Anda di halaman 1dari 2

Pokok-Pokok pembahasan Utama Surat 1 Korintus

Surat 1 Korintus tidak terlalu dogmatis jika dibandingkan dengan surat Roma dan Galatia. Perhatiannya lebih kepada
masalah praktis dan etis. Masalah yang dibahas tidak banyak berhubungan dengan issue-issue Yudaisme,tetapi lebih kepada
hal-hal yang berhubungan dengan dunia Helenis. Namun tidak berarti bahwa pemikiran Paulus dipengaruhi oleh Helenisme
seperti yang dikatakan Bousset dan Reitzenstein; ia hanya mencoba menjelaskan Injil dari sudut pandang orang Yahudi yang
helenistis, seperti yang ia katakan: Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya (1 Kor 9:22). Di samping itu,
pemikiran rabbi juga cukup kuat dalam 1 Korintus.
1. Tentang Allah
Memang Kristus adalah pusat pemberitaannya, namun 1 Korintus juga banyak membahas tentang Allah Bapa:
- Allah adalah sumber utama penciptaan (8:6), dan akhir yang tertinggi (15:28).
- Dia adalah satu-satunya Allah yang benar (8:4-6), yang memelihara kelanjutan hidup alam semesta (3:6); Ia yang
menentukan perkara manusia (providensia Allah 4:9; 7:7; 12:6).
- Manusia tidak bisa mengenal Allah dengan hikmatnya sendiri (1:20); hanya di dalam Kristus manusia memperoleh
penyataan tentang Allah yang menyelamatkan. Bukan manusia yang menemukan Allah, tetapi Allah yang memilih
manusia (1:27). Di dalam Kristus mereka diberi apa yang mereka butuhkan, dan kepada mereka Allah menyatakan
rahasia-Nya melalui Roh (2:10; 4:1). Manusia bisa menjadi kawan sekerja Allah (3:9); mereka bergantung pada
kesetiaan Allah (1:9) yang menjadi kota perlindungan mereka tatkala mereka mengalami godaan (10:13), bahkan
memberi kemenangan kepada mereka melalui Yesus Kristus (15:57). Namun manusia tidak mempunyai sedikit
alasanpun untuk menyombongkan diri (1:31). Lebih dari itu manusia adalah hakim (4:5; 5:13) yang diharap dapat
memelihara hukum-hukum-Nya (7:19).
2. Tentang Kristus
- Melalui Kristus Allah telah menyediakan kelepasan dalam kasih karunia-Nya (1:4). Itulah sebabnya Paulus
menggambarkan alangkah berartinya Kristus baginya.
- Yesus adalah seorang manusia yang hidup di dalam sejarah, karena Ia mempunyai saudara (9:5); Ia adalah seorang
guru (7:10; 9:14), mengalami pengkhianatan (11:23), dan mati di atas kayu salib(1:18; 15:3) dan dkuburkan.
- Namun Ia bukan sekedar sebagai figur seorang manusia di dunia, karena segala sesuatu ada karena Dia dan melalui
Dia (8:6). Dia adalah batu karang, daripada-Nya orang Israel telah mendapat minum di padang belantara (10:4).
Dengan demikian pre-exisistensi-Nya yang kekal dinyatakan.
- Biarpun Ia pernah mati, namun Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (15:4), dan menobatkan-Nya
sebagai Kristus dan Tuhan. Kadang kala Paulus juga menggunakan nama Kristus sebagai nama pribadi yang lain
bagi Yesus, dan Tuhan digunakan untuk menyapa Yesus sebagai manusia di dunia ataupun yang sudah ditinggikan.
- Kristus ini segera akan kembali (1:7; 4:5) untuk mengalahkan kuasa oposisi Allah dan Zaman Baru keselamatan juga
akan terwujud karena kedatangan-nya..
3. Tentang penebusan / keselamatan
- Penebusan ini digambarkan sebagai hikmat yang mengalahkan penguasa-penguasa zaman ini (2:6), kemenangan
atas dosa di dalam daging, sedangkan peniadaan Hukum tidak diperkembangkan di dalam surat ini.
- Paulus menekankan bahwa Kristus mati bagi kita sesuai dengan kitab Suci (15:3). Ini adalah firman kayu salib
(1:18); bodoh menurut pandangan dunia, namun ini adalah kuasa Allah. Tanpa kebangkitan-Nya manusia akan tetap
di dalam dosa (15:17). Dengan kematian dan kebangkitan-Nya manusia dilepaskan dari perbudakan dosa (6:20; 7:23).
Orang percaya sekarang sudah hidup di dalam Zaman Baru oleh karena Roh Kudus yang dikaruniakan kepada
mereka.
- Karena penebusan ini manusia menjadi yang ada di dalam Kristus, yang berarti bersatu dengan Kristus, menjadi
bagian daripada tubuh Kristus (6:15; 12:12). Mereka juga akan mengambil bagian dan kebangkitan pada waktu
kedatangan-Nya kembali (15:22). Berada di dalam Kristus (in Christ) adalah fakta eskatologis dan mistik; dua aspek
ini tidak dapat dipisahkan.
Bagaimana manusia menjadi bagian daripada tubuh Kristus?
(1) Karena iman (1:21; 2:5; 3:5; 14:22; 16:13)
Beriman artinya menerima keselamatan yang disediakan di dalam Kristus.
(2) Baptisan (12:13)

Melalui baptisan orang percaya dijadikan satu tubuh. Karena disebut dibaptis ke dalam Kristus (baptism into
Christ), maka keabsahan baptisan ini tidak tergantung pada sakramen yang dilakukan oleh rasul (1:17).
Pemberitaan lebih berfungsi daripada baptisan, dan baptisan bukanlah jaminan keselamatan secara otomatis
(10:2) yang melebihi iman. Iman dan baptisan bersama-sama membawa orang percaya bersatu dengan tubut
Kristus.
4. Tentang kehidupan baru
- Di dalam surat 1 Korintus Paulus tidak mengutamakan tentang teologi; ia lebih banyak berbicara tentang kehidupan di
dalam Roh yang berasal dari penebusan. Secara teologis, memang Paulus memberitakan bahwa di dalam Kristus
mereka telah dilepaskan dari dosa, namun pengalaman pahit yang dialami di tengah Jemaat di Korintus membuat ia
berbicara dengan nada imperatif daripada indikatif. Ia menekankan bahwa kehidupan di dalam Roh bersifat
supranatural tetapi tidak berarti supramoral. Kasih telah diberikan untuk membangun gereja. Jika kasih itu tidak
terwujud, maka kehadiran Roh Kudus di tengah-tengah mereka itu dapat diragukan.
- Menurut Paulus, ada berbagai macam karunia Roh (lihat 12:4-11), dan karunia itu bukan untuk memegahkan diri,
tetapi untuk kepentingan membangun Jemaat.
- Dalam 1 Korintus Paulus tidak menggunakan istilah buah Roh Kudus seperti yang terdapat di Gal 5:22-23, namun ia
banyak berbicara tentang kasih. Hampir di setiap pasal Paulus menunjukkan bahwa kasih itu adalah tanda daripada
kehidupan baru. Jemaat yang terpecah-belah tidak dipenuhi oleh Roh Kudus, karena di dalamnya tiada kasih. Kasih
itu membangun (8:1); kasih itu karunia yang di atas semua karunia yang lain (13:2); kasih itu tiada berkesudahan
(13:8). Oleh sebab itu segala sesuatu harus dilakukan di dalam kasih; kasih menjadi prinsip yang memimpin kepada
penyelesaian berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan.
- Banyak hal-hal etis yang diutarakan oleh Paulus dalam 1 Korintus:
Status budak setelah menjadi Kristen (7:20)
Melepaskan hak (6:7-8). Hal ini tentunya ada hubungannya dengan harapan bahwa mereka akan memerintah dan
mengadili bersama Kristus (6:2).
Masalah kehidupan seksual, menikah atau tidak menikah, hubungan suami isteri, bercerai dll. (7:1 dst.). 1 Kor
7:12 sering menimbulkan masalah tentang penyataan / Wahyu (bdn. 7:10).
Perzinahan (5:1 dst.)
Kebebasan orang Kristen masalah makanan (6:12 dst.). berkenaan dengan ini Paulus berkali-kali
menekankan meneladani Kristus (4:17; 11:1; 14:19).
5. Tentang sakramen Perjamuan Kudus
- Di sini terdapat tradisi sakramen Perjamuan Kudus yang tertua (11:18-22, 23-34, lihat juga 10:16-22).
- Yang menjadi pusat adalah peringatan akan Perjamuan Tuhan (The Lords Supper), kemudian dilanjutkan dengan
Perjamuan Kudus. Namun di Korintus dalam Perjamuan Tuhan terjadi kerakusan dan kemabukan (11:18-22).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Paulus menjelaskan makna Perjamuan Kudus. Sakramen tidak secara
otomatis menjamin keselamatan. Sakramen adalah perbuatan untuk memperingati pengorbanan Tuhan Yesus (11:23),
dan mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus berarti mengambil bagian dalam tubuh dan darah Tuhan Yesus, serta
menanti kedatangan Perjamuan Mesianis (11:26).
- Semua jemaat terpangggil untuk menertibkan sakramen Perjamuan Kudus.
6. Tentang kebangkitan
- 1 Korintus juga memberi tradisi kebangkitan yang tertua (15:3-8); bukan dalam bentuk cerita, tetapi pernyataan
(proclaimation). Kebangkitan Tuhan Yesus adalah berita inti keselamatan (15:14), dan orang-orang yang namanya
dicatat di sini terpilih untuk menyaksikan fakta kebangkitan itu.
- Kebangkitan Tuhan Yesus adalah dasar kebangkitan orang percaya di Akhir Zaman.
- Tubuh yang bangkit tidak sama dengan tubuh sekarang ini, sebab tubuh yang fana ini tidak bisa mewarisi kerajaan
Allah (15:50). Tubuh yang bangkit disebut tubuh rohaniah (15:44)
- Paulus yakin sekali bahwa sekarang ia sedang hidup di antara kebangkitan Kristus dan penghakiman terakhir. Pada
suatu saat nanti orang percaya akan mengenakan tubuh rohaniah (15:51 dst.); orang yang sudah mati akan
dibangkitkan, sedangkan yang masih hidup akan diubah tubuhnya, dan mereka akan memerintah bersama dengan
Tuhan (6:2), sampai akhirnya segala sesuatu ditaklukkan di bawah kaki-Nya (15:28)
Pertanyaan:
Berdasarkan 6:2 dan 15:51 dst. Apakah dapat dikatakan bahwa Paulus salah mengerti dalam hal kesegeraan kedatangan
Tuhan Yesus kembali ?