Anda di halaman 1dari 74

1

Disusun oleh :
Yelmida A.

Pokok Bahasan kimfis


Termodinamika & Termokimia.
Energi Bebas & Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Fasa & Diagram Fasa
Larutan ideal dan larutan non ideal
Elektrokimia & Sel- Elektrokimi
Kinetika Reaksi
2

Aturan dan tatib perkuliahan


1.
2.
3.

4.

Maksimum terlambat 5 menit setelah kuliah


dimulai
Mencontek dalam kuis atau ujian, nilai E !!
Tugas dirumah, dikumpulkan melalui email :
yelmida.azis@gmail.com sesuai dengan
jadwal. Terlambat, nilai dikurangi 5 point per
jam.
Selama perkuliahan boleh minum, tak boleh
makan, merokok apalagi main facebookan....
3
3

KOMPONEN PENILAIAN
Tugas (mandiri dan kelompok): PR,
presentasi, dll.
Tes kecil/kuis
UTS
UAS
Kehadiran ......
4
4

LARUTAN
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau
lebih zatdari spesies kimia yang terdispersi pada skala molekular.
Zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut atau solut,
sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak dalam larutan disebut
pelarut atau solvent.
Larutan yang umum dijumpai adalah padatan dalam cairan, seperti
garam atau gula dalam air.
Gas dalam cairan, misalnya CO2 atau O2 dalam air, H2 dalam
palladium, N2 dalam titanium
Cairan dalam cairan lain, atau gas larut dalam gas lain. Ada juga
larutan padat, misalnya aloy dan mineral.

Peristiwa Pelarutan
Pada proses pelarutan, tarikan antar
partikel komponen murni terpecah
dan tergantikan dengan tarikan
antara pelarut dengan zat terlarut.
Molekul komponen-komponen
larutan berinteraksi langsung dalam
keadaan tercampur

Ion natrium tersolvasi oleh molekul-molekul air

Bila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan


sama besar dengan interaksi antarmolekul komponenkomponen tersebut pada keadaan murni, terbentuklah suatu
idealisasi yang disebut larutan ideal
Ciri lain larutan ideal adalah : volumenya merupakan
penjumlahan tepat volume komponen-komponen
penyusunnya.
Pada larutan non-ideal, penjumlahan volume zat terlarut
murni dan pelarut murni tidaklah sama dengan volume
larutan.
7

Larutan Ideal
Larutan A

gaya intermolekuler

Larutan B gaya intermolekuler

Larutan ideal A & B


kecenderungan dari dua macam
molekul A & B di dalamnya untuk
melepaskan diri tidak berubah.

Suatu larutan dikatakan bersifat ideal : jika larutan tersebut


mengikuti hukum RAOULT pada seluruh kisaran komposisi
dari sistem tersebut.
Definisi Hukum Raoult :
Tekanan uap parsial dari sebuah komponen di dalam
campuran adalah sama dengan tekanan uap komponen
tersebut dalam keadaan murni pada suhu tertentu dikalikan
dengan fraksi molnya dalam campuran tsb.
Persamaan untuk campuran dari larutan A dan B adalah :
.... 1

PA dan PB : tekanan uap parsial dari komponen A dan B

Tekanan uap total dari sebuah campuran adalah sama


dengan jumlah dari tekanan parsial individu tiap gas.
.... 2

Po adalah tekanan uap dari A dan B apabila keduanya


berada dalam keadaan terpisah (dalam larutan murni).
xA dan xB adalah fraksi mol A dan B.
Maka menghitung fraksi mol :
.... 3

10

Pada campuran biner, tekanan uap total dapat juga


dinyatakan sebagai :
.... 4

Tekanan uap total dapat juga dinyatakan dalam batasanbatasan komposisi uap dari komponen-komponen tersebut
.... 5

.... 6

11

Variasi tekanan uap total dengan perubahan komposisi cair


dan fase uap dapat digambarkan sebagai berikut :

plot Pi terhadap komposisi cair (x)

plot Pi terhadap komposisi uap ( y)

12

Contoh 1 :
Campuran 2 mol methanol dan 1 mol etanol pada suhu tertentu
dianggap bersifat ideal. Tekanan uap methanol murni pada suhu ini
81 kPa dan etanol murni 45 kPa.
Pada campuran ini, ada 3 mol molekul. 2 mol dari total 3 mol ini
adalah metanol sehingga fraksi mol metanol adalah 2/3, dan fraksi
mol etanol adalah 1/3.
Tekanan uap parsial metanol dan etanol dengan menggunakan
hukum Raoult jika dianggap campuran methanol dan etanol ini
adalah campuran ideal :

Maka :

13

Contoh 2 :
40 g cairan A dan 70 g cairan B dicampur . Jika keduanya merupakan
larutan ideal, hitung komposisi uapnya, bila
p0A = 200 mmHg, p0B = 700 mmHg, MA = 56 g mol-1
MB = 90 g mol-1
Penyelesaian
Gunakan persamaan (5) dan (6) untuk menyelesaikan contoh ini

14

15

Amati kesetimbangan antara larutan dan uap


dari suatu larutan yang tersusun atas pelarut
volatil dan satu atau lebih zat terlarut involatil.
Jika air murni ditempatkan dalam kontainer
yang pada awalnya dikosongkan, cairan
menguap sampai ruang di atas cairan terisi
dengan uap air. Temperatur sistem dijaga
tetap.
Pada kesetimbangan, tekanan uap air tersebut
disebut : p0 , yaitu tekanan uap air murni.
Jika dilarutkan suatu zat yang tidak menguap
dalam cairan tsb, maka tekanan uap air pada
keseimbangan (tekanan parsial) : p menjadi
kurang dibanding cairan murni.

Hukum Raoult untuk pelarut

16

Untuk larutan encer (x2 mendekati nol),


tekanan uap mendekati garis putus-putus
yang menghubungkan po dan nol.
Kurva tekanan uap - eksperimen
tergantung pada kombinasi pelarut dan zat
terlarut
Tetapi untuk semua larutan kurva tekanan
uap eksperimen adalah tangen dari garis
putus-putus. Persamaan garis ideal (garis
putus-putus) larutan sangat encer ( x2 = 0)
adalah :

Jika x adalah fraksi mol pelarut dalam


larutan, maka x + x2=1, dan persamaan
menjadi :

Tekanan uap sebagai fungsi x2

Hukum Raoult

17
.....(1)

Dalam larutan yang mengandung beberapa zat terlarut


involatil, tekanan uap menurun tergantung jumlah fraksi
mol zat terlarut atau pada jumlah relatif molekul zat terlarut.
Untuk campuran gas, rasio tekanan parsial uap air terhadap
tekanan uap air murni pada temperatur yang sama disebut
kelembaban relatif.

.....(7)

atau

.....(8)

18

Potensial Kimia dalam Larutan Ideal


Potensial kimia () dari setiap komponen ditetapkan sebagai
perubahan energi bebas sistem jika satu mol komponen
ditambahkan pada sistem dengan jumlah tidak terhingga, sehingga
tidak ada perubahan dalam komposisi yang terjadi dalam sistem.
Secara matematik didefinisikan sebagai

Potensial kimia dari gas ideal murni adalah

Potensial kimia dari gas ideal murni dalam campuran gas adalah
19

Potensial Kimia dalam Larutan Ideal


Jika larutan ada dalam kesetimbangan dengan uapnya, maka
potensial kimia pelarut sama dengan potensial kimia dalam
fase uap,
......(9)

liq = potensial kimia pelarut dalam fase cair


vap= potensial kimia pelarut dalam fase uap

Karena uap adalah pelarut murni pada tekanan tertentu, jika


diasumsikan uap bersifat sebagai gas ideal, maka :
.....(10)

Potensial kimia dari gas ideal murni adalah:

sehingga

20
.......(11)

Dengan menggunakan hukum Raoult : p = x . po maka


....(12)

Jika pelarut murni dalam kesetimbangan dengan uap, tekanan


menjadi po; kondisi kesetimbangan adalah
.....(13)

dimana oliq adalah potensial kimia pelarut zat cair murni.


Kemudian :
......(14)
Sehingga :
....(15)

21

Potensial kimia dari tiap komponen dalam larutan, o(T,p)

Hukum Henry
Bentuk umum hukum Henry
pada T konstan

....(16)

f2 = fugasitas zat terlarut


x2 = fraksi mol zat terlarut
K2 = konstanta Henry

Untuk larutan encer, hukum Henry;


.. .. (17)

m2 = molaritas zat terlarut

Hukum Henry dapat juga dinyatakan sebagai :


P2 = K2 X2

. (18)

22

Kebanyakan gas menjadi kurang


larut dalam cairan jika temperatur
meningkat.
Pada temperatur konstan, kelarutan
(S) gas proporsional terhadap
tekanan gas (Pgas ) dalam
kesetimbangan dengan larutan.

Nilai k tergantung pada jenis gas


dan solven.

Pengaruh tekanan terhadap


kelarutan gas dikenal
sebagai Henrys law.

23

Hukum Raoult juga dapat didefinisikan sebagai :


fugasitas dari tiap komponen dalam larutan sama dengan hasil
kali fugasitasnya dalam keadaan murni dengan fraksi mol nya
dalam larutan tersebut

f i xi f i

... (19)

fi = fugasitas
xi = fraksi mol
f i = fugasitas zat murni

24

Persamaan Duhem-Gibb
Jika temperatur dan tekanan dijaga konstan, potensial kimia dari
senyawa-senyawa dalam larutan tidak bervariasi secara bebas
dengan perubahan komposisi

Potensial tersebut dihubungkan dengan persamaan;


.(20)

Persamaan Duhem-Gibb pada campuran biner :


subskrip 1= pelarut, 2 = zat terlarut
.(21)

25

ENTALPI LARUTAN
Pembentukan larutan dapat digambarkan dalam 3 langkah:
1. Pergerakan molekul-molekul solven saling menjauh untuk
memberi ruang pada molekul solut. H1 > 0 (endotermis)
2. Pemisahan molekul-molekul solut untuk menuju ke dalam
larutan. H2 > 0 (endotermis)
3. Pencampuran molekul-molekul solut dan solven yang telah
saling terpisah untuk bercampur secara acak.
H3 < 0 (eksotermis)

26

Diagram Entalpi Pelarutan

27

Suatu larutan ideal terbentuk jika semua gaya antar molekul


seimbang, Hsoln = 0.
Jika gaya antar molekul solut-solven lebih kuat dari gaya antar
molekul yang lain, Hsoln < 0.
Jika gaya antar molekul solut-solven lebih lemah dari gaya
antar molekul yang lain, Hsoln > 0.
Jika gaya antar molekul solut-solven jauh lebih lemah dari
gaya antar molekul yang lain, solut tidak terlarut ke dalam
solven.
Energi yang dilepaskan oleh interaksi solut-solven tidak
cukup besar untuk memisahkan partikel solut atau partikel
solven.

28

Syarat larutan ideal :


Semua gaya tarik-menarik harus identik
A -A =AB
B -B =A-B
Pada pencampuran tidak terjadi efek kalor
H mix = 0
Pada pencampuran tidak terjadi perubahan volum
V mix = 0
29

Contoh campuran ideal


Sebenarnya tidak ada campuran yang bisa dibilang ideal.
Tapi beberapa campuran larutan kondisinya benar-benar
mendekati keadaan yang ideal.

* hexane dan heptane


* benzene dan toluen
* propan-1-ol dan propan-2-ol

30

1.
2.

3.
4.

Ciri-ciri Larutan Ideal


Suatu larutan dikatakan ideal, jika mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :
Homogen pd seluruh kisaran konsentrasi, mulai dr fraksi mol nol
sampai satu (0< x)
Pada pembentukan larutan komponen-komponennya tdk ada
perubahan enthalpi (Hcamp = 0), artinya dlm pencampuran tdk
ada panas yg diserap atau dilepaskan.
Perubahan volume sama dg nol (Vcamp = 0), artinya jumlah
volume zat sebelum& sesudah pencampuran sama
Memenuhi hukum Raoult .
31

Larutan non ideal


Larutan non ideal adalah larutan yang tidak mengikuti
Hukum Raoult

32

Simpangan negatif
Syarat : gaya adesi antar molekul berbeda>>gaya kohesi molekul
sejenis
Gaya tarik A-B > A-A
A-B > B-B
Kalor pencampuran, Hmix < 0
Perubahan volum, Vmix < 0

Contoh :
CHCl3 dan CH3COCH3, terjadi ikatan
hidrogen sehingga Pi < Pi, ideal

33

Simpangan positif
Syarat :
Gaya tarik A-B < A-A
A-B < B-B
Kalor pencampuran, Hmix > 0
Perubahan volum, Vmix > 0
Contoh : benzen etil alkohol, cloroform-etil alkohol, carbon
disulfida-aseton, etil alkohol-sikloheksan, gaya intermolekul
melemah jika dicampurkan komponen polar dan non polar,
sehingga Pi > Pi, ideal

34

Contoh soal
Suatu campuran A-B dengan komposisi masing-masing 0.5
pada 16.7C dimana tekanan uap murni A = 45.16 mmHg dan
B = 16.2 mmHg.
Hitung :
(a) tekanan parsial masing-masing senyawa
(b) tekanan total campuran
(c) fraksi mol uap A dan B

35

Jawab :
Ramalan fisis :
Fraksi mol uap A > fraksi mol A dlm fasa cair (0.5) karena pAo
> p Bo
a) pA = 0.5 x 45.16 = 22.58 mmHg (Raoult)
pB = 0.5 x 16.20 = 8.10 mmHg
b) P tot = pA + pB = 22.58 + 8.10 = 30.68 mmHg
c) pA = XA. P tot (Dalton)
22.58 = XA . 30.68
XA = (22.58/30.68) = 0.736 > 0.5

36

Beberapa istilah dalam kelarutan


Cairan yang dapat tercampur seluruhnya dinamakan miscible.
Jika terdapat kesetimbangan dinamik antara solut yang tidak
terlarut dengan larutan, maka larutan dikatakan saturated
(jenuh)
Konsentrasi solut dalam larutan jenuh dinamakan solubility
(kelarutan) solut tersebut.
Larutan yang mengandung lebih sedikit solut daripada yang
dapat dikandung pada saat kesetimbangan dinamakan larutan
unsaturated (tak jenuh).
37

Latihan 1.
1. At 25 C, the vapor pressures of pure benzene (C6H6) and
pure toluene (C7H8) are 95.1 and 28.4 mmHg, respectively. A
solution is prepared that has equal mole fractions of C7H8 and
C6H6. Determine the vapor pressures of C7H8 and C6H6 and
the total vapor pressure above this solution. Consider the
solution to be ideal.
2.What is the composition, expressed as mole fractions, of the
vapor in equilibrium with the benzenetoluene solution of
problem no. 1.

38

3. Campuran gas dari dua zat di bawah tekanan total 0,8 atm
berada dalam kesetimbangan dengan larutan cair ideal.
Fraksi mol zat A adalah 0,5 dalam fase uap dan 0,2 dalam
fase cair. Berapa tekanan uap dua cairan murni tersebut?
4. Dua puluh gram zat terlarut ditambahkan ke 100 gram air
pada 25o C. Tekanan uap air murni adalah 23,76 mmHg
tekanan uap larutan adalah 22,41 mmHg.
a) Hitung massa molar zat terlarut
b) Berapa massa zat terlarut yang dibutuhkan dalam 100
gram air untuk mengurangi tekanan uap 1,5 harga untuk air
murni?

39

Jenis-jenis larutan
Larutan dapat diklasifikasikan :
Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya.
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan
dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat
menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak
dapat menghantarkan listrik

40

Larutan Non Elektrolit


Sifat koligatif larutan adalah sifat fisika larutan yang tidak
tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya
ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Sifat Non-koligatif termasuk: bau, warna, massa jenis, viskositas,
toksisitas, reaktivitas, dsb.
Sifat koligatif meliputi:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmotik
41

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh


konsentrasi larutan dan sifat larutan itu sendiri.
Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak
sama dengan jumlah partikel dalam larutan
elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama.
Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi
ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak
terurai menjadi ion-ion.
Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan
atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat
koligatif larutan elektrolit.
42

Sifat koligatif larutan non elektrolit


1. Penurunan tekanan uap

Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu.


Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu.
Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan
tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu
mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan
penguapan berkurang.
Menurut RAOULT:
p = po . xB (1)
dimana:
p = tekanan uap jenuh larutan
po = tekanan uap jenuh pelarut murni
xB = fraksi mol pelarut

43

Penurunan Tekanan Uap


Tek uap campuran turun dengan
adanya komponen lain
Tek uap larutan < tek uap
pelarut murni (terdapat zat
terlarut : non volatil)
Hukum Raoult
Plarutan= X pelarut .Popelarut

Kurva Tekanan Uap larutan

44

Tekanan uap parsial A pada suhu tertentu berbanding lurus dengan


fraksi mol-nya. Grafik tekanan uap parsial vs fraksi mol-nya,
berupa garis lurus. Hal yang sama juga berlaku untuk zat murni B

45

Dalam campurannya, fraksi mol B mengecil sejalan dengan


meningkatnya fraksi mol A sehingga grafik untuk B berbentuk garis
yang menurun ke kanan. Bersamaan dengan berkurangnya fraksi mol B,
tekanan parsial uapnya juga berkurang dengan kecepatan yang sama.
po B >> po A. Molekulmolekul pada permukaan
larutan B lebih mudah
melepaskan diri daripada
pada larutan A. Larutan
B lebih mudah menguap
daripada larutan A.
46

Untuk memperoleh tekanan uap total dari sebuah campuran,


jumlahkan tekanan parsial A dan B pada tiap komposisi. Sehingga
akan diperoleh garis lurus seperti pada diagram berikut.

47

Tekanan uap ideal,


larutan dua-componen dari senyawa volatile

48

Penyimpangan Hukum Raoult


Kurva tekanan uap

tekanan uap

tekanan uap

Ptot

fraksi mol

Penyimpangan positif Hukum Raoult

Ptot
0

fraksi mol

Penyimpangan negatif Hukum Raoult

49

Karena XA + XB = 1, maka persamaan (1) di atas dapat


diperluas menjadi:
P = Po (1 - XA)
P = Po - Po . XA
Po - P = Po . XA
sehingga:
P = po . XA
(2)

dimana:
P = penurunan tekanan uap jenuh pelarut
po = tekanan uap pelarut murni
XA = fraksi mol zat terlarut
atau

p0 p
xA
0
p

(3)

50

Contoh
Tekanan uap etanol pada 20 oC adalah 44,5 mmHg. Bila 15 g senyawa
A yang tidak menguap dilarutkan dalam 500 g etanol, tekanan uapnya
adalah 43,52 mmHg. Hitung bobot molekul senyawa A
Penyelesaian
Karena larutan encer, maka dianggap berlaku hukum Raoult
(44,50 43,52) mmHg
x2 = ---------------------------------- = 0,022
44,50 mmHg
m2/M2
x2 = --------------------------(m1/M1) + (m2/M2)
m1
500 g
---- = ---------------- = 10,87 mol-1
M1 46 g mol-1

(pers.3)

51

15/M2
0,022 = ------------------10,87 + 15/M2
(0,022)(10,87) + (0,022)(15/M2) = (15/M2)
15x0,978
M2 = ---------------- = 61,34 g mol-1
0,239

Penurunan tekanan uap dapat digunakan untuk menentukan


berat molekul suatu zat terlarut

2. Penurunan Titik Beku


Persamaan penurunan titik beku :
Tf = m . Kf
Tf = W / Mr . 1000 / p . Kf.

52

dimana:
Tf = penurunan titik beku
m = molalitas larutan
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
W = massa zat terlarut
Mr = massa molekul relatif zat terlarut
p = massa pelarut
Jika pelarutnya air, pada p = 1 atm, maka titik beku larutan:

Tf = (O - Tf) oC

Bila suatu zat terlarut yang tidak menguap dilarutkan dalam suatu
pelarut, titik beku pelarut berkurang.
Penurunan titik beku juga sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.

53

Penurunan Tf ditentukan sebagai :

T f

RT f2 ln x2

lbr

..3

Hpeleburan adalah panas peleburan molar dari pelarut


x2 = fraksi mol zat terlarut
Tf = titik beku sebenarnya
Untuk larutan sangat encer dan bersifat ideal

Kf

MRT 2

Tf = Kf m

.. 4

lbr 1000

M = bobot molekul pelarut


m = molalitas zat terlarut

54

Contoh
Jika panas peleburan air adalah 333,86 J g-1 pada 0 oC (pada titik bekunya),
hitung konstanta titik beku molal

Penyelesaian
Gunakan persamaan ..(4)

Kf

MRT 2

lbr 1000

T = 0 + 273 = 273 oK
Hlbr = 333,86 x 18 J mol-1
(18 g mol-1)(8,314 J K-1 mol-1)(273 K)2
Kf = ------------------------------------------------------(333,86 x 18 J mol-1)(1000)
= 1,856 K mol-1

55

3. Kenaikan Titik Didih


Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih
larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.
Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan
dengan:
Tb = m . Kb
.. 1
dimana:
Tb = kenaikan titik didih (oC)
m = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
sehingga :
Tb = (W/Mr) . (1000/p) . Kb .2

56

Kenaikan Tb : plot dari vapor pressures vs temperatur dari


solvent ( kurva atas), larutan dari zat terlarut non volatil pada
solvent sama (kurva bawah).

57

Jika suatu zat terlarut ditambahkan ke dalam suatu pelarut, titik


didihnya meningkat (tidak terlalu besar)
Tb

RTb2 ln x

uap

Untuk larutan encer :


maka

Tb = titik didih normal

Tb = Kb m

Kb

MRTb2

1000 uap

Dengan asumsi
Hanya pelarut yang ditransformasikan ke dalam bentuk padat atau
diubah jadi uap
Larutan encer, sehingga hukum Raoult dapat diterapkan

58

Hubungan antara titik didih dan tekanan uap

Larutan akan mendidih ketika


tekanan uapnya menjadi sama
dengan tekanan udara luar

Larutan dengan tekanan uap


yang lebih tinggi pada suatu
suhu tertentu adalah larutan
yang titik didihnya lebih
rendah

59

Apabila sebuah larutan mendidih, larutan yang lebih mudah


menguap,akan membentuk lebih banyak uap daripada larutan
yang sukar menguap.

60

Apabila proses ini diulang pada berbagai komposisi, akan


didapat kurva kedua, yaitu garis komposisi uap.

61

Ceritakan menurut bahasa sendiri ttg diagram dibawah

62

Kesimpulan
Pada P tetap, Tb & Tf suatu larutan encer berbanding lurus
dengan kemolalan zat terlarut (konsentrasi)
Pada larutan encer, semua zat terlarut yang tidak mengion (non
elektrolit) dalam pelarut yang sama, dengan molal yang sama,
mempunyai Tb atau Tf yang sama pada P sama
Kb dan Kf dapat diperoleh dari :
1.Penurunan data termodinamika

2.Eksperimen

63

64

4.Tekanan Osmotik
Suatu membran semipermiabel memiliki pori
mikroskopis yang dapat dilalui molekul solven yang
kecil tetapi tidak dapat dilalui molekul solut yang
lebih besar.
Selama osmosis, terjadi aliran molekul solven
melalui membran semipermiabel, dari tempat dengan
konsentrasi rendah menuju tempat dengan
konsentrasi lebih tinggi.
Tekanan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya
osmosis dinamakan osmotic pressure (p) (tekanan
osmotik) dari suatu larutan.

p = (nRT/V) = (n/V)RT = M RT

65

Tekanan Osmosis merupakan sifat


koligatif yang nilainya bertambah dengan
naiknya konsentrasi

Tek.osmotik = Molaritas x R x T
R = konst. gas (0.0821 L atm mol-1 C-1)
T = temperatur dalam oK.

Pers. yang lebih exact : Tek.osmotik = i x Molaritas x RxT


i = van't Hoff factor

66

Tekanan Osmosis, adalah tekanan eksternal yang harus digunakan


untuk menghentikan aliran pelarut murni ke dalam larutan melalui
suatu membran semipermeabel
plaru tan
ln
0
(1)
p
1
V1
RT

Dalam larutan ideal


RTx2

ln x1

V1
= volume molar pelarut
p larutan = tekanan uap pelarut dalam larutan
p01 = tekanan uap pelarut murni
x1
= fraksi mol pelarut

(2)

V1

Larutan encer ideal :

RTx2

V1

CRT

(3)

C = molaritas zat terlarut

67

Pada 1885, Vant Hoff menyimpulkan bahwa ada hubungan antara


sifat larutan dan sifat gas :
PV = nRT (untuk gas)
V = n2 RT (untuk larutan)

= tekanan osmotik, atm


V = volume, L
n = mol zat terlarut
R = tetapan gas = 0.082 L atm/K mol
T = suhu, K
68

Contoh
Suatu larutan dari 6 g PVC dalam 1 L dioksan mempunyai tekanan
osmostik 0.86 mmHg pada 15C. Hitung massa molekul relatif
polimer tersebut!
Jawab :

69

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit


Larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan
untuk mengion. Akibatnya larutan elektrolit mempunyai jumlah
partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada
konsentrasi yang sama
Ukuran dari kemampuan untuk mengion adalah derajat ionisasi,
yang dinyatakan sebagai:
a = jumlah mol zat yang terionisasi / jumlah mol zat mulamula
Untuk larutan elektrolit kuat, derajat ionisasinya mendekati 1,
sedang elektrolit lemah, harganya berada di antara 0 dan 1 (0 <
a < 1).

70

Atas dasar kemampuan ini, maka untuk larutan elektrolit,


perumusan sifat koligatifnya sbb :
1. Kenaikan Titik Didih dinyatakan sebagai:
Tb = m . Kb [1 + a(n-1)] = W/Mr .1000/p .Kb [1+ a(n-1)]

n = jumlah ion dari larutan elektrolitnya.

2. Penurunan Titik Beku dinyatakan sebagai:


Tf = m . Kf [1 + a(n-1)] = W/Mr . 1000/p . Kf [1+ a(n-1)]

3. Tekanan Osmotik dinyatakan sebagai:


p = C R T [1+ a(n-1)]

71

Latihan 2 :
1.Tekanan uap eter (Mr = 74), 442 mmHg pada 293 K. Jika 3 g
senyawa A dilarutkan ke dalam 50 g eter ini pada suhu ini, tekanan
uap menjadi 426 mmHg. Hitung massa molekul relatif, Mr
senyawa A
2. The vapor pressure of pure water at 20.0 C is 17.5 mmHg. What is
the vapor pressure at 20.0 C above a solution that has 0.250 mol
sucrose (C12H22O11) dissolved per kilogram of water?

72

3. What is the freezing point of an aqueous sucrose solution that has


25.0 g C12H22O11 per 100.0 g H2O?
4. An aqueous solution is prepared by dissolving 1.50 g of
hemocyanin, a protein obtained from crabs, in 0.250 L of water.
The solution has an osmotic pressure of 0.00342 atm at 277 K.
(a) What is the molar mass of hemocyanin?
(b) What should the freezing point of the solution be?

73
73

74