Anda di halaman 1dari 11

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

BAB V
PERENCANAAN PELAT LANTAI

5. Perencanaan Pelat Lantai


Perencanaan pelat lantai seluruhnya menggunakan beton bertulang dengan mutu beton fc =
30 MPa dan baja untuk tulangan menggunakan mutu baja fy = 240 MPa. Asumsi perhitungan
pelat lantai dilakukan dengan menganggap bahwa setiap pelat lantai dibatasi oleh balok, baik
balok anak maupun balok induk. Modul plat lantai yang direncanakan ada pada lantai 3 tipe
S1 dengan panjang ly = 7200 cm dan lx = 2400 cm ditunjukkan pada Gambar 5.1 dan Gambar
5.2 sebagai berikut.

Gambar 5.1. Denah Pelat Lantai yang Ditinjau pada Lantai 3

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

81

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

Gambar 5.2. Detail Pelat Lantai yang Ditinjau

Langkah- langkah perencanaan pelat lantai meliputi :


a. Menentukan syarat- syarat batas dan bentang pelat lantai.
b. Menentukan tebal pelat lantai.
c. Menghitung beban yang bekerja pada pelat lantai yang meliputi beban mati dan
hidup.
d. Menentukan nilai momen yang paling berpengaruh.
e. Menghitung keamanan plat lantai dalam memikul beban.

5.1. Pembebanan Pelat Lantai


Jenis beban yang bekerja pada pelat lantai adalah beban mati dan hidup dengan perhitungan
sebagai berikut.
1. Beban Mati (D)
Beban mati merata yang bekerja pada plat lantai 2- 7 meliputi :
a. Beban plat lantai = 0,12 x 24

= 2,88 kN/m2

b. Beban pasir setebal 1 cm = 0,01 x 16

= 0,16 kN/m2

c. Beban spesi setebal 3 cm = 0,03 x 22

= 0,66 kN/m2

d. Beban keramik setebal 1 cm = 0,01 x 22

= 0,22 kN/m2

e. Beban plafon dan penggantung

= 0,2 kN/m2

f. Beban Instalasi ME

= 0,25 kN/m2

Total beban mati pada plat lantai = 4,37 kN/m2


2. Beban Hidup (L)
Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

= 2,5 kN/m2
82

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

3. Beban Rencana (WU) = 1,2D + 1,6L

= 1,2 x 4,37 + 1,6 x 2,5


= 9,24 kN/ m2.

5.2. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai


Perencanaan penulangan pelat lantai dilakukan dengan mengambil lebar pelat lantai (b)
sebesar 1 satuan panjang (b = 1 meter atau 1000 mm). Cara perhitungan tulangan pada pelat
lantai adalah sebagai berikut.
1. Menentukan syarat- syarat batas dan bentang perencanaan pelat lantai
Bentang terpanjang, ly

= 7200 mm

Bentang pendek, Ix

= 2400 mm

Perbandingan sisi pelat lantai :

ly
lx

7200
3 2 (one way slab).
2400

2. Menentukan Tebal Pelat Lantai


Berdasarkan peraturan SNI 03-2847-2002 Pasal 15.3.6, rasio kekakuan lentur balok
terhadap pelat lantai ditentukan dengan langkah sebagai berikut:
a. Sisi balok induk B1
h = 700 mm, b = 400 mm, L = 7200 mm, dan tebal pelat lantai
h = 120 mm
Ecb I b 4700 30 121 400 7003
B1

11,027
Ecp I p 4700 30 121 7200 1203

b. Sisi balok induk B1


h = 700 mm, b = 400 mm, L = 2400 mm, dan tebal pelat lantai
h = 120 mm
B1

Ecb I b 4700 30 121 400 7003

33,082
Ecp I p 4700 30 121 2400 1203

c. Sisi balok anak Ba


h = 600 mm, b = 400 mm, L = 7200 mm, dan tebal pelat lantai
Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

83

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

RSGROUP

AZZA REKA STRUKTUR

h = 120 mm
B1

E cb I b 4700 30 121 400 6003

6,94
E cp I p 4700 30 121 7200 1203

d. Rasio kekakuan rata- rata

B1 B1a B1a Ba 11,027 33,082 33,082 6,94

21,03
4
4

Berdasarkan peraturan SNI 03-2847-2002 Pasal 11.5.3.(3).(c) mengatur tebal


pelat lantai minimum dengan balok yang menghubungkan tumpuan pada
semua sisinya tidak boleh kurang dari hmin, dimana tebal minimum pelat lantai
dengan m > 2 dihitung sebagai berikut :
fy

ln 0,8

1500
h
36 9

240

7200 0,8

1500

122,88 ~ 120mm
h min
36 9 2,25

Digunakan tebal pelat lantai h = 120 mm


3. Menentukan Tebal Selimut Beton
Berdasarkan SNI 03-2847-2002 Pasal 9.7.1(c) untuk:
a. D 36 mm, tS = 20 mm
b. D > 36 mm, tS = 40 mm
Maka digunakan tebal selimut beton (t S) = 20 mm
4. Menentukan Nilai Momen
a. Berdasarkan analisis program ETABS v9.7.2 nilai momen yang bekerja pada

pelat lantai As F3 G2 tipe S1 diperoleh hasil sesuai pada Gambar 5.3


berikut.

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

84

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

3
2
1

Gambar 5.3. Momen Pelat Lantai M22 Hasil Analisis Program ETABS v9.7.2

Besarnya momen yang bekerja pada plat lantai hasil analisa software ETABS
v.9.7.2 ditunjukkan pada Tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1. Output Momen Pelat Lantai Tipe S1 Denah Lantai 3
Jenis
Pelat Lantai Tipe S2

Gaya Dalam

Nilai (kNm)

Mlx (M22)

3,20

Mtx (M22)

- 4,36

Momen tumpuan dan lapangan yang bekerja pada plat lantai satu arah (one way
slab) ditunjukkan pada Gambar 5.4.

Gambar 5.4. Momen yang Bekerja pada Pelat Lantai Satu Arah (One Way Slab)

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

85

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

5. Menghitung Tinggi Efektif Pelat Lantai (dx)


Digunakan tulangan pokok 10.
dx = h ts 0,5 x D
= 120 20 0,5 x 10 = 95 mm.
6. Menentukan Besarnya Nilai
fc 30 MPa, = 0,85
fc > 30 MPa, = 0,85 0,008 (fc 30)

0,85 f ' c 600 0,85 0,85 30 600

0,065
fy
240
600 240
600 fy

7. Menghitung besarnya rasio penulangan minimum dan maksimum

min

min

1,4 = 1,4 = 0,00583


fy
240

f 'c
30

0,0057
4 fy 4 240

maks 0,75 b 0,75 0,065 0,049


8. Menghitung Tulangan Pokok Daerah Lapangan
Perhitungan tulangan pokok pada lapangan arah Ix menggunakan tulangan 10.
Mlx = Mu = 3,20 kNm
Faktor tahanan momen

M 3,20
M n u =
= 4,0 kNm
0,8

M n 4000000

Rn
b d 2 = 1000 952 = 0,443.
x

fy
m
0,85 f ' c

240

= 9,412
0,85 30

Rasio penulangan

2m Rn
1
1 1

m
fy

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

86

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

1
29,4120,443
1 1
0,0018
9,412
240

Rnb b fy1 b m
2

0,065 2401 0,065 9,412 10,782


2

Rmaks 0,75 Rnb 0,75 10,782 8,087


Karena Rn < Rmaks, maka digunakan tulangan tunggal.
Syarat rasio penulangan adalah min < < maks
Karena < min, maka yang digunakan adalah min = 0,00583.
Luas tulangan yang dibutuhkan
Ast = min x b x dx = 0,00583 x 1000 x 95 = 553,85 mm2

Asxfy 553,85x240
=
Tinggi blok regangan, a =
5,21mm
0,85xfc' xb 0,85x30 x1000
Momen nominal, Mn = As x fy x (d a/2 ) x 10-6
= 553,85 x 240 x ( 95 - 5,21/ 2) x 10-6 = 12,28 kNm
Kontrol kekuatan :
Mn

Mu

0,8 x 12,28 3,20


9,82

3,20 OK

Jarak antar tulangan


0,25 2 b 0,25 10 2 1000

141,80 ~ 140 mm
S
As
553,85

Syarat jarak antar tulangan adalah :


a) S = 125 mm 2 x h = 2 x 120 = 240 mm
b) S = 125 mm 250 mm
Maka digunakan tulangan lapangan 10-140.
Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

87

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

9. Menghitung Tulangan Pokok Daerah Tumpuan


Mtx = Mu = 4,36 kNm
Perhitungan tulangan pokok pada tumpuan arah Ix menggunakan tulangan 10.
Faktor tahanan momen

M 4,36
M n u =
= 5,45 kNm
0,8

M n 5450000

Rn
b d 2 = 1000 952 = 0,603.
x

fy
m
0,85 f ' c

240

= 9,412
0,85 30

Rasio penulangan

2m Rn
1
1 1

m
f y

1
29,4120,603
1 1
0,0025
9,412
240

Rnb b fy1 b m
2

0,065 2401 0,065 9,412 10,782


2

Rmaks 0,75 Rnb 0,75 10,782 8,087


Karena Rn < Rmaks, maka digunakan tulangan tunggal.
Syarat rasio penulangan adalah min < < maks
Karena < min, maka yang digunakan adalah min = 0,00583.

Luas tulangan yang dibutuhkan


Ast = min x b x dx = 0,00583 x 1000 x 95= 553,85 mm2

Asxfy 553,85x240
=
Tinggi blok regangan, a =
5,21mm
0,85xfc' xb 0,85x30 x1000
Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

88

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

Momen nominal, Mn = As x fy x (d a/2 ) x 10-6


= 553,85 x 240 x ( 95 - 5,21/2) x 10-6 = 12,28 kNm
Kontrol kekuatan :
Mn

Mu

0,8 x 12,28 4,36


4,36 OK

9,82

Jarak antar tulangan


0,25 2 b 0,25 102 1000

141,80 ~ 140 mm
S
A
553
,
85

Syarat jarak antar tulangan adalah :


a) S = 125 mm 2 x h = 2 x 120 = 240 mm
b) S = 125 mm 250 mm
Maka digunakan tulangan tumpuan 10-140.
10. Perhitungan tulangan pembagi arah memanjang (Iy)
Diambil 20% dari luas tulangan pokok = 0,2 x 553,85 = 110,77 mm2
Digunakan tulangan 8
0,25 2 b 0,25 8 2 1000

453mm ~ 300 mm
S
As
110,77

Maka digunakan tulangan pembagi 8 -300.


Penulangan pelat lantai yang telah dihitung ditabelkan pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2. Rekapitulasi Penulangan Plat Lantai
No
1
2

Momen

Penulangan

yang ditinjau

Diameter (mm)

Jarak (mm)

Mlx
Mtx

10
10

140
140

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

89

RSGROUP

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

AZZA REKA STRUKTUR

Gambar detail penulangan pelat lantai ditunjukkan pada Gambar 5.5 sebagai berikut.

Gambar 5.5. Penulangan Pelat Lantai Tipe S1


Gambar detail potongan A-A penulangan memanjang pelat lantai ditunjukkan pada Gambar
5.6 sebagai berikut.

Gambar 5.6. Detail Potongan A-A Penulangan Memanjang Pelat Lantai Tipe S1

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

90

BAB IV. Perencanaan Pelat Lantai

RSGROUP

AZZA REKA STRUKTUR

Gambar detail potongan B-B penulangan melintang pelat lantai ditunjukkan pada Gambar 5.7
sebagai berikut.

Gambar 5.7. Detail Potongan B-B Penulangan Melintang Pelat Lantai Tipe S1

Copyright 2014 www.PerencanaanStruktur.com

91

Anda mungkin juga menyukai