomor menurut aturan:
Oktan I

berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, dan z > 0

Oktan II

berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0, dan z > 0

Oktan III berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0, dan z > 0


Oktan IV berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0, dan z > 0
Oktan V

berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, dan z < 0

Oktan VI berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0, dan < 0


Oktan VII berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0, dan z < 0
Oktan VIII berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0, dan z < 0

1.2 Jarak Antara Dua Titik di Ruang


Jika diketahui sebarang dua titik pada ruang, misalkan titik K(x1, y1, z1) dan titik Q(x2,
y2, z2) maka jarak antara kedua titik dapat ditentukan.

Perhatikan gambar balok pada ruang berikut:


R

LM = |x2-x1|

O
O

Perhatikan bahwa:

KL = |y2-y1|
N

MQ = |z2-z1|

Sehingga, menurut aturan Phytagoras akan diperoleh:


KM2 = LM2 + KL2
= |x2-x1|2 + |y2-y1|2
KQ2 = KM2 + MQ2
= |x2-x1|2 + |y2-y1|2 + |z2-z1|2
Dengan demikian, diperoleh:
KQ =

x2 x1 2 y2 y1 2 z2 z1 2

Jika titik K merupakan titik asal O (0, 0, 0), maka jarak antara titik K dan Q ditentukan
oleh rumus:
KQ =

x2 y 2 z 2
2

Contoh:
1. Tentukan jarak antara dua titik P(7, 3, 0) dan Q(5, 1, -1)
Penyelesaian;
Jarak antara titik P dan Q, yaitu:
PQ (5 7) 2 1 3 1 0
2

4 4 1
3

1.3

Koordinat Titik yang Membagi Ruas Garis atas Perbandingan m : n


Misalkan sebarang dua titik P(x1, y1, z1) dan Q(x2, y2, z2). Jika terdapat titik R(x, y, z)
membagi ruas garis PQ atas dua bagian dengan PR : RQ = m : n, maka koordinat dari titik
R dapat ditentukan sebagai berikut:

Gambarlah PL, QM, dan RN tegak


Q
H
P m

lurus bidang XOY. LNM adalah

perpotongan bidang XOY dengan


bidang PRQMNL. Tarik HRK//LNM.
HPR sebangun dengan KQR.
Y

z z1 mz2 nz1
m PR HP NR LP

n QR KQ MQ NR
z2 z1
mn
Dengan cara yang analog, maka akan diperoleh:

mx2 nx1
mn

my2 ny1
mn

Jadi, koordinat titik R, yaitu:


mx nx1 my2 ny1 mz2 nz1

R 2
,
,
mn
m n
mn

Dengan demikian, koordinat titik tengah (m : n = 1 : 1), yaitu:

x x y y1 z2 z1
R 2 1 , 2
,

2
2
2
Secara umum, kita tulis perbandingan m : n = k, dimana k boleh positif ataupun negative.
Tanda positif atau negative tergantung apakah R terletak diantara P dan Q atau pada
perpanjanganya. Berikut ini beberapa ketentuannya:
Jika:

k > 0, R terletak diantara P dan Q


-1 < k < 0, R terletak di perpanjangan QP
k = -1 , R terletak di tak berhingga
k < -1, R terletak di perpanjangan PQ

dalam hal ini, koordinat R menjadi:

kx x1 ky2 y1 kz2 z1

R 2
,
,
1 k
1 k
1 k

dimana k -1
Contoh:
Tentukan koordinat titik R yang membagi ruas garis PQ dengan perbandingan -4 : 1,
dimana P(-4, 5, -6) dan Q(2, -4, 3).

Penyelesaian:
mx nx1 my 2 ny1 mz2 nz1

R 2
,
,
mn
m n
mn
( 4)( 2) (1)( 4) ( 4)( 4) (1)(5) ( 4)(3) (1)( 6)

R
,
,
4 1
4 1
4 1

8 4 16 5 12 6
12 21 18
R
,
,
,
,
R
R 4,7, 6
3
3
3 3 3
31

C. RANGKUMAN
a. Sistem koordinat tegak lurus pada ruang terbagi
menjadi 8 bagian (Oktan) dan diberi nomor menurut
aturan:
Oktan I berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, dan z >
0
Oktan II berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0, dan z >
0
Oktan III

berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0,

dan z > 0
Oktan IV

berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0,

dan z > 0
Oktan V berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, dan z <
0
Oktan VI

berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0,

dan < 0
Oktan VII

berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0,

dan z < 0
Oktan VIII berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0, dan z
< 0
b. Jarak titik P(x1, y1, z1) dan Q(x2, y2, z2) dapat
ditentukan dengan cara:

KQ = x2 x1 y2 y1 z2 z1
D. TES FORMATIF
1. Perhatikan titik di bawah ini, kemudian tuliskan titik tersebut terletak di oktan mana!
c. Koordinat titik R yang membagi titik P(x 1, y1, z1)
b. A (2,3,4)
dan Q(x2, y2, z2) dengan PR : RQ = m : n, yaitu:
c. B (-2,-2,1)
mx nx1 my2 ny1 mz2 nz1
d. C (4,-1,-1)

R 2
,
,
mn
m n
mn
2

Dengan mengkondisikan m : n = 1 : 1, diperoleh


koordinat titik tengah, yaitu:

2. Tulislah koordinat sebuah titik yang masing-masing terletak pada oktan I, oktan IV,
dan oktan V! (cat: absis, ordinat, dan aplikat tidak boleh 0)
3. Hitunglah jarak antara titik K(1, 0, 0) dan R(5, 3, 0) pada ruang!
4. Diketahui titik A(-5,0,2) dan B(-1,0, x). Jika jarak AB 5 satuan, hitung nilai x !
5. Tentukan titik P pada oktan I dan titik Q pada oktan III sedemikian sehingga jarak PQ
adalah 7 satuan! (catatan: absis, ordinat, dan aplikat tidak boleh 0)
6. Tentukan koordinat titik R yang membagi ruas garis PQ dengan perbandingan 1 : 3,
dimana P(5, -2, -5) dan Q(1, 2, 7)!
7. Buatlah sebuah soal yang analog dengan soal no 6 di atas beserta penyelesaiannya!
8. Diketahui sebuah lingkaran L pada ruang melalui titik K(14,-6,z) dan L(2,-2,0). Jika
keliling lingkaran 44 satuan dan KL melalui pusat lingkaran, tentukanlah:
a. Nilai z!
b. Koordinat titik pusat lingkaran L!
E. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF (Gunakan rubrik)