Anda di halaman 1dari 5

I.

STANDAR ISI
BUTIR
1.

Sekolah/Madrasah
melaksanakan
Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan
(KTSP).

BUKTI PENDUKUNG

CATATAN

1. Dokumen KTSP

Butir 1-15 sebagai dokumen


induknya adalah DOKUMEN I
KTSP (yang sudah direview tiap
tahunnya)

2. Lampiran RPP
3. Kalender
Akademik/minggu
efektif/prota mromes
4. Dokumen perumusan
(draft KTSP, daftar hadir
pihak terlibat, undangan,
notulensi, foto, SK Tim, SK
penetapan Dok KTSP)

2.

3.

Sekolah/Madrasah
mengembangkan
kurikulum bersamasama pihak terkait
berpedoman pada
panduan
penyusunan
kurikulum yang
dibuat oleh BSNP.

1. Dokumen perumusan

Sekolah/Madrasah
mengembangkan
kurikulum dengan
menggunakan
prinsip
pengembangan
KTSP.

1. Dalam pengantar dok

(draft KTSP, daftar hadir


pihak terlibat, undangan,
notulensi, foto, berita
acara).

2. Dokumen alur/jadwal
pelaksanaan penyusunan
KTSP.

KTSP tujuh prinsip


pengembangan sudah
harus tercantum

1. Tujuh prinsip pengembangan


KTSP adalah:

2. 1.berpusat pada potensi,


perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan siswa dan
lingkungannya;

2. Dok RPP (di metode,

media/alat dan penilaian


pembelajaran)
3. 2.beragam dan terpadu;

4. 3.tanggap terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni;

5. 4.relevan dengan kebutuhan


kehidupan;

6. 5.menyeluruh dan
berkesinambungan;

7. 6.belajar sepanjang hayat; dan


8. 7.seimbang antara kepentingan
nasional dan daerah.

9.
4.

Sekolah/Madrasah
mengembangkan
kurikulum melalui
mekanisme
penyusunan KTSP.

1. Idem butir 2

1. Membentuk Tim Perumus


(hasilnya dalam bentuk draft
KTSP)
2. Workshop (keterlibatan semua
pihak)
3. Revisi draft
4. Menghadirkan Narasumber
(untuk mentashih draft KTSP)
5. Finalisasi
6. Penilaian dan pemantapan
7. SK dokumen hasil KTSP

5.

Sekolah/Madrasah
melaksanakan
kurikulum dalam
bentuk pengajaran
berdasarkan prinsip
pelaksanaan
kurikulum.

1. RPP (yang multi metode,


media, dan penialian)

Tujuh prinsip
pelaksanaankurikulum:

2. Program remidial

1. siswa harus mendapatkan


layanan pendidikan yang
bermutu, serta memperoleh
kesempatan untuk
mengekspresikan dirinya
secara bebas, dinamis, dan
menyenangkan;

3. Program pengembangan
diri
4. KKM
5. Program Ekstrakurikuler

2. menegakkan 5 pilar belajar


yaitu:
a) belajar untuk beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa;
b) belajar untuk memahami
dan menghayati;
c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat
secara efektif;
d) belajar untuk hidup
bersama dan berguna bagi
orang lain; serta
e) belajar untuk membangun
dan menemukan jati diri,
melalui proses pembelajaran
yang aktif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan.
3. siswa mendapatkan layanan
yang bersifat perbaikan,
pengayaan, dan, percepatan;
4. suasana hubungan siswa dan
guru yang saling menerima
dan menghargai, akrab,
terbuka, dan hangat;
5. menggunakan pendekatan
multistrategi dan multimedia,
sumber belajar dan teknologi
yang memadai, dan
memanfaatkan lingkungan
sekitar sebagai sumber
belajar;
6. Mendayagunakan kondisi
alam, sosial dan budaya, serta
kekayaan daerah; dan
7. Diselenggarakan dalam
keseimbangan, keterkaitan,
dan kesinambungan yang
cocok dan
6.

Sekolah/Madrasah
menyusun silabus
mata pelajaran
muatan lokal
dengan melibatkan
pihak: (1) kepala
sekolah/madrasah,
(2) guru, (3) komite
sekolah/madrasah
atau penyelenggara
lembaga pendidikan,
(4) dinas pendidikan

1. Udangan
2. SK Tim
3. Draft KTSP
4. Daftar hadir pihak terlibat
5. Notulensi
6. Berita Acara
7. Foto
8. SK penetapan Mulok

Kalau perumusan molok dilakukan


bersama perumusan dok KTSP
maka dokumen pendukungnya
sama (menjadi satu).

Berbagai pihak seperti:

kabupaten/kota atau
Kandepag, dan (5)
instansi terkait di
daerah.

7.

Sekolah/Madrasah
melaksanakan
program
pengembangan diri
dalam bentuk
kegiatan
ekstrakurikuler.

1. Kepala sekolah/madrasah;
2. guru;
3. komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga
pendidikan bagi sekolah
swasta;
4. dinas pendidikan/Kanwil
Depag/Kandepag; dan
5. instansi terkait di daerah.
Dalam hal muatan lokal
bersifat wajib dan
dikembangkan oleh dinas yang
bersangkutan maka dianggap
telah memenuhi syarat.
Kegiatan ekstrakurikuler
seperti: kepramukaan,
kepemimpinan, Palang Merah
Remaja (PMR), Lomba Karya
Ilmiah Remaja (LKIR), pentas
seni, olahraga dan lain-lain

Program ekstrakul/OSIS;

1. Pramuka
2. PMR
3. LKIR
4. Leadership/ LDKSM
5. Seni-Budaya
6. Olahraga

8.

Sekolah/Madrasah
melaksanakan
program
pengembangan diri
dalam bentuk
kegiatan layanan
konseling

1. Dok program BK
2. Daftar
konsultasi/kunjungan
siswa

3. Catatan hasil konsultasi

1.
2.
3.
4.

Layanan konseling yang


meliputi:
konseling belajar;
konseling pribadi;
konseling sosial; dan
konseling karir.

4. Dok tindak lanjut (berupa


surat kepada wali murid)
atau pendelegasian siswa
mengikuti kompetisi sesuai
dengan bakat-minat
(karier) misalnya ikut
olimpiade matematika, dll.

9.

Sekolah/Madrasah
menjabarkan
Standar Kompetensi
(SK) dan
Kompetensi Dasar
(KD) ke dalam
indikator-indikator
untuk setiap mata
pelajaran.

10. Sekolah/Madrasah
menerapkan
kegiatan
pembelajaran sesuai
dengan ketentuan
beban belajar yang
tertuang pada
lampiran
Permendiknas
Nomor 22 Tahun
2006

1. Dok RPP yang dilengkapi


silabus

Jelas

1. Kalender akademik

Jelas

2. Jadwal pelajaran
3. Minggu efektif
4. SK pembagian tugas/PBM
5. Program remidial

11. Guru mata pelajaran


memberikan
penugasan
terstruktur dan
kegiatan mandiri
tidak terstruktur
untuk mencapai
kompetensi yang
diberikan kepada
siswa maksimal
50% dari alokasi
waktu tiap mata
pelajaran.

1. Dokumen pemberian
tugas; termuat dalam
RPP
2. Hasil pekerjaan siswa
(merata pada seluruh
mapel); bisa dengan
LKS
3. Nilai tugas dan
sejenisnya; kumpulan
nilai (DKN) tiap-tiap
guru.

12. Pengembangan
KTSP telah disahkan
oleh Dinas
Pendidikan yang
bersangkutan atau
Kanwil
Depag/Kandepag.

1. Dok KTSP yang sudah


disahkan dinas terkait

13. Sekolah/Madrasah
mengembangkan
silabus mata
pelajaran dengan
menggunakan 7
langkah
pengembangan
silabus

1. Dalam pengantar dok


KTSP tujuh langkah
pengembangan silabus
sudah harus tercantum

2. Dok RPP yang dilengkapi


dengan silabus untuk
seluruh mapel

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

14. Dalam
mengembangkan
KTSP, guru
menyusun silabus
sendiri
15. Sekolah/Madrasah
menetapkan Kriteria
Ketuntasan Minimal
(KKM) untuk setiap
mata pelajaran
melalui rapat dewan
guru.

Idem butir 13

1. Dok SK tentang penetapan


KKM setiap mapel
2. Undangan rapat
3. Daftar hadir

Tugas terstruktur adalah tugas


pendalaman materi
pembelajaran oleh siswa yang
dirancang oleh guru di mana
waktu penyelesaian
penugasannya ditentukan oleh
guru.
Kegiatan mandiri tidak
terstruktur adalah tugas
pendalaman materi
pembelajaran oleh siswa yang
dirancang oleh guru di mana
waktu penyelesaian
penugasannya ditentukan oleh
siswa.
Pengembangan KTSP di bawah
koordinasi dan supervisi Dinas
Pendidikan yang bersangkutan
untuk SMP dan Kanwil
Depag/Kandepag untuk MTs.
Jawaban dibuktikan dengan
dimilikinya dokumen KTSP
yang disahkan oleh Dinas
Pendidikan yang bersangkutan
untuk SMP, dan Kanwil Depag/
Kandepag untuk MTs
Tujuh langkah pengembangan
silabus meliputi:
mengkaji standar kompetensi
dan kompetensi dasar;
mengidentifikasi materi pokok
pembelajaran;
mengembangkan kegiatan
pembelajaran;
merumuskan indikator
pencapaian kompetensi;
menentukan jenis penilaian;
menentukan alokasi waktu;
dan
menentukan sumber belajar.
Dibuktikan dengan mengecek
silabus yang disusun setiap
guru mata pelajaran

Dibuktikan dengan dokumen


penetapan Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) pada KTSP yang
disusun oleh
sekolah/madrasah.

4. Notulensi
5. Hasil analisa kriteria
penentuan KKM
6. Foto

16. Sekolah/Madrasah
menentukan KKM
setiap mata
pelajaran dengan
memperhatikan: (1)
karakteristik siswa,
(2) karakteristik
mata pelajaran, dan

Idem butir 14

Unsur yang harus diperhatikan


dalam menentukan KKM
adalah:
1. karakteristik siswa, dimaknai
dengan tingkat perkembangan
siswa baik psikologis, sosial,
maupun latar belakang
lingkungannya (INTEK)

(3) kondisi
sekolah/madrasah.

17

Sekolah/Madrasah
menjadwalkan awal
tahun pelajaran,
minggu efektif,
pembelajaran
efektif, dan hari libur
pada kalender
pendidikan yang
dimiliki

Idem butir 10

2. karakteristik mata pelajaran,


dimaknai dengan tingkat
kesulitan masing-masing
indikator SK, KD untuk setiap
mata pelajaran (TINGKAT
KESULITAN);
3. kondisi satuan pendidikan
dimaknai dengan kelengkapan
sarana dan prasarana serta
kualitas SDM (DAYA DUKUNG).
Jelas