Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MATA KULIAH DASAR KOMPUTASI

KARTOGRAFI, PETA, DAN PETA TOPOGRAFI


UNTUK MEMENUHI SYARAT NILAI MATA KULIAH DASAR KOMPUTASI

Oleh

Nama

: Anang Suherman

Prodi

: Teknik Geologi

NIM

: K1013002

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA STTMI


2014
Page | 0

1. KARTOGRAFI
1.1 PENGERTIAN KARTOGRAFI
Kartografi berasal dari bahasa yunani, yaitu Karto = Carto yang berarti permukaan
dan Grafi yang berarti gambaran atau bentuk, kartografi adalah gambaran permukaan.
Maka diartikan, kartografi adalah sebagai ilmu membuat peta.
Menurut International Cartograhpic Association (ICA, 1973) Kartografi adalah seni,
ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta sekaligus mencakup studinya
sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya. Namun, Secara fundamental pada
tahun 1960 yang tadinya kartografi diartikan sebagai pembuatan peta telah mengalami
perubahan definisi menjadi penyampaian informasi geospasial dalam bentuk peta
(menno-jan kraak dan ferjan ormeling, 2007), hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa
kartografi telah dikelompokan dalam ilmu pengetahuan komunikiasi dan hadirnya
tekhnologi komputer. Hal tersebut tentunya menghasilkan pandangan bahwa kartografi
tidak hanya sebagai pembuatan peta semata, tetapi penggunaan peta juga termasuk
pada bidang kartografi. Dan benar hanya dengan menelaah penggunaan peta, dan
pengolahan informasi yang dipetakan oleh pengguna memungkinkan untuk mengecek
apakah informasi didalam peta dipersentasikan dengan cara yang terbaik. Dalam
kartografi diharapkan juga terkandung nilai ilmu pengetahuan (sceince), estetika
(aesthetics), teknik, dan berdiri di atas keyakinan bahwa kenyataan yang ada di sekitar
kita (reality) dapat dimodelkan dalam berbagai cara yang memungkinkan informasi ruang
(spatial) dapat dikomunikasikan secara efektif.Pada akhir tahun 90-an seorang ahli dalam
bidang seni pembuatan peta mengungkapkan bahwa Kartografi adalah ilmu yang
mempelajari peta, dimulai dari pengumpulan data dilapangan, pengolahan data,
simbolisasi, penggambaran, analisa peta, serta interprestasi peta Aryono Prihandito
(1989). Jadi, kartografi secara harfiah dapat diartikan sebagai sumber syarat dalam
pembuatan peta yang mana aturan dalam membuat sebuah peta wajib diketahui baik dari
segi seni, pengetahuan, dan teknologi yang digunakan serta studinya. Kemampuan dalam
membuat peta dengan mengetahui aturannya pada kartografi merupakan satu keahlian
dalam suatu ilmu pengetahuan.
1.2 SEJARAH KARTOGRAFI
Survey dan kartografi pmetaan bermula tahun 3800 SM ditemukan di sekitar
mesoptamia (MASTRA, 1994). Secara kartografi memang masih sangat sederhana dan
sangat jauh dibandingkan dengan peta sekarang. Peta ini ditemukan dalam sekeping
tanah liat yang dipipihkan yang menyerupai papan. Inilah peradabaan manusia paling tua
yang menggambarkan keadaan dan lokasi sebagian daerah muka bumi dalam bentuk
peta. Selanjutnya di cina sekitar 168 SM, ditemukan peta dalam 3 lembar kain sutera.
Peta ini lebih baik karena sudah lebih jelas digambarkan tentang jalan, selanjutnya pada
Page | 1

tahun 1416 diketahui telah dibuat peta laut dari perairan hindia oleh bangsa cina,
sedangkan bangsa-bangsa di eropa baru menentukan jalur navigasi pelayaran melalui
laut menuju india, kemudian memetakan pada tahun 1520. Selanjutnya barulah orang
spanyol menguasai daerah amerika tengah dan selatan membuat peta navigasi untuk
kepentingan pelayarannya.
Dalam perkembangannya di dunia para pembuat peta bermunculan akibat
tertariknya minat orang-orang membuat peta mulai dari kawasan asia yaitu cina, daratan
arab, yunani, dan berbagai zaman dalam era peradaban manusia. Berikut ini
perkembangan pembuatan peta yang terjadi di dunia

Zaman Prasejarah
Peta tertua ditemukan ketika dilakukan penggalian reruntuhan kota Gasur,
Babilonia, berupa sebilah lempeng kecil tanah liat dan diperkirakan dibuat sekitar
2500 tahun sebelum masehi.
Peta generasi kedua ditemukan di Mesir, yang digambarkan diatas lembaran
kertas yang terbuat dari kulit. Peta ini memperlihatkan persil-persil tanah pertanian
yang terdapat di sekitar lembah sungai Nil dan lokasi-lokasi tambang emas pada
masa pemerintahan Rameses II (1292 - 1225 tahun sebelum masehi).
Bangsa Yunani menggunakan sistem koordinat segi-empat untuk pembuatan
peta-petanya sekitar 300 tahun sebelum masehi. Mereka melakukan serangkaian
pengamatan hingga didapat bukti-bukti yang menyatakan bahwa bentuk bumi itu
tidak datar, tetapi bulat. Ilmuwan Yunani juga memperkenalkan konsep-konsep
bumi bulat dengan kutub-kutubnya, garis katulistiwa, sistem koordinat Lintang dan
Bujur, sistem proyeksi peta, dan hitungan dimensi-dimensi bumi. Perkembangan
perpetaan dan diskripsi wilayah selanjutnya lebih didasarkan atas berbagai
kepentingan, seperti untuk perang dan pajak serta pelayaran.

Zaman Arab Islam


Bangsa Arab Islam memimpin dalam dunia Geografi dan Kartografi pada abad
pertengahan. Banyak karya Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab hingga
ilmu Geografi berkembang pesat.
Idrisi yang diangkat sebagai penasihat dan pengajar di Istana oleh Raja Sicilia,
Roger II pada 1154, Idrisi membuat globe (bola dunia) pertama kali yang terbuat
dari perak seberak 400 kg memuat tujuh benua, danau dan sungai, kota, gunung,
dataran, rute perjalanan dan catatan ketinggian. Ia juga mengarang suatu kitab
yang menggambarkan bentuk bumi yang bulat dan mengambang diangkasa
seperti kuning telur. Juga menjelaskan tentang iklim, lautan dan dataran serta
penjelasannya secara terinci. Untuk mengormati jasa-jasa Idrisi, maka perangkat
lunak yang dikembangkan oleh Universitas Clark di Amerika Serikat diberi nama
Page | 2

IDRISI. Buku buku karangan beliau masih terus diburu ilmuwan sampai pada
awal abad 20.

Zaman Perkembangan Eropa


Ilmuwan

Eropa

mengembangkan

perpetaan

pada

abad

15

setelah

menterjemahkan karya ilmuwan Yunani dan ilmuwan Islam. Perkembangan lebih


lanjut pada awal abad 19, dimana perpetaan banyak digunakan untuk
menyampaikan

informasi

geografis

untuk

tujuan

pengembangan

dan

perencanaan. Hal ini dilakukan dengan cara mengkompilasikan berbagai informasi


geografis untuk mendapatkan informasi baru yang dibutuhkan. Tahap inilah
dianggap sebagai awal mula sistem informasi geografis secara manual.

Komputer Awal
Perkembangan pesat komputer pada pertengahan abad 20 turut mempengaruhi
perkembangan SIG kearah digitalisasi. Di awal 1960-an, potensi komputer
elektronik telah dikenal di Kanada dan Amerika Serikat. Pada 1963, sistem
informasi Geografis Kanada (CGIS: Canadian Geographic Information System)
mulai beroperasi dan kemudian menjadi SIG sesungguhnya yang pertama di
dunia. Dua tahun kemudian, di Amerika Serikat sistem serupa (MIDAS) juga mulai
digunakan untuk memproses data-data sumberdaya alam.
Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, berbagai sistem telah berevolusi untuk
menggantikan komputasi Kartografi manual. Sistem produksi banyak tersedia di
akhir 1970-an dan pengembangan sistem ini dilanjutkan hingga 1980. Walaupun
demikian, di awal 1990-an, pendekatan yang sempurna terhadap beberapa tugastugas Kartografi masih belum ditemukan.

Zaman Perkembangan Komputer Pc Desktop


Penyebaran PC memacu operasi-operasi user-friendly dan program-program yang
mampu

dalam

memproses

pekerjaan-pekerjaan

yang

sebelumnya

tak

terbayangkan. Peningkatan kapasitas kemampuan hitungan prosesor mikro


mengakibatkan maraknya pemrosesan citra dijital satelit dan raster lainnya secara
komersial pada pertengahan 1980-an.
Sistem-sistem perangkat lunak telah dikembangkan dengan cepat. Sistem-sistem
basisdata relasional, seperti dBase dan Oracle yang pertama kali muncul pada
akhir 1980-an, sangat berguna di dalam pemrosesan data Geografi. Pada tahun
yang sama, kemampuan komputasi pemroses mikro telah diadopsi untuk berbagai
perangkat mulai dari perangkat bantu rumah tangga, mesin-mesin mobil, hingga
penggunaannya di dalam SIG.

Zaman Komputer Mutakhir


Page | 3

Kemampuan perhitungan komputer saat ini yang semakin baik menyebabkan


perkembangan SIG yang demikian hebat. Perkembangan perangkat lunak SIG
semakin baik, sehingga mudah untuk mendapatkan berbagai Program SIG.
Teknologi penyediaan data yang semakin baik, baik data digital spasial maupun
data digital non spasial. Berbagai alat penunjang untuk pekerjaan SIG semakin
murah dan tersedia dalam banyak jenis, seperti perkembangan kartu grafis,
memory modul, hard disk, berbagai perangkat komunikasi dan lain sebagainya.
1.3

FUNGSI KARTOGRAFI
Pelaksanakan pengambilan data secara baik dan benar untuk di ubah menjadi

suatu gambar (peta) diharapkan mampu memberikan suatu hasil data yang akurat bagi
pengguna peta tersebut. Hasil pengukuran yang diperoleh, agar menjadi peta pada
bidang datar, diperlukan pengetahuan tentang proyeksi peta serta kaidah-kaidah
kartografi, seperti skala, generelisasi berupa penyederhanaan, pemilihan unsur dan notasi
yang berupa huruf maupun angka.

2.1

2. PETA
PENGERTIAN PETA
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang dilukiskan seluruhnya

atau sebagian dengan ukuran diperkecil sebagaimana kenampakannya dari atas dan
dilengkapi dengan tulisan, skala, mata angina, dan simbol-simbol. Gambaran bagianbagian permukaan bumi di dalam peta diwujudkan dalam bentuk informasi atau data.
Informasi atau data itu dapat berupa penggunaan atau keadaan tanah, administrasi
negara, curah hujan, persebaran batuan, dan persebaran penduduk. Informasi yang
disajikan dalam peta merupakan informasi yang diketahui dan terdapat di permukaan
bumi.
Informasi atau materi peta merupakan unsur-unsur geografi. Namun, tidak semua
unsur itu dapat dimasukkan ke dalam gambar peta. Untuk itu, perlu dilakukan
penyaringan berdasarkan syarat-syarat tertentu. Misalnya, penyaringan dilihat dari segi
ekonomi, sejarah, atau faktor lain yang menyebabkan suatu daerah terkenal. Dengan
demikian, isi peta merupakan saringan atau hasil pilihan, bukan merupakan hasil jiplakan
dari peta lain. Demikian pula cara penulisan unsur-unsur geografis dalam peta harus
mengikuti kaidah penulisan peta yang berlaku.

2.2

SEJARAH PETA
Peta pertama ditemukan ketika dilakukan penggalian reruntuhan Kota Gasur di

Babilonia. Peta ini merupakan sebuah lempeng kecil yang terbuat dari tanah liat dan
diperkirakan dibuat sekitar 2500 tahun sebelum Masehi. Peta ini menggambarkan suatu
Page | 4

lembah, gunung, dan sungai yang bercabang tiga hingga membentuk delta dan bermuara
di laut atau di suatu danau. Peta generasi kedua ditemukan di Mesir. Peta ini
digambarkan di atas lembaran kertas yang terbuat dari kulit (parchment). Pada peta - peta
ini diperlihatkan persil - persil tanah pertanian yang terdapat di sekitar lembah Sungai Nil
dan lokasi - lokasi tambang emas di Mesir pada masa pemerintahan Rames II (1292 1225 sebelum Masehi).
Beberapa abad kemudian, orang - orang Yunani yang mendapatkan keterampilan
kartografi hingga akhirnya dapat mengkomplikasikan peta - peta realistik yang pertama.
Mereka mulai dengan menggunakan sistem koordinat segi - empat untuk pembuatan peta
- petanya sekitar 300 tahun sebalum Masehi. Kira - kira 100 tahun kemudian, seorang
pakar metematika, astronomi dan geografi Yunani, Eratosthenes, meletakan dasar - dasar
ilmu geo desi dan kartografi. Pakar ini telah melakukan serangkaian pengamatan hingga
akhirnya didapat bukti - bukti yang menyatakan bahwa bentuk bumi itu tidak datar tetapi
bulat. Selain itu Eratosthenes juga memperoleh nilai keliling bumi walaupun dikemudian
hari diketahui nilainya 16% lebih besar dari hasil hitungan pada saat ini. Selain itu, makin
banyak peta - peta yang dibuat dengan dasar ilmu - ilmu ini, dan diantaranya adalah peta
- peta dunia pertama yang di buat oleh Claudius Ptolemaeus di Alexandria. Pengaruh
kartografi dari Yunani Kuno ini demikian kuat hingga mempengaruhi sebagian dasar dasar sistem kartografi yang ada pada saat itu, dan baru mendapatkan kemajuan yang
signifikan pada abad ke-16. Merekalah yang memperkenalkan konsep - konsep bumi
bulat dengan kutub - kutubnya, garis khatulistiwa dengan daerah - daerah tropisnya,
sistem koordinat geografi Lintang dan Bujur, sistem proyeksi peta, dan hitungan dimensi dimensi bumi.
2.3

FUNGSI PETA
Peta sangat diperlukan oleh manusia untuk berbagai macam kebutuhan, entah

yang bersifat kebutuhan pribadi maupun kebutuhan umum. Dengan menggunakan peta
Anda dapat mengetahui atau menentukan lokasi yang Anda cari, mendapatkan informasi
yang ingin anda temukan menggunakan peta tentang suatu lokasi atau wiyalah. walaupun
Anda belum pernah mengunjungi tempat tersebut.
Beberapa funsi umum peta dalah sebagai berikut:

Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.


Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan

bumi.
Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua,

negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.


Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi

daerah yang akan diteliti.


Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
Page | 5

Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.


Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena
(gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.

3. PETA TOPOGRAFI
3.1
PENGERTIAN PETA TOPOGRAFI
Peta topografi adalah jenis peta yang ditandai dengan skala besar dan detail,
biasanya menggunakan garis kontur dalam pemetaan modern. Sebuah peta topografi
biasanya terdiri dari dua atau lebih peta yang tergabung untuk membentuk keseluruhan
peta. Sebuah garis kontur merupakan kombinasi dari dua segmen garis yang
berhubungan namun tidak berpotongan, ini merupakan titik elevasi pada peta topografi.
Sebuah peta topografi adalah representasi grafis secara rinci dan akurat
mengenai keadaan alam di suatu daratan.
Karakteristik unik yang membedakan peta topografi dari jenis peta lainnya adalah
peta ini menunjukkan kontur topografi atau bentuk tanah di samping fitur lainnya seperti
jalan, sungai, danau, dan lain-lain. Karena peta topografi menunjukkan kontur bentuk
tanah, maka peta jenis ini merupakan jenis peta yang paling cocok untuk kegiatan outdoor
dari peta kebanyakan.
Kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian
yang sama dari suatu bidang acuan tertentu. Konsep dari garis kontur dapat dengan
mudah dipahami dengan membayangkan suatu kolam air. Jika air dalam keadaan tenang,
maka tepi permukaan air menunjukkan garis yang mempunyai ketinggian yang sama dan
garis tersebut akan menutup pada tepi kolam membentuk garis kontur.
3.2

SEJARAH PETA TOPOGRAFI


Secara historis, perkembangan peta topografi sebagian besar didorong oleh

kebutuhan militer. Saat ini, operasi taktis dan kegiatan tentara sedemikian kompleks
sehingga sangat penting bagi semua prajurit untuk dapat membaca dan menafsirkan
peta, agar dapat bergerak cepat dan efektif di medan perang. Pengenalan medan dapat
memberikan perbedaan nyata dalam medan pertempuran. Kemampuan membaca peta
sangat di butuhkan jika ingin memenangkan pertempuran. Tidak hanya dalam medan
pertempuran, hal ini juga berlaku untuk keperluan sipil seperti berburu, menempuh rimba,
menyusur rawa, hiking, mendaki gunung, bukit atau penggunaan lainnya dimana
ketepatan navigasi darat diperlukan
3.3

FUNGSI PETA TOPOGRAFI


Peta topografi dibuat untuk memberikan informasi tentang keberadaan, lokasi, dan

jarak, seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. Peta topografi juga
menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur, dan tingkat tutupan vegetasi. Dengan
Page | 6

kekuatan militer yang tersebar di seluruh dunia, maka militer bergantung pada peta untuk
memberikan informasi terhadap unsur-unsur tempur dan untuk menyelesaikan operasi
logistik. Mobilitas tentara dan material yang harus diangkut, disimpan, dan ditempatkan ke
dalam operasi pada waktu dan tempat yang tepat. Banyak dari perencanaan ini harus
dilakukan dengan menggunakan peta. Oleh karena itu, setiap operasi memerlukan
pasokan peta, namun meskipun kita memiliki peta terbaik, peta tidak akan berharga
kecuali pengguna peta tahu bagaimana cara membacanya.

Sumber Informasi :

Sariyono, K. Endro dan Nursa'ban, Muhammad.Materi Kartografi Dasar.2010


http://hendrisulistyo.wordpress.com/materi/materi-kelas-xii/
http://www.slideshare.net/RadenBondanEB/makalah40-kartografi-dan-pemetaan-

b
http://geografi-geografi.blogspot.com/2012/06/peta-dan-pemanfaatannya.html
http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.com/2013/08/pengertian-peta-fungsi-

jenis-bentuk-dan.html
http://ghozaliq.com/2013/08/19/fungsi-peta/
http://andimanwno.wordpress.com/2010/06/22/fungsi-dan-tujuan-pembuatan-

peta/
http://rpp-smp.blogspot.com/2013/12/peta-kontur.html
http://ips-abi.blogspot.com/2012/10/menginterpretasi-peta-topografi.html
http://rafil-petatopografi.blogspot.com/
http://www.ilmusipil.com/garis-kontur-adalah
Page | 7

Page | 8