Anda di halaman 1dari 15

MUHAMMADIYAH SEBAGAI

GERAKAN ISLAM YANG BERWATAK


TAJDID
Duanda
Muhammad Ubaidillah 201310370311176
Nirindra Primavera 201310370311178

TAJDID MENURUT FAHAM MUHAMMADIYAH

Tajdid
berarti
pembaharuan,
peningkatan dan pengembangan.
Dalam
arti
pemurnian,
tajdid
dimaksudkan sebagai pemelihara matan
ajaran Islam yang berazas pada Al-Quran
dan as sunnah maqbullah.

TAJDID MENURUT FAHAM MUHAMMADIYAH

Dalam
arti
peningkatan
pengembangan dan mornisasi, tajdid
dimaksudkan
sebagai
penafsiran
pengalaman. Untuk melaksanakan tajdid
diperlukan aktualisasi akal pikiran yang
cerdas dan akal budi yang bersih yang
dijiwai ajaran Islam

TAJDID MENURUT FAHAM MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah
dalam
memaknai
tajdid mengandung pengertian, yakni
pemurnian (purifikasi) dan pembaruan
(dinamisasi).
Tajdid
dalam
pandangan
Muhammadiyah yang bersifat purifikasi
adalah fandhif al-Aqidah, yaitu purifikasi
terhadap aqidah Islamiyah.

TAJDID MENURUT FAHAM MUHAMMADIYAH

Dalam
bentuk
pembaharuan,
Muhammadiyah memaknai tajdid dengan
pembaharuan Islam yang membangun,
mengembangkan,
memperbaharui
potensi sumberdaya menusia dalam hal
ilmu pengetahuan dan teknologi umat
Islam.

MODEL-MODEL TAJDID DALAM MUHAMMADIYAH


1.

Bidang Keagamaan
Pembaharuan
dalam
bidang
keagamaan adalah penemuan kembali
ajaran atau prinsip dasar yang berlaku
abadi, yang karena waktu lingkungan
situasi
dan
kondisi
mungkin
menyebabkan dasar-dasar tersebut
kurang jelas dan tertutup oleh
kebiasan dan pemikiran tambahan
lain.

Pembaharuan
dalam
bidang
kaagamaan adalah memurnikan kembali
atau mengembalikan kepada aslinya,
oleh karena itu dalam pelaksanaan
agama baik yang menyangkut akidah
atau pun ibadah harus sesuai dengan
aslinya,
yang
sebagai
mana
diperintahkan dalam Al-Quran dan as
sunah.

Pembaharuan
teologi
yang
dilakukan
muhammadiyah
meliputi
:
dimensi
kelasyarakatan, agar islam tetap berada di
tengah tengah masyarakat bahkan dapat
memiliki kontribusi yang sangat positif dalam
memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan.
Muhammadiyah berorientasi pada kemajuan
dalam pembaharuannya, yang mengarahkan
hidup umat islam untuk beagama secara benar
dan melahirkan rahmat bagi kehidupan.

Dalam masalah akidah muhammadiyah


bekerja untuk tegaknya akidah islam yang
murni, bersih dari gejala kemusyrikan, bidah
dan curafat tanpa mengabaikan prinsip
toleransi menurut islam.
Sedangkan dalam ibadah, muhammadiyah
bekerja untuk tegaknya ibadah tersebut
sebagaimana yang dituntunkan Rasullah
tanpa
perubahan
dan
tambahan
dari
manusia.

CONTOH USAHA PEMURNIAN


1.

2.

3.

Penentuan arah kiblat dalam sholat, yang


sebelumnya mengarah tepat ke arah barat.
Penyampaian
kutbah
dalam
bahasa
indonesia/daeerah,
sebagai
ganti
dari
penyampaian khutbah dalam bahasa arab.
Penyerderhanaan upacara dan ibadah dalam
upacara kelahiran, khitanan, perkawinan dan
pemakaman, dengan menghilangkan hal hal
yang bersifat politheistis.

4.

5.

6.

Penyederhanaan makam yang semula


dihiasi secara berlebihan
Menghilangkan kebiasaan berjiarah
kemakam-makam orang suci (wali)
Penggunaan kerudung untuk wanita,
dan pemisahan laki-laki dan wanita
dalam pertemuan-pertemuan yang
bersifat keagamaan.

MODEL-MODEL TAJDID DALAM MUHAMMADIYAH


2.

Bidang Pendidikan
Dalam
bidang
ini
Muhammadiyah
mempelopori
dan
meyelenggarakan
sejumlah pembaharuan dan inovasi yang
lebih nyata. Bagi Muhammdiyah pendidikan
memiliki
arti
yang
penting
dalam
penyebaran ajaran islam, karena melalui
bidang pendidikan pemahaman tentang
islam dapat diwariskan dan ditanamkan
dari generasi kegenerasi.

Pembaharuan dari segi pendidikan


memiliki dua segi yaitu :
Segi cita-cita
Dari segi ini ingin membentuk
manusia muslim yang baik budi, alim
dalam agama, luas dalam pandangan
dan paham masalah ilmu keduniaan,
dan bersidia berjuang untuk kemajuan
masyarakatnya.

Segi teknik pengajaran


Dari segi ini lebih banyak berhubungan dengan
cara penyelenggaraan pengajaran. Dengan
mengambil unsur-unsur yang baik dari sistem
pendidikan barat dan sistem pendidikan
tradisonal,
muhammadiyah
berhasil
membangun sistem pendidikan sendiri. Seperti
sekolah
model
barat
yang
dimasukkan
pelajaran agama didalamnya, sekolah agama
dengan menyertakan perlajaran umum.

MODEL-MODEL TAJDID DALAM MUHAMMADIYAH


3.

Bidang Sosial Masyarakat


Muhammadiyah merintis bidang sosial
kemasyarakatan dengan mendirikan rumah
sakit, piklinik, panti auhan, rumah singgah,
panti jompo, Pusat kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM), posyandu lansia yang
dikelola melalui amal usahanya dan bukan
secara individual sebagai mana dilakukan
orang pada umumnya.