Anda di halaman 1dari 5

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No.

1, (2014) 1-5

PERENCANAAN JALUR GANDA KERETA API


SURABAYA - KRIAN
Aria Dwipa Sukmana, Budi Rahardjo
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: budi.rahardjo.its@gmail.com ; ariadwipa.techno@gmail.com
Abstrak - Kereta api merupakan salah satu sarana
transportasi yang memiliki banyak keunggulan seperti hemat energi
dan rendah polutan. Selain itu kereta api juga memiliki jalur
tersendiri yang tidak memiliki hambatan sehingga terhindar dari
kemacetan dan memiliki waktu tempuh yang lebih singkat
dibandingkan transportasi darat lain.
Lintas Surabaya Krian adalah salah satu arus yang padat
di lihat dari kondisi banyaknya pengguna jalan. Peningkatan
mobilitas penumpang dan barang pada jalan Surabaya Krian baik
mempergunakan moda jalan raya maupun kereta api menunjukkan
peningkatan yang cukup tinggi. Untuk itu dibutuhkan solusi
penambahan kapasitas jalan kereta api di jalur Surabaya Krian
sehingga dapat melayani lebih banyak jumlah perjalanan yang
berdampak pada penambahan jumlah kapasitas penumpang.
Dalam Tugas Akhir ini, direncanakan penambahan jalur
kereta api baru untuk jalur Surabaya Krian. Dalam prosesnya,
metodologi yang digunakan adalah dengan pengumpulan data-data
sekunder, mengidentifikasi permasalahan, studi literatur dan analisa
data perencanaan.
Hasil dari tugas akhir ini adalah adanya jalan rel baru
yang menghubungkan Surabaya dan Krian sehingga dapat
menambah jadwal perjalanan kereta api pada lintas tersebut serta
rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk membangun jalan rel
baru.
Kata kunci : Kereta Api, Desain Geometri Jalan Rel,
Jalur Ganda, Jalan Rel Surabaya-Krian.

sedangkan peningkatan volume perjalanan kereta api di jalur


ini juga semakin meningkat.
Untuk itu dibutuhkan solusi penambahan kapasitas
jalan kereta api di jalur selatan sehingga dapat melayani lebih
banyak jumlah perjalanan yang berdampak pada penambahan
jumlah kapasitas penumpang. Hal ini juga sesuai dengan
pengembangan jaringan dan layanan kereta api regional untuk
wilayah Gerbang KERTASUSILA yang ada dalam Rencana
Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) dan direncanakan
pengerjaannya mulai tahun 2014 2023.
I. METODOLOGI
Metodologi Tugas Akhir ini dapat dilihat pada Gambar1

I. PENDAHULUAN

ereta api di Indonesia merupakan salah satu transportasi


darat yang banyak digunakan oleh masyarakat umum.
Kebanyakan masyarakat memilih kereta api sebagai
transportasi karena bisa menghindari kemacetan yang terjadi
dijalan raya. Selain itu kereta api juga memiliki sistem
penjadwalan yang teratur dan harganya juga relatif murah
sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kereta api
daripada bus umum.
Di Indonesia sendiri telah memiliki jalur kereta api di
beberapa pulau besar salah satunya di pulau jawa. Jalur rel
kereta api pulau jawa membentang dari arah barat hingga
timur pulau jawa. Terdapat dua rute yang ada di pulau jawa
yaitu rute selatan dan rute utara.
Pada saat ini, di Jawa sistem dan manajemen
perkeretaapian masih dianggap kurang optimal karena
jaringan rel saat ini masih berupa satu jalur dimana ini sering
mengakibatkan kereta api saling tunggu untuk menggunakan
jalur. Untuk jalur Pantai Utara (pantura) yang memiliki
panjang jalur sekitar 727 km saat ini hanya 426 km yang
sudah menjadi jalur ganda sedangkan sisanya masih dalam
proses pengerjaan. Namun saat ini jalur di sebelah selatan
khususnya daerah Jawa Timur masih berupa satu jalur

Gambar 1. Metodologi Tugas Akhir

Penjelasan lengkap tentang Metodologi dapat dilihat


pada buku Tugas Akhir penulis.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-5

II. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Perencanaan Letak Jalur Ganda
Jalur kedua yang akan di buat kali ini mengacu pada
posisi jalur kereta api eksisting sehingga tidak memerlukan
pembuatan trase baru. Dalam menentukan letak jalur kereta
api yang baru data yang akan digunakan yaitu :
1. Kondisi eksisting lahan
2. Lahan milik PT. KAI
3. Emplasemen (posisi sepur utama) jalan rel baru
Kondisi eksisting lahan di dapat melalui data primer
survei lapangan sedangkan data lahan dan emplasemen di
dapat dari data sekunder. Seluruh data berupa jarak(m) yang di
ambil dari as rel eksisting Dan persyaratan yang digunakan
mengacu pada ruang bebas pada untuk jalur ganda.
kanan
kiri

ROW

Kondisi
eksisting

Lahan PT.
KAI

5,95 m
5,95 m

> 5,95 m
> 5,95 m

> 5,95 m
> 5,95 m

Emplasemen
stasiun
tujuan
Kanan
Kiri

bisa
bisa

B. Perencanaan Emplasemen Stasiun

Dengan adanya penambahan jalan rel baru


sehingga diperlukan perubahan pada emplasemen
stasiun, pertimbangan yang di lihat antara lain :
1. Pola operasi jalur ganda
2. Jadwal perjalanan kereta api (lalu lintas kereta
api)
3. Denah awal stasiun
4. Alur pergerakan penumpang
Melihat pertimbangan tersebut sehingga
menghasilkan perubahan pada emplasemen stasiun
Wonokromo, Sepanjang, Boharan dan Krian sebagai
berikut :
Lama
Sepur
5
4
3
6

Baru
Wesel
13
8
4
14

Sepur
5
5
4
6

PI
Koordinat Awal (A)
PI-1
PI-2 (B)

Letak Jalan
rel baru

Contoh perhitungan :
Pertimbangan :
Menggunakan data eksisting lahan dan data lahan PT.
KAI.
STA 17 + 900
- Kiri
= (Jarak hambatan terdekat) > 5,95
= 2,5 > 5,95
= salah (tidak bisa)
- Kanan = (Jarak hambatan terdekat) > 5,95
= 15 > 5,95
= benar (bisa)
- Emplasemen sepur utama stasiun tujuan
Stasiun tujuan = Stasiun Sepanjang ( kiri)
Dengan data lahan eksisting untuk STA 17 + 900 jalan
rel baru hanya bisa di letakkan di sisi kanan.
Untuk hasil perhitungan lengkap dapat dilihat dalam
tugas akhir penulis.

Stasiun
Wonokromo
Sepanjang
Boharan
Krian

C. Perencanaan Geometrik Jalan Rel


Dalam perencanaan geometrik jalan rel dibahas
meliputi alinemen horizontal dan alinemen vertikal.
Alinemen Horizontal
Pada perencanaan alinemen horizontal disini akan
dibahas bagaimana desain lengkung yang digunakan dengan
menggunakan parameter lengkung horizontal spiral-cirlespira dan full circle. Adapun langkah-langkah dalam
menghitung parameter lengkung tersebut diatas adalah
sebagaimana berikut :
Contoh perhitungan untuk PI

Wesel
14
15
11
20

x
683002,3983
682328,079
681747,1594

y
9182950,287
9182101,738
9181796,421

Koordinat awal PI
o x =674,3193, y = 848,549
o x/y
= 0,7946
o Atan (x/y)
= 38,4732= 1
PI B
o x =580,9196, y = 305,9196
o x/y
= 1,8989
o Atan (x/y)
= 62,2746= 2

PI-01

= 1 - 2
=38,4732 - 62,27463
= 23,8014

L titik awal ke PI-1 =


=

( X 1 X A ) 2 + (Y1 YA ) 2

674,31932 + 848,5492

= 1083,8551 m
L titik PI-1 ke PI-2

( X B X 1 ) 2 + (YB Y1 ) 2

580,91962 + 305,91962

= 656,2761 m
Setelah didapatkan sudut PI , kemudian dilanjutkan
perencanaan lengkung horizontal.
V rencana = 120 km/jam
R taksir = 1000 m............(Syarat PD-10)
Sehingga dapat dihitung :
h = 85,68 mm
Lh = 102,8 m
s = 2,94695
Lc = 312,3862 m
p = 0,4394 m
k = 65,859 m
Ts = 262,2158 m
E = 22,4147 m
Ys = 1,7618 m

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-5

Xm =
Ts=262,2158
Xs=71,4

Ys=1,7618
p=0,4394

k=51,377 m
Lh= 102,8m

=23,801 o

= 22,5 m

E=22,4147
C

Ym =

Lc= 312,3862 m

s
R=1000

s
R=1000
Lh=102,8

=
= 0,0253 m
S

Gambar 3. Skema lengkung horizontal


Untuk perhitungan lengkung yang memiliki sudut
lebih kecil dari 2 s maka lengkung yang digunakan adalah
full circle . contoh perhitungan lengkung full circle seperti P1
direncanakan sebagaimana berikut:
Dengan data perencanaan untuk P1 (FC):
V rencana = 120 km/jam
R rencana = 2370 m
= 1,97992
Didapatkan parameter untuk lengkung horizontal sebagai
berikut;
h = 109,846 mm
Lh = 131,8154 m
Lc = 82,8927m
Ts = 40,9531 m
E = 0,3583 m

Untuk hasil perhitungan dapat dilihat dalam tugas


akhir penulis.
D. Perencanaan Konstruksi Rel
Pada perencanaan jalan rel ini didesain dengan
kriteria jalan rel kelas I, dengan data-data sebagaimana berikut
: (PD10)
Rel

Digunakan R54 dengan spesifikasi:


Berat rel teoritis (W)
: 54,43 kg/m
Momen inersia searah sumbu X ( I x ) : 2,345 cm4
Luas penampang melintang (A)
: 69,34cm2
Tegangan ijin rel ()
: 1325 kg/cm2
Modulus elastisitas
: 2,1 x 106 kg/cm2

Gambar 5. Penampang rel R.54

Digunakan tipe rel R54 dengan kecepatan rencana 120


km/jam. Tekanan gandar 18 ton, transformasi gaya statis roda
menjadi gaya dinamis roda digunakan persamaan Talbot
sebagai berikut:
V rencana = 120 km/jam
Pd = P + 0,01 P (V-5)
Pd = ( 9 + 0,01. 9. ((120/1.609) 5) ) ton = 19,73707 ton =
19737,07 kg
Gambar 4. Lengkung Full Circle
Untuk hasil perhitungan lengkap dapat dilihat dalam
tugas akhir penulis.
Perhitungan lengkung vertikal pada STA 17 + 400
e = - 0,0045
e = 0,00000
V Rencana = 120 km/jam
R Lengkung = 10000 m

Mo =

k
4 E.Ix

180
= 9,777 . 10-3 cm-4
6
4 x 2,1.10 x 2345

19737,07 kg
Pd
=
= 504673,1 kg cm
4
4 x0,009777cm 1

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-5

MI. y
Ix

Dimana:
P
V

MI
Y
Ix

: gaya statis roda (ton)


: kecepatan kereta api (mil/jam)
: tegangan yang terjadi pada rel
: 0,85 Mo (akibat super posisi beberapa gandar)
: jarak tepi bawah rel ke garis netral
: momen inersia terhadap sumbu x-x

MI. y
Ix

0,85 * 504673,1 * 5,443


2345

= 995,691 kg/cm2 < tegangan ijin rel 1325 kg/cm2 ... OK


Bantalan
Diambil data-data bantalan beton prategang spesifikasi
WIKA dengan dimensi sebagaimana berikut:
Passing ton tahunan
: > 20 Juta Ton
Beban gandar
: 18 ton
Lebar sepur
: 1067 mm

4
Panjang rel minimum rel panjang R-54 dengan bantalan beton
= 2 x 1 = 2 x 69.89472 = 139.78944 m.
Dibulatkan kelipatan 25 m menjadi 150 m. Untuk
menyambung rel-rel pendek menjadi rel panjang digunakan
las.
Perencanaan Balas
Balas atas
Ada 3 perbandingan perhitungan yang digunakan,
1. Menurut Wahyudi (2003) didapatkan hasil dengan tebal
balas minimum 5 cm.
2. Menurut British regulation, didapatkan tebal balas
minimum sebesar 38 cm
3. Standarisasi French didapatkan tebal balas minimal sebesar
55 cm
Dari beberapa metode di atas maka diambil tebal ballas yang
paling maksimum sehingga didapat tebal ballas adalah 0,55 m
Lapisan balas bawah
Untuk perencanaan balas bawah pada jalan rel ini diketahui
data perencanaan sebagai berikut:
Jalan kelas I, beban gandar 18 ton.
Dipakai bantalan beton dengan data sebagai berikut:
Lebar bantalan : 25 cm ; Panjang bantalan : 200 cm
Bantalan dibuat dari beton pratekan dengan mutu beton K600
Modulus elastisitas (E) bantalan
: 6400 600 = 156767,343 kg/cm2
Beban kereta sebagai beban dinamis didapatkan 15745 kg.
Prosentase beban kereta yang membebani adalah 49 %
49 % Pd = 7715,05 kg
=

Gambar 6. Dimensi bantalan beton

Panjang bantalan = 2000 mm = 200 cm


Kekuatan material: fc' = 600 kg/cm2
Kemampuan momen yang diijinkan:
- di bawah rel (positif)
= 1500 kg m
- di bawah rel (negatif)
= 750 kg m
- di tengah bantalan (positif)
= 930 kg m
- di tengah bantalan (negatif)
= 660 kg m
Besar momen dari bantalan sebagaimana berikut
Momen pada daerah di bawah rel:
124997,2089 kg cm < momen ijin = 150000 kg cm ....OK
Momen pada daerah tengah bantalan:
-48194,318 kg cm < momen ijin = 66000 kg cm ....OK
Penjelasan lengkap mengenai perhitungan bantalan dapat
dilihat pada buku Tugas Akhir penulis.
Susunan Jalan Rel
Untuk mendapatkan panjang minimum rel panjang L >
2L. Untuk rel R-54 dan menggunakan bantalan beton maka
panjang rel panjang dimana L dapat dihitung dengan
persamaan:

F = E. A. .T
L=
r
6
2,1.10 x76,87 x1,2.10 5 x(48 30)
L=
450
= 69.89472 m

(9 * 25) /(4 * 156767,34 * 19239,75)

(23)

= 0,0125487
Sedangkan nilai a dan c diberikan pada Gambar 5.

45 cmcm
a = 46,65

c= 53,35
cm
55 cm

Gambar 7. Besar nilai a dan c pada bantalan

1 = 8,551 kg/cm2
d=

1, 35

58 x 1

10

d = 75,713 cm
d2 = d d1 > 15 cm
Tebal lapisan balas atas ditentukan berdasarkan perhitungan di
atas yaitu setebal 55 cm.
d2 = 75,713 55
= 20,713 cm dipakai d2 = 25 cm

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-5


Jarak dari sumbu jalan rel ke tepi atas lapisan bawah
didapatkan sebagai berikut:
Pada sepur lurus 265 cm
Pada tikungan 270 cm
Untuk hasil perhitungan dapat dilihat dalam tugas akhir
penulis.
Bangunan Bantu
Untuk bangunan bantu yang ada pada jalur rel seperti
jembatan tidak di hitung secara detail. Contoh bangunan
bantu ini didapat dari bangunan yang sudah ada ataupun
mengambil literatur dari daftar pustaka.
Jembatan digunakan untuk jalur rel yang melewati
sungai maupun jalan raya (arteri). Perencanaan jembatan
disini
hanya
membahas
jenis
jembatan
yang
direkomendasikan. Pada jalan rel ganda yang akan dibangun
kali ini, seluruh jenis jembatan meniru jembatan yang ada di
jalur awal yaitu jembatan rangka dan girder.
E. Rencana Anggaran Biaya
Daftar harga satuan dan rincian jenis pekerjaan
mengacu pada PM. 83 Tahun 2011 tentang Standart Biaya
Kementrian Perhubungan Tahun Anggaran 2012. Biaya yang
dibutuhkan dalam pe mbangunan jalan rel ini sebesar Rp.
615.558.221.500,- Untuk penjelasan lebih nmendetail
mengenai pekerjaan track akan dibahas sebagaimana dalam
tugas akhir penulis
III. KESIMPULAN/RINGKASAN
Dari hasil perencanaan jalan rel baru dalam Tugas
Akhir yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Jalan rel serta emplasemen stasiun baru untuk jalur ganda
dapat digunakan dengan adanya penyesuaian desain
sebagaimana tertera pada Ripnas, Peraturan Dinas PJKA, dan
Keputusan Menteri Perhubungan.
2. Desain geometri jalan rel meliputi alinemen vertikal dan
horizontal. Trase yang digunakan adalah desain trase
eksisting.
3. Struktur yang digunakan didapatkan sebagaimana berikut :
Digunakan R54
Passing ton tahunan
: > 20 Juta Ton
Beban gandar
: 18 ton
Lebar sepur
: 1067 mm
Jarak bantalan beton
: 50 cm
Tebal balas dibawah bantalan : 34 cm
Lebar bahu balas
: 50 cm
Tipe penambat
: Pandrol (Elastik ganda)
Sambungan
: las ditempat.
Tebal balas atas
: 55 cm
Tebal balas bawah (sub balas) : 21 cm
Jarak dari sumbu jalan rel ke tepi atas lapisan bawah
didapatkan sebagai berikut:
Pada sepur lurus 265 cm
Pada tikungan 270 cm
4. Biaya yang dibutuhkan dalam pe mbangunan jalan rel ini
sebesar Rp. 615.558.221.500,-

[1]
[2]
[3]
[4]
[5]

[6]
[7]
[8]
[9]

DAFTAR PUSTAKA

Bina Marga. 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar


Kota. Jakarta : Bina Marga.
PJKA, 1986. Perencanaan Konstruksi Jalan Rel (PeraturanDinas no.
10).
PJKA, 1986. Penjelasan Perencanaan Konstruksi Jalan Rel
(Penjelasan Peraturan Dinas no.10).
UU, 2007. Perkeretaapian (UU. No. 23 Tahun 2007).
Dodik Teguh, Desain Geometrik, Struktur Beserta Perkiraan Biaya
Perencanaan Jalan Rel Sebagai Alternatif Transportasi Angkutan
Tambang Pasir di Kabupaten Lumajang. Tugas akhir di Jurusan
Teknik Sipil ITS.
Wahyudi, H. 1993. Jalan Kereta Api (Struktur dan Geometrik Jalan
Rel). Surabaya: Jurusan Teknik Sipil-FTSP ITS
Wahyudi, H. 1997. Teknik Reklamasi. Surabaya: Jurusan Teknik SipilFTSP ITS.
Menteri Perhubungan, 2011. Peraturan Menteri No. 83 Tahun 2011
(Standart Biaya Kementrian Perhubungan 2012).
Kartikasari, Dewi,2007. Perencanaan Jalur ganda Kereta Api Dari
Stasiun Pekalongan Ke Stasiun Tegal. Tugas Akhir di Jurusan Teknik
Sipil UNDIP.