Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Submateri Pokok
Alokasi Waktu

: SMA Negeri 15 Bandung


: Kimia
: X/2
: Tata Nama Senyawa Anorganik dan Organik Sederhana
: 1. Tata Nama Senyawa Kovalen Biner
2. Tata Nama Senyawa Organik
: 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator dan Tujuan Pembelajaran


Kod
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
e
1.
Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menyadari
adanya1.1.1
ajaran agama yang dianutnya.
keteraturan
dari
sifat
hidrokarbon, termokimia, laju
reaksi, kesetimbangan kimia,
larutan dan koloid sebagai
wujud kebesaran Tuhan YME
dan pengetahuan tentang
adanya keteraturan tersebut
sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.

Indikator
Menunjukkan sikap religius melalui
kegiatan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran
1.1.1.1. Peserta didik menunjukkan sikap religius
melalui pembiasaan menjawab salam
sebelum
dan
sesudah
kegiatan
pembelajaran.
1.1.1.2. Peserta didik menunjukkan sikap religius
melalui pembiasaan berdoa dengan
sungguh-sungguh sesuai dengan agama
yang dianutnya sebelum dan sesudah
kegiatan pembelajaran.
1.1.1.3. Peserta didik menunjukkan sikap religius
melalui upaya menyadari kebesaran Tuhan
YME yang telah menciptakan manusia
dengan akal pikiran yang sempurna
sehingga mampu merumuskan aturan tata
nama senyawa kimia yang berguna bagi
kehidupan dan perkembangan ilmu kimia.

2.

3.

Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif
dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan
dalam
berinteraksi
secara
efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah 2.1.1 Menunjukkan rasa ingin tahu.


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan
opini,
ulet,
teliti,
bertanggung jawab, kritis, 2.1.2 Menunjukkan sikap disiplin.
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif)
dalam
merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam sikap2.1.3 Menunjukkan sikap kerjasama.
sehari-hari.

Memahami,
menerapkan,
menganalisis
pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan

3.10Menerapkan aturan IUPAC


untuk penamaan senyawa
anorganik
dan
organik
sederhana.

2.1.4 Menunjukkan sikap responsif.

3.10.4. Menuliskan nama senyawa


kovalen biner sesuai aturan
IUPAC.
3.10.5. Menuliskan
rumus
senyawa
kovalen
berdasarkan
senyawanya.

kimia
biner
nama

2.1.1.1. Peserta didik menunjukkan sikap rasa


ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan
selama kegiatan pembelajaran tata nama
senyawa kovalen biner dan senyawa
organik
2.1.2.1 Peserta didik menunjukkan sikap disiplin
melalui kehadiran di kelas dan
pengumpulan LKS tentang tata nama
senyawa kovalen biner serta tugas rumah
tepat waktu.
2.1.3.1 Peserta didik dapat menunjukkan sikap
kerjasama dengan teman sekelompok saat
diskusi selama proses pembelajaran.
2.1.4.1 Peserta didik menunjukkan sikap responsif
dengan menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh guru selama kegiatan
pembelajaran mengenai aturan tata nama
senyawa kovalen biner menurut IUPAC
dan tata nama senyawa organik.
3.10.4.1 Peserta didik dapat menuliskan nama
senyawa kovalen biner sesuai aturan
IUPAC.
3.10.5.1 Peserta didik dapat menuliskan rumus
kimia senyawa kovalen biner berdasarkan
nama senyawanya.

wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4.

Mengolah, menalar, menyaji dan


mencipta dalam ranah konkret
dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan
diri
yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta efektif dan kreatif,
dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan.

4.10Menalar aturan IUPAC dalam


penamaan
senyawa
anorganik
dan
organik
sederhana.

3.10.6. Menuliskan nama senyawa


organik sederhana yang ada di
dalam kehidupan sehari-hari.

3.10.6.1 Peserta didik dapat menuliskan nama


senyawa organik sederhana yang ada di
dalam kehidupan sehari-hari.

3.10.7. Menuliskan
rumus
kimia
senyawa organik berdasarkan
nama senyawanya dalam
kehidupan sehari-hari.

3.10.7.1 Peserta didik dapat menuliskan rumus


kimia senyawa organik berdasarkan nama
senyawanya dalam kehidupan sehari-hari.

4.10.1 Terampil dalam menyimpulkan 4.10.1.1 Peserta


didik
terampil
dalam
aturan tata nama IUPAC
menyimpulkan aturan tata nama IUPAC
senyawa kovalen biner.
senyawa kovalen biner.
4.10.2 Terampil mengkomunikasikan
hasil diskusi mengenai tata
nama senyawa kovalen biner
berdasarkan aturan IUPAC.

4.10.2.1 Peserta didik terampil mengkomunikasikan


hasil diskusi mengenai tata nama senyawa
kovalen biner berdasarkan aturan IUPAC.

B. Materi Pembelajaran
1. Materi Prasyarat
- Unsur
- Senyawa kovalen
2. Materi Inti
a) Tata Nama Senyawa Kovalen Biner
Senyawa kovalen tersusun atas dua unsur nonlogam atau lebih. Tata nama senyawa kovalen
yang akan dipelajari adalah tata nama senyawa kovalen biner. Senyawa kovalen biner merupakan
senyawa kovalen yang hanya terdiri dari dua jenis unsur yang berbeda, misalnya air (H2O), karbon
dioksida (CO2) dan amonia (NH3).
Rumus Kimia: Unsur yang lebih elektropositif dituliskan terlebih dahulu dan dikuti oleh unsur
yang lebih elektronegatif berdasarkan urutan berikut :
B Si As C P N H S I Br Cl O F
Catatan : Unsur nonlogam yang diurutkan tersebut adalah unsur nonlogam golongan A yang
umum membentuk senyawa kovalen biner.
Contoh : Rumus kimia amonia lazim ditulis sebagai NH 3, bukan H3N ; rumus kimia karbon
dioksida lazim ditulis CO2, bukan O2C.
Nama senyawa : Penamaan senyawa kovalen biner ditentukan dengan cara merangkaikan
nama kedua jenis unsur kemudian diikuti dengan akhiran-ida pada nama unsur yang kedua.
Misalnya HCl dibaca hidrogen klorida dan CO dibaca karbon monoksida. Jika pasangan unsur
yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, senyawa-senyawa tersebut
dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya dalam bahasa Yunani. Indeks satu tidak perlu
disebutkan, kecuali untuk karbon monoksida.
1 = mono
3 = tri
5 = penta
7 = hepta
9 = nona
2 = di
4 = tetra
6 = heksa
8 = okta
10 = deka
Contoh :
NO
= nitrogen oksida
N2O
= dinitrogen oksida
N2O3
= dinitrogen trioksida
N2O5
= dinitrogen pentaoksida
CO
= karbon monoksida
CO2
= karbon dioksida
Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan diatas, misanya H2O (air), NH3
(amonia) dan CH4 (metana).
b) Tata Nama Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Pada awalnya,
senyawa organik ini tidak dapat dibuat di laboratorium melainkan hanya dapat diperoleh dari
makhluk hidup. Oleh karena itu, senyawa-senyawa karbon tersebut dinamai senyawa organik.
Jumlah senyawa organik lebih banyak daripada senyawa anorganik. Oleh karena itu, tata namanya
lebih kompleks. Berikut beberapa contohnya.
Rumus Kimia
CH4
C2H4
C3H4
CH3OH
C6H12O6
C3H8

Nama Senyawa
Metana
Etena
Propuna
Metanol
Glukosa
Propana

Rumus Kimia
CH3Cl
CO(NH2)2
CH3COOH
C12H22O11
C3H7OH
C4H10

Nama Senyawa
Klorometana
Urea
Asam etanoat (asam asetat)
Sukrosa
Propanol
Butana

C. Strategi Pembelajaran
Model
: Inkuiri terbimbing
Pendekatan
: Saintifik
Metode
: Diskusi kelompok
D. Media dan Sumber Belajar
1. Media:
a. Papan tulis
b. Laptop
c. LCD Projector
d. Power point slide
e. Lembar Kerja Peserta didik
2. Sumber Belajar:
Sudarmo, U. (2013). Kimia untuk SMA/MA Kelas X Berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tahapan
A. Kegiatan Awal
1. Etika Pembelajaran

2. Apersepsi

Kegiatan Siswa

1. Peserta didik menjawab salam guru


2. Peserta didik membaca doa bersama-sama
sebelum memulai pembelajaran dengan
dipimpin oleh ketua kelas.
3. Peserta didik diperiksa kehadirannya.
4. Peserta didik diminta fokus dan menyiapkan
diri untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
1. Peserta didik diingatkan kembali materi yang
telah dipelajari sebelumnya oleh guru, yaitu
tentang tata nama senyawa ionik biner dan
poliatom
2. Peserta didik menuliskan jawaban dari tugas
yang diberikan pada pertemuan sebelumnya di
papan tulis
3. Peserta didik bersama guru membahas
jawaban dari tugas yang diberikan
4. Peserta didik mengamati tabel periodik unsur
yang ditampilkan guru
5. Peserta didik menjawab pertanyaan mengenai
materi prasyarat yaitu senyawa kovalen
Guru : Siapa yang bisa menjelaskan, apa
yang dimaksud dengan senyawa
kovalen?
Peserta didik : Senyawa kovalen adalah
senyawa yang terbentuk karena
pemakaian
bersama
pasangan
elektron.
Guru : Ya benar, coba sekarang sebutkan
salah satu contoh senyawa ionik?
Peserta didik : CO2 bu.
6. Jawaban peserta didik dikonfirmasi oleh guru

Karakter
yang
ditanamkan

Waktu

5 menit

Disiplin

10 menit

Responsif

3. Motivasi

B. Kegiatan Inti

1. Mengamati
2. Menanya

3. Mengumpulkan data

4. Mengasosiasi

7. Peserta didik diberitahu bahwa materi-materi


tersebut memiliki keterkaitan dengan materi
yang akan dipelajari.
1. Peserta didik mengamati beberapa foto garam
dapur, pupuk KCl, gas CO dan air
2. Peserta didik menyebutkan senyawa yang
merupakan senyawa ionik dan senyawa
kovalen
3. Peserta didik memperhatikan rumus kimia dan
nama senyawa tersebut
Guru
:Apakah ada perbedaan antara
penulisan rumus kimia dan penamaan
senyawa ionik dengan senyawa
kovalen?
(perkiraan jawaban peserta didik)
Peserta didik :Ada, bu.
4. Jawaban peserta didik dikonfirmasi oleh guru
5. Peserta didik diberitahu bahwa materi yang
akan dipelajari ini sangat penting dalam kimia,
karena senyawa yang ada di dunia bukan
hanya senyawa ionik, tetapi juga ada senyawa
kovalen dan senyawa organik
1. Peserta didik dikondisikan untuk duduk sesuai
kelompoknya
2. Peserta didik mendapatkan LKS
3. Peserta didik mengamati tabel yang berisi
beberapa rumus kimia dan nama senyawanya
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari
tabel yang diamati dan menuliskannya di LKS
(pertanyaan yang diharapkan)
Mengapa pada nama senyawa kovalen
biner ada kata mono, di, tri?
Bagaimana aturan yang tepat untuk
penamaan senyawa kovalen biner?
5. Peserta didik mencari contoh-contoh rumus
kimia beserta nama senyawa kovalen biner
sesuai aturan IUPAC (selain yang telah
disebutkan di M1) sebanyak 8 buah melalui
literatur (buku atau internet)
6. Peserta didik bersama guru mengkonfirmasi
dan membahas contoh-contoh yang ditemukan
siswa
7. Peserta
didik
menjawab
pertanyaanpertanyaan di LKS bagian Mengasosiasi
secara berkelompok.
8. Peserta didik mendiskusikan jawaban dari
pertanyaan pada LKS dengan teman
sekelompoknya sehingga diperoleh satu
jawaban kelompok.
9. Peserta didik bersama guru mengkonfirmasi

10 menit

Responsif

2 menit
Rasa
tahu

ingin

5 menit

Rasa
tahu

ingin

8 menit

10 menit
Kerjasama
20 menit

5. Mengkomunikasikan
C. Kegiatan Penutup

F. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Pengetahuan
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
2. Penilaian Sikap
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
3. Penilaian Keterampilan
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen

jawaban peseta didik


10. Peserta didik mengamati contoh penamaan
senyawa organik yang ditampilkan guru
11. Perwakilan peserta didik dari satu kelompok
diminta untuk mengkomunikasikan hasil
diskusinya secara lisan.
1. Peserta didik menyimak ketika guru mengkaji
ulang tentang materi pembelajaran yang telah
didiskusikan.
2. Peserta didik memperhatikan penyampaian
guru mengenai beberapa senyawa kovalen
biner yang penamaannya tidak mengikuti aturan
IUPAC, karena sudah dikenal umum seperti H2O
dan NH3 dengan nama berturut-turut yaitu air
dan amonia
3. Peserta didik diberitahu bahwa senyawa
kovalen juga ada yang poliatom, hanya untuk
penamaannya sama seperti tata nama senyawa
ionik poliatom
4. Peserta didik menanyakan materi yang belum
dimengerti terkait tata nama senyawa ionik.
5. Peserta didik mengumpulkan LKS yang telah
dikerjakan.
6. Peserta didik mengerjakan tes mengenai tata
nama senyawa ionik, senyawa kovalen biner,
dan senyawa organik
7. Peserta didik mendapatkan informasi terkait
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya, yaitu mengenai persamaan reaksi
8. Peserta didik berdoa sesudah belajar dengan
dipimpin oleh ketua kelas
9. Peserta didik mengucapkan salam.

10 menit

10 menit

: Formatif
: Tes Tertulis
: Pilihan ganda dan esai
: Autentik
: Nontes Observasi
: Skala Penilaian (Rating Scales)
: Autentik
: Nontes Observasi
: Skala Penilaian (Rating Scales)

LAMPIRAN-LAMPIRAN
7

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Lampiran 1 (Lembar Kerja Siswa)


Lampiran 2 (Jawaban Lembar Kerja Siswa)
Lampiran 3 (Lembar Penilaian Kognitif)
Lampiran 4 (Lembar Penilaian Afektif)
Lampiran 5 (Lembar Penilaian Psikomotor)
Lampiran 6 (Power Point Slide)
Bandung, Februari 2016
Mengetahui
Guru Pamong,

Ujang Rohaya, S.Pd.


NIP. 196909091992011001

Praktikan,

Cucu Risnawati
NIM. 1206631