Anda di halaman 1dari 39

Sistem Kewaspadaan

Pangan dan Gizi


Vina Vitniawati

PENDAHULUAN
Bencana
Kekeringan
Turunnya produksi bahan pangan
Persediaan pangan di tingkat rumah tangga,

regional, maupun nasional turun

Krisis ekonomi yang berkepanjangan


Meningkatnya

harga
sebagian
besar
kebutuhan pokok (termasuk pangan)
Menyempitnya lapangan kerja
Turunnya kemampuan daya beli masyarakat

ketidakmampuan

rumah
tangga
untuk
memenuhi kebutuhan pangan dan gizi ====
bencana kekurangan pangan dan gizi

Berdampak buruk terhadap kualitas sumber

daya manusia di masa mendatang.

DAMPAK KURANG GIZI

Gizi kurang &


infeksi

Gizi cukup &


sehat

Otak Kosong bersifat permanen


Tak terpulihkan

Anak cerdas
dan produktif

MUTU SDM RENDAH

MUTU SDM TINGGI

BEBAN

ASET

KRISIS PANGAN
DAN GIZI

SKPG

DIANTISIPASI

gejala-gejala
kekurangan pangan
dan gizi
sebab-sebab
masalah
dapat
secara dini dikenali
tindakan
secara
cepat dan tepat

SKPG
SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI

SKPG
Sisteminformasiyang

dapat
digunakan
sebagai alat bagi pemerintah daerah untuk
mengetahui
situasi
pangan
dan
gizi
masyarakat

Skpg merupakan sistem penyedia informasi

situasi pangan dan gizi secara teratur dan


terus menerus untuk perumusan kebijakan,
perencanaan,
penentuan
tindakan,
dan
evaluasi program pangan dan gizi

Kewaspadaan

Pangan dan Gizi diartikan


sebagai kesiapan secara terus menerus untuk
mengamati, menemukan secara dini dan
merespon kemungkinan timbulnya masalah
kerawanan pangan dan gizi

Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)

merupakan suatu sistem pendeteksian dan


pengolahan informasi tentang situasi pangan
dan gizi yang berjalan terus menerus.
Informasi yang dihasilkan menjadi dasar
perencanaan, penentuan kebijakan

Tujuan SKPG
1. Membangun/menyediakan

data
dan
informasi
situasi
pangan
yang
mempengaruhi status gizi pada skala rumah
tangga, wilayah dan nasional.
2. Membangun/menyediakan
isyarat
dini
kemungkinan
terjadinya
ganguan
ketersediaan
pangan
yang
dapat
mengakibatkan kerawanan pangan dan gizi.

3.

Membangun/menyediakankebijakan
penyediaan kecukupan pangan

4.

Membangun / menyediakan kebijakan


tindakan
penanggulangan
kerawanan
pangan.

5. Menfasilitasi institusi lintas sektoral maupun


swasta dalammenyusun program-program
yang mendukung ketahanan pangan.

Manfaat SKPG
BagiKepalaDaerah:
Sebagaidasarmenetapkankebijakanpenang
gulangan masalahpangandangizi dalam:
1. Menentukandaerahprioritas.
2.Merumuskantindakanpencegahanterhadap
ancamankrisis pangandangizi.
3.Mengalokasikansumberdayasecaralebihefe
ktifdanefisien.
4.Mengkoordinasikanprogramlintassektor

Bagipengelolaprogram:
1.Penetapanlokasidansasaran.
2.Menyusunkegiatanterpadusesuaidengantu
gaspokokdanfungsisektor.
3.Prosespemantauanpelaksanaan.
4.Pelaksanakankerjasamalintassektor.
5.Mengevaluasipelaksanaanprogram.

Bagimasyarakat
1.
Kemungkinankejadiankrisispangandimasya
rakatdapatdicegah.
2.
Ketahananpanganditingkatrumahtanggam
eningkat.
3. Melindungigolonganrawandarikeadaan
yangdapatmemperburukstatusgizi.

Indikator SKPG
1. Indikator untuk pemetaan situasi pangan dan

gizi 1 tahun di kecamatan,kabupaten/kota,


provinsi maupun nasional
2. Indikator untuk peramalan produksi secara
periodik (bulanan, triwulan,musiman atau
tahunan) khusus untuk kondisi produksi
pertanian
3. Indikator
untuk
pengamatan
gejala
kerawanan pangan dan

Indikator 1
a) indikator pertanian, dengan memperhatikan
bahwa potensi pertanian pangan antar
wilayah sangat beragam maka akan didekati
dengan beberapa alternatif yang mungkin dan
cocok
diterapkan
pada
suatu
wilayah
pengamatan.
b)
indikator
kesehatan
yaitu
Prevalensi
Kekurangan Energi Protein (KEP).
c) indikator sosial yaitu persentase keluarga
miskin.

Indikator 2
luas tanam
luas kerusakan
luas panen dan produktivitas

indikator 3
kejadian-kejadian yang spesifik lokal

(indikator lokal) yang dapat dipakaiuntuk


mengamati ada/tidaknya gejala rawan pangan
dan gizi

Ruang Lingkup
Ruang

lingkup kegiatan SKPG terdiri dari


pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analisis,
dan penyebaran informasi situasi pangan dan gizi
serta investigasi mendalam (indepth investigation)
bagi desa yang diindikasikan akan terjadi kerawanan
pangan dan gizi
Hasil analisis SKPG dapat dimanfaatkan sebagai
bahan
perumusan
kebijakan,
perencanaan,
penentuan
intervensi
atau
tindakan
dalam
penanganan kerawanan pangan dalam rangka
mewujudkan ketahanan pangan baik di tingkat
nasional, propinsi maupun di tingkat kabupaten

Kewenangan Daerah dalam Pelaksanaan SKPG

1.
SKPGadalahsalahsatusystemsurveilens
yang menjadi kewenangan pemerintah dan
daerah
dalam
bidang
kesehatan
dan
pertanian (UU No 22 tahun 1999 dan PP No 25
tahun 2000).
2.SKPGmerupakankegiatanyangwajibtetap
dilaksanakan
oleh
Propinsi
dan
Kabupaten/Kota sebagai wilayah administrasi
kesehatan (SE Menteri Kesehatan 27 Juli 2000
No.1107/Menkes/E/VII/2000).
3.DaerahberwenangmenyesuaikanSKPGsesu
aikeadaansetempat.

Pelaksanaan
1. Data yang Dikumpulkan

a. Data Bulanan
.Data bulanan dikumpulkan berdasarkan tiga
aspek ketahanan pangan, yaitu: (1)
ketersediaan, (2) akses terhadap pangan, (3)
pemanfaatan pangan, dan (4) spesifik lokal
.Data yang dikumpulkan antara
lain: (1)
kondisi umum responden, (2) Permasalahan
yang dihadapi oleh responden, (3) pemecahan
masalah yang telah dilakukan.

b. Data Tahunan
Data tahunan dikumpulkan berdasarkan tiga
aspek
ketahanan
pangan,
yaitu:
(1)
ketersediaan, (2) aksesibilitas, dan (3)
pemanfaatan pangan

Pengolahan dan Analisis Data


1. Analisis Situasi Pangan dan Gizi Bulanan

2. Analisis Situasi Pangan dan Gizi Tahunan

Analisis Situasi Pangan dan Gizi Bulanan


a.
Ketersediaan Pangan
b. Akses Pangan
c. Aspek Pemanfatan Pangan
d. Komposit
e. Spesifik Lokal
f. Investigasi : aspek ketersediaan pangan,
akses terhadap pangan, dan aspek
pemanfaatan pangan
MENENTUKAN KLP SASARAN, MENENTUKAN JENIS
INTERVENSI ( APA, JUMLAH, BERAPA LAMA

Analisis Situasi Pangan dan Gizi Tahunan


(1) aspek ketersediaan

(2) aspek akses pangan


(3) aspek pemanfaatan pangan.
A. Mengidentifikasi wilayah - wilayah rawan

b. Mempertajam penetapan sasaran untuk tindakan


intervensi
c. Memperbaiki kualitas perencanaan dibidang pangan dan
gizi.

Pelaporan dan
Evaluasi
A. PELAPORAN

A. Pokja Pangan dan Gizi (PPG) mengelola laporan dari


kecamatan dan
kemudian menganalisa dan
membahas laporan tersebut sehingga tersusun
informasi tentang situasi pangan dan gizi wilayahnya
setiap bulan secara berkesinambungan.
b. Pokja menyampaikan informasi/laporan tersebut
kepada Bupati atau ketua PPG setiap bulan secara
berkesinambungan.
c. Bilamana terjadi masalah, maka Pokja menyusun
alternatif pemecahan masalah sebagai bahan
pengambilan keputusan oleh Bupati.

D.Pokja mengkompilasi laporan tingkat

kecamatan dan menyampaikan laporan ke


Pokja tingkat propinsi dengan tembusan ke
pusat.
e. Pembahasan situasi pangan dan gizi
dilaksanakan oleh Pokja PG yang
dikoordinasikan oleh TPG kabupaten, dan
dilakukan secara rutin setiap bulan.

2. EVALUASI
Evaluasi tiap tingkatan dilaksanakan sebagai
berikut :
1) Evaluasi tingkat kabupaten dilakukan setiap
bulan.
2) Evaluasi dilakukan melalui rapat/pertemuan
yang dipimpin oleh Kepala Daerah sebagai
Ketua DKP.

Contoh MASALAH GIZI


Kekurangan Gizi
Kurang Energi Protein (KEP)
Anemia Gizi

KEP
PENYEBAB
Tingkat Makro:
KEP erat hub. dengan keadaan status ekonomi
Penurunan KEP = penurunan kelompok dibawah
garis kemiskinan
Ketersediaan pangan
Tingkat Mikro:
Tingkat kesehatan (infeksi)
Sanitasi lingkungan

Kurang Energi Protein (KEP)


INTERVENSI
Program:
penimbangan balita
KIE/promkes
pemanfaatan pekarangan
PMT
oralit
kapsul vit A

Posyandu

Anemia Gizi
Penyebab
Jumlah Fe tidak cukup dalam makanan
Absorbsi Fe rendah
Kebutuhan naik
Kehilangan darah

Intervensi anemia gizi


Pemberian tablet besi pada ibu hamil

(Posyandu dan Puskesmas)


KIE (penyuluhan gizi)
Fortifikasi makanan: dalam taraf penelitian
Garam dan mie diproduksi dibanyak produsen

KADARZI ( Keluarga
Sadar Gizi)
Ciri keluarga :
A. Menimbang berat badan secara teratur.
b. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada
bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI
eksklusif).
c. Makan beraneka ragam.
d. Menggunakan garam beryodium.
e. Minum suplemen gizi sesuai anjuran