Anda di halaman 1dari 13

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG SELATAN
Halaman Judul

PROPOSAL TUGAS AKHIR

TINJAUAN ATAS PENGARUH PERUBAHAN OBJEK PAJAK


IMBALAN JASA LAINNYA PPh PASAL 23 TERHADAP
PENERIMAAN PAJAK DI KPP PRATAMA KEBAYORAN LAMA

Diajukan oleh:
Rizky Aji Santoso
NPM: 133020008285

Maret 2016

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG SELATAN

PERSETUJUAN
RENCANA KARYA TULIS TUGAS AKHIR
NAMA

: RIZKY AJI SANTOSO

NOMOR POKOK MAHASISWA

: 133020008285

PROGRAM STUDI

: DIPLOMA III PAJAK JURUSAN: PAJAK

BIDANG STUDI

: PPh PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN

JUDUL TUGAS AKHIR

: TINJAUAN ATAS PENGARUH


PERUBAHAN OBJEK PAJAK IMBALAN
JASA LAINNYA PPh PASAL 23
TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KPP
PRATAMA KEBAYORAN LAMA

Mengetahui
Ketua Jurusan Pajak

Menyetujui
Pembimbing Penulisan
Tugas Akhir

Fadlil Usman, Ak., M.Acc.


NIP 196210101983021001

Dudi Wahyudi, Ak., MM


NIP 197110241992031001

ii

DAFTAR ISI
BAGIAN PENDAHULUAN
Halaman Judul.............................................................................................................i
PERSETUJUAN RENCANA KARYA TULIS TUGAS AKHIR..............................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................iii
BAGIAN ISI.................................................................................................................1
A. Tujuan Penyusunan Karya Tulis Tugas Akhir.....................................................1
B. Metode Penelitian................................................................................................1
C. Rencana Daftar Isi...............................................................................................2
D. Sinopsis...............................................................................................................4
E. Ringkasan Tiap Bab............................................................................................7
F.

Rencana Daftar Pustaka......................................................................................8

BAGIAN PENUTUP....................................................................................................9
A. Jadwal Rencana Kegiatan...................................................................................9
B. Kontinjensi........................................................................................................10

iii

BAGIAN ISI
a. Tujuan Penyusunan Karya Tulis Tugas Akhir
1. Untuk memenuhi syarat kelulusan perkuliahan bagi penulis
2. Sebagai referensi atau bahan bacaan untuk keperluan kuliah atau tugas
khususnya pada mahasiswa PKN STAN
3. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan penulis khususnya di
bidang perpajakan
4. Untuk menerapkan ilmu-ilmu teori yang telah dipelajari selama perkuliahan
dan membandingkan ilmu teori tersebut dengan praktik di lapangan
5. Untuk mengetahui dan memahami pengaruh diberlakukannya aturan PMK 141
tahun 2015 terhadap penerimaan PPh
b. Metode Penelitian
Dalam penyusunan Karya Tulis Tugas Akhir penulis menggunakan
beberapa metode untuk mengumpulkan dan mengolah data sebagai berikut :
1. Metode Penelitian Kepustakaan
Dalam metode ini penulis mencari sumber referensi dari berbagai artikel
dan literatur pajak serta peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan seperti
Undang-Undang PPh,Peraturan Menteri Keuangan yang relevan dengan pemotongan
PPh pasal 23 dan objek pajak apa saja yang akan dikenai pemotongan pajak PPh pasal
23.Penulis nantinya juga akan membandingkan objek pajak pph 23 jasa lainnya
sebelum dan setelah ada perubahan.Metode ini nantinya akan digunakan sebagai
acuan dalam menganalisis permasalahan.
2. Metode Penelitian Lapangan

Penulis akan meminta data secara langsung ke lapangan yakni ke KPP


untuk memperoleh data yang berkaitan dengan perubahan objek imbalan jasa lainnya
PPh Pasal 23 dan pengaruhnya terhadap penerimaan PPh Pasal 23.
c. Rencana Daftar Isi
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN TUGAS AKHIR
HALAMAN PERTANYAAN LULUS TUGAS AKHIR
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan Karya Tulis Tugas Akhir
C. Ruang Lingkup Permasalahan
D. Metode Penelitian
E. Sistematika Penulisan
BAB II DATA DAN FAKTA
A. Gambaran Umum
B. Data dan Fakta
1. Data Objek Pajak Jenis Jasa Lain yang Dikenai PPh 23 Menurut PMK no.
244/PMK.03/2008
2. Data Objek Pajak Jenis Jasa Lain yang Dikenai PPh 23 Menurut PMK no.
141/PMK.03/2015

3. Data Penerimaan PPh Pasal 23 atas Jasa Lain


4. Data dan Fakta Sehubungan dengan Perubahan Objek PPh 23 atas Jasa Lain
BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN
A. Landasan Teori
1. Dasar Hukum
2. Definisi Istilah
3. Pengertian PPh Pasal 23
4. Objek Pajak PPh Pasal 23
5. Saat terutang dan pelaporan PPh Pasal 23
B. Tinjauan dan Pembahasan Perubahan Perubahan Objek Pajak Imbalan Jasa
Lainnya PPh pasal 23
1. Perubahan Objek Pajak PPh Pasal 23 Imbalan atas Jasa Lainnya menurut
PMK Nomor 141/PMK.03/2015
2. Data Penerimaan PPh Pasal 23 Bulan Triwulan ke-3 tahun 2015
3. Data Penerimaan PPh Pasal 23 Bulan Triwulan ke-4 tahun 2015
4. Analisis Perbandingan Kenaikan/Penurunan Penerimaan PPh Pasal 23 atas
Jasa Lain dari Bulan Juli ke Bulan Desember 2015
5. Analisis Perbandingan Kenaikan/Penurunan Penerimaan PPh Pasal 23 atas
Jasa Lain dari Sebelum Berlakunya PMK no 141/PMK.03/2015 ke Setelah
Berlakunya PMK no 141/PMK.03/2015
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
d. Sinopsis
Beberapa waktu lalu tepat pada tanggal 24 Juli 2015 pemerintah dalam hal
ini Menteri Keuangan telah menetapkan

Peraturan Menteri Keuangan Republik

Indonesia Nomor 141/PMK.03/2015 tentang Jenis Jasa Lain. Imbalan sehubungan


dengan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c
angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008, dipotong Pajak Penghasilan sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto
tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai.
Terkait dengan ditetapkannya aturan yang baru ini, Direktur Penyuluhan,
Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Mekar Satria Utama menjelaskan,
aturan ini merupakan penjelasan dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang
Pajak Penghasilan. Dalam UU itu disebutkan beberapa jenis jasa yang dipungut PPh
2%, yaitu jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan dan jasa selain
jasa yang dipungut PPh Pasal 21. Mekar berpendapat penerbitan PMK no.
141/PMK.03/2015 juga bertujuan untuk menegaskan jenis usaha apa saja yang
dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 2%. Selain itu Mekar juga berpendapat bahwa
dengan perluasan jenis usaha yang dikenakan PPh Pasal 23 ini akan menambah
penerimaan pajak secara signifikan,khususnya penerimaan PPh.
Untuk tujuan penelitian maka perlu dicermati lagi hal-hal apa saja yang
membedakan objek pajak imbalan jasa lain sebelum dan setelah diberlakukannya
PMK no.141/PMK.03/2015 ini.Objek Pajak jenis jasa lain sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) pada ketentuan PMK yang baru ini ada 62 objek pajak atas imbalan jasa
lain yang dikenai PPh pasal 23. Perlu diperhatikan bahwa sebelum peraturan yang

baru ini berlaku, pemotongan PPh pasal 23 masih menggunakan ketentuan yang lama
yakni pada Peraturan Menteri Keuangan no.244/PMK.03/2008. Objek Pajak jenis jasa
lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada ketentuan PMK no.244/PMK.03/2008
yang lama ini ada 27 objek pajak atas imbalan jasa lain yang dikenai PPh pasal 23.
Perbedaan yang signifikan yakni ada penambahan beberapa objek jasa lainnya yang
dikenai pajak dari yang awalnya hanya sejumlah 27 jenis usaha jasa menjadi 62 jenis
usaha jasa. Peraturan Menteri Keuangan no.141/PMK.03/2015 Tentang Jenis Jasa
Lain ini mulai berlaku setelah 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan, lebih
tepatnya mulai berlaku pada tanggal 26 Agustus 2015.
Dalam hal tujuan penulisan tugas akhir,pengumpulan data diperlukan
dalam menganalisis pengaruh perubahan objek pajak imbalan atas jasa lainnya
terhadap penerimaan pajak.Data-data yang diperlukan yakni data penerimaan PPh
Pasal

23

atas

jasa

lainnya

sebelum

berlaku

ketentuan

PMK

Nomor

141/PMK.03/2015 yakni pada Triwulan ke 3 meliputi bulan Juli,Agustus,dan


September 2015 serta data penerimaan PPh Pasal 23 atas jasa lainnya setelah
berlakunya ketentuan PMK Nomor 141/PMK.03/2015 yakni pada Triwulan ke 4
meliputi bulan Oktober,November,dan Desember tahun 2015.Pemilihan data pada
bulan-bulan tersebut dilatarbelakangi PMK Nomor 141/PMK.03/2015 berlaku mulai
tanggal 26 Agustus 2015,karena tanggal 26 Agustus tersebut merupakan akhir
bulan.Dengan berasumsi bahwa aturan baru tersebut mulai berlaku efektif untuk
melakukan penelitian ialah pada Masa September tahun 2015.Sedangkan penerimaan

transaksi Pph 23 Masa September jatuh temponya tanggal 10 bulan berikutnya yakni
10 Oktober 2015.
Pemilihan topik perubahan objek pajak imbalan jasa lainnya PPh pasal 23
ini menarik karena PMK no.141/PMK.03/2015 ini masih baru, selain itu perubahan
objek pajak imbalan atas jasa lainnya dapat dikaitkan dengan potensi penerimaan
pajak. Berkaitan dengan topik tersebut, akan dilakukan penyusunan Karya Tulis Tugas
Akhir yang berjudul TINJAUAN ATAS PENGARUH PERUBAHAN OBJEK
PAJAK IMBALAN JASA LAINNYA PPh PASAL 23 TERHADAP PENERIMAAN
PAJAK DI KPP PRATAMA KEBAYORAN LAMA
e. Ringkasan Tiap Bab
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini secara umum berisi pertanyaan-pertanyaan apa saja yang
akan dijawab dalam Karya Tulis Tugas Akhir latar belakang dan tujuan serta alasan
penulisan karya tulis tugas akhir termasuk meliputi ruang lingkup permasalahan,
metode penelitian.
BAB II DATA DAN FAKTA
Bab berisi informasi mengenai perbandingan objek pajak imbalan jasa
lainnya sebelum dan setelah diberlakukannya aturan PMK no. 141/PMK.03/2015
serta data dan fakta yang berhubungan dengan perubahan dengan Perubahan Objek
PPh 23 atas Jasa Lain.Penulis juga akan berusaha untuk mencari data berkaitan
dengan penerimaan PPh Pasal 23 atas imbalan jasa lain. Data-data yang diperlukan
yakni data penerimaan PPh Pasal 23 atas jasa lainnya sebelum berlaku ketentuan

PMK Nomor 141/PMK.03/2015 yakni pada Triwulan ke 3 meliputi bulan


Juli,Agustus,dan September 2015 serta data penerimaan PPh Pasal 23 atas jasa
lainnya setelah berlakunya ketentuan PMK Nomor 141/PMK.03/2015 yakni pada
Triwulan ke 4 meliputi bulan Oktober,November,dan Desember tahun 2015.
BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini landasan teori yang akan digunakan sebagai dasar dalam
pembahasan masalah serta untuk menganalisis pengaruh perubahan objek pajak
imbalan jasa lainnya pph pasal 23 terhadap penerimaan pajak.Dengan menggunakan
data penerimaan PPh Pasal 23 atas imbalan jasa lainnya,akan dianalisis pengaruhnya
pada penerimaan pajak sebelum dan setelah diberlakukannya aturan PMK no.
141/PMK.03/2015.Analisis pengaruhnya aturan baru tersebut dilakukan dengan
menggunakan cara yang sederhana yakni dengan membandingkan prosentase
kenaikan atau penurunan penerimaan pajak khususnya PPh 23 atas Imbalan Jasa
Lainnya.
BAB IV PENUTUP
Dalam bab penutup ini berisi kesimpulan dari pembahasan dan uraian pada
bab-bab sebelumnya.

f. Rencana Daftar Pustaka


Berisi RENCANA Literatur Ilmiah, Buku, Undang-Undang, Petunjuk
Teknis/Petunjuk Pelaksanaan, Jurnal atau Artikel, dan literatur lainnya yang akan
digunakan dalam membahas topik yang diangkat dalam Karya Tulis.

1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16
Tahun 2009.
2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008.
3. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 141/PMK.03/2015
tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (1) huruf c
angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor
36 Tahun 2008.
4. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 244/PMK.03/2008
tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (1) huruf c
angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor
36 Tahun 2008.
5. Adinda
Ade

Mustami.Pemerintah

http://nasional.kontan.co.id.

05

perluas

Agustus

2015.

PPh
29

Sektor

Jasa.

Maret

2016.

<http://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-perluas-pph-sektor-jasa
6. Peraturan-peraturan perpajakan dan artikel serta literatur lain sebagai referensi
penulisan karya tulis.

BAGIAN
PENUTUP
A.

Jadwal Rencana Kegiatan

NO

KEGIATAN

TANGGAL

Pengarahan Penyusunan Proposal dan KTTA

18 Maret 2016

Penyusunan dan Penyerahan Proposal KTTA

21 Maret 8 April 2016

Penulisan dan Persetujuan KTTA

11 April 1 Juli 2016

Pengumpulan KTTA

11 Juli 15 Juli 2016


18 Juli - 26 Agustus

Penilaian KTTA
2016
29 Agustus 16

Revisi KTTA
September 2016
19 September 23

Pengumpulan KTTA Hard Cover


September 2016

b.

Kontinjensi
Perubahan-perubahan terhadap pelaksanaan penyusunan Karya Tulis

Tugas Akhir dapat terjadi karena beberapa kendala. Apabila dalam penyusunan karya
tulis ini terdapat beberapa kendala yang tidak bisa dihindari seperti dalam kegiatan
pengumpulan data maupun dalam tahap pembahasan masalah, maka memungkinkan
untuk melakukan beberapa perubahan seperti merubah judul,bab atau subbab.Jika

pada karya tulis ilmiah ini mengalami kendala dalam pengumpulan data penerimaan
pph 23 atas imbalan jasa lainnya dimungkinkan akan menggunakan alternatif yakni
memakai data penerimaan pph 23 atas imbalan jasa.
Dalam melakukan perubahan-perubahan tersebut,penulis terlebih dahulu
akan mencoba mendiskusikan perubahan terkait dengan dosen pembimbing terlebih
dahulu.Komunikasi dengan pihak sekretariat mungkin dilakukan apabila konjintensi
digunakan.Hal ini sesuai dengan pedoman penyusunan Karya Tulis Tugas Akhir yang
berlaku.

10