Anda di halaman 1dari 5

TUGAS SPASIAL

Oleh : Indi Yasinta Hadianti Fikliani (1311 100 114)


1. Eksplorasi Data Spasial dengan Bantuan Software ArcView

Gambar di atas merupakan peta pesebaran jumlah penduduk kota Surabaya


tahun 2014 per kecamatan. Pada gambar dapat disimpulkan bahwa kecamatan
dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Sawahan, Wonokromo,
Tambaksari, Semampir, dan Kenjeran., sedangkan kecamatan dengan jumlah
penduduk sedikit ada 14 kecamatan. Peta ini dibuat untuk memberikan
kemudahan dalam membaca serta mengintepretasikan data.
2. Menghitung Semivariogram (Buku Halaman 291)
h
3
6
9
x
3.6
4.5
6.7
z
696
477
606
Rumus semivariogram eksperimental:

12
8.1
227

15
8.9
791

z x z x
h
2 N h
i 1

dengan:

ih

18
9.5
646

21
13.5
783

h
= Semivariogram untuk arah tertentu dengan jarak

= Jarak/distance

z xi

= Data pada titik

z x ih

= Data pada titik berjarak

dari

N h

= Jumlah pasangan data


Sehingga nilai semivariogram eksperimental pada data adalah:

1
2
2
2
696 477 477 606 K 646 783 47.177, 75

2*6

1
2
2
2
696 606 477 227 K 791 783 28.045

2*5

1
2
2
2
696 227 477 791 K 227 783 78.661, 63

2* 4

12

1
2
2
2
696 791 477 646 K 606 783 11.485,83
2*3

15

1
2
2
696 646 477 783 24.034
2* 2

18

1
2
696 783 3.784,5

2*1

Grafik semivariogramnya eksperimental adalah sebagai berikut:

Semivariogram Eksperimental
100000
80000
60000
Gamma (h)

40000
20000
0

12

15

18

3. Tugas Kelompok: Sampling Stratifikasi Spasial


A. Kapan Menggunakan Sampling Stratifikasi Spasial?
Metode sampling stratifikasi spasial digunakan ketika populasi yang
diamati heterogen dan adanya dependensi mengakibatkan banyak konfigurasi
yang berbeda pada setiap wilayah cacah sehingga perlu dibentuk beberapa
strata dimana karakteristik populasi dalam strata homogen dan populasi antar
strata heterogen.
B. Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan metode sampling stratifikasi spasial adalah:


o Efisiensi biaya
o Meningkatkan akurasi
o Meminimalkan varians sampling

Kekurangan metode sampling stratifikasi spasial adalah:


o Jika ukuran sampel yang ditentukan kurang optimal (terlalu kecil
atau terlalu besar) dan strata yang terbentuk tidak tepat maka
memungkinkan sampling kurang efisien.

C. Prosedur Menggunakan Sampling Stratifikasi Spasial

1. Membagi populasi ke dalam strata (populasi lebih kecil). Anggota


dalam stratum dibuat sehomogen mungki, sedangkan antar stratum
terdapat perbedaan (mutually excluxive).
2. Setelah strata terbentuk, dilakukan pengambilan sampel secara acak
pada masing-masing stratum dengan menggunakan simple random
sampling untuk mewakili setiap stratum yang bersangkutan.
3. Melakukan estimasi.

Gambar1. Gambar Populasi dengan Pembagian Strata. Simbol lingkaran merupakan


pengambilan pertama pada tiap strata menggunakan SRS dan simbol segitiga merupakan
pengambilan kedua.

D. Estimasi Mean dan Varians Sampling Stratifikasi Spasial

Estimasi Mean

$ 1 N
z N
H

st

h 1

$
zh

Keterangan:
H

N
$
zh

= Jumlah strata
= Jumlah unit sampling
h

= Jumlah unit sampling pada strata


= Rata-rata sampel pada strata

Estimasi Varians

$
V z h

Keterangan:

1
nh nh 1

nh

i 1

$
zhi z h

nh
= Ukuran sampel pada strata h
$
zh

= Rata-rata sampel pada strata h

zhi
= Sampel pada strata h ke-i