Anda di halaman 1dari 26

GAMBARAN

ANATOMI
NORMAL
RADIOGRAFI
PANORAMIK
Intan Nursini Hapsari
2016.07.2.0038

Definisi Radiografi Panoramik


Etimologi:
pan + horama = view (Gk)
Radiare = to emit rays (memancarkan sinar)
Graphein = to record (Gk)
an x-ray image of a curved body surface, such as
the upper and lower jaws, on a single film =
Pantomograph

(Mosby's Medical Dictionary, 8th edition. 2009, Elsevier)

Suatu gambaran dari rahang, yang dihasilkan dari


mesin yang didesain khusus untuk mendapatkan
gambaran panoramik dari rahang dan sekitarnya
secara menyeluruh pada suatu film tunggal
Foto rontgen ekstra oral yang menghasilkan
gambaran yang memperlihatkan struktur facial,
termasuk mandibula dan maksila beserta struktur
pendukungnya.

Radiografi panoramic telah menjadi teknik


yang sangat popular di bidang kedokteran
gigi. Alasan utamanya adalah:
Seluruh gigi dan jaringan penyangganya
terlihat dalam satu foto
Tekniknya relatif simpel
Dosis radiasi relatif rendah

Kekurangan utama dari teknik ini adalah film


yang dihasilkan adalah sectional radiography
yang dihasilkan oleh alat yang bergerak, dan
sama seperti bentuk tomografi lainnya,
hanya struktur di dalam section yang akan
terlihat jelas dan focus pada hasil akhir foto.
Dalam tomografi panoramic, section/focal
trough di desain kurang lebih berbentuk
seperti tapal kuda sesuai bentuk dari
lengkung gigi.
Kualitas gambar secara umum lebih rendah
jika dibandingkan dengan gambar yang
diambil dengan teknik intra oral, terlepas
dari jenis reseptor gambar yang digunakan
dan interpretasinya lebih rumit.

Di UK, dalam booklet Selection Criteria in Dental


Radiography tahun 2004 merekomendasikan
radiografi panoramic dalam keadaan berikut:
Dimana ukuran dan posisi lesi tulang/gigi yang
belum eruopsi sulit ditunjukkan
dalam
radiografo intra oral,
Pada kasus pasien dengan OH yang buruk,
Bagian dari penilaian jaringan penyangga gigi
ketika terdapat poket lebih dari 6 mm,
Sebagai penilaian awal molar 3 sebelum
dilakukan tindakan bedah. Tidak dianjurkan
untuk melakukan radiografi panoramik pada
molar 3 yang belum erupsi, dan
Bagian penilaian ortodontik untuk mengetahui
dentition dan ada tidaknya benih gigi.

Sebagai tambahan, di rumah sakit radiografi


panoramic juga digunakan untuk menilai
Fraktur dari semua bagian mandibula
kecuali bagian anterior
Kelainan di sinus maksilaris terutama di
dasar sinus, posterior dan medial dari
dinding sinus maksilaris.
Kelainan destruktif pada permukaan sendi
temporomandibular.
Ketinggian vertical dari tulang alveolar
sebagai
bagian
dari
perencanaan
perawatan implant.

Gambaran
anatomi
normal
pada
radiografi panoramic bervariasi dari satu
alat ke alat lain, tetapi secara umum
dapat diklasifikasikan dalam:
Real/actual shadow dari struktur di
dalam dan di dekat focal trough
Ghost/artefactual
shadow
yang
terbentuk dari pergerakan tomografi
dan disubstitusikan oleh struktur di sisi
yang kontralateral atau berjauhan dari
focal trough

Indikasi Radiografi Panoramik

Orto: tahu keadaan geligi & ada/ gigi


Perkirakan lesi tulang atau gigi yang tidak erupsi di
mana sangat luas untuk ditunjukkan dengan film
intraoral
Tentukan prioritas pada saat operasi dental dengan
anastesi umum
Perio: taksiran dari pendukung tulang di mana
terdapat poket > 5mm
Memperkirakan gigi M3
Memperkirakan fraktur mandibula, kecuali regio
anterior
Penyakit yang merusak permukaan articular TMJ
Rencana pre-implant: tinggi tulang alveolar vertikal

Banyak digunakan secara klinis untuk


mendiagnosa
masalah-masalah
yang
menuntut cakupan yang luas dari rahang
seperti:
Evaluasi trauma
Lokasi M3
Penyebaran penyakit
Suspect/lesi besar
Perkembangan
gigi, khususnya mix
dentition
Gigi atau ujung akar yg retensi (pada
pasien edentulous)
Perkembangan anomali

Keuntungan

Cakupan yang luas dari facial tulang dan gigi


Dosis radiasi pasien yang rendah
Pemeriksaan yang menyenangkan untuk
pasien
Dapat digunakan pada pasien yang dapat
membuka mulut
Waktunya singkat, biasanya 3-4 menit
Bantuan visual dalam edukasi pasien dan
presentasi kasus
Bisa digunakan pada pasien yang tidak bias
toleransi dengan prosedur intra oral

Kelemahan

menunjukkan detail anatomi yang


baik yang didapatkan dari intra oral
(gambaran periapikal)
digunakan untuk deteksi karies kecil,
struktur halus jaringan periodontum tepi
atau kelainan periapikal
Permukaan proksimal gigi-gigi premolar
tercetak overlap

Konsep Dasar
Film dan tubehead
berputar
mengelilingi pasien
pada posisi
berlawanan dan
akan menghasilkan
suatu gambaran
individual

Prinsip Kerja
FOCAL TROUGH
Zona 3 D berbentuk kurva yang
merupakan
bidang/
lapisan
gambar tempat struktur rahang
akan terproyeksi dengan jelas
bila berada tepat di dalamnya.
Ditentukan
bentuknya
oleh
pola lintasan sumber sinar-X
selama mengelilingi obyek

Secara

imajiner,
area kurva
berbentuk tapal
kuda
Lengkung gigi .
Elips/tapal kuda
menggunakan
prinsip narrowbeam rotational
tomography

Komponen Panoramic Unit


Panoramic

x-ray

tubehead
Head positioner
Cassete carrier

Patient positioning
panduan posisi (lampu
atau plastik) untuk
memposisikan pasien
sepanjang aksis:
anterior-posterior
vertically (Frankfurt
plane)
midsagittal
alignment

10 Langkah dalam Panoramic


Radiography
1.Load

cassette Digunakan ekstra oral film holder dengan 2 6.Position and Close Side Guides Guide
screen fluorescent. Setiap screen berpijar ketika terkena atau lampu untuk meluruskan bidang
sinar X yang menghasilkan gambar pada film. Screen 10-60x midsagital pasien. Pasien melihat lurus
lebih sensitif terhadap sinar X daripada film dan terus tanpa merebahkan/memiringkan
menggunakan dosis radiasi sangat rendah
kepala. Side guides mungkin digunakan
2.Setting
Exposure Factors Ada yang harus diset dan mungkin berasal dari atas atau bawah
mesin.
pencahayaannya berdasar pada umur dan ukuran pasien.
Densitas tulang ukuran fisik, tapi = pergelangan 7.Have Patient Stand Up Straight Pasien
tangan/kaki. Pergelangan tangan yang besar menunjukkan harus tetap berdiri lurus untuk mencegah
densitas tulang lebih berat
leher menekuk. Metode terbaik adalah
3.Have Patient Remove Jewelry, Place Lead Apron mengijinkan
pasien untuk menyentuh
onPatient Panoramic exposure meliputi seluruh kepala.
batang gigitan
bagian depan atau
Perhiasan akan tampak pada radiografi.
Apron timbal sandaran
dagu.
Instruksi
pasien
khusus panoramik digunakan untuk menutupi area melakukan 1 langkah ke depan setelah
punggung dan bahu pasien. Apron memanjang sampai di menggigit balok.
atas krah atau tergambar pd film sebagai gambaran 8.Have patient swallow, place tongue in
radiopak seperti sirip ikan hiu
roof of mouth, and hold still Sesaat
4.Bite on Rod menggunakan plastik dengan groove kecil sebelum eksposure, pasien diinstruksikan
untuk menempatkan gigi anterior. Edentulous Guide yang untuk lidah ditempatkan di langit2 dan
ditempatkan pada dagu atau bawah hidung, juga bisa untuk tahan sebentar sampai dengan eksposure
partially edentulous.
Malokusi anterior seperti protrusif selesai.
bimaxillary Beberapa mesin memberikan peralatan yang
9.Expose the film Cassettes ditempatkan
berpusat pada tonjol mandibula (indikasi skeletal)
bagian yang halus menghadap sinar X
5.Adjust Chin Tilt Pasien melihat sedikit ke bawah pada
10.
Process the radiograph Dapat di proses
suatu titik di atas lantai kira-kira 8 kaki di depannya
pada dental automatic processed yang
mengangkat palatum posterior agar overlap apeks gigi
standar
atas.

Film cassettes

Rigid

Rigid

Feksibel

Pada rigid cassette, intesifying screens melekat di


dalam sampul dan dasar dari kaset.
Ketika film
panoramik dimasukkan, akan terletak di antara screens
tersebut.
Pada flexibel cassette, terdapat bukaan pada satu sisi
sehingga membentuk kantong. Film panoramik terletak
diantara intensifying screens yang dapat dipindahkan
dan fleksibel yang kemudian dimasukkan ke dalam
kantong

1. Coronoid Process
2. Sigmoid Notch
3. Mandibular Condyle
4. Condylar Neck
5. Mandibular Ramus
6. Angle of Mandible
7. Inferior Border of Mandible
8. Lingula
9. Mandibular Canal
10. Mastoid Process
11. External Auditory Meatus
12. Glenoid Fossa
13. Articular Eminence
14. Zygomatic Arch
15. Pterygoid Plates
16. Pterygomaxillary Fissure
17. Orbit
18. Inferior Orbital Rim

19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.

Infraorbital Canal
Nasal Septum
Inferior Turbinate
Medial Wall of Max. Sinus
Inferior Border of Max. Sinus
Posterolateral Wall of Max. Sinus
Malar Process
Hyoid Bone
Cervical Vertebrae 1- 4
Epiglottis
Soft Tissues of Neck (LookVertically
For Corotid Artery Calcifications Here)
30. Auricle
31. Styloid Process
32. Oropharyngeal Air Space
33. Nasal Air Space
34. Mental Foramen
35. Hard Palate

Maksila dapat dibedakan menjadi beberapa bagian


dibawah ini guna pemeriksaan
Cortical boundary of the maxilla, temasuk batas posterior
dan alveolar ridge.
Batas posterior dari maksila
memanjang dari bagian superior pterygomaxillary fissure
kebawah di region tuberositas dan di sisi yang lain.
Pterygomaxillary fissure
Sinus maksilaris: biasanya terlihat jelas pada radiografi
panoramic, bagian posterior lebih opak karena
superimpose dengan zygoma.
Zygomatic complex, termasuk batas bawah dan lateral
dari orbital rims, prosesus zygomatic dari maksila, dan
bagian depan arkus zygomaticum.
Nasal cavity dan conchae
TMJ
Maxillary dentition dan tulang alveolar

Mandibula dapat dibedakan menjadi


Prosesus kondilaris dan TMJ. Fossa glenoidalis
merupakan bagian dari tulang temporal dan
dapat dipenuhi oleh udara di mastoidea
sehingga menimbulkan gambaran radiolusen
multilokuler di permukaan eminensia sendi dan
atap dari fossa gleniodalis yang merupakan
sebuah variasi normal.
Prosesus koronoideus
Ramus
Body dan angulus:
Trabekula dari mandibula
terlihat lebih padat di bagian anterior, dimana
pola dan densitas dari trabekula relative
simetris.
Anterior sextant
Mandibular dentition dan tulang alveolar

Bayangan struktur lain yang dapat superimpose di mandibula


Saluran pernafasan
Dinding posterior nasofaring
Vertebra servikal
Earlobe
Kartilago nasalis
Palatum molle dan uvula
Dorsum lidah
Ghost
shadow sisi berlawanan dari mandibula dan
perhiasan
Ketebalan dari cortical bone pada batas inferior mandibula
kurang lebih 3 mm pada dewasa dengan densitas yang
serupa.
Mandibula
harus
diperiksa
untuk
radiolusensi
dan
opasitasnya. Midline lebih opak karena ada protuberentia
mentalis peningkatan jumlah trabecular.

Jaringan Lunak
Lengkung
lidah melintasi palatum
durum
Lip markings
Palatum molle di posterior palatum
durum pada setiap ramus
Dinding
posterior
orofaring
dan
nasofaring
Nasal septum
Earlobes
Hidung
Nasolabial folds

Daftar Pustaka
Lurie, A.G., 2014, Panoramic Imaging Dalam:
S.C.White dan M.J. Paroah, Oral Radiology :
Principles and Interpretation, Ed. 7, Mosby,
St. Louis.
Moore, W.S. (Ed.), Successful Panoramic
Radiography, Kodak, San Antonio.
Whaites, E., 2007, Essentials of Radiography
and Radiology, Ed. 4, Churchill Livingstone.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai