Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Belajar dan Pembelajaran
yang dibina oleh Bapak R. Bambang Sumarsono
Oleh :
Ahmad Sofiuddin
130711615629

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN
PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
November 2014

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
A.
B.
C.
A.
B.
C.
D.
A.

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
Landasan dan prinsip Kurikulum 2013
Komponen-komponen Kurikulum 2013
Implementasi Kurikulum 2013
Kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR RUJUKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kurikulum, bukan kata yang asing dalam dunia pendidikan. Pendidikan atau
pembelajaran tidak lepas dari istilah ini, karena kurikulum adalah salah satu komponen dari
pembelajaran. Dengan adanya kurikulum proses belajar dan pembelajaran akan berjalan
secara terstruktur dan tersistem demi mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Pengembangan kurikulum menjadi sangat penting sejalan dengan kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan perubahan pada masyarakat.
Untuk mencapai tujuan mulia dari pembelajaran tersebut, maka para pengembang
kurikulum terus berbenah dan melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang diberlakukan.
Sebagaimana yang akan dibahas di mkalah ini, kurikulum 2013 merupakan hasil
pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ini bertujuan tidak
lain untuk lebih memperbaiki lagi kualitas pendidikan yang ada saat ini.
Kurikulum 2013 ini adalah kurikulum terbaru yang implementasinya baru dimulai di
lapangan mulai tahun 2013 ini. Karena kurikulum ini masih sangat baru, maka sosialisasi
pada masyarakat pun juga masih sedang berjalan sekarang ini. Oleh sebab itu, penyusun
menyusun makalah yang berjudul Analisis dan Implementasi Kurikulum 2013 ini,
disamping untuk mememnuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran, penyusun juga
berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi wawasan kepada pembaca tentang
kurikulum 2013.
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana landasan dan prinnsi-prinsip Kurikulum 2013?


Bagaimana komponen-komponen Kurikulum 2013?
Bagaimana implementasi Kurikulum 2013?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013?

C. Tujuan Pembahasan
1.
2.
3.
4.

Untuk mendeskripsikan landasan dan prinsip-prinsip Kurikulum 2013.


Untuk mendeskripsikan komponen-komponen Kurikulum 2013.
Untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013.
Untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan dan prinsip-prinsip Kurikulum 2013
Dalam setiap pengemangan kurikulum pasti ada landasan-landasan yang digunakan. Berikut
ini landasan-landasan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013.
1.

Landasan Filosofis
Landasan filosofis memberikan arah pada semua keputusan dan tindakan manusia, karena
filsafat merupakan pandangan hidup orang, masyarakat dan bangsa (Poerwati dan Amri,

2013:36).
a) Filosofis pancasila yang memberikan berbagai prinsip dasar dalam pembangunan
pendidikan.
b) Filosofis pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta
didik, dan masyarakat.
Dari sumber lain menjelaskan mengenai landasan filosofis kurikulum 2013 sebagai berikut:
a)

Pendidikan berakar pada budaya bangsa, kehidupan masa kini dan membangun landasan

kehidupan masa depan.


b) Pendidikan adalah proses pewarisan dan pengembangan budaya.
c) Pendidikan memberikan dasar bagi untuk peserta didik berpartisipasi dalam membangun
kehidupan masa kini.
d) Pendidikan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.
e) Pendidikan adalah proses pengembangan jatidiri peserta didik.
f) Pendidikan menempatkan peserta didik sebagai subjek yang belajar.
2. Landasan Yuridis
Secara yuridis, kurikulum adalah suatu kebijakan publik yang didasarkan kepada dasar
filosofis bangsa dan keputusan yuridis di bidang pendidikan.
Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, Undangundang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah
nomor 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22
a)

tahun 2006 tentang Standart isi.


RPJMM 2010-2014 Sektor Pendidikan, tentang perubahan Metodologi Pembelajaran dan

Penataan Kurikulum.
b) PP. No.19 tahun 2005 tentang Standart Nasional pendidikan.
c)
INPRES No. 1 tahun 2010, tentang percepatan pelaksanaan Prioritas pembangunan
Nasional, penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai
budaya bangsa untuk membentuk daya asing dan karakter bangsa.
Beberapa landasan yuridis dari Undang-Undang sebagai berikut:

1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


2. UU nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
3. UU no. 17 tahun 2005 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional, beserta segala
ketentuan yang dituangkan rencana pembangunan jangka menengah nasional, dan
4. Peraturan pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang standart nasional pendidikan sebagaimana
3.
a)
b)
c)
d)
e)
4.

telah diubah dengan PP no. 19 tahun 2005 tentang standart nasional pendidikan
Landasan Konseptual
Relevansi pendidikan
Kurikulum berbasis kompetensi dan karakter
Pembelajaran kontekstual
Pembelajaran aktif
Penilaian yang valid, utuh dan menyeluruh.
Landasan Teoritis
Kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standart dan teori
pendidikan berbasis kompetensi. Pendidikan berdasarkan standart adalah pendidikan yang
menetapkan standart nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk
setiap kurikulum. Standart kualitas nasional dinyatakan sebagai Standart Kompetensi
Lulusan. Standart Kompetensi Lulusan tersebut adalah kualitas minimal lulusan suatu jenjang
atau satuan pendidikan. SKL mencangkup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (PP nimor

19 tahun 2005).
5. Landasan Empiris
Berbagai perubahan telah terjadi id Indonesia. Kemajuan terjadi di beberapa sektor di
Indonesia, namun di beberapa sektor yang lain, khususnya pendidikan, Indonesia tetap
tinggal di tempat, atau bahkan mundur. Hal-hal seperti ini menunujukkan perlunya perubahan
orientasi kurikulum dengan tidak membebani peserta didik dengan konten, namun pada
aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga untuk berperan serta

dalam

membangun negara pada masa mendatang.


Menurut Poerwati dan Amri (2013:37) terdapat sejumlah prinsip yang digunakan
dalam pengembangan kurikulum 2013, diantaranya:
1. Prinsip relevansi, kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan kebutuhan
dan kehidupan peserta didik.
2. Prinsip efektifitas, berkaitan dengan tingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum.
3. Prinsip efisiensi, berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana dan sarana yang
4.

dipakai dengan hasil yang diperoleh.


Prinsip kontinuinitas, kurikulum berbagai tingkat kelas dan jenjang pendidikan disusun

secara berkesinambungan.
5. Prinsip fleksibilitas, disamping program yang berlaku untuk semua anak terdapat pula
kesempatan bagi anak mengambil program-program pilihan.
6. Prinsip integritas, kurikulum hendaknya memperhatikan hubungan antara berbagai program
pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian yang terpadu.

B. Komponen-komponen Kurikulum 2013


Pada hakikatnya kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Suparlan, 2012:36). Berangkat dari
definidi itu, kurikulum tersebut setidaknya ada tiga komponen penting yang ada dalam
kurikulum yaitu komponen tujuan pendidikan, komponen proses, dan komponen evaluasi.
Pada masa reformasi ini pendidikan lebih diarahkan untuk menghasilkan manusia Indonesia
yang berkarakter unggul. Manusia Indonesia yang memiliki integritas. Ini tentu untuk
merespon baerbagai degradasi moral dan sosial seperti tindak korupsi yang semakin
merajalela, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajaran, dan lain-lain. Selain tujuan
pendidikan komponen lain yang harus ada dalam komponen kurikulum adalah proses
pembelajaran. Pembelajaran adalah proses untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah
dirumuskan dalam kurikulum. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran melibatkan banyak
sub komponen seperti metode ataupun teknik pembelajaran, guru, buku ajara, dan
kelengkapan pembelajaran yang lain.
Komponen-komponen inilah yang secara sinergis menentukan tercapainya tujuan pendidikan.
Proses pembelajaran merupakan pusat segala upaya perbaikan kualitas pendidikan nasional.
Pleh sebab itu, seharusnya perhatian lebih dicurahkan kepada upaya-upaya untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Namun perhatian sepertinya belum optimal
terbukti dengan masih banyaknya sekolah dengan sarana dan prasarana seadanya saja.
Sementara itu, komponen terakhir dalam kurikulum adalah evaluasi. Implementasi kurikulum
perlu dievaluasi untuk melihat capaian yang telah terlaksana. Evaluasi merupakan proses
review atas berbagai proses implementasi kurikulum.
C. Implementasi Kurikulum 2013
Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan tentang implementasi kurikulum diantaranya
sebagai berikut:
Pasal 1
Implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah
menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah atas/madrasah
aliyah (SMA/MA), dan sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK)
dilakukan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014.
Pasal 2

(1)

Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK

menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencangkup:


a)

Pedoman penyusunan dan pengelolaan KTSP.

b)

Pedoman pengembangan muatan lokal.

c)

Pedoman kegiatan ekstrakurikuler

d)

Pedoman umum pembelajaran, dan

e)

Pedoman evaluasi kurikulum

Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah daerah
propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
1.

Pemerintah bertanggung jawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk

melaksanakan kurikulum.
2. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara
3.

nasional.
Pemerintah propinsi bertanggungjawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap

pelaksanaan kurikulum di propinsi terkait.


4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam memberikan bantuan profesional
kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait.
Stategi Implementasi Kurikulum terdiri atas:
1.

2.
3.
4.

Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan yaitu:


Juli 2013: Kelas I, IV, VII, dan X
Juli 2014: Kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI
2015: kelas I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, dan XII
Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dari tahun 2013 2015
Pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru dari tahun 2012 2014
Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya
sekolah (budaya kerja guru) terutama untuk SMA dan SMK, dimulai dari bulan Januari

5.

Desember 2013
Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan
masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013 2016.
Dalam kurikulum 2013, guru dituntut untuk secara profesional merancang pembelajaran
afektif dan bermakna, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran
yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif,
serta menetapkan kriteria keberhasilan. Berkaitan dengan hal tersebut akan dijelaskan lebih
lanjut sebagai berikut:

1. Merancang pembelajaran secar efektif dan bermakna.


Implementasi kurikulum 2013 merupakan aktualisasi kurikulum, dalam pembelajaran dan
pembentukan kompetensi serta karakter peserta didik. Hal tersebut menuntut keaktifan guru

dalam menciptakan dan menumbuhkan berbagai kegiatan sesuai dengan rencana yang telah
diprogramkan. Guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat
kompleks karena melibatkan aspek pedagigis, psikologi, dan didaktis secara bersamaan.
2. Mengorganisasikan pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk mrngorganisasikan pembelajaran secara
efektif. Sedikitnya terdapat lima hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan
pengorgsnisasian pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013, yaitu pelaksanaan
pembelajaran, pengadaan dan pembinaan tenaga ahli, pendayagunaan tenaga ahli dan sumber
daya masyarakat, serta pengembangan dan penataan kebijakan.
3. Memilih dan menentukan pendekatan pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 berbasis kompetensi dalam pembelajaran dapat dilakukan
dengan berbagai pendekatan. Pendekatan tersebut antara lain pembelajaran kontekstual
(contextual teaching and learing), bermain peran, pembelajaran partisipatif (participative
teaching and learning), belajar tuntas (mastery learning), dan pembelajaran konstruktivisme
4.

(constructivism teaching and learning).


Melaksanakan pembelajaran, pembentukan kompetensi, dan karakter. Pembelajaran dalam
menyukseskan implementasi kurikulum 2013 merupakan keseluruhan proses belajar,
pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik yang direncanakan. Untuk kepentingan
tersebut maka kompetensi inti, kompetensi dasar, materi standart, indikator hasil belajar, dan
waktu yang harus ditetapkan sesuai dengan kepentingan pembelajaran sehinga peserta didik
diharapkan memperoleh kesempatan dan pengalaman belajar yang optmal.dalam hal ini,
pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan
lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Pada umumnya
kegiatan pembelajaran mencangkup kegiatan awal atau pembukaan, kegiatan inti atau
pembentukan kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir atau penutup.
Implementasi yang efektif merupakan hasil dari interaksi antara strategi implementasi,
struktur kurikulum, tujuan pendidikan, dan kepemimpinan kepala sekolah. Oleh karena itu,
pengoptimalan implementasi kurikulum 2013 diperlukan suatu upaya strategis untuk
mensinergikan komponen-komponen tersebut, terutama guru dan kepala sekolah dalam
membudayakan kurikulum.
Membudayakan kurikulum dapat diartikan bahwa implementasi kurikulum tersebut masuk
dalam budaya sekolah, yang merefleksikan nilai-nilai dominan, norma-norma, dan keyakinan
semua warga sekolah, baik peserta didik, guru, kepala sekolah, maupun tenaga kependidikan
lain.

D. Kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013

Setiap kurikulum tentunya mempunyai kekurangan, dalam hal apapun itu dan karenan faktor
apapun itu. Maka dari itu penyempurnaan kurikulum salah satunya aadalah untuk
meminimalisir kekurangan kekurangan tersebut sehingga nantinya kurikulum yang
diterapkan akan berjalan secara efektif. Dari pemaparan di atas yang kami kutip dari beberapa
sumber, kami melihat beberapa kekurangan dan juga kelebihan daripada kurikulum 2013.
1. Kelebihan
Mengikuti perubahan zaman dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang
tanpa mengabaikan karakter dan budaya bangsa.
Adanya suatu hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemeintah kabupaten
dan juga guru dalam strategi implementasi kurikulum 2013 yang membentuk sebuah sistem.
Sehingga semua bihak bertanggungjawab terhadap kurikulum yang diterapkan.
Para guru tidak lagi dipusingkan untuk menyusun kurikulum sendiri, tinggal mengikuti yang
sudah diberikan.
Menuntut siswa aktif dalam menggali sendiri informasi, sehingga melatih kreatifitas,
tanggungjawab, daya tangkap dan berfikir kritis.
Penilaian dilakukan dari semua aspek
2. Kekurangan
Perubahan kurikulum yang terlalu sering membawa dampak kuarang baik, khususnya bagi
pendidik dan juga peserta didik. Alasanya ketika peserta didik dan pendidik belum sedang
berupaya menguasai kurikulum yang diterapkan lagi-lagi mereka harus memulai kembali dari
nol.
Dalam sebuah forum di internet, salah seorang siswa ( Muiza habibi ), menyatakan beberapa
guru beranggapan bahwa mereka tidak perlu lagi menjelaskan sehingga cenderung pasif.
Padahal seharusnya guru bisa mengatur strategi belajar, menjalankan , mengawasi dan
mengevaluasi kegiatan belajar. Sehingga hasilnya bisa sesuai dengan yang diharapkan.
Pelaksanaanya tidak dibarengi dengan distribusi buku pendukung yang merata, sehingga
peserta didik mengalami kesulitan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas kami dpat menarik beberapa kesimpulan terkait perubahan
kurikulum 2013. Kesimpulan kesimpulan tersebut antara lain :
Perubahan kurikulum didasari karena tuntutan perubahan zaman, selain itu juga dikarenakan
kurikulum sebelumnya tidak berjalan efektif. Ketidak efektifan tersebut diantaranya :

kurikulum terlalu memberatkan peserta didik, kurikulum sebelmnya tidak sepenuhnya


dikuasai oleh beberapa guru. Sehingga penyempurnaan perlu dilakukan.
Kurikulum 2013 disusun langsung oleh pemerintah sehingga guru / sekolah tinggal
mengaplikasikan dan mengikuti pola yang sudah dibuat, hal ini di angga lebih meringankan
kerja guru. Sehingga diharapkan hasilnya lebih maksimal.
Implementasi kurikulum 2013 dilakukan secara bersama antara Pemerintah dengan
pemerintah

daerah

provinsi

dan

pemerintah

daerah

kabupaten/kota,

Pemerintah

bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan


kurikulum, Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum
secara nasional, Pemerintah provinsi bertanggungjawab dalam melakukan supervisi dan
evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di provinsi terkait, sedangkan Pemerintah
kabupaten/kota bertanggungjawab dalam memberikan bantuan profesional kepada guru dan
kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait.
Kelebihan kurikulum 2013 adalah: 1). Menyempurnakan kurikulum sebelumnya, 2). Adanya
hubungan antar instansi terkait dalam strategi implementasinya, sehingga semua memiliki
tanggung jawab dan bisa berperan aktif, 3). Tidak memberatkan siswa dan tugas guru, 4).
Penilaian diambil dari semua aspek, 6). Siswa dapat cenderung aktif menggali sendiri
informasi yang dibutuhkan.
Kekurangan kurikulum 2013: 1). Seringnya perubahan krikulum membuat banyak waktu
terbuang untuk penyesuaian, 2). Karena siswa yang aktif membuat sebagian guru cenderung
berperan pasif dan melupakan tugasnya sebagai manager. 3). Pelaksanaanya belum dibarengi
dengan distribusi buku pendukung yang merata.

DAFTAR RUJUKAN
Poerwati, Endah L. & Amri, Sofan. 2013. Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi
Pustakaraya.
Suparlan. 2012. Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
Purnamasari, Intan. 2013.Implementasi Kurikulum 2013, (online), (http://www.blogspot.com), diakses
27 Desember 2013.
Sigit, Nunuk. 2014. Pendekatan Perubahan Kurikulum 2013, (online), (http://www.blogspot.com),
diakses 2 Januari 2014.