Anda di halaman 1dari 19

RINGKASAN MATERI

KULIAH

Dosen: Prof. DR. R.A. Supriyono, SU, AK, CA., CMA.

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Oleh:
Anisa Rachmawati
Fitria Ningrum Sayekti
Yayi Wulanninggar

Chapter 14
Pola perilaku auditor

Kerangka bab
Auditing dan
auditor

Aspek
Perilaku
Audit

Kasus:
Menyelesaikan
dilema auditor
melalui persepsi

Auditing dan auditor


Audire yang
artinya
mendengar.
Auditor
mendengarkan
bukti
berdasarkan pada
penilaiannya.

Sifat
Audit

Kegiatan yang
umum.
Meliputi hampir
setiap institusi
dan organisasi.

Lingkup
Audit

Menurut
Elbert
Hubbard,
Auditor
adalah cerdas dan
dingin.
Menurut William. A,
auditor melakukan
dengan sempurna.
Beberapa
kritikus
menyatakan bahwa
prosesnya
nonscientific
dan
jauh dari akurat.

Stereoti
p
Auditor

Aspek Perilaku Audit


Untuk memahami faktor-faktor yang cenderung mewarnai pola
perilaku auditor dan menempatkan mereka ke dalam perspektif
yang tepat.
Tiga alasan:
Penerapan CPA audit
keuangan sebagai
kerangka acuan
lingkungan kerja

Dua Bagian Situasi yang mempengaruhi


Perilaku Auditor
Auditor mudah terpengaruh atas persepsi
mereka tentang lingkungan audit dan tentang
orang-orang yang terlibat.
Auditor harus terus-menerus menyelesaikan
kepentingan diri sendiri. Beberapa di antaranya
tumpang tindih dan hanya yang independen.

Menghilangkan
faktor
kepribadian
Domain
Audit
Dampak
dan
Sindrom
Pengaruh
Keyakinan
Audit
pada Auditee
PersepsiMaterialitas
Dan Perilaku Auditor

Dua unsur meniadakan tindakan


yang tidak diinginkan, yaitu:
(1) Komunikasi antara auditor
mengenai pekerjaan yang
harus dilakukan dan
(2) Mengurangi, sebanyak
mungkin, kecenderungan

KASUS - MENYELESAIKAN DILEMA AUDITOR


MELALUI PERSEPSI
Permasalahan yang dihadapi: Sara tidak hanya
dilecehkan oleh controller klien, juga berada di
bawah tekanan internal untuk memenuhi
anggaran waktu dari manajer audit, dan
Permasalahanevaluasi untuk promosi. Sara bekerja lembur
untuk memenuhi anggaran waktu tapi terlihat
tetap efisien.

Meringkas Profesi Auditor

Perilaku tertentu tidak dapat diprediks

Interpersonal hubungan auditor


Analisis Transaksional

Menerapkan ERT

Rasional
(RET)

Emotion Therapy

CHAPTER 15
THE BEHAVIORAL ASPECTS OF
DECISSION MAKING
AND DECISSION MAKERS

Langkah-langkah dalam
Pengambilan Keputusan

Penc
arian
atas
tinda
kan
alter
natif

Pene
rapa
n
dan
tinda
k
lanju
t

Penge
nalan
dan
pende
finisia
n
suatu
masal
ah

Pemili
han
altern
atif
yang
optim
al dan
mem
uaska
n

Motif
Kognitif

Tipe Proses
Model
Pengambilan
Keputusan
Satisficing
Model

Model sosial
Model
ekonomi

Pengambilan Keputusan dalam


Organisasi

Kekuata
n dan
Kelemah
an
Individu
sebagai
Pengam
bil
Keputus
an
Perusah
aanSeb
agai
Unit
Pengam
bilan
Keputus
an

Manusia
- Para
Pengam
bil
Keputus
an
Organis
asi

Peran
Kelompo
k
sebagai
Pembuat
Keputus
an dan
Pemeca
han
Masalah

Pengambilan keputusan orang


awam dan orang ahli
perbedaan dalam sikap pengambilan
keputusan antara orang awam dan
orang yang
orangahli yang
ahli
Orang
awam
mengumpulkan
data
tanpa pandang bulu dan
menunggu apa yang
akan terjadi

mengumpulkan
data
dengan
membedakan
data
yang
akan
ditindaklanjuti
untuk
observasi,
kemudian
mereka
merangkum
data
tersebut
dan
memformulasikan
hipotesis

Peran dari Personaliti dan Gaya


Kognitif dalam Pembuatan Keputusan
Personaliti merujuk sikap atau keyakinan
seseorang, sedangkan gaya kognitif merujuk
pada cara atau metode yang digunakan
seseorang dalam menerima, menyimpan,
memproses, dan meneruskan informasi.
Individu yang memiliki tipe personaliti yang
sama akan memiliki gaya kognitif yang
berbeda ketika menerima, menyimpan, dan
memproses informasi. Dalam situasi terkait
pengambilan keputusan, personaliti dan gaya
kognitif berinteraksi dan mempengaruhi
dampak dari informasi akuntansi.

CHAPTER 16
THE BEHAVIORAL FACTORS OF CAPITAL
BUDGETING

Definisi Capital Budgeting


proses pengalokasian dana untuk
proyek jangka panjang
Keputusan penganggaran modal yang
dibuat harus sesuai dengan kebutuhan
serta melibatkan jumlah modal yang
relatif besar

Jenis dan Pentingnya Faktor


Keperilakuan pada Penganggaran
Modal
Deskripsi faktor keperilakuan yang lebih lanjut adalah
sebagai berikut:
Masalah Dalam Mengidentifikasi Proyek yang Potensial
Memprediksi Masalah yang Disebabkan Perilaku Manusia
Masalah Manajer Jangka Pendek dan Pengukuran Kinerja
Jangka Pendek
Masalah yang disebabkan Identifikasi Diri Sendiri dengan
Proyek
Pembentukan Anggota dan Proyek Modal
Capital Budgeting As a Ritual
Mencari risiko dan risiko perilaku bertentangan
Sharing The Proverty

RATIONAL FACADE
Manajer yang akan membuat keputusan
penganggaran modal dan kemudian
ditransfer atau dipromosikan sebelum
proyek berakhir.
Dapat dikatakan bahwa penganggaran
modal memiliki rational facade.
Namun yang mendasari proses pengambilan
keputusan adalah faktor perilaku. Pengambil
keputusan mungkin tidak mau mengakui
bahwa proyek manusia irasional.

SARAN UNTUK PERBAIKAN


Beberapa cara untuk mengurangi efek
samping dari faktor perilaku manusia pada
proses penganggaran modal sebagai
berikut:
Penting bahwa mereka yang terlibat dalam
penganggaran modal menyadari faktor
perilaku yang melekat dalam proses.
Audit post implementasi dilakukan untuk
proyek-proyek penganggaran modal.

REVIEW DIAGNOSTIK DARI MODAL PROYEK


PROSES SELEKSI AT XIN, INC
Faktor Masalah A
reaksi pasif dewan untuk
kesempatan yang hilang.
Rekomendasi A
Dewan harus mengambil peran
yang lebih aktif

Faktor Masalah C
Ada inkonsistensi
Rekomendasi C
Dewan harus bersikeras pada
program pasca ulasan
implementasi

Faktor Masalah B
XIN, Inc memiliki omset personil
yang umum bagi sebagian
besar organisasi.
Rekomendasi B
dewan harus secara eksplisit
menyangkut korespondensi
antara manusia dan
keberhasilan proyek
Faktor Masalah D
Persetujuan proyek oleh dewan
tampaknya ritual
Rekomendasi D
Dewan harus lebih agresif

Faktor Masalah E
Ketua tampaknya menghindari
risiko karena proyek
Rekomendasi E
Perusahaan harus mengikat
kepentingan ketua dan pemilik

Terimakasih...