Anda di halaman 1dari 19

LAMPIRAN

PERATURAN DIREKTUR RSIA KARUNIA KASIH


NOMOR 011/PER/DIR/RSIAKK/VIII/2015
TENTANG
PANDUAN HAND HYGIENE
BAB I
PENGERTIAN
A. Latar Belakang
Cuci Tangan (Hand hygiene) adalah suatu upaya atau tindakan membersihkan
tangan, baik dengan menggunakan sabun antiseptik di bawah air mengalir atau
dengan menggunakan handrub berbasis alkohol dengan langkah-langkah yang
sistematik sesuai urutan, sehingga dapat mengurangi jumlah bakteri yang berada
pada tangan. . Price (1938) menyatakan bahwa bakteri pada tangan dapat
dikategorikan menjadi dua jenis, dikenal sebagai resident flora dan transient flora.
Resident flora, terdiri dari mikroorganisme yang tersembunyi dibawah sel
superfisial stratum korneum dan dapat pula ditemukan pada permukaan tangan.
Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah staphylococcus epiderdimis.
Resident flora ini mempunyai dua fungsi protektif, antagonis mikroba dan
kompetisi untuk mendapatkan nutrisi di ekosistem.
Secara umum, hubungan resident flora dan kejadian infeksi sangat kecil,
namun mungkin dapat menyebabkan infeksi pada bagian tubuh yang steril seperti
mata. Transient flora (transient microbiota), yang berkoloni pada lapisan
superfisial kulit, ukumnya lebih mudah disingkirkan dengan cuci tangan yang
rutin. Mikroorganisme transient tidak berkembang biak di dalam kulit, namun
umumnya berkembang biak di permukaan kulit. Mikroorganisme ini juga sering
berpindah seiring dengan adanya kontak antara petugas kesehatan dengan alat,
pasien bahkan dengan petugas kesehatan lain.
Membersihkan tangan merupakan pilar dan indikator mutu dalam mencegah
dan mengendalikan infeksi, sehingga wajib dilakukan oleh setiap petugas rumah
sakit. Membersihkan tangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan air
mengalir atau menggunakan antiseptik berbasis alkohol (Handrub).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan budaya hand hygiene seluruh karyawan Rumah Sakit Ibu dan
Anak Karunia Kasih
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan tentang hand hygiene
b. Menurunkan resiko infeksi pada pasien karena rumah sakit (health
associates infection/HAis)infeksi pada petugas kesehatan karena rumah
sakit (Health Care Associates Infection/HCAI)
c. Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit

BAB II
RUANG LINGKUP
Mencuci tangan merupakan

segala usaha yang di lakukan untuk

membersihkan kotoran yang secara kasat mata terlihat dan pengangkatan


mikroorganisme transien dari tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir
/ hand wash dan atau dengan cairan berbasis alcohol / handrub dengan
menggunakan 6 langkah (WHO,2009).
Kepatuhan Kebersihan Tangan adalah

kepatuhan

petugas melakukan

kebersihan tangan sesuai 5 indikasi dari WHO yaitu sebelum kontak dengan
pasien, setelah kontak dengan pasien , sebelum melakukan tindakan invasif dan
aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh, dan setelah

kontak dengan

lingkungan dan 6 tahap tehnik melakukan kebersihan tangan


5 (lima) moment mencuci tangan (hand hygiene):
1. Sebelum kontak dengan pasien meliputi : sebelum masuk ruangan
2. Kontak dengan pasien meliputi : menyentuh tubuh pasien, baju atau pakaian
3. Prosedur aseptik contoh : tindakan transfusi, perawatan luka, kateter urin,
suctioning, perawatan daerah pemasangan dan Tindakan invasif contohnya
pemasangan kateter intravena (vena pusat / vena perifer), kateter arteri,
pemasangan
4. Cairan tubuh pasien seperti : muntah, darah, nanah, urine, feces, produksi
drain dll
5. Menyentuh lingkungan meliputi : menyentuh tempat tidur pasien, atau linen
yang terpasang ditempat tidur, alat-alat, disekitar pasien atau peralatan lain
yang digunakan pasien, kertas / lembar untuk menulis yang ada disekitar
pasien
Catatan:
Sebelum dan setelah melepaskan sarung tangan

6 (enam) langkah tehnik melakukan kebersihan tangan sesuai dengan WHO :


1. Ratakan dan gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan
2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
3. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan
sebaliknya
6. Gosokkan dengan memutar ujung jarijari tangan kanan di telapak tangan
kiri dan sebaliknya, telapak tangan kanan dan sebaliknya
1. Mencuci tangan (hand hygiene) dengan air mengalir
Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun merupakan teknik hand
hygiene yang paling ideal. Dengan mencuci tangan, kotoran tak terlihat dan
bakteri patogen yang terdapat pada area tangan dapat dikurangi secara
maksimal. Hand hygiene dengan mencuci tangan disarankan untuk dilakukan
sesering mungkin , bila kondisi dan sumber daya memungkinkan.
Pelaksanaan mencuci tangan (hand hygiene) dengan menggunakan air yang
efektif membutuhkan waktu sekitar 40-60 detik
2. Mencuci tangan (hand hygiene) menggunakan antiseptik berbasis
alkohol (Ha n d r u b )
Pada pelaksanaan hand hygiene, mencuci tangan terkadang tidak dapat
dilakukan karena kondisi atau karena keterbatasan sumber daya. Banyaknya
pasien yang kontak dengan petugas dalam satu waktu, atau sulitnya
mendapatkan sumber air bersih yang memadai menjadi kendala dalam
melaksanakan hand hygiene dengan mencuci tangan. Dengan alasan ini,
WHO menyarankan alternatif lain dalam melakukan hand hygiene, yaitu
dengan handrub berbasis alkohol.
Pelaksanaan membersihkan tangan dengan menggunakan alcohol
based handrub efektif membutuhkan waktu sekitar 20-30 detik melalui 6
(enam) langkah kebersihan tangan.

Handrub antiseptic tidak menghilangkan kotoran atau zat organic,


sehingga jika tangan sangat kotor atau terkontaminasi oleh darah atau cairan
tubuh, harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Selain itu untuk
mengurangi penumpukan emollient pada tangan setelah pemakaian handrub
antiseptic berulang, tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir setiap kali aplikasi handrub. Terakhir handrub yang hanya berisi
alcohol sebagai bahan aktifnya, memiliki efek residual yang terbatas
dibandingkan dengan handrub yang berisi campuran alcohol dan antiseptic
seperti khlorheksidin.
Keuntungan hand rub WHO merekomendasikan handrub berbasis
alkohol karena beberapa hal sebagai berikut :
a. Berdasarkan bukti, keuntungan intrinsik dari reaksinya yang cepat, efektif
terhadap aktivitas mikroba spektrum luas dengan resiko minimal terhadap
resistensi mikrobakterial.
b. Cocok untuk digunakan pada area atau fasilitas kesehatan dengan akses
dan dukungan sumberdaya yang terbatas dalam hal fasilitas hand hygiene
(termasuk air bersih, tissue, handuk, dan sebagainya).
c. Kemampuan promotif yang lebih besar dalam mendukung upaya hand
hygiene karena prosesnya yang cepat dan lebih nyaman untuk dilakukan.
d. Keuntungan finansial, mengurangi biaya yang perlu dikeluarkan rumah
sakit..
e. Resiko minimal terhadap adverse event karena meningkatnya keamanan,
berkaitan dengan akseptabilitas dan toleransinya dibandingkan dengan
produk lain.
3. Mencuci tangan (hand hygiene) bedah
Cuci tangan bedah adalah membersihkan tangan dengan menggunakan
sikat halus dan sabun antiseptic dibawah air mengalir untuk mengangkat debu,
kotoran, minyak atau lotion maupun mikroorganisme dari tangan dan lengan
pada anggota tim bedah yang akan melakukan prosedur pembedahan (Basic
Perioperatif Nursing Care, 2006)
5

Cuci tangan bedah dapat melalui 2 proses :


a. Proses mekanik yaitu menggosok tangan dengan menggunakan sikat halus
untuk mengangkat kotoran dan mikroorganisme
b. Proses kimiawi yaitu proses melepaskan kotoran dan mikroorganisme
dengan menggunakan antiseptic yang memiliki kemampuan residual
4. Upaya meningkatkan kebersihan tangan
Mencuci tangan telah dianggap sebagai salah satu tindakan terpenting
untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi selama
lebih dari 150 tahun. Penelitian Semmelwessis (1861) dan banyak penelitian
lainnya memperlihatkan. Bahwa penularan penyakit menular dari pasien ke
pasien mungkin terjadi melalui tangan petugas kesehatan. Menjaga kebersihan
tangan dengan baik dapat mencegah penularan mikroorganisme dan
menurunkan frekuensi infeksi nosokomial (Boyce 1999; Larson 1995).
Masalah yang selalu timbul adalah bagaimana membuat petugas kesehatan
patuh pada praktek mencuci tangan yang telah direkomendasikan. Meskipun
sulit untuk merubah kebiasaan mengenai hal ini, ada beberapa cara yang dapat
meningkatkan keberhasilan, seperti :

Menyebar luaskan panduan terbaru mengenai praktek menjaga kebersihan


tangan dimana tercantum bukti mengenai efektifitasnya dalam mencegah

penyakit dan perlunya petugas kesehatan untuk mengikuti panduan tersebut


Melibatkan pimpinan/pengelola rumah sakit dalam diseminasi dan penerapan

pedoman kebersihan tangan


Menggunakan teknik pendidikan yang efektif, termasuk role model

(khususnya supervisor), mentoring, monitoring, dan umpan balik positif


Menggunakan pendekatan kinerja yang ditargetkan ke semua petugas

kesehatan, bukan hanya dokter dan perawat, untuk meningkatkan kepatuhan


Mempertimbangkan kenyamanan petugas dan pilihan yang efektif untuk
menjaga kebersihan tangan sehingga membuat petugas lebih mudah
mematuhinya
Selain itu, salah cara mudah untuk meningkatkan kepatuhan adalah
dengan menyediakan botol kecil handrub antiseptik untuk setiap petugas.
6

Pengembangan produk di mulai dari observasi bahwa teknik pencucian tangan


yang tidak layak serta rendahnya kepatuhan akan menjadikan tidak efektifnya
rekomendasi untuk menjaga kebersihan tangan. Pemakaian handrub antiseptic
yang murah dengan pembuatannya yang mudah dapat meminimalisasi banyak
factor yang menghambat penerapan panduan yang telah direkomendasikan.
Sebagai tambahan, handrub lebih efektif dibanding mencuci tangan dengan
sabun biasa atau sabun antiseptik karena dapat disediakan diberbagai tempat
sesuai jumlah yang dibutuhkan, tidak memerlukan sumber air, waktu lebih
singkat dan kurang membuktikan iritasi kulit ( tidak kering, pecah pecah atau
merekah ). Dengan demikian, handrub antiseptik dapat menggantikan proses
cuci tangan dengan sabun dan air sebagai prosedur utama untuk meningkatkan
kepatuhan (Larson et al. 2000 ; Pittet et al. 2000). Penyediaan handrub bagi
meningkatkan praktik kebersihan tangan untuk jangka panjang. Tidak cukup
dengan hanya menyediakan dispenser handrub antiseptic ( Muto dkk 2000).
Cara dua adalah menganjurkan para petugas menggunakan produk
perawatan tangan ( lotion pelembab dan crem ) untuk membantu mencegah
iritasi kulit dan dermatitis kontak yang berhubungan dengan seringnya
mencuci tangan, terutama dengan sabun dan deterjen yang mengandung agen
antiseptik. Tidak hanya petugas menjadi puas akan hasilnya, namun yang
terpenting, pada penelitian oleh McCormick et al. (2000), kondisi kulit yang
lebih baik karena penggunaan lotion tangan menghasilkan 50% peningkatan
frekuensi pencucian tangan.
Meskipun meningkatkan kemampuan kepatuhan untuk menjaga
kebersihan tangan panduan sulit, sejumlah program dan institusi mulai
mencapai keberhasilan. Kunci keberhasilan berasal dari berbagai intervensi
yang melibatkan perubahan prilaku, pendidikan kreatif, monitoring dan
evaluasi, dan lebih penting adalah ketertiban supervisor sebagai role model
serta dukungan pimpinan.
5. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kebersihan tangan
7

Jari Tangan
Penelitian membuktikan bahwa daerah dibawah kuku ( ruang subungual )
mengandung jumlah mikroba tertinggi (McGinley, Larson dan Leydon 1988 ).
Beberapa penelitian baru-baru ini telah memperlihatkan kuku yang panjang
dapat berperan sebagai resevoar untuk bakteri Gram negative P. aeruginosa ,
jamur dan pathogen lain ( Hedderwick et al. 2000 ). Kuku panjang, baik yang
alami maupun buatan, lebih mudah melubangi sarung tangan (Olisen et al.
1993 ). Oleh karena itu, kuku harus dijaga tetap pendek, tidak lebih dari 3 mm
melebihi ujung jari.
Kuku buatan
Kuku buatan ( pembungkus kuku, pemanjang akritik yang dipakai oleh
petugas kesehatan dapat berperan dalam infeksi nosokomial ( Hedderwick et
al. 2000 ). Selain itu, telah terbukti bahwa kuku buatan dapat berperan sebagai
reservoar untuk bakteri Gram negatif, pemakaiannya oleh petugas kesehatan
harus dilarang.
Cat kuku
Penggunaan cat kuku saat bertugas tidak diperkenankan.
Perhiasan
Penggunaan perhiasan saat bertugas tidak diperkenankan.
6. Tujuan mencuci tangan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan budaya mencuci tangan hand hygiene seluruh karyawan
RSIA Karunia Kasih
b. Tujuan Khusus
1) Meningkatkan pengetahuan tentang hand hygiene
2) Menurunkan resiko infeksi pada pasien karena rumah sakit (health
associates infection/HAI)infeksi pada petugas kesehatan karena rumah
sakit (Health Care Associates Infection/HCAI)
3) Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
Mencuci tangan merupakan segala usaha yang di lakukan untuk membersihkan
kotoran yang secara kasat mata terlihat dan pengangkatan mikroorganisme
transien dari tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir / hand wash

dan atau dengan cairan berbasis alcohol / handrub dengan menggunakan 6


langkah (WHO,2009).
Kepatuhan Kebersihan Tangan adalah

kepatuhan

petugas melakukan

kebersihan tangan sesuai 5 indikasi dari WHO yaitu sebelum kontak dengan
pasien, setelah kontak dengan pasien , sebelum melakukan tindakan invasif dan
aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh, dan setelah

kontak dengan

lingkungan dan 6 tahap tehnik melakukan kebersihan tangan.


5 (lima) moment mencuci tangan (hand hygiene):
6. Sebelum kontak dengan pasien meliputi : sebelum masuk ruangan
7. Kontak dengan pasien meliputi : menyentuh tubuh pasien, baju atau pakaian
8. Prosedur aseptik contoh : tindakan transfusi, perawatan luka, kateter urin,
suctioning, perawatan daerah pemasangan dan Tindakan invasif contohnya
pemasangan kateter intravena (vena pusat / vena perifer), kateter arteri,
pemasangan
9. Cairan tubuh pasien seperti : muntah, darah, nanah, urine, feces, produksi
drain dll
10. Menyentuh lingkungan meliputi : menyentuh tempat tidur pasien, atau linen
yang terpasang ditempat tidur, alat-alat, disekitar pasien atau peralatan lain
yang digunakan pasien, kertas / lembar untuk menulis yang ada disekitar
pasien
Catatan:
Sebelum dan setelah melepaskan sarung tangan
6 (enam) langkah tehnik melakukan kebersihan tangan sesuai dengan WHO :
7. Ratakan dan gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan
8. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
9. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
10. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
11. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan
sebaliknya
12. Gosokkan dengan memutar ujung jarijari tangan kanan di telapak tangan
kiri dan sebaliknya, telapak tangan kanan dan sebaliknya

10

BAB III
TATA LAKSANA
1. Tatalaksana mencuci tangan (hand hygiene) dengan air mengalir
Pelaksanaan mencuci tangan (hand hygiene) dengan menggunakan air yang
efektif membutuhkan waktu sekitar 40-60 detik, dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Buka kran dan basahi tangan dengan air


Tuangkan sabun secukupnya
Gosok kedua telapak tangan hingga merata
Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan

sebaliknya
e. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
f. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci dan saling
digosokkan
g. Gosok ibu jari kiri berputar kearah bawah dalam genggaman tangan kanan
dan sebaliknya
h. Gosokkan dengan memutar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri
dan sebaliknya
i. Bilas tangan dengan air bersih
j. Keringkan tangan dengan menggunakan handuk kertas
k. Gunakan handuk kertas tersebut untuk memutar kran sewaktu mematikan
kran.
2. Tatalaksana mencuci tangan (hand hygiene) menggunakan antiseptik
berbasis alkohol (Handrub)
Prosedur ini dimulai dengan menuangkan 3-5 ml handrub ke dalam telapak
tangan, dan kemudian memulai teknik 6 langkah :
a. Gosok kedua telapak tangan secara merata
b. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
c. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
d. Jari-jari sisi dari kedua tangan saling mengunci dan saling digosokkan
e. Gosok ibu jari kiri berputar kearah bawah dalam gengaman tangan kanan
dan sebaliknya
f. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak kanan
kiri dan sebaliknya
11

Setiap gerakkan sebanyak (tiga) kali. Lamanya prosedur sebaiknya selama


20-30 detik.
3. Tata cara mencuci tangan (hand hygiene) bedah
Persiapan
Menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk cuci tangan, memakai APD
lengkap, pemakaian baju dan sarung tangan- memastikan bahwa pakaian dan
sarung tangan setelah sesuai dengan ukuran dan tipe operasi.
1. Persiapan Personal
Persiapan sebelum melakukan cuci tangan:
a. Rambut telah tertutup atau telah menggunakan APD lengkap ( topi,
masker, kacamata, apron, sepatu khusus yang tertutup )
b. Kuku jari tangan pendek, bersih dan bebas dari cat kuku
c. Cincin dan jam tangan telah dilepaskan , gulung lengan baju 10 cm
diatas siku
d. Tidak ada luka dikulit atau kelainan pada kulit yang sedang dalam
proses infeksi
e. Memilih larutan antiseptic yang tepat
2. Persiapan Alat
a. Tempat cuci tangan yang cukup dalam dan lebar untuk mencegah
percikan air keluar dari area cuci tangan
b. Air mengalir yang memenuhi syarat, yang dapat dikendalikan dengan
siku atau kaki
c. Sikat halus dan spon yang menggunakan antiseptic
d. Pembersih kuku
e. Tempat sampah untuk membuang sikat bebas pakai
Teknik Cuci Tangan Bedah
Langkah 1 :

Lepaskan semua perhiasan, termasuk cincin dan jam tangan


Basahi tangan dengan air mengalir
Gunakan cairan antiseptic sesuai dengan petunjuk, cuci tangan dan
lengan bawah secara menyeluruh dan bilas.

Langkah 2 :

Gunakan sekali lagi cairan antiseptic, sebarkan ke seluruh permukaan


tangan dan lengan bawah
12

Langkah 3 :

Mulai dengan tangan, gunakan pembersih kuku untuk membersihkan


daerah bawah kuku kedua tangan

Langkah 4 :

Bersihkan kuku secara menyeluruh, kemudian jari-jari, sela-sela jari,


telapak tangan dan punggung tangan. Cuci setiap jari seakan-akan
mempunyai 4 sisi

Langkah 5 :

Berikutnya scrub daerah pergelangan tangan pada tiap tangan

Langkah 6 :

Setalah seluruh pergelangan tangan sudah di scrub, bagian tangan

bawah juga di scrub, pastikan gerakan dari bawah lengan menuju siku
Ulangi pada lengan satunya, dari lengan menuju siku

Langkah 7 :

Bilas tangan dan lengan bawah secara menyeluruh, pastikan tangan


ditahan lebih tinggi dari siku

Langkah 8 :

Biarkan sisa air menetes melalui siku, keringkan dengan handuk steril

Tindakan Pencegahan
Semua petugas kamar bedah harus mengingatkan tindakan pencegahan
berikut untuk prosedur cuci tangan :
1. Sekali memulai prosedur cuci tangan, setiap kontaminasi atau gangguan
mengharuskan kita mengulangi kembali semua urutan cuci tangan dari
awal
2. Tidak

seorangpun boleh cuci tangan sementara memakai cat kuku/

perhiasan ( misal : cincin )


3. Tidak seorangpun boleh mencuci tangan bila tangannya memakai perban
4. Air yang mengalir dari siku ke jari-jari tangan bertindak sebagai
kontaminan. Air seharusnya mengalir ke siku yg dilipat.

13

5. Prosedur cuci tangan ini bersifat rutin, lamanya minimal 5 menit dan
aturannya sama saja setiapkali anda perlu mencuci tangan untuk suatu
tindakan bedah. Faktor waktu itu tidak kurangi untuk setiap kasus bedah
6. Tangan perlu disikat sebersih mungkin tetapi kulit tidak pernah steril

14

BAB IV
DOKUMENTASI
1. Pencatatan dan pelaporan
a. Pencatatan dan pelaporan kebersihan tangan dilaksanakan oleh Tim
PPIRS.
b. Tim PPIRS bertanggung jawab untuk melaporkan pengumpulan data
mengenai kebersihan tangan kepada Direktur RS.
2. Monitoring dan evaluasi
a. Kegiatan monitoring dan evaluasi akan dilakukan setiap hari
b. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Tim PPIRS di masing-masing unit
perawatan
c. Hal-hal yang dimonitoring dan evaluasi meliputi :
1) Kepatuhan petugas untuk cuci tangan sebelum kontak ke pasien
2) Kepatuhan petugas untuk cuci tangan setelah kontak ke pasien
3) Kepatuhan petugas untuk cuci tangan setelah terkena cairan tubuh
4) Kepatuhan petugas untuk cuci tangan setelah menyentuh alat medis
5) Kepatuhan petugas untuk cuci tangan setelah melakukan tindakan
invasive
3. Dokumen
a. SPO Cuci tangan
b. Formulir monitoring hand hygiene
c. Profil indikator SKP 5

15

LEMBAR MONITORING HAND HYGIENE

Unit Kerja :
Kode Petugas :

Nama Observer :
Waktu Observasi :

1 = Dokter

5 = Ptgs Kebersihan

2 = Perawat

6 = Office Staf

3 = Profesi lain

7 = Ptgs Lainnya

Pagi (7 15)
Sore (15 21)
Malam (21 7)

4 = Administrasi
HR = Handrubbing

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Hari/Tgl

Kode
Ptgs

HW = Handwashing

Hand Hygiene

Hand Hygiene
Sebelum Kontak

HR

Pasien

HW

Sesudah Kontak
Pasien, Peralatan,
Lingkungan

No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No

Yes No

Yes

Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
16

Hand
HR

HW

Hygiene
Sebelum &
Sesudah

No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes

No
Yes No
Yes No
Yes No

17

Yes No

Yes

18
19
20

Yes No
Yes No
Yes No

No
Yes No
Yes No
Yes No
Yes

TOTAL
PERSENTASE *)
*) Perhitungan : Jumlah Petugas Yg Melakukan Hand Hygiene / Jumlah Petugas Yg Diobservasi X
100 %

PROFIL INDIKATOR KINERJA HAND HYGIENE


1

Nama Indikator

KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN

Program

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit

Dimensi

Keselamatan Pasien

Tujuan

Menurunkan risiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan

Dasar Pemikiran / Literatur

WHO Guidelines

for hand hygiene 2009, Buku Pedoman Penc

pengendalian Infeksi Rumah Sakit tahun 2011, Buku Pedoman surve


Rumah Sakit Kemenkes 2011
6

Definisi Operasional

Kebersihan Tangan (hand hygiene) adalah segala usaha yang di la

membersihkan kotoran yang secara kasat mata terlihat dan p

mikroorganisme transien dari tangan dengan menggunakan sabun dan

/ hand wash dan atau dengan cairan berbasis alcohol / hand


menggunakan 6 langkah (WHO,2009).
17

Kepatuhan Kebersihan Tangan adalah kepatuhan petugas melakukan

tangan sesuai 5 indikasi dari WHO yaitu sebelum kontak dengan pa

kontak dengan pasien , sebelum melakukan tindakan invasif dan ase


kontak dengan cairan tubuh, dan setelah kontak dengan lingkungan
tehnik melakukan kebersihan tangan.
7

Kriteria

5 indikasi kebersihan tangan:

11. Sebelum kontak dengan pasien meliputi : sebelum masuk ruanga


12. Kontak dengan pasien meliputi : menyentuh tubuh pasien, baju at
13. Prosedur aseptik contoh : tindakan transfusi, perawatan luka,
suctioning, perawatan daerah pemasangan dan

Tindakan invas

pemasangan kateter intravena (vena pusat / vena perifer), ka

pemasangan
14. Cairan tubuh pasien seperti : muntah, darah, nanah, urine, fec

drain dll
15. Menyentuh lingkungan meliputi : menyentuh tempat tidur pasie

yang terpasang ditempat tidur, alat-alat, disekitar pasien atau p

yang digunakan pasien, kertas / lembar untuk menulis yang a


pasien
Catatan:
Sebelum dan setelah melepaskan sarung tangan

6 langkah tehnik melakukan kebersihan tangan sesuai dengan WHO

13. Ratakan dan gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan


14. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan
sebaliknya
15. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
16. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
17. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan

sebaliknya
18. Gosokkan dengan memutar ujung jarijari tangan kanan di telapa
dan sebaliknya, telapak tangan kanan dan sebaliknya

a. Inklusi

Semua petugas yang berada di ruang perawatan pasien dan poliklinik

18

b. Eksklusi
8

Type Indikator

Indikator Proses

Jenis Indikator

Persentase

10

Numerator

Total Kebersihan tangan yang di lakukan petugas sesuai dengan


moment

11

Denominator

Total kesempatan melakukan kebersihan tangan sesuai dengan 5 indika

12

Cara Pengukuran / Formula

Total Kebersihan tangan yang

di lakukan sesuai dengan 5 indi

kesempatan melakukan kebersihan tangan sesuai dengan 5 indikasi X 1


13

Standar Pengukuran / Target >85 %


Pengukuran Indikator dan/atau
ambang batas

< 75% = Kurang, 76 % - 85 % = Cukup, dan > 85 % = Baik (Berdasar

14

Sumber Data

Catatan Data, Observasi

15

Target

Sampel

dan

Ukuran

Petugas di Ruang Rawat Inap (data sampel)

Sampel (n)
Wilayah Pengamatan

Ruang Rawat

16

Metodologi Pengumpulan Data

Concurrent

17

Pengumpul Data

Tim PPIRS

18

Frekuensi Penilaian Data

Bulanan

19

Periode Waktu Pelaporan

Bulanan

20

Mohon

Perlu dilakukan analisis akar penyebab masalahnya bagi petuga

dijelaskan

mengenai

rencana analisis ?
21

Mohon dijelasan
hasil-hasil

perawatan yang kurang patuh terhadap kebersihan tangan


bagaimana

data

Rapat Mingguan Unit Kerja

akan

disebarluaskan pada staf ?


22

Nama Alat atau File Audit

Formulir Hasil Pencapaian Indikator

23

Penanggung Jawab

Keperawatan

19