Anda di halaman 1dari 90

ANATOMI PANGGUL

KEP MATERNITAS SEM IV


SANTALIA S.KEP, NS

Panggul (Pelvis)
Panggul terdiri atas :
Bagian keras yang dibentuk oleh
tulang (pelvis major)
Bagian yang lunak yang dibentuk oelh
otot-otot dan ligamenta (pelvis minor)

panggul besar (pelvis major), yang


mendukung/menyangga isi perut.
Bagian bawah atau panggul kecil
(pelvis minor) menjadi wadah alat
kandungan dan menentukan bentuk
jalan lahir.

Tulang Panggul (panggul besar/


major)
Tulang panggul itu sebetulnya terdiri
atas 4 buah tulang :
A. 2 tulang pangkal paha (ossa
coxae)
B. 1 tulang kelengkang (os sacrum)
C. 1 tulang tungging (os coccygis)

A. Tulang pangkal paha


Tulang pangkal paha terdiri atas 3 buah
tulang yang berhubungan satu sama
lain pada acetabulum ialah cawan
untuk kepala tulang paha (caput
femoris).
Ketiga tulang itu ialah :
a) Tulang usus (os ilium)
b) Tulang duduk (os ischium)
c) Tulang kemaluan (os pubis)

OS COXAE
Os Ilium (Tulang Usus)
Merupakan
tulang
terbesar
dari
panggul dan membentuk bagian atas &
belakang panggul
Crista iliaca (Pinggir tulang yg tebal)
Spina i.a.s (Depan >< Atas)
Spina i.p.s (Belakang >< Atas)
Spina i.a.i (Depan >< Bawah)
Spina i.p.i (Belakang >< Bawah)

2. Tulang duduk
Terdapat sebelah bawah dari tulang
usus (os. Ilium)
Pinggir belakang berduri ialah : spina
ischiadica.
Di bawah spina ischiadica terdapat :
incisura ischiadica minor.
Pinggir bawah tulang duduk sangat
tebal, bagian inilah yang mendukung
berat badan kalau kita duduk dan
disebut : tuber ischiadicum.

3. Tulang kemaluan
Terdapat sebelah bawah dan depan
dari tulang usus.
Dengan tulang duduk, tulang ini
membatasi sebuah lubang dalam
tulang panggul yg dinamakan :
foramen obturatorium.
Tangkai
tulang
kemaluan
yang
berhubungan dengan tulang usus
disebut : ramus superior ossis
pubis.
Sedangkan yang berhubungan dengan

Perhubungan tulang pangkal


paha :
Tulang pangkal paha berhubungan
dengan tulang kelangkang (os. Sacrum)
dengan
perantaraan
persendian
articulatio sacroiliaca dan berhubungan
pula dengan jaringan pengikat yang
dari tulang kelengkang pergi ke tulang
usus maupun tulang duduk.

a. Dari permukaan belakang tulang kelangkang ke tulang usus


disebut :
Lig sacro iliaca posterior
dan dari permukaan depan tulang kelangkang (os. Sacrum) ke
tulang usus (os. Ilium) disebut :
lig sacro iliaca anterior,
lig ilio lumbalis,
lig sacro iliaca interossea
b. Dari tulang kelangkang ke spina ischiadica ialah :
Lig Sacro Spinosum
c. Dari tulang kelangkang ke tuber ischiadica ialah :
Lig Sacro Tuberosum.
Tulang pangkal paha kiri dan kanan dihubungkan oleh :
Symphysis Pubis.

B. TULANG KELANGKANG (OS SACRUM):


Tulang kelangkang berbentuk segitiga :
Melebar di atas dan meruncing ke bawah.
Tulang kelangkang terletak sebelah belakang antara
kedua pangkal paha.
Tulang ini terdiri dari 5ruas tulang yang senyawa.
Permukaan depannya cekung dari atas ke bawah maupun
dari samping ke samping. Kiri dan kanan dari garis tengah
nampak lima buah lobang yang disbut : foramina
sacralia anteriora.
Lobang ini dilalui urat-urat saraf yang akan membentuk
plexus sacralis dan pembuluh darah kecil.
Bagian atas dari sacrum yg berhubungan dg ruas ke-5
tulang pinggang, disebut Promontorium
Di garis tengahnya terdapat deretan cuat-cuat duri ialah :
crista sacralis.

Plexus sacralis ini melayani tungkai,


oleh
karena
itu
kadang-kadang
penderita merasa nyeri atau kejang di
kaki, kalau plexus sacralis ini tertekan
waktu kepala turun ke dalam rongga
panggul. Permukaan belakang tulang
kelangkang
gembung
dan
kasar.

C. Tulang tungging (Os Coccygis):


Berbentuk segi tiga dan terdiri atas 3-5
ruas yang bersatu.
Pada persalinan ujung tulang tungging
dapat ditolak sedikit ke belakang,
hingga ukuran pintu bawah panggul
bertambah besar.

PANGGUL KECIL :
Untuk lebih mengerti bentuk dari
panggul kecil dan untuk menentukan
tempat bagian depan anak dalam
panggul, maka telah ditentukan 3
bidang :
Pintu atas panggul
Pintu tengah panggul :
Bidang luas panggul
Bidang sempit panggul
Pintu bawah panggul

1. Pintu atas panggul


Pintu atas panggul adalah batas atas
dari panggul kecil. Bentuknya ialah
bulat oval. Batas-batasnya ialah :
promontorium,
sayap sacrum,
linea innominata,
ramus superior ossis pubis
dan pinggir atas symphysis.

Biasanya 3 ukuran ditentukan dari p.a.p


:
a) Ukuran muka belakang (diameter
anterior posterior, conjugata vera)
b) Ukuran
melintang
(diameter
transversa)
c) Kedua ukuran serong (diameter
obliqua)

Pada pintu bawah panggul biasanya


ditentukan 3 ukuran :
Ukuran muka belakang :
Dari pinggir bawah symphysis ke ujung
sacrum (11,5 cm).
Ukuran melintang ialah :
Ukuran antara tuber ishiadicum kiri dan
kanan sebelah dalam (10,5 cm).
Diameter sagittalis posterior :
Dari ujung sacrum ke pertengahan
ukuran melintang (7,5 cm).

a. Ukuran muka belakang ialah :


Dari promontorium ke pinggir atas
symphysis, terkenal dengan nama
conjugata vera,
ukurannya 11 cm (>10 cm).
Ukuran ini adalah ukuran yang
terpenting dari panggul.
Sebetulnya conjugata vera bukan
ukuran
yang
terpendek
antara
promontorium dan symphysis.

Ukuran yang terpendek ialah:


Conjugata obstetrica, dari promontorium ke
symphysis beberapa mm, dibawah pinggir atas
symphysis.
Pada wanita hidup conjugata vera tak dapat diukur
dengan langsung, tapi dapat diperhitungkan dari
conjugata diagonalis (dari promontorium ke pinggir
bawah symphysis
Conjugata diagonalis ini dapat diukur dengan jari
yang melakukan pemeriksaan dalam. Kalau panggul
sempit, conjugata vera dapat diperhitungkan
dengan mengurangi conjugata diagolais dengan 1
- 2 cm (CD = CD 1 ). Pada panggul normal jari
tak cukup panjang untuk mencari promontorium.

b. Ukuran melintang
Adalah ukuran terbesar antara linea
innominata diambil tegak lurus pada
conjugata (Ind.12,5 cm, Eropa 13,5).
c. Ukuran serong
Dari
articulatio
sacro
iliaca
ke
tuberculum pubicum dari belahan
panggul yang bertentangan (13 cm).

Inclinatio pelvis
Yang dimaksud dengan inclinatio pelvis
(miring pangul) ialah sudut antara pintu atas
panggul dengan bidang sejajar tanah, pada
wanita terdiri sudut ini 55o.
Sumbu panggul
Jika kita hubungkan pusat-pusat dari beberapa
bidan di dalam panggul, maka kita akan
mendapatkan sebuah garis yang lurus sebelah
atas sampai pada suatu titik sedikit di atas
spina ischiadica dan kemudian melengkung ke
depan di daerah pintu bawah panggul

Bidang Hodge
Untuk menentukan beberapa jauhnya
depan anak itu turun ke dalam rongga
panggul, maka Hodge telah menentukan
beberapa
bidang
khayalan
dalam
panggul :
H I : ialah sama dengan pintu atas
panggul
H II : sejajar dengan H I melalui
pinggir bawah symphysis
H III : sejajar dengan H I melalui
spinae ischiadicae

Jadi misalnya dikatakan bahwa kepala


sudah turun sampai H III. Kalau kepala
sudah sampai H IV kepala sudah
sampai di dasar panggul.

hodge

Daerah perineum :
Daerah
perineum
merupakan
bagian
permukaan dari pintu bawah panggul.
Daerah ini terdiri dari 2 bagian :
Regio analis di sebelah belakang
Disini terdapat m.sphincter ani externus
yang mengelilingi anus.
Regio urogenitalis, disini terdapat :
m.bulbo cavernosus, yang mengelilingi
vulva
m.ischio cavernosus
m.transversus perinei superficialis

3. Ukuran-ukuran Panggul
Ukuran-ukuran panggul dapat diperoleh
secara :
Klinis atau secara rontgenologis

A. Pengukuran secara klinis


Pintu atas panggul :
Dari ukuran-ukuran p.a.p conjugata
vera adalah ukuran yang terpenting
dan satu-satunya ukuran yang dapat
diukur secara indirect ialah dengan
mengurangi
conjugata
diagonalis
dengan 1,5 2 cm, tergantung dari
lebar dan inklinasi symphysis.

Cara mengukur conjugata diagonalis :


Dengan 2 jam ialah jari telunjuk dan
jari tengah, melalui konkavitas dari
sacrum, jarin tengah digerakkan ke
atas
sampai
dapat
meraba
promontorium
Sisi
radial
dari
jari
telunjuk
ditempelkan pada pinggir bawah
symphysis dan tempat ini ditandai
dengan kuku jari telunjuk tangan kiri

P : Sakral promonyory
S : sympisis pubis

Pemeriksaan Luar
Kalau
kepala
dengan
ukuran
terbesarnya sudah melewati p.a.p,
(pemeriksaan leopold IV) maka hanya
bagian kecil dari kepala yang dapat
diraba dari luar di atas symphysis.
Kedua tangan yang diletakkan pada
pinggir bagian kepala ini divergent.

Pemeriksaan dalam
Jarak bidang P.A.P sampai spina
ischiadika adalah 5 cm jarak bidang
biparietal adalah 3-4cm.
Jika bagian terendah kepala sudah
mencapai spina iskhiadica atau lebih
rendah, berarti ukuran terbesar kepala
sudah melewati pintu atas panggul,
namun harus disesuaikan dengan hasil
px luar.

Bidang tengah panggul


Ukuran-ukuran bidang tengah panggul
tak dapat diukur secara klinis dan
memerlukan
pengukuran
secara
rontgenologis.
Pintu bawah panggul
Diameter transversa dan diameter
sagitalis posterior dan anterior dapat
diukur dengan pelvimeter dari Thoms.
Karena pengukuran diameter transersa
kurang tepat, maka dianjurkan untuk
memperhatikan bentuk arcus pubis

Ukuran luar yang terpenting ialah :


Distantia spinarum
Jarak antara spina iliaca anterior
superior kiri dan kanan.
Distantia cristarum
Jarak yang terjauh antara crista iliaca
kanan dan kiri.
Ukuran-ukuran luar ditentukan jangka
panggul kecuali ukuran lingkaran
panggul yang diambil dengan pita
pengukur.

Conjugata externa (Baudeloque)


Jarak antara pinggir atas symphysis
dan ujung processus spinosus ruas
tulang lumbal ke-V.
Ukuran lingkaran pangul
Dari
pinggir
atas
symphysis
ke
pertengahan
antara
spina
iliaca
superior dan trochanter major sepihak
dan kembali melalui tempat-tempat
yang sama di pihak yang lain.

Pengukuran Ront genologis


Ukuran-ukuran panggul dapat juga
diukur dengan sinar X. Keuntungan dari
pengukuran dengan sinar rontgen
ialah :
Dapat mengambil ukuran-ukuran yang
tak dapat ditentukan secara klinis
seperti diameter transversa dari P.A.P,
ukuran
antara
spinae
ishiadicae,
diameter antero posterior dari bidang
tengah panggul

BENTUK PANGGUL
Selain dari ukuran-ukuran panggul,
bentuk
menentukan
ramalan
persalinan.
Caldwell-Moloy
mengemukakan
4
bentuk dasar panggul ialah :
Panggul gynecoid
Panggul android
Panggul anthropoid
Panggul platypelloid

Panggul gynecoid
Bentuk ini adalah yang khas bagi
wanita
Diameter sagitalis posterior hanya
sedikit lebih pendek dari diameter
sagitalis anterior
Batas samping segmen posterior
membulat dan segmen anterior juga
membalut dan luas
Diameter transversa kira-kira sama
panjangnya dengan diameter antero
posterior
hingga
bentuk
p.a.p

Dinding samping panggul lurus, spina


ischiadica tidak menonjol, diameter
inter spinalis 10 cm atau lebih
Incisura ischiadica major bulat
Sacrum sejajar dengan symphysis
dengan konkavitas yang normal
Arcus pubis luas

Panggul android
Diameter sagitalis posterior jauh lebih pendek dari
diameter sagitalis anterior
Batas samping segmen posterior tidak membulat
dan membentuk sudut yang runcing dengan pinggir
samping segmen anterior
Segmen anterior sempit dan berbentuk segi tiga
Dinding samping panggul convergent, spina
ishiadica menonjol, arcus pubis sempit
Incisura ischiadica sempit dan dalam
Sacrum letaknya ke depan, hingga diameter antero
posterior sempit pada p.a.p maupun p.b.p
Bentuk
sacrum
lurus,
kurang
melengkung,
sedangkan ujungnya menonjol ke depan

Panggul anthropoid
Diameter antero posterior dari p.a.p lebih
besar dari diameter transversa bentuk p.a.p
lonjong ke depan
Bentuk segmen anterior sempit dan runcing
Incisura ishiadica major luas
Dinding
samping
convergent,
sacrum
letaknya agak ke belakang, hingga ukuran
antero posterior besar pada semua bidang
panggul
Sacrum biasanya mempunyai 6 ruas, hingga
panggul anthropoid lebih dalam dari
panggul-panggul lain

Panggul platypelloid
Bentuk ini sebetulnya panggul
ginecoid yang picak, diameter antero
posterior kecil, diameter transversa
biasa
Segmen anterior lebar
Sacrum melengkung
Incisura ishiadica lebar

Walaupun keuntungan pemeriksaan


panggul dengan sinar tembus banyak,
kita harus mempergunakannya dengan
cermat, karena kita harus ingat bahwa
sinar X dapat menimbulkan pengaruh
benih ibu maupun anak.

1. Ginekoid --> Paling ideal, bulat


2. Android --> Panggul pria, segitiga
3. Antropoid --> Agak lonjong seperti
telur
4. Platipeloid --> Picak, menyempit
arah muka belakang

ANATOMI ALAT-ALAT REPRODUKSI


WANITA
Dibagi dalam 2 golongan :
1. Genitalia eksterna
2. Genitalia interna

Genitalia Eksterna :
mons pubis
Labia major
Labia minor
Clitoris
Vestibula
Hymen
Orifisium uretra
Kelenjar bartholini
&skene

Genitalia Interna :
Vagina
Uterus
Tuba fallopi
Ovarium

VAGINA
berbentuk corong dari orifisium vagina
sampai uterus
Adanya rugae dan lipatan-lipatan
transversal
pada
vagina
memungkinkan untuk vagina melebar
saat persalinan
Sekresi vagina : terdiri dari epitel
deskuamasi
dan
bakteri
dan
mempunyai rx asam pH : 4,5

UTERUS (serviks) / rahim


Posisi :
Ante
/
retroflexion
:
depan/belakang
Ante/
retroversion
:
kedepan/kebelakang

tengadah
terdorong

Vaskularisasi (suplai pembuluh darah) :


Arteri uterine yang berasal dari a. iliaka
interna
Arteri ovarika

Rahim berbentuk seperti bola pijar /


buah pear terdiri dari :
Badan rahim (korpus uteri) berbentuk
segitiga
Leher rahim (serviks uteri) berbentuk
silinder
Rongga rahim (kavum uteri).

Korpus uteri : bagian utama rahim


merupakan 2/3 bagian dari rahim. Pada
kehamilan, bagian ini berfungsi sebagai
tempat utama bagi janin untuk hidup
dan berkembang.
Serviks uteri terbagi menjadi 2 bagian :
1. Pars supra vaginal
2. Pars vaginal.

Pars vaginal disebut juga portio, terdiri


dari bibir depan dan belakang portio.
Saluran
yang
menghubungkan
orofisium uteri interna (oui) dan
orofisium
uteri
eksterna
(oue)
disebut kanalis servikalis dilapisi oleh
kelenjar-kelenjar serviks. Bagian rahim
antara serviks dan korpus disebut
isthmus atau segmen bawah rahim,
bagian ini penting artinya dalam
kehamilan dan persalinan karena akan
mengalami peregangan.

Dinding vagina terdiri dari 3 lapisan :


Lapisan serosa (peritoneum) luar
Lapisan otot (lapisan miometrium)
tengah
Lapisan mukosa (endometrium) dalam.

Sikap dan letak rahim dalam rongga


panggul terfiksasi dengan baik karena
disokong dan dipertahankan oleh :
Tonus rahim sendiri
Tekanan intraabdominal
Otot-otot dasar panggul
Ligamen-ligamen.

Ligamen-ligamen pada uterus :


Lig kardinal kanan-kiri
Lig sakro-uterina
Lig rotondum
Lig latum
Lig infundiblo pelvikum
Lig vesico uterina

Fungsi utama rahim :


Setiap bulan berfungsi dalam siklus
haid
Tempat
janin
tumbuh
dan
berkembang
Berkontraksi sewaktu bersalin dan
sesudah bersalin.

TUBA FALLOPI :
Bagian luar : dilapisi oleh peritonium
viseral yang merupakan bagian dari
ligamentum latum.
Bagian dalam : saluran dilapisi silia,
yaitu rambut getar berfx untuk
menyalurkan telur dan hasil konsepsi.

Saluran telur terdiri dari empat :


Pars interstisialis : panjang 1 cm dan
sangat sempit (<1mm)
Pars isthmika : pjg 2 cm
Pars ampularis : 5 cm, dinding tipis, t4
fertilisasi
Pars infundibilum : 2cm diujungnya
terdapat fimbria yang berfungsi untuk
menangkap ovum.

Fx saluran telur (Tuba Fallopi) :


Sebagian saluran telur, menangkap
dan membawa ovum yang dilepaskan
oleh indung telur.
Tempat
terjadinya
pembuahan
(konsepsi=fertilisasi)

OVARIUM
Ukuran : 3cm x 1,5 cm
Melekat ke uterus melalui lig. Ovari
proprium
Terdiri dari : korteks dan medula (inti)

Folikel de graaf yang matang berisi :


Sel telur (ovum)
Stratum granulosum
Teka interna
Teka eksterna
Diskus proligerus
Liquor folikuli
Fx indung telur :
Menghasilkan sel telur
Menghasilkan
(estrogen&progesteron)
Mengatur siklus haid

hormon