Anda di halaman 1dari 18

ABORTUS IMMINENS

PEMBIMBING
Dr. SRI LESTARI, SpOG
PRESENTAN
ADE IRMA YOETICEA
030.98.002
OPONEN
YESSICA WILANDA
SUSANTI
MELLYA SESWITA

KEPANITERAAN KLINIK KEBIDANAN DAN KANDUNGAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
PERIODE 27 SEPTEMBER 4 DESEMBER 2004
RSUP FATMAWATI
JAKARTA

Abortus:
adalah penghentian kehamilan sebelum waktunya, dimana
hasil konsepsi belum dapat hidup diluar kandungan, berusia
kurang dari 20 minggu dan berat badan kurang dari 500 gr.
Abortus dapat digolongkan atas dasar :
1. abortus spontan
- abortus imminens
- abortus insipiens
- abortus inkompletus
- abortus kompletus
2. abortus provokatus
- abortus medicalis
- abortus kriminalis

Abortus imminens :
ialah peristiwa terjadinya perdarahan dari
uterus pada kehamilan , 20 minggu dengan
BB janin 500gr tanpa disertai dengan adanya
pembukaan serviks dan dengan atau tanpa
disertai rasa mules-mules dan hasil konsepsi
masih di dalam uterus.

IKHTISAR KASUS
I IDENTITAS
Pasien
Suami
Nama
Ny.S
Tn F
Umur
39 th
48 th
Agama katolik katolik
Pendidikan SMP
SMP
Pekerjaan IRT
buruh
Suku
jawa
jawa
Alamat cilandak cilandak
Masuk RS tgl 1 okt 2004 (pk 21.30) VK
II ANMAMNESIS
Autoanamnesis tgl 1 oktober 2004, pukul 22.00
A. keluhan Utama
Keluar darah dari kemaluan sejak 6 jam SMRS

B Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien, Ny S, 39 tahun datang dengan keluhan
keluar darah darah dari kemaluan sejak 6 jam
SMRS, disertai cairan seperti air dan lendir, mulesmules dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Riwayat
trauma sebelumnya disangkal. Pasien mengaku
hamil 4 bulan, HPHT 25 mei 2004, TP 4 maret 2005,
ANC di puskesmas, tidak teratur.
C. Riwayat menstruasi
Menarche 15 th, siklus haid 28 hari lamanya 7
hari, banyaknya
3 pembalut/hari, nyeri haid tidak ada

D. Riwayat perkawinan
Menikah pertama kali, pada umur 24 th, lamanya
perkawinan 15 th
E. Riwayat kehamilan dan kelahiran sebelumnya
Kehamilan : gravida 4, para 3, abortus 0
1. Th 1991, laki-laki, BB 2700 gr, spontan, bidan
2. Th 1993, laki-laki, BB 3900 gr, spontan, bidan
3. Th 1999, perempuan, BB 3700 gr, spontan, bidan
4. Ini
F. Riwayat kehamilan sekarang
- mual-mual (+), muntah (+)
- ANC : di puskesmas, tidak teratur

G.Riwayat KB :
tidak pernah KB
H. Riwayat penyakit
Disangkal
I. Riwayat operasi
Tidak pernah
J. Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada
K. Riwayat kebiasaan diri pribadi
Merokok,alkohol,jamu dan narkoba disangkal
L. Riwayat ginekologis
Keputihan sejak 1 tahun yang lalu,
(bau +, gatal +)berobat tidak teratur di puskesmas

III PEMERIKSAAN FISIK


A. Status generalis
KU/kes : sakit sedang / CM
TD : 110/70 mmHg
FN : 100 x/m
FP : 24 X/m
TB/BB skrg : 161 cm/ 55 kg
BB sblm hamil :46 kg
Kepala
: normocephali, rambut hitam, tidak mudah dicabut
Mata
: konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik
Mulut
: tonsil T1-T1, faring hiperemis(-), gigi geligi dbN
Leher
: KGB dan kelenjar tiroid tidak teraba membesar
Toraks
: mamae : simetris, hiperpigmentasi pada kedua areola,
retraksi putting (-)
Cor : S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : SN vesikuler, rhonki dan wheezing (-)
Abdomen : lihat status ginekologis
Anogenital : lihat status ginekologis
Extremitas : akral hangat, edema tungkai (-)

B, STATUS GINEKOLOGIS
Abdomen:
Inspeksi
: membuncit
Palapasi
: NT supra pubus (-), NL (-), defans muscular (-)
Perkusi
: shifting dullness (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal, DJJ (+)
Anogenital
I : vulva/uretra tenang, edema (-), varises (-), tampak darah
Mengalir dari introitus vagina,
Io : portio livide, ostium tertutup, fluor(-), fluxus(+),
tampak darah mengalir
Vt : Portio kenyal, nyeri goyang portio(-)
III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
Darah ; Ht : 32 vol %
Hb : 10,7 g/dl
Leuko : 16.600 ul
Trombo : 249.000 ul
GDS : 111 mg/dl
2. USG : sesuai dengan umur kehamilan 18-19 minggu, fetus hidup,
plasenta di belakang , BJJ (+), gerak (+), air ketuban (+)

IV. RESUME
Pasien Ny.S 39 th datang dengan keluhan perdarahan dari
kemaluan sejak 6 jan SMRS. disertai cairan spt lendir dan
air, mules (+), riwayat trauma sebelumnya disangkal.
HPHT : 25-5-2004
TP : 4-3-2005
ANC : puskesmas, tidak teratur
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
- Status generalis : dbN
- Status ginekologis :
Abdomen : NT supra pubis (+), defance muscular (-),
nyeri supra pubis (+), shifting dullness (-),
DJJ (+)

Pemeriksaan penunjang :
LAB :leukositosis
USG :kesan sesuai dengan usia kehamilan,fetus hidup
V. DIAGNOSIS
-G4P3 H 17 minggu
- Abortus imminens
-lekositosis ec flour albus
VI. DIAGNOSA BANDING
-ket
-mola hidantidosa
VII. PROGNOSIS
Ibu : Dubia ada bonam
Janin : dubia

VIII. PENATALAKSANAAN
Observasi TNSP, his, BJJ, USG
bedrest
Amoksil 3x500mg
Inbion 1x1
Profenid supp 3x1
Duvadilan 2x1

Tgl 10-10-2004 (pk. 01.00)


S : Os datang kembali ke VK dengan perdarahan sejak 10 jam
SMRS ,Drh merah , kental, spt gumpalan daging, keluar air(+),
mules (+), demam(-),
O: St generalis :TD : 90/60
RR:20x/m
N : 84x/m
S :36,6 C
Mata : CA +/+
C/P : dbN
Abd : Tanda akut abd (-)
St obstetri: I: tampak janin didepan vulva
VT:teraba tali pusat di ostium
Lab:DPL9,4/28/28.500/352.000 GDS 98 mg/dl
A: G4P3A0H18mgg
Abortus inkomplit
Lekositisis susp inf intra genital
Anemia ec perdarahan
P: Obsv TNSP, Perdarahan
Infus sintosinon 20 uusahakan lahir in toto
Bila tdk lahir in totokuretase 6 jan stlh ABKedacillin 2 gr
Hemobion 2x1

Tgl 10/10 ( pkl 12.00)


dilakukan kuretase dalam SA+ valium
- sondase 13 cm AF
- dgn kuret tajam dikeluarkan jaringan
25 cc,
stlh sblmnya dgn abortus
tang
keluar 50 cc
- metergin 2x0,2mg IV
lab : 9,4/28/28.500/352.00
GDS: 98 mg/dl

Tgl 11/10
S: tidak ada keluhan
O: ku/kes : sakit sdng/CM
TD : 90/60 mmHg
N : 84 x/m
RR : 20 x/m
S : 36,9 C
mata : CA +/+
C/P : dbN
abd : tanda akut (-)
A: pasca kuret
P: amoks 3x500mg
hemobion 1x1
metergin 3x1

ANALISA KASUS
Abortus berdasarkan definisinya adalah pengeluaran hasil konsepsi
sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dengan usia kurang dari 20
minggu dan berat janin belum mencapai 500 gr.
Keluhan utama pada abortus adalah perdarahan pervaginan, dimana pada
pasien ini. Ny s , 39 th datang dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak
6 jam SMRS, disertai keluhan tambahan berupa rasa mules, keluar cairan dan
lendir . Serta pada pemeriksaan fisik, tidak terdapat dilatasi servik.
Penyebab abortus secara garis besar terbagi menjadi dua berdasarkan
faktor maternal dan faktor hasil konsepsi . pada pasien ini penyebabnya masih
perlu dicari. Dari faktor konsepsi, kelainan perkembangan maupun
pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin maupun
cacat , tetapi dari hasil pemeriksaan USG tidak didapati kelainan. Penyebab
lain bisa berupa kelainan kromosom , dari beberapa penelitian tamapak bhwa
50-60% dari abortus dini spontan berhubungan dengan anomali kromosom
pada saat konsepsi. Pada pasien ini adanya kelainan kromoson pada janinnya
yang menjadi penyebab abortus tidak dapat dibuktikan sebab tidak dilakukan
pemeriksaan.

Faktor maternal yang memungkinkan menjadi penyebab abortus,


antara lain adalah infeksi. Pada pasien ini didapatkan riwayat keputihan,
dan hasil pemeriksaan lab, berupa lekositosis, sehingga hal ini
memungkinkan terjadinya infeksi assending sehingga menyebabkan
abortus. Faktor-faktor lain yang bisa menjadi penyebab abortus ,seperti
adanya gangguan endokrin, riwayat penyakit kronis, penggunaan obatobatan maupun riwayat trauma tidak ditemukan pada pasien ini.
Berdasarkan keluhan utama pasien berupa perdarahan pervaginam,
pada kehamilan kurang dari 20 minggu, selain abortus perlu juga
dicurigai adanya KET dan mola hidatidosa sebagai diagnosis banding.
Kehamilan ekopik terganggu, gejala awalnya berupa amenore seperti
pada kehamilan biasa dan kemudian terjadi perdarahan pervaginam,
Tetapi hal ini dapat disingkirkan sebab tidak terdapatnya tanda-tanda
akut abdomen yang merupakan tanda klasik pada KET dan pada
pemeriksaan fisik tdak ditemukan nyeri goyang portio dan pada
pemeriksaan USG didapati bvahwa hasil konsepsi berada dalam kavum
uteri sehingga diagnosis banding KET dapat disingkirkan

Mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak


wajar di mana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh villi korialis
mengalami perubahan hidropik. Pada awalnya gejala yang timbul mirip
pada kehamilan biasa, terjadi perdarahan. Tetapi diagnosa ini dapat
disangkal, karena pada pasien ini terdapat tanda-tanda kehamilan pasti,
seperti terdapatnya gerakan janin dan adanya BJJ, serta tidak
ditemukannya snow flake pattern pada pemeriksaan USG
Penanganan abortus imminens yang utama adalah tirah baring (bed
rest), Pemberian antibiotika di sini adalah untuk mengatasi infeksi tidak
untuk mencegah terjadinya abortus. Pemberian duvadilan adalah untuk
tokolisis disertai pemberian analgetik berupa profenid supp. Dan
pemberian inbion sebagai terapi suportif. Pemberian hormon
progesteron pada abortus imminens masih merupakan kontroversi sebab
keberhasilan dalam penggunaan obat ini sering mengakibatkan tidak
lebih dari kedaan missed abortion.