Anda di halaman 1dari 13

Sap 5 1

5.1 MENDESAIN DAN MEMBUAT POLA JURNAL KHUSUS PENJUALAN PADA


HOTEL SEBAGAI LAPORAN YANG DIHASILKAN
Proses akuntansi dimulai dari pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum,
kemudian posting ke dalam rekening buku besar. Proses tersebut berjalan terus menerus
sepanjang tahun buku. Kegiatan semacam itu dapat dilakukan hanya untuk transaksi
keuangan yang memiliki frekuensi tidak sering terjadi dan jumlah bukti transaksinya pun
tidak banyak. Apabila transaksi yang sejenis memiliki frekuensi dalam kategori sering terjadi
dan jumlah transaksinya banyak, cara posting seperti dikemukakan pada pembahasan jurnal
umum tidak lagi efisien dan kurang praktis. Kondisi ini biasanya terjadi pada perusahaan
besar ataupun satuan usaha yang mulai berkembang pesat.
Oleh karena itu, bertolak dari jurnal umum yang biasanya digunakan untuk mencatat
transaksi sejenis dalam jumlah frekuensi yang cukup sering, dapat dibuatkan jurnal yang
mempunyai bentuk khusus. Jurnal tersebut sering dinamakan jurnal khusus. Transaksitransaksi yang dapat dicatat dalam jurnal khusus misalnya transaksi penerimaan kas, transaksi
pengeluaran kas, transaksi penjualan kredit, dan transaksi pembelian kredit. Setelah
pencatatan dalam jurnal khusus tersebut selanjutnya diposting ke dalam rekening buku yang
dilakukan secara periodik, biasanya setiap bulan sekali.
Secara umum jurnal khusus dalam akuntansi terdiri atas:
1. Jurnal penjualan barang dagangan, untuk mencatat transaksi penjualan barang
dagangan yang dilakukan secara kredit.
2. Jurnal pembelian barang dagangan, untuk mencatat transaksi pembelian barang
dagangan yang dilakukan secara kredit.
3. Jurnal penerimaan kas, untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas atau uang
tunai.
4. Jurnal pengeluaran kas, untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas atau uang
tunai.
Jurnal umum, untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat ke dalam
keempat jurnal di atas.
Penggunaan jurnal khusus ini tentu mempunyai beberapa keuntungan antara lain:
1. Memungkinkan Pembagian Pekerjaan.
Jurnal khusus yang ditangani oleh satu orang sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan, yakni
setiap transaksi yang sejenis dicatat oleh satu atau sekelompok orang ke dalam satu buku
jurnal khusus.

Sap 5 2

2. Memudahkan pemindahbukuan ke buku besar.


Pemindahbukuan dari jurnal khusus ke buku besar biasanya dilakukan secara periodik
misalnya tiap satu bulan, yaitu pada akhir bulan.
3. Memungkinkan kontrol internal yang lebih baik.
Karena dikerjakan oleh petugas tertentu, setiap jurnal khusus menjadi tanggung jawab bagi
satu orang petugas, hal ini akan memudahkan kontrol terhadap buku jurnal tersebut.
5.1.1

JURNAL KHUSUS PENJUALAN PADA HOTEL


Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan pencatatan

transaksi berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa dilakukan secara
manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Beberapa transaksi penting dalam operasi
hotel, yaitu :
1. Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian akuntansi,
transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku khusus penjualan, diakhir
periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus penjualan.
2. Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan transaksi dari
penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn, penjualan tunai dan
pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas dan bank.
3. Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian akuntansi,
transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku khusus pebelian, diakhir periode
akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4. Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia membuat
rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan departemen dimana karyawan
tersebut bekerja.
Dasar akuntasi untuk usaha hotel menggunakan double-entry bookkeeping, dimana
setiap entry data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan sama.
1. Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo debet dan
kredit.
2. General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun individual.
3. Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4. Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya disiapkan pada
akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau tahunan.

Sap 5 3

Jurnal penjualan adalah jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi


penjualan barang dagang secara kredit. Dengan demikian bila perusahaan menjual barang
dagang secara kredit maka pencatatan transaksinya dilakukan pada jurnal penjualan.
Transaksi keuangan yang dicatat dalam jurnal penjualan merupakan semua transaksi
keuangan penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit dengan demikian dalam
jurnal penjualan tidak menampung pencatatan transaksi penjualan barang dagang tunai,
pembelian dan sebagainya.
JURNAL PENJUALAN
Semua penjualan hotel setelah dirinci akan dibukukan pada jurnal penjualan. Jurnal ini
menjadi tanggung jawab fungsi yang menangani penjualan hotel atau income auditor. Oleh
karena itu, kebenaran dan penyampaiannya dilakukan oleh income auditor. Pada jurnal
penjualan yang merupakan transaksi kredit adalah:
1. Penjualan jasa/produk seperti kamar, makanan, minuman, spa dan jasa-jasa lain.
2. Utang jasa layanan (service charge). Hotel sebagai usaha jasa memungut jasa layanan
sebesar 10% dari penjualan pada tamu. Jasa layanan ini merupakan hak karyawan
hotel yang dibebankan ke rekening tamu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hotel dalam hal ini hanya bertugas sebagai wajib pungut. Jasa layanan ini merupakan
utang hotel kepada karyawan yang pada gilirannya akan didistribusikan kepada
karyawan.
3. Pajak pembangunan I (PpbI). Hotel membebankan pajak pembangunan I yang
merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah. Hotel membebankan pajak
pembangunan I ke rekening tamu sebesar 11% dari penjualan jasa/produk hotel.
Seperti halnya pada jasa layanan, hotel hanya berfungsi sebagai wajib pungut pajak
pembangunan I yang pada gilirannya akan dibayarkan kepada pemerintah. Jadi, pajak
pembangunan I merupakan utang hotel kepada pemerintah sehingga dicatat pada
bagian kredit pada jurnal penjualan.
4. Penjualan yang diterima terlebih dahulu. Hotel juga menerima penjualan yang
diterima di lebih dahulu dari tamu. Lazimnya, tamu memberikan uang muka untuk
jasa kamar yang akan digunakan di masa yang akan datang. Uang muka ini
merupakan penjualan yang diterima lebih dahulu karena jasa kamar belum dinikmati
oleh tamu. Uang muka lazim pula dibayarkan untuk pesta perjamuan sebagai tanda
jaminan bahwa tamu akan melaksanakan pesta yang dimaksud di masa yang akan
datang.

Sap 5 4

Pada sisi debet jurnal penjualan, dibukukan transaksi berikut:


1. Piutang dagang. Ketika tamu meninggalkan hotel (check out) dan menyelesaikan
dengan kartu kredit atau dibebankan ke lembaga (kantor tempat bekerja, agen
perjalanan, dan lembaga lain), transaksi ini akan dikelompokkan sebagai piutang
dagang atau biasa juga disebut city ledger.
2. Rekening tamu. Semua transaksi yang dibebankan ke rekening tamu merupakan
piutang hotel. Usia piutang ini sangat pendek, tetapi harus selalu dimonitor oleh
manajemen hotel untuk tujuan pengendalian.
3. Piutang lain-lain seperti paid-out, piutang karyawan, dan lainnya. Khusus untuk paidout bila jumlah dan frekuensi yang terjadi signifikan, maka harus dikendalikan oleh
manajemen. Artinya pada jurnal penjualan harus dicantumkan kolom khusus untuk
paid-out.
Untuk mendapatkan visualisasi jurnal penjualan, gambar di bawah dapat dikaji sebagai
contoh isian jurnal penjualan. (angka yang disajikan hanya ilustrasi).

Jurnal penjualan seperti jurnal khusus yang lain dilengkapi secara kronologis, dengan
bukti transaksi yang utuh. Artinya, untuk penjualan kamar, dokumen pendukung dari tiga
sumber yang berlaku yaitu penjualan kamar dari kantor depan, laporan kamar terhuni dari tata
graha dan penjualan kamar dari D card report oleh night auditor.
Pada setiap akhir periode jurnal penjualan ini ditutup dengan penyiapan ringkasan
melalui sistem voucher. Dengan kata lain, voucher jurnal penjualan disiapkan tiap akhir
periode untuk menutup dan meringkas jurnal penjualan.
Perputaran penjualan di hotel terjadi relatif cepat, walaupun dalam jumlah nominal yang
relatif kecil.

Sap 5 5

Secara sederhana, kaitan antara akun-akun dalam siklus penjualan hotel digambarkan
dalam bagan T-account berikut:
Penjualan Tunai

Saldo Awal

Berbagai transaksi

Penjualan Kredit

Penjualan Tunai

Kas Keluar

Penagihan Piutang
Piutang Usaha
Penjualan Tunai

Penjualan Kredit

Penjualan Kredit

Saldo Akhir

Penagihan Piutang

Penjualan Tunai
Penjualan Kredit

Oleh karena itu, diperlukan sistem pengendalian penjualan yang memadai. Jurnal penjualan
merupakan salah satu dokumen akuntansi yang membantu menelusuri penjualan harian hotel.
Jurnal penjualan di hotel ditangani khusus oleh fungsi yang menangani penjualan, yang
biasanya disebut Income Auditor.
Sumber data atau dokumen pendukung untuk melengkapi jurnal penjualan ini berasal
dari kantor depan seperti rekapitulasi penjualan kamar, tata graham seperti room count sheet
dan turn down report, restoran dan bar seperti rekapitulasi penjualan, kasir kantor depan
seperti laporan penerimaan kas, dan penjualan lain seperti laporan penjualan.
Seperti halnya pada jurnal khusus lainnya, pada jurnal penjualan prinsip dasar
akuntansi seperti debet = kredit berlaku. Pada jurnal penjualan debet adalah piutang,
sedangkan kredit adalah penjualan. Fungsi pengendalian internal dan internal cek oleh fungsi
Income Auditor biasanya dilakukan bila terjadi perbedaan laporan antara fungsi kantor depan
dengan tata graham, dan perbedaan laporan antara kas yang seharusnya disetor dengan
jumlah kas yang sebenarnya disetor oleh kasir (kasir kantor depan dan kasir outlet).
Hal yang perlu dicatat dalam jurnal penjualan:
1) Catatlah tanggal transaksi

Sap 5 6

2) Catatlah nama debitur atau keterangan lainnya


3) Beri tanda check (v) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah
dipindah bukukan ke buku besar pembantu
4) Catatkan syarat pembayaran
5) Catatlah jumlah transaksi sebagai penjualan dan piutang dagang
Format Jurnal Penjualan
Piutang Usaha (City ledger/Guest ledger)
Penjualan Kamar (Rooms revenue)
Hutang Jasa Pelayanan (Service charge)
Hutang PHR (Government Tax)
Dalam industri hotel akun piutang usaha biasanya dibedakan antara tamu yang masih aktif
dan tamu yang sudah keluar (check out), untuk tamu yang masih aktif akan dicatat dalam
akun Guest Legder, dan setelah tamu keluar dari hotel tetapi tagihannya masih ada yang
mana tagihan ini menjadi beban dari pihak agen perjalanan, maka tagihan tersebut akan
dipindahkan ke akun City Ledger.
Adapun prosedur yang harus dilakukan saat penjualan kamar, makanan dan minuman
dan outlet lainnya, antara lain :
1. Pada akhir hari, semua kasir outlet memasukkan hasil penjualan beserta bukti
pendukung dan laporannya ke dalam ROF, kemudian menitipkan ROF pada front
office yang selanjutnya akan dicek oleh night audit.
2. Keesokan harinya, semua ROF diserahkan ke income audit yang akan melakukan
pengecekan ulang, kemudian menyerahkan hasil penjualan yang berupa tunai, seperti
uang, slip kartu kredit, bank note, traveler cheque pada general cashier.
3. General cashier akan mengecek kembali sesuai dengan laporan dari masing-masing
outlet, kemudian mencatat dalam buku kas, mengarsipkan laporan masing-masing
outlet sebagai bukti penerimaan kas dan menyimpan atau menyetorkan uang ke bank.
5.1.2

LAPORAN PENJUALAN HARIAN HOTEL


LAPORAN ini di siapkan oleh Income auditor. Laporan ini dapat dikatakan

meyatukan dan merangkum semua penjualan hotel dan didasarkan pada laporan penjualan
yang disiapkan oleh bagian yang menangani penjualan.
Income auditor berfungsi mengaudit semua pendapatan hotel agar sesuai dengan kebijakan
manajemen. Setelah proses audit semua penjualan hotel untuk harian dan tanggal tertentu

Sap 5 7

selesai, laporan penjualan harian disiapkan oleh income auditor. Dalam laporan ini

di

cantumkan penjualan untuk


1. Penjualan jasa kamar. Penjualan jasa kamar dilaporkan pada laporan penjualan harian
setelah semua dokumen pendukung lengkap dan diisi dengan benar. Lengkap berarti
bahwa dokumen pendukung yang diperlukan sudah ada. Sebagai ilustrasi

untuk

penjualan jasa kamar , dokumen yang harus ada adalah room count sheet, rekapitulasi
penjualan kamar, house keepers report dan D card Report. Benar berate bahwa data
yang dicantumkan pada room count sheet tidak bertentangan dengan house keepers
report, dan jumlah penjualan jasa kamar pada rekapitulasi penjualan kamar sama
dengan jumlah penjualan kamar pada D card report.
2. Penjualan makanan dan minuman. Pada laporan harian penjualan hotel, dicantumkan
penjualan makanan dan minuman untuk seluruh waktu tugas (shift)

. Artinya

penjualan makanan di coffee shop dilaporkan untuk seluruh shift pada laporan harian
penjualan hotel. Pada sisi dokumen pendukung, laporan penjualan makanan untuk
coffee shop dibuat untuksetiap shift. Laporan penjualan makanan dan minuman
dianggap benar apabila jumlah penjualan yang dilaporkan oleh restoran sama dengan
yang dilaporkan oleh night audit pada D card report. Laporan yang disampaikan
lengkap apabila disertai dokumen pendukung, seperti nomor voucher / check telah
berurutan dan dokumen order makanan yang diperlukan.
3. Penjualan dari departemen lain. (minor operated departments ). Penjualan jasa dan
produk hotel yang digolongkan sebagai penjualan lain lain dan biasa di kategorikan
sebagai penjualan minor antara lain cucian, telepon, spa, taksi, dan sebagainya.
Penjualan jasa jasa ini dilaporkan ke income auditor melalui kasir kantor depan dan
diteliti sebelumnya oleh night auditor. Kebenaran dan keakuratan laporan penjualan
ini harus diteliti lagi oleh income auditor . Kebenaran di teliti lewat bukti transaksi
pendukung penjualan minor ini seperti voucher yang berurutan dan laporan disiapkan
oleh department minor yang disahkan oleh penyelia. Keakuratan laporan penjualan
minor ini diyakinkan dengan kesamaan antara jumlah yang tercantum dengan jumlah
yang dibebankan ke rekening tamu dan laporan tunai night auditor dan kasir kantor
depan untuk penjualan tunai.
Pada laporan ini dapat dikaji bahwa manajemen memerlukan informasi penjualan
antara yang dicapai periode (bulan) ini dibandingkan dengan bulan lalu dan bulan yang
sama tahun lalu. Data penjualan yang disajikan dalam laporan penjualan harian ini akan
memberikan gambaran runut waktu pergerakan penjualan hotel. Dengan peyajian data

Sap 5 8

penjualan haria secara runut waktu, analisis dapat dilaksanakan di masa yang akan
datang.
5.2 MENDESAIN DAN MEMBUAT POLA JURNAL KHUSUS PENERIMAAN KAS
PADA HOTEL SEBAGAI LAPORAN YANG DIHASILKAN
5.2.1 PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN JASA HOTEL
Kas yang diterima dari penjualan jasa bersumber dari penjualan kamar, makanan,
minuman, dan jasa terkait lainnya. Penjualan kamar, makanan dan minuman merupakan
penjualan utama hotel (major revenue). Adapun penjualan seperti komunikasi, kolam
renang, laundry, dry cleaning, dan penjualan jasa terkait lainnya merupakan penjualan
tambahan (minor revenue).
Penerimaan kas dari jasa hotel terjadi dan berlangsung di kantor depan (front office)
dan di outlet hotel. Penerimaan kas di kantor depan (front office) dicatat dan dilaporkan
oleh kasir kantor depan dan penerimaan kas di outlet dicatat dan dilaporkan oleh kasir
outlet yang bersangkutan.
1. Penerimaan Kas oleh Kasir Kantor Depan (Front Office)
Kas yang diterima oleh kantor depan (front office) bersumber dari:
1.
Tamu yang meninggalkan hotel (check out)
2.
Pembayaran di muka untuk pemesanan kamar (advance reservation deposit)
3.
Pembayaran di muka untuk pesta perjamuan/andrawina (banquet)
Semua kas yang diterima oleh kasir kantor depan (front office) dengan sumbersumber kas diatas dicatat pada laporan penerimaan kas yang dikerjakan harian dan
untuk setiap waktu tugas. Dasar pengisian laporan kas ini adalah rekening tamu dan
kuitansi penerimaan kas. Untuk tujuan pengendalian kas, semua rekening tamu dan
kuitansi diberi nomor urut.
2. Penerimaan Kas dari Kasir Outlet
Penjualan makanan dan minuman terjadi di outlet makanan dan minuman (food and
beverage outlet) seperti di restoran, coffee shop, layanan kamar (room service), speciality
restaurant, dan bar. Penjualan yang terdiri dari penjualan tunai dan tidak tunai/kredit
(charges). Semua penjualan yang terjadi di outlet dilaporkan harian untuk setiap waktu
tugas, disertai dengan semua dokumen pendukung. Sementara itu, uang kas yang diterima
disetorkan pula setiap akhir tugas. Uang kas yang disetorkan ke manajemen hotel melalui
kasir umum (general chasier) dimasukkan ke dalam amplop yang khusus untuk itu. Uang
kas yang dimasukkan ke dalam amplop dilaporkan secara rinci sesuai dengan jumlah

Sap 5 9

uang kas yang diterima. Bila uang kas yang diterima terdiri dari atas Rupiah dan mata
uang asing maka dalam amplop harus dilaporkan jumlah setiap mata uang yang diterima.
Demikian pula, apabila ada uang asing yang diterima dalam travellers cheque maka
travellers cheque ini harus dilaporkan di amplop setoran kas.
5.2.2

JURNAL PENERIMAAN KAS


Jurnal penerimaan kas merupakan salah satu jenis jurnal khusus. Jurnal ini digunakan

khusus untuk membukukan semua penerimaan kas hotel. Sumber-sumber penerimaan kas
hotel terdiri dari penjualan tunai untuk jasa-jasa yang ditawarkan (kamar, makanan,
minuman, cucian, dan komunikasi), pengutipan piutang atau pembayaran rekening city
ledger, dan penerimaan tunai dari pendapatan lain-lain. Hal penting yang harus dilakukan
dalam membukukan transaksi pada jurnal khusus adalah bahwa jumlah transaksi debet sama
dengan kredit. Kondisi ini merupakan syarat ketepatan transaksi. Dari informasi pada jurnal
ini, manajemen dapat menganalisis perbandingan antara penerimaan kas dari penjualan tunai
dengan pengutipan piutang. Selain itu, manajemen dapat pula menganalisis hasil penjualan
tunai antara penjualan kamar, makanan, dan minuman. Jurnal merupakan salah satu metode
dalam mengendalikan operasional pada bidang tertentu, dalam konteks ini penerimaan kas.
Pengendalian yang harus dilakukan oleh manajemen atas penerimaan kas melalui jurnal
adalah bahwa semua kas yang diterima harus disetor ke rekening bank hotel sesuai dengan
ketentuan atau standard operating procedures (SOP) hotel.
Pada jurnal penerimaan kas dibukukan penerimaan kas secara kronologis. Artinya,
sesuai dengan urutan penerimaan kas. Pada jurnal ini dapat dikaji bahwa transaksi debet
untuk kas atau rekening bank hotel, sedangkan transaksi kredit untuk piutang tamu atau city
ledger.
Sumber dan dokumen pendukung untuk membukukan penerimaan kas adalah laporan
kas dari Food and Beverage Outlet chasier (kasir bar, restoran, room service, dan sebagainya)
dan dari kas kantor depan (front office chasier). Masing-masing laporan kas dari kasir harus
dilengkapi pula dengan dokumen pendukung yang andal. Untuk laporan kas kasir kantor
depan, dokumen pendukung yang andal adalah rekening tamu yang check out dan atau
kuitansi untuk tamu yang membayar uang muka. Untuk laporan kas kasir restoran, dokumen
pendukung yang andal adalah rekening restoran.
Contoh desain pola dan isi dari jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut :
Bulan : Maret
Tahun : 2007

Sap 5 10

Tanggal
1-3-07

Penjualan

Rekening

Piutang/city

Paid - Selisih

Kas

Setoran

tunai (kr)
1331000

tamu (kr)
2430800

ledger (kr)
-

out
50000

bersih
3710800

bank
3710800

kas
(1000)

Bagian yang ikut terlibat dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari pelunasan piutang
adalah sebagai berikut:
1. Bagian piutang
a.

Membuat daftar piutang yang ditagih sebanyak tiga lembar, lembar pertama
diserahkan ke bagian penagihan sebagai dasar untuk melakukan penagihan, lembar
kedua diserahkan ke bagian kasa sebagai dasar untuk membuat bukti setor, lembar

b.

ketiga diarsipkan secara permanen urut nomor.


Menerima surat pemberitahuan dan daftar suratpemberitahuan lembar kedua dari
bagian penagihan untuk dicatat dalam kartu piutang dan diarsipkan secara permanen
urut nomor.

2. Bagian penagihan
a.

Melakukan penagihan kepada debitur berdasarkan daftar piutang yang ditagih

b.
c.

lembar pertama yang diterima bagian piutang.


Menerima cek dan surat pemberitahuan dari debitur.
Membuat daftar surat pemberitahuan berdasarkan cek dan surat pemberitahuan
sebagai bukti telah dilakukan penagihan kepada debitur. Daftar surat pemberitahuan
dibuat sebanyak dua lembar, lembar pertama diserahkan ke bagian kasa bersama

d.

cek, lembar kedua diserahkan ke bagian piutang bersama surat pemberitahuan.


Mengarsipkan daftar piutang yang tertagih lembar pertama secara permanen sesuai
dengan nomor urut.

3. Bagian kasa
Bagian Kasa berada dibawah Bagian keuangan.Dalam transaksi penjualan tunai, Bagian
Kasa berfungsi sebagai penerima pembayaran dari pembeli untuk harga barang sesuai
dengan jumlah yang tercantum dalam faktur penjualan tunai.
a.
b.

Menerima daftar piutang yang ditagih lembar kedua dari bagian piutang.
Menerima daftar surat pemberitahuan lembar pertama dan cek dari bagian

c.

penagihan.
Membandingkan antara daftar piutang yang ditagih lembar kedua dengan
daftar surat pemberitahuan lembar pertama.

Sap 5 11

d.

Membuat bukti setor bank dan menyerahkannya ke bagian jurnal bersama


dengan surat pemberitahuan lembar pertama dan daftar piutang yang ditagih lembar

e.

kedua.
Menyetorkan cek ke bank.

4. Bagian jurnal
a.

Menerima setor bukti bank, daftar suratpemberitahuan lembar pertama dan daftar
piutang yang ditagih lembar kedua dari bagian kasa untuk dicatat dalam jurnal

b.

penerimaan kas.
Mengarsipkan dokumen-dokumen yang diterima dari bagian kas dan diarsipkan
secara permanen sesuai dengan nomor urut.

Suatu hotel dalam operasionalnya memerlukan dana yang tidak sedikit, dimana dana
tersebut akan digunakan untuk membiayai semua pengeluaran yang disediakan sebagai
fasilitas tamu setelah menginap, dan dana tersebut baru bisa diperoleh kembali oleh
perusahaan setelah tamu yang menginap atau menggunakan fasilitas hotel sudah melakukan
pembayaran. Hampir sebagian besar tamu yang menggunakan agen akan menunda
pembayaran sampai mereka selesai menggunakan fasilitas yang ada kecuali tamu yang
datang secara individu biasanya memberikan pembayaran dimuka sebagai uang muka.
Contoh :
The Legend Hotel adalah sebuah hotel yang terletak di Denpasar. Hotel ini menjual kamar
jenis super deluxe dengan harga Rp 1.000.000 per malam. Setiap tamu yang menginap sudah
mendapatkan breakfast dengan harga Rp 100.000. Haga tersebut belum termasuk government
tax and service charge sebesar 21%.
Jurnal atas transaksi tersebut, diantaranya :
1. Hasil penjualan tunai makanan dan minuman
10203 Cash in Bank
Rp 1.210.000
40101 Room revenue
Rp 900.000
41105 Food revenue meal coupon
Rp 100.000
20304 Service charge
Rp 100.000
20301 Gevernment tax
Rp 110.000
2. Hasil penjualan yang diterima front office saat tamu check out
10203 Cash in Bank
Rp 1.210.000
10401 AR Guest Ledger
Rp 1.201.000
3. Hasil pengumpulan piutang dari travel agent
10203 Cash in Bank
Rp 1.210.000
10401 AR City Ledger
Rp 1.210.000

Sap 5 12

4. Penerimaan uang muka


10203 Cash in Bank
20401 Deposit from Guest

Rp 1.210.000
Rp 1.210.000

Setelah tamu yang memberi uang muka tadi check out, maka dibuat jurnal
penyesuaian sebagai berikut :
20401 Deposit from Guest
40101 Room revenue
41105 Food revenue meal coupon
20304 Service Charge
20301 Goverment tax

Rp 1.210.000
Rp 900.000
Rp 100.000
Rp 100.000
Rp 110.000

Berikut adalah penjelasan berkaitan dengan kondisi pencatatan yang dijelaskan


sebelumnya :
1. Penjualan kamar
- Front office cashier, dimana bagian ini bisa dirangkap oleh bagian front office
-

yang bertugas menerima dan melaporkan setiap pembayaran tamu.


Night audit bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian pemasukan data

penjualan tunai kamar dalam satu hari dari masing-masing outlet.


Income audit mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil penjualan

tunai dan mengoreksi kembali pekerjaan night auditor.


General cashier mempunyai tanggung jawab penuh atas semua penerimaan

penjualan kamar.
2. Penjualan makanan dan minuman
- Cashier outlet bertanggung jawab atas penerimaan pada masing-masing outlet
- Night audit bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian pemasukan data
-

penjualan tunai makanan dan minuman dalam satu hari


Income audit mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil penjualan

tunai makanan dan minuman dan mengoreksi kembali pekerjaan night auditor
General cashier mempunya tanggung jawab penuh atas semua penerimaan

penjualan makanan dan minuman dalam suatu hari


3. Pengumpulan piutang dari travel agent
- Account receivable bertanggung jawab atas penyiapan tagihan dan penagihan
-

kepada tamu yang melakukan reservasi melalui agent


Collector bertanggung jawab atas penagihan piutang ke travel agent
General cashier mempunya tanggung jawab atas semua penerimaan hasil

penagihan
4. Penerimaan uang muka
- Reservation menerima reservasi tamu
- Front office cashier menerima dan melaporkan pembayaran tamu
- Night audit mendata pemasukan uang muka dalam satu hari
- Income audit mencocokkan hasil uang muka dan mengoreksi
- General cashier mendata penerimaan uang muka
Lebih lanjut laporan yang dihasilkan yaitu :

Sap 5 13

REFERENSI :
Widanaputra, AA. GP, dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Awin.
2011.
Akuntansi

Hotel.

Diakses

pada

Maret

2016.

http://meweks.blogspot.com/2011/12/akuntansi-hotel.html
Wiyasha, IBM .2010. Akuntansi Perhotelan- Penerapan Uniform System of Accounts
Lodging Industry. Yogyakarta: Andi.