Anda di halaman 1dari 20

Tumor Sinonasal

Hidung dan sinus paranasal = SINONASAL


Rongga tertutup yang dibatasi tulang wajah, sehingga tumor
yang timbul didaerah ini sulit diketahui dini
Asal tumor sulit ditentukan apakah dari sinus atau hidung
karena biasanya pasien datang dalam stadium lanjut
CaSinonasal#DMSeptania

Epidemiologi & Etiologi


Laki laki : wanita = 2 : 1
Baik

jinak maupun ganas jarang ditemukan di


Indonesia
Etiologi belum diketahui, diduga beberapa zat
kimia/bahan industri (nikel, debu kayu, formaldehid,
dll)
Banyak laporan kasus AdenoCa sinus etmoid pada
pekerja industri penggergajian kayu & pembuatan
mebel

CaSinonasal#DMSeptania

Histopatologi
Tumor jinak epitelial :
Adenoma
Papiloma
Tumor jinak NON epitelial :
Fibroma
Angiofibroma
Hemangioma
Neurilemomma
Osteoma
Displasia fibrosa
Tumor odontegenik :
Ameloblastoma
Kista tulang
Tumor ganas epitelial :
Squamous cell Ca
Kanker kelenjar liur
AdenoCa
Tumor ganas NON epitelial :
Hemangioperisitoma
Rabdomiosarkoma
Osteogenik sarkoma

CaSinonasal#DMSeptania

Gejala dan Tanda


Gejala tergantung asal primer tumor serta arah dan
perluasannya. Tumor di sinus maksila biasanya tidak ada
gejala. Gejala timbul setelah tumor besar, mendorong
atau menembus dinding tulang meluas ke rongga hidung,
mulut, pipi atau orbita.
Gejala dini mirip rinitis/sinusitis kronis sehingga
sering diabaikan px maupun dokter.

CaSinonasal#DMSeptania

Gejala Nasal :
Obstruksi hidung unilateral
Rinorea bercampur darah/epistaksis
Deformitas hidung (bila tumor besar)
Khas pada ganas (sekret bau mengandung jar. Nekrotik)
Gejala Orbital :
Diplopia
Proptosis
Oftalmoplegia
Gangguan visus
Epifora
CaSinonasal#DMSeptania

Gejala Oral :
Penonjolan atau ulkus palatum
Px mengeluh gigi palsu tidak pas/gigi goyah
Nyeri gigi walaupun gigi dicabut
Gejala Fasial :
Penonjolan pipi
Nyeri
Anestesia / parestesia
Gejala Intrakranial :
Nyeri kepala berat
Oftalmoplegia
Gangguan visus
Likuorea (CSF keluar lewat hidung)
Jika sampai fossa kranii, mengganggu saraf kranialis lain
Jika
CaSinonasal#DMSeptania
meluas ke belakang, trismus

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi :
Asimetri wajah / distorsi
Proptosis : perhatikan arah bola mata
jika ke atas, maka tumor dari sinus maksilaris
jika ke bawah dan lateral, maka tumor dari sinus frontalis
atau etmoid
Rinoskopi anterior & posterior :
deskripsi massa (permukaan licin/kasar, rapuh, mudah
berdarah)
Palpasi : gusi rahang atas dan palatum (nyeri tekan,
penonjolan,
gigi goyah)
CaSinonasal#DMSeptania

Pemeriksaan Penunjang
Foto polos sinus paranasal sebagai Dx awal, bila ada

erosi tulan dan perselubungan padat unilateral, curiga


keganasan CT scan
CT scan dapat menunjukkan perluasan tumor dan
destruksi tulang

CaSinonasal#DMSeptania

Axial unenhanced CT scan showing; A) a large sinonasal


tumor with extranasal
spread and bilateral orbital involvement, and B) sinonasal
tumor filling the nasal cavity with destruction of the nasal
CaSinonasal#DMSeptania
septum
and medial wall of the maxillary sinus.

Diagnosis
Diagnosis pasti : pemeriksaan histopatologi (biopsi)
Biopsi tumor sinus maksila Caldwell Luc

CaSinonasal#DMSeptania

Tumor Ganas
Squamous cell Ca (70%)
Sinus maksila terkena (65-80%), sinus etmoid (15-

25%), hidung (24%)


Metastasis kelenjar leher (<5%) karena rongga sinus
miskin sistem limfa kecuali jika tumor sudah
menginfiltrasi jar. Lunak hidung dan pipi
Metastasis jauh (<10%) sering pada hati dan paru

CaSinonasal#DMSeptania

Stadium Ca Sinonasal (Maksilaris)

CaSinonasal#DMSeptania

CaSinonasal#DMSeptania

Stadium Ca Sinonasal (Kavum Nasi &


Etmoid)

CaSinonasal#DMSeptania

CaSinonasal#DMSeptania

CaSinonasal#DMSeptania

Stadium Metastasis

CaSinonasal#DMSeptania

Penatalaksanaan
Pembedahan dan radio/kemoterapi
KI bedah : ada metastasis jauh
Operasi tumor ganas : maksilektomi

medial/total/radikal

CaSinonasal#DMSeptania

CaSinonasal#DMSeptania