Anda di halaman 1dari 17

Pemeriksaan surat berharga dan

investasi Dan pemeriksaan


persediaan
Kelompok 5 :
1.
2.
3.
4.

Novia sulistyo putriyanti


Nayla izah
Putri lestari
Erla prihartini

PEMERIKSAAN SURAT
BERHARGA DAN
INVESTASI

Sifat dan Contoh Surat Berharga

Investasi dalam surat berharga aktiva lancar


(current assets)/non current assets, tergantung
tujuan pembelian surat berharga

Berdasarkan tujuan pembelian surat berharga


investasi dalam surat berharga diklasifikasikan
menjadi :
1. Temporary investment/marketable

securities/current assets
2. Long term investment

Menurut PSAK No.1 hal.1.10 (IAI:2002) :

Surat berharga diklasifikasi sebagai aktiva lancar

jika surat berharga direalisasi dalam jangka


waktu 12 bulan dari tanggal neraca
jika lebih dari 12 bulan aktiva tidak lancar

Akuntansi untuk Investasi menurut PSAK


No.13 hal.13.1 s.d. 13.2 dan 13.4 s.d. 13.6
(IAI:2002) :
Investasi aktiva yang digunakan untuk

pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth)


melalui distribusi hasil investasi (bunga, royalti,
deviden dan uang sewa), untuk apresiasi nilai
investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan
yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh
melalui hubungan perdagangan
Investasi lancar investasi yang dapat segera
dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama
setahun atau kurang

Nilai wajar (fair value) suatu jumlah yang


dapat digunakan sebagai dasar pertukaran
aktiva atau penyelesaian kewajiban antara
pihak yang paham (knowledgeable) dan
berkeinginan melakukan transaksi wajar
Nilai pasar jumlah yang dapat diperoleh dari
penjualan suatu investasi dalam pasar yang
aktif
Investasi yang memiliki pasar yang aktif nilai
pasar digunakan sebagai indikator penetapan
nilai wajar
Biaya perolehan investasi harga beli, komisi
broker, jasa bank dan pungutan oleh bursa efek
Biaya perolehan investasi dari penerbitan
saham atau surat berharga lain nilai wajar
surat berharga yang diterbitkan (bukan nilai
nominal atau par value)

Tujuan Pemeriksaan (Audit Objectives) Surat


Berharga
1.

2.

3.

4.

5.

Untuk memeriksa apakah terdapat internal control


yang cukup baik atas temporary dan long term
investment
Untuk memeriksa apakah surat berharga yang
tercantum di neraca, betul-betul ada, dimiliki oleh dan
atas nama perusahaan (client) per tanggal neraca
Untuk memeriksa apakah semua pendapatan dan
penerimaan dari surat berharga telah dibukukan dan
uangnya diterima oleh perusahaan
Untuk memeriksa apakah penilaian (valuation) dari
surat berharga sesuai dengan PABU di Indonesia
(PSAK)
Untuk memeriksa apakah penyajian dalam Laporan
Keuangan sesuai dengan PABU di Indonesia (PSAK)

Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga yang


Disarankan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pelajari dan evaluasi internal control atas temporary dan


long term investment
Minta rincian surat berharga (saldo awal, penambahan,
pengurangan dan saldo akhir)
Periksa phisik surat berharga yang dilakukan bersamaan
dengan kas opname dan kepemilikannya
Cocokkan data dalam rincian dengan BAP phisik surat
berharga
Periksa mathematical accuracy dari rincian surat
berharga
Cocokkan saldo akhir dari rincian tersebut dengan buku
besar
Lakukan vouching atas pembelian dan penjualan surat
berharga, perhatikan otorisasi dan kelengkapan bukti
pendukung

8. Periksa perhitungan bunga dan dividen serta


perpajakannya, apakah bunga/dividen yang
diterima telah dibukukan
9. Periksa harga pasar surat berharga pada
tanggal neraca.
10. Diskusikan dengan manajemen jika ada perubahan
tujuan pembelian surat berharga yang akan
mempengaruhi klasifikasi surat berharga
11. Periksa subsequent event untuk memeriksa apakah
ada transaksi sesudah tanggal neraca yang akan
mempengaruhi klasifikasi surat berharga
12. Periksa apakah penyajiannya sesuai dengan
PABU/PSAK
13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo
temporary & long term investment

PEMERIKSAAN PERSEDIAAN
(INVENTORIES)

PENGERTIAN PERSEDIAAN

PSAK No. 14, hal. 14.1 s.d. 14.2 dan 14.9-IAI, 2002 :

Persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam


kegiatan usaha normal, dalam proses produksi dan atau dalam
perjalanan, atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan
(supplies) untuk digunakan dalam proses atau pemberian jasa

PEMERIKSAAN PERSEDIAAN

Sifat persediaan :
Merupakan aktiva lancar (current assets) karena

masa perputarannya kurang atau sama dengan


satu tahun
Merupakan jumlah yang besar, terutama dalam
perusahaan dagang dan industri
Mempunyai pengaruh yang besar terhadap neraca
dan perhitungan laba rugi

Contoh rekening persediaan :

Bahan baku (raw material)


Barang dalam proses (work in process)
Barang jadi (finished goods)
Suku cadang (spare-part)
Bahan pembantu : oli, bensin, solar
Barang dalam perjalanan (goods in transit)
Barang konsinyasi (consignment in dan out)

PEMERIKSAAN PERSEDIAAN

TUJUAN PEMERIKSAAN PERSEDIAAN

1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.

9.

Memeriksa keberadaan internal control atas persediaan


Memeriksa keberadaan,keterjadian dan kepemilikan
persediaan yang tercantum di Neraca
Memeriksa kesesuaian metode penilaian persediaan
dengan PABU/PSAK
Memeriksa kesesuaian pencatatan persediaan
Memeriksa allowance untuk barang rusak (defective),
bergerak lambat (slow moving) dan ketinggalan mode
(absolescence)
Mengetahui adanya persediaan yang dijadikan jaminan
kredit
Mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan
nilai pertanggungan yang cukup
Mengetahui perjanjian pembelian/penjualan persediaan
(purchase/sales commitment) yang mempunyai
pengaruh besar terhadap laporan keuangan
Memeriksa kesesuaian penyajian persediaan dalam
laporan keuangan dengan PABU/PSAK

PEMERIKSAAN PERSEDIAAN

PROSEDUR PEMERIKSAAN PERSEDIAAN

Dibagi menjadi prosedur compliance test, analytical


review dan substantive test

Pemeriksaan persediaan mencakup : pembelian,


penyimpanan, pemakaian dan penjualan persediaan,
berkaitan dengan pembelian (utang dan pengeluaran
kas), berkaitan dengan siklus penjualan (piutang dan
penerimaan kas)

Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance


Test :
1.
2.

Pelajari dan evaluasi internal control persediaan


:
Tarik kesimpulan mengenai internal control
persediaan

Prosedur Pemeriksaan Substantive :


1.

2.
3.
4.
5.

Lakukan observasi atas stock opname (perhitungan


phisik) yang dilakukan klien (lihat instruksinya di
Exhibit 11-3)
Minta Final Inventory List (Inventory Compilation) dan
lakukan parosedur berikut :
Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment
out
Periksa unit price dari bahan baku, barang dalam
proses, barang jadi dan bahan pembantu
Lakukan rekonsiliasi, jika stock opname dilakukan
sebelum/sesudah tanggal neraca

Prosedur Pemeriksaan Substantive (lanjutan):

6.

Periksa cukup tidaknya allowance untuk barang yang


bergerak lambat, rusak dan ketinggalan mode
7.
Periksa subsequent event
8.
Periksa cut-of penjualan dan pembelian
9.
Periksa jawaban konfirmasi dari bank, perjanjian
kredit, notulen rapat
10. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment
per tanggal neraca
11. Jika ada barang dalam perjalanan (Good in Transit),
lakukan prosedur berikut :
Minta rincian Good in Transit per tanggal neraca
Periksa mathematical accuracy
Periksa subsequent clearance
12. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan persediaan dan
usulan adjustment jika diperlukan
13. Periksa apakah penyajian persediaan sesuai dengan
PABU/PSAK