Anda di halaman 1dari 24

KASUS

SINDOMA
KORONER
AKUT

Non-ST Elevasi
OLEH : Dr. Anhar
INTERNSIP RSU PKU MUHAMMADIYAH
BANTUL

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. P
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur : 61 tahun
Pekerjaan
: Petani
Alamat : Bantul
Status : sudah menikah
Agama : Islam
No. CM : 10205310
Hari MRS
: Rabu, 23 Maret 2016

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA : Nafas sesak
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : Pasien mengeluh sesak
sejak 5 jam SMRS, sesak dirasakan semakin memberat,
sesak muncul saat pasien sedang bekerja disawah, keluhan
ini disertai nyeri dada sebelah kiri dan terasa panas, nyeri ini
menjalar hingga ke punggung. Selain itu muncul keringat
dingin diseluruh tubuh. Mual (+), muntah (-), Keluhan lain
(-). Pengobatan rutin di poli penyakit dalam terakhir 1 tahun
yll karena penyakit jantung.
RPD : riwayat mondok di rumah sakit dengan keluhan
serupa 3 tahun yll, riwayat sakit jantung (+), riwayat
hipertensi (+)

Riwayat personal sosial : pasien seorang petani yang


bekerja serabutan. Makan tidak teratur, sering konsumsi
mie instant, gorengan, kopi dan merokok. Tidak pernah
olah raga.

Anamnesis sistem
Cerebrospinal : demam (+)
Respirasi : Sesak (+), Batuk (-), Pilek (-)
Kardiovaskular : Nyeri dada (+), berdebar-debar(-)
Gastrointestinal : Bab Normal, Nafsu makan baik
Urogenital : BAK lancar
Muskuloskeletal : dbn
Integumentum : dbn

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

: Tampak sesak

Kesadaran

: Compos Mentis

GCS
Vital Sign

15
: T : 110/80mmHg
RR : 24 x/menit
N : 80 x/menit, reguler.
S : 36,2 O C

Pemeriksaan Fisik

Kepala Leher : A-I-C-D+, JVP 5+2, Pembesaran limfonodi (-)


Thorax:
Inspeksi : Ictus cordis tak tampak
Palpasi : Ictus cordis di SIC V linea midclavicula sinistra
Perkusi : kesan kardiomegali (-)
Auskultasi : S1S2 reguler, bising jantung (-), gallop (-)
Abdomen :
Inspeksi datar
Auskultasi peristaltik usus dbn
Palpasi nyeri tekan (-) hepar dan lien tidak teraba
Perkusi timpani, shifting dullness (-)
Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 detik, edema -/-

EKG dan Enzim Jantung


EKG : ST
depresi
V4v5v6
Enzim
Jantung :
Troponin T :
450

Pemeriksaan
penunjang
Hasil

Hasil

Hb

11,7 (11-17 G%)

AE

3,40 (3,5-5,5 JT/MMK)

AL

10,5 (4-11 RB/MMK) Ureum

33,8 (10-40 MG/DL)

HMT

44 (32-52 %)

Creatinin

0,96 (0,9-1,3 MG/DL)

AT

180 (150-40
RB/MMK)

GDS

181 (80-120 MG/DL)

HDL

35,5

Hasil Rontgen Thorax


Cokaran bronkovaskular normal
Sinus costofrenicus ka/ki lancip,
diafragma ka/ki licin
Cor : CTR<0,56
Kesan cor pulmo normal

Diagnosis Banding :
Diseksi Aorta
Emboli Paru Akut
Efusi Perikardial
Akut dengan
Tamponade Jantung
Tension
Pneumothorak
Perikarditis
Gastro Esofagal
Reflux Disease

Diagnosis Klinis
ACS NSTEMI
Lateral

Terapi di IGD :

Terapi di bangsal :

O2 3 lpm
Infus NaCl 20 tpm
ISDN SL 5 mg
Aspilet 1x320mg
Ticagrelor 2x90mg
MST 1x10mg

O2 3 lpm
Infus NaCl 20 tpm
ISDN SL 3x5 mg
Aspilet 1x80mg
Ticagrelor 2x90mg
MST 1x10mg (k/p)
LMWH : enoxaparin
1mg/kgbb/12 jam
Diet Lunak Porsi kecil
Planning : Cek EKG basal

Acute coronary syndrome


Sekumpulan keluhan dan tanda klinis
yang disebabkan oleh iskemia
miokard akut.
Keadaan yang mendasari dapat
berupa UAP, IMA STEMI/NSTEMI

Faktor Risiko

Dislipidemia
Hipertensi
Diabetes melitus
Merokok
Kurang olahraga dan
Obesitas

Patofisiologi
Plak tidak Stabil
(kecepatan aliran
darah, turbulensi,
anatomi vasa dan
komponen sel
inflamasi subendotel)
Ruptur Plak
(merangsang dan
mengaktifkan agregasi
plateletfibrinogent
rombin)

UAP (sumbatan trombus


parsialgejala iskemia,
jika oklusi
intermitennekrosis
miokardNSTEMI

Mikroemboli (trombus
emboli ke distal dan
bersarang k mikrovaskular
koronerinfark meluas

Oklusif Trombus
(Sumbatan total dalam
jangka waktu yang
lamaSTEMI)

Gejala Klinis
Secara Umum gejala ACS adalah nyeri dada
retrosternal dg karakteristik sbb :
1.Lokasi nyeri; dada kiri/retrosternal dan difus
2.Sensasi nyeri; terasa berat seperti dihimpit,
ditekan, diremas, panas atau dada terasa penuh
3.Penjalaran nyeri; lengan kiri, bahu, punggung,
epigastrik, leher/rahang bawah
4.Lama nyeri; SKA >20 menit, STEMI + tidak hilan
dengan istirhat/ nitrat SL
5.Gejala sistemik; mual, muntah, keringat dingin
seluruh tubuh

Pemeriksaan Fisik dan


Penunjang

Diagnosis Banding
Diseksi Aorta
Emboli Paru Akut
Efusi Perikardial Akut dengan
Tamponade Jantung
Tension Pneumothorak
Perikarditis
Gastro Esofagal Reflux Disease

Manajemen ACS
Prehospital
1. Monitoring dan amnkan ABC
2. Aspirin, Oksigen, Nitrogliserin, Morfin (k/p)
3. EKGST elevasi, Hub RS dan catat onset
4. Cek list Fibrinolisis
Hospital (Step 1 dan 2 dilakukan secara simultan)
1. Assesment awal <10 menit (cek ttv, SpO2, pasang IV
line, Ax dan Px fisik, cek list fibrinolisis, Px enzim
jantung, elektrolit, pembekuan darah, foto thorak)
2. O2 4L/M, Aspirin 160-325 mg dikunyah, Nitrat, Morfin

Farmakoterapi ACS
1. Pemberian Oksigen mampu mengurangi ST
elevasi pada infark anterior dan bermanfaat
dalam 6 jam pertama terapi. Kecuali pada pasien
nyeri dada menetap/berulang/hemodinamik
tidak stabil/edem pulmo/SpO2 <90%)
2. Aspirin untuk menurunkan reoklusi koroner dan
berulangnya kejadian iskemik setelah terapi
fibrinolitik. Dosis pemeliharaan 75-100 mg/hari
3. Nitrogliserin sebagai venodilator dg dosis
sublingual 5mg dapat diulang 3 kali interval 3-5
menit jika tidak ada kontraindikasi.

Farmakoterapi ACS
4. Morfin menimbulkan efek analgesik pada SSP,
venodilatasi sehingga menurunkan beban ventrikel
kiri, dan mengurangi kebutuhan oksigen,
redistribusi volume darah pada edema paru akut.
5. Clopidogrel sebagai anti agregasi platelet dg dosis
awal 300 mg dan maintenance 75mg
6. Streptokinase sebagai fibrinalitik dg dosis 1.5 juta IU
dilarutkan dalam NaCl 0.9% dalam 30-60 menit
7. Antikoagulan diberikan bersama dg antiplatelet,
contohnya Enoxaparin, fandaparinux dan UFH. Pada
SKA NSTEMI dan gangg fungsi ginjal pilihannya
adalah UFH.

Farmakoterapi ACS
8. Antiaritmia sebagai terapi rutin ACS STEMI dg
tujuan profilaksis.
9. Beta bloker tidak diberikan secara rutin, hanya
pada hipertensi + takikardia
10. ACEI dan ARB, obat ini terbukti mengurangi
morbiditas dan mortalitas pada ACS STEMI
11. Statin (HMG Co-A inhibitor), pemberian secara
intensif segera setelah onset ACS untuk
menstabilkan plak.

Cek List Fibrinolisis

Terapi Reperfusi
Terapi fibrinolisis
Onset< 3 jam
Tidak ada akses ke
fasilitas PCI atau
menimbulkan
penundaan (medikballoon>90 menit/
door-balloon minus
door-needle> 1 jam)
Tidak terdapat
kontraindikasi
fibrinolisis

Terapi Invasif (PCI)


Onset>3 jam
Tersedia ahli PCI (medikballoon atau doorballoon<90 menit/ doorballoon minus doorneedle< 1jam
Kontraindikasi fibrinolisis
STEMI risiko tinggi (CHF,
Killip >/=3)
Diagnosis STEMI
diragukan

Atas PerhatiannyaTerima
Kasih
Semoga Bermanfaat
Walaikumsalam wr.wb