Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KEGIATAN HASIL PRAKTIKUM

PENENTUAN KADAR ASAM ASETAT DALAM CUKA


DAPUR

Kelompok 4:
Ahmadin Zaki
Facilia Wahyuningrum
Fakhriyah Azhar
Helena Zuspa L
Nandikha R
Siti Nirwanah
Umi Hanifah

XI MIA 3
SMAN 1 CILEGON
2015

Tujuan:
Menentukan kadar asam asetat dalam cuka dapur dengan titrasi asam
basa.

Alat dan Bahan:


1. Timbangan
2. Larutan cuka
3. Larutan NaOH 0,1 M
4. Indikator Fenolftalein
5. Akuades atau air suling
6. Corong
7. Pipet ukur
8. Gelas ukur
9. Labu Erlenmeyer
10.
Gelas kimia
11.
Spatula

Langkah Kerja:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cari titik seimbang pada timbangan


Ambil kertas lalu ukur sampai titik seimbang
Ambil garam 0,4 g
Tambahkan NaOH pada atas kertas lalu hitung dengan timbangan
Larutkan NaOH ke dalam air 95ml, bila sudah larut tambahkan air hingga 100 ml
Pipet 10 ml larutan asam cuka dengan menggunakan pipet volume, lalu masukkan ke
dalam labu erlenmeyer.
7. Tambahkan 2-3 tetes indikator fenolftalein
8. Masukkan larutan NaOH 0,1 M sebagai zat peniter kedalam pipet ukur
9. Catat skala awal dari larutan NaOH 0,1 M(sebaiknya dimulai dari skala 0).
10. Sambil menggoyang-goyang kan labu erlenmeyer, teteskan sedikit demi sedikit
larutan NaOH ke dalam labu erlenmeyer sampai terjadi perubahan warna indikator.
11. Catat volume NaOH yang digunakan.
12. Ulangi kegiatan ini dua kali lagi sehingga memperoleh hasil yang hampir sama. Jika
tidak memperoleh perbedaan yang kecil, ulangi sekali lagi.

Pertanyaan dan Diskusi


Grek CH3COOH

=
=
Mol CH3COOH
=
Massa CH3COOH =

grek NaOH
V x M =
grek CH3COOH =
jumlah mol x Mr = .
g
Kadar (%) CH3COOH
= V x 100% b/v = %

Jawaban:
Grek CH3COOH

= grek NaOH
= V x M = 10 x 0,1 = 1 grek

Mol CH3COOH
= grek CH3COOH = 1 M
Massa CH3COOH = jumlah mol x Mr = 1 x 60 = 60 gr
g
Kadar (%) CH3COOH
= V x 100% b/v = (60:10) x 100% x 1:10
= 600% x 0,1 = 60%
Tabel Pengamatan
No Titrasi Ke

Jumlah ml larutan NaOH yang


ditambahkan
2ml

4 ml

6 ml
3

Rata-rata hasil tetap :

4 ml

Kesimpulan
Titrasi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menentukan banyaknya suatu
larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui agar tepat habis bereaksi dengan sejumlah
larutan yang dianalisis atau ingin diketahui kadarnya atau konsentrasinya. Dalam titrasi
suatu larutan dibutuhkan indicator yang tepat, hal ini bertujuan agar kita dapat mengetahui
titik akhir titrasi. Pada percoban di atas indicator yang digunakan adalah PP (fenolftalein)
dengan kadar 60%.