Anda di halaman 1dari 3

Nama : Agus Styawan

NIM : I4041152020

KASUS
Ny. F (72 Tahun) rutin melakukan cek-up terhadap kondisi kesehatannya. Pada cek-up terakhir,
tekanan darahnya ternyata meningkat dari sebelumnya menjadi kelas pra-hipertensi yakni dengan
diastol 142 mmHg dan sistol 86 mmHg. Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan resiko Ny.F
untuk terserang PJK, melalui hasil tes laboratorium diketahui bahwa kolesterol total 232 mg/dL,
HDL 32 mg/Dl, LDL 138 mg/Dl, trigliserida 310 mg/dL. Ny.F diketahui memiliki riwayatCHD
dari ayahnya, serta ia juga mengonsumsi simvastatin 5 mg yang diresepkan 3 x hari padanya
walau ia mengaku tidak rutin mengonsumsinya.

PENYELESAIAN MASALAH DENGAN METODE SOAP


Subjective (S)
Ny. F, lansia berusia 72 tahun (geriatri), diketahui memiliki riwayat PJK dari ayahnya. Ia
mengonsumsi simvastatin 5 mg 3 kali sehari namun tidak rutin
Objective (O)
Ny. F mengalami peningkatan tekanan darah 142/86 mmHg, hasil tes laboratoriumnya
adalah sebagai berikut :
Total Kolesterol : 232 mg/dL
HDL

: 32 mg/dL

LDL

: 138 mg/dL

Trigliserida

: 310 mg/dL

Simvatatin 5 mg 3 x sehari
Assesment (A)
1. Pasien memiliki tekanan darah 142/86 mmHg yang beresiko terus meningkat menjadi
hipertensi tingkat I maupun tingkat II.
2. Hasil tes laboratorium mengindikasikan pasien berpotensi meningkatkan kondisi
hiperlipidemia

Hasil Laboratorium
Nilai Normal
Interpretasi
Total Kolesterol
232 mg/dL
< 200 mg/dL
Batas Atas
HLD
32 mg/Dl
> 59 mg/dL
Rendah
LDL
138 mg/dL
< 100 mg/dL
Batas Atas
Trigliserida
310 mg/dL
< 150 mg/dL
Tinggi
3. Pemberian simvastatin 5 mg 3 x sehari kurang sesuai, selain itu pasien juga tidak patuh
pada aturan penggunaan obat , sehingga terapi tidak mencapai tujuan yang diharapkan.
Plan (P)
Tujuan terapi
-

Meningkatkan kualitas hidup pasien


Menurunkan kadar kolestrol, LDL, Trigrliserida serta meningkatkan kadar HDL
Mengontrol tekanan darah agar berada pada 120/80 mmHg

Sasaran terapi
-

Mencegah terjadinya penyakit komplikasi

Terapi:
Terapi non farmakologi
-

Pasien direkomendasikan untuk melakukan olahraga ringan, seperti jalan pagi


selama 15-20 menit sehari sehingga dapat membantu meningkatkan proses
metabolisme lemak dalam tubuh.
Pasien diminta untuk melakukan perbaikan pola hidup terkait faktor-faktor yang
dapat mencetus terjadinya penyakit jantung koroner, seperti merokok dan pola
makan yang tidak sehat, hal ini penting berkenaan pasein yang sudah berusia
lanjut. Pasien dianjurkan makan makanan yang rendah lemak dan perbanyak
makan sayur dan buah serta perbanyak konsumsi air putih.
Pasien harus menghindari pengonsumsian jus anggur karena dapat meningkatkan
kadar simvastatin dalam plasma, sehingga tidak dapat berkerja secara maksimal.

Terapi farmakologi
- Captopril 12,5 mg diberikan tiap 8 jam
- Simvastatin 20 mg diberikan tiap malam sebelum tidur
Penggunaan obat antihipertensi seperti golongan tiazid atau diuretic sangat tidak cocok
untuk pasien hiperlipidemia karena dapat mensintesi atau meningkatkan kadar LDL dan
Trigliserida serta menurunkan kadar HDL. Golongan lain seperti beta bloker dapat
memacu mensintesis trigliserida dan menurunkan HDL. Maka dari itu, adalah golongan
obat antihipertensi yang cocok untuk pasien hiperlipidemia adalah ACE Inhibitor.
Hal yang perlu diperhatikan

1. Perlu diperhatikan apakah pasien mengalami gejala nyeri otot atau otot menjadi lemas
secara tiba-tiba, walaupun rhabdomyolisis jarang terjadi tetap merupakan efek samping
yang harus diperhatikan. Selain itu apakah pasien mengalami sakit kepala, mual,
ataupun nyeri perut, untuk kemudian dapat dicari penyelesaian atas masalah yang ada.
2. Perlu dilakukan pemeriksaan Fungsi Hati (LFT) untuk memastikan bahwa tidak terjadi
gejala hepatotoksik, terutama apabila pasien mengonsumsi simavastatin dalam dosis
tinggi (memeriksa perubahan enzim hati SGOT/SGPT)
3. Perlu dilakukan pemeriksaan Kreatinin Kinase (CK) untuk memastikan bahwa bahwa
pasien tidak mengalami kondisi miopati (CK akan mengingkat pada kejadian miopati)
berkenaan pasien yang merupakan pasien geriatri.