Anda di halaman 1dari 40

Case Presentation

Efusi Pleura
Pembimbing: dr. Saleh Setiawan, Sp. B

KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU BEDAH


RUMAH SAKIT ISLAM PONDOK KOPI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

IDENTITAS PASIEN

Nama Lengkap : An. Muhammad Agil Rajabi


No RM
:
Umur
: 9 tahun 6 bulan
Alamat
Jenis Kelamin

: Cakung, Jakarta Timur


: Laki-laki

Ruang Rawat
: An-Nisa II
Tanggal Masuk RS: 7/03/2016

ANAMNESIS (Alloanamnesis dengan ibu pasien,


15/3/2016)
Keluhan Utama
Demam sejak 9 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke dokter spesialis anak RSIJ Pondok Kopi
dengan keluhan demam sejak 9 hari SMRS, demam hilang
timbul. Pasien juga mengeluh batuk sejak 1 minggu SMRS.
Batuk sering, tidak berdahak, tidak disertai darah. Sesak
disangkal. Nyeri dada disangkal. Sekitar 4 hari SMRS, pasien
berobat ke Puskesmas namun demam tidak hilang walaupun
sudah diberi paracetamol dan batuk semakin memberat.
Pasien juga mengeluh nyeri tenggorokan dan nafsu makan
menurun. BAK dan BAB tidak ada keluhan. Menurut ibu pasien,
semenjak sakit terjadi penurunan berat badan pasien
sebanyak 3kg. Ayah pasien adalah perokok aktif.

Lanjutan
Pasien dirawat oleh dokter spesialis anak untuk
observasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hari kedua
di RS (8/3/2016) demam hilang namun pasien
mengeluh batuk yang semakin sering, dokter
spesialis anak meminta dilakukan foto rontgent.
Hari ketiga di RS (9/3/2016) pasien di konsulkan
ke dokter spesialis bedah.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien menyangkal pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya.
Pasien tidak ada riwayat asma dan kelainan jantung. Pasien tidak pernah
dirawat dirumah sakit sebelumnya. Pasien tidak sedang dan belum pernah
menjalani pengobatan OAT.
Riwayat Penyakit Keluarga
Di keluarga tidak ditemukan keluhan yang sama dengan pasien, asma, dan
sakit jantung di keluarga. Tidak ada anggota keluarga yang menjalani
pengobatan OAT.
Riwayat Kebiasaan:
Ayah pasien adalah seorang perokok.
Riwayat Lingkungan:
Lingkungan paien merupakan perumahan padat penduduk. Tetangga pasien
ada yang memiliki penyakit flu & batuk namun pasien tidak mengetahui
penyakit yang mereka derita.
Riwayat Makanan:
Semenjak sakit, pasien merasa nyeri pada tenggorokan dan tidak nafsu
makan.
Riwayat Alergi:
Alergi terhadap makanan maupun obat-obatan tidak diketahui.

PEMERIKSAAN FISIK (9/3/2016)


Keadaan Umum: Tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda tanda vital
Tekanan Darah: Nadi : 84x/menit
Pernafasan : 23x/menit
Suh : 36,9 o C
Berat Badan : 38 kg
Tinggi Badan : 126 cm
Kesan Gizi : Baik
Sianosis : tidak ada
Edema : tidak ada
Berdasarkan follow-up yang tertulis dalam catatan perkembangan pasien terintegrasi

PEMERIKSAAN FISIK (9/3/2016)


Kepala: normocephal
Mata:
Konjungtiva Anemis (-/-)
Sklera Ikterik (-/-)
THT: KGB preaurikuler sinistra membesar
Leher: dbn
Thorax: tidak ada kelainan bentuk
Jantung : BJ I dan II normal, murmur (-), gallop (-)
Paru :
Inspeksi simetris saat statis dan dinamis
Palpasi vocal fremitus kiri lebih lemah dibandingkan kanan
Perkusi sonor / redup
Auskultasi vesikuler (+) / , rhonki (-) / (-), wheezing (-) / (-)
Perut : Supel, datar, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-), hati dan
limpa tidak teraba
Ginjal : Nyeri ketok CVA (-), Ballotement (-)
Ekstremitas : akral hangat, edema tungkai (-)/(-)
Berdasarkan follow-up yang tertulis dalam catatan perkembangan pasien terintegrasi

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hasil Laboratorium (7/3/2016)
Hasil

Satuan

Nilai Normal

Leukosit

7,5

ribu/L

5,0 11

Hemoglobin

12,6

g/dL

11,5 - 14,5

Hematokrit

37

37 45

Trombosit

475*

ribu/L

150 400

ASTO

600*

U/mL

<300

CRP

>48.0

mg/L

<6.0

3.4*

mg/dL

3.8 5.4

Ureum

17

mg/dL

10 - 43

Kreatinin

0,5

mg/dL

<0,9

Hematologi

Imunologi

Kimia Darah (8/3/2016)


Albumin
Ginjal

Rontgen Thorax

Kesan: Cor posisi sedikit terdistensi ke kanan


Pulmo dengan tanda efusi pleura kiri

Diagnosis

Efusi Pleura Sinistra Masive

Rencana Pemeriksaan Lanjutan

Mantoux test
Echocardiography

Rencana Terapi

IVFD Ka-EN 3A 1000ml/24jam


Antibiotik
Pemasangan WSD

Hasil echocardiography (10/3/2016)

Kesimpulan: Normal heart, Massive pleural effusion sinistra


Hasil Mantoux Test (11/3/2016): Positif

PEMERIKSAAN LABORATORIUM (12/3/2016)


Hasil

Satuan

Nilai Normal

Leukosit

4.7*

ribu/L

5,0 11

Hemoglobin

11*

g/dL

11,5 - 14,5

Hematokrit

33*

37 45

Trombosit

446*

ribu/L

150 400

>48.0

mg/L

<6.0

3.4*

mg/dL

3.8 5.4

Bleeding Time

2.00

minute

1.00 3.00

Clotting Time

4.30

minute

3.00 6.00

Hematologi

Imunologi
CRP
Kimia Darah (8/3/2016)
Albumin
Hemostasis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM (12/3/2016)


Hasil

Satuan

Nilai Normal

Analisa Gas Darah


pH

7.513*

7.4 7.5

PCO2

27.2

mmHg

35 46

P02

66.2

mmHg

71 104

HCO3

24.3

mmol/L

22 26

02 Saturation

95.2

94 - 98

Natrium

135

mmol/L

132 145

Kalium

3.87

mmol/L

3.50 5.50

Chloride

104

mmol/L

98 110

Elektrolit

Laporan Pembedahan

Nama Operator
Tanggal operasi

: dr. Saleh Setiawan, Sp. B


: 12 Maret 2016

Jam operasi dimulai


: 12.10 WIB
Jam operasi selesai
: 12.30 WIB
Lama Anestesi Berlangsung : 30 Menit
Diagnosis pra bedah : Efusi Pleura Sinistra
Diagnosis pasca bedah : Efusi Pleura Sinistra
Tindakan pembedahan : Pemasangan WSD

Uraian Pembedahan

Dilakukan asepsis dan antisepsis


Pasien di Anestesi Lokal
Insisi pada linea mid aksila sela iga VII
Cairan warna merah 500cc keluar
Dilakukan pemasangan chest tube no 24
Chest tube di fiksasi
Operasi selesai

Follow up pasca pembedahan (15/3/2016)


S: Demam (-) Batuk (-) Sesak (-) Nyeri dada (-) Nafsu
makan baik
O: Keadaan Umum: Tampak sakit ringan
Kesadaran: compos mentis
Tanda tanda vital
Tekanan Darah: Pernafasan: 20x/menit

Nadi: 78x/menit
Suhu: 36,5

WSD terbalut perban pada hemithoraks sinistra


Keluar cairan warna merah sebanyak 180cc dari chest tube

A: Post-op pemasangan WSD


P: Terapi lanjutan sesuai dengan dokter spesialis anak
Mobilisasi
Foto Rontgent ulang pasca pembedahan

Rongent Thorax Pasca Pembedahan (15/3/2016)

Kesan: Ada perbaikan

EFUSI
PLEURA

PLEURA
Rongga pleura dibentuk oleh :
Membran serosa yang kuat berasal dari
mesoderm
Berisi cairan 25-50 cc
Normal : Rongent Tidak dapat diperlihatkan

Anatomi Rongga Pleura

Miserocchi G. Physiology and pathophysiology of pleural fulid turnover. Eur


Respir J, 1991; 10:219-25

Definisi

Efusi pleura adalah akumulasi cairan


didalam rongga pleura, yang mana
timbulnya di dahului oleh Peradangan
pleura atau pleuritis (pleuresia/pleurisy).

ETIOLOGI
Hipoalbuminemia Tekanan osmotik
koloid
Peradangan dan neoplasma
permeabilitas kapiler bertambah
Gagal jantung tekanan hidrostatik
bertambah
Atelektasis Tekanan negatif intrapleura
bertambah

Patofisiologi

Penumpukan cairan pleura di rongga


pleura akibat transudasi/eksudasi yang
berlebihan
Pembentukan > penyerapan
Pembentukan normal, penyerapan yg
terganggu

Gejala klinis

Nyeri dada
Sesak napas
Batuk

Nyeri Pleura

Pleura parietal memiliki persarafan


Iritasi membran nyeri alih (referred pain)
N. interkostalis: nyeri di regio
torakoabdominal
N. frenikus: nyeri di daerah bahu

dinding

Witmer LM. Clinical anatomy of the pleural cavity & mediastinum. [Internet]. Available from: http://www.oucom.ohiou.edu/dbmswitmer/Downloads/Witmer-thorax.pdf

CAIRAN PADA EFUSI PLEURA

1.

Cairan transudat (terdiri atas cairan bening)

gagal ginjal akut atau kronik

hipoproteinemia pd kegagalan fungsi hati

pemberian cairan infus yg berlebihan

fibroma ovarii (Meigs syndrom)

kegagalan jantung

2. Cairan eksudat (berisi cairan kekeruhan)


Infeksi TB
Nanah (empiema)

Penyakit kolagen (SLE, RA)

3. Cairan darah
Trauma tertutup atau terbuka
Infark paru

Karsinoma paru

4. Cairan getah bening

Pembagian efusi pleura

Efusi pleura ringan


Efusi pleura sedang
Efusi pleura masif

Efusi Pleura Ringan

EFUSI PLEURA SEDANG


Foto tegak : klasik
Berselubung
homogen
Perm.konkaf,tapering,
meniscus sign Ellis
damoiseau
Sinus / Diafragma
tertutup
Pendorongan jantung

EFUSI PLEURA MASIF


Sela iga melebar
Perselubungan Homogen

Pendorongan mediastinum

Tatalaksana
Simptomatik: Torakosentesis teraupeutik dan obati
penyebab.
Efusi malignan: torakosentesis serial atau pasang
WSD + pleurodesis (angka keberhasilan 80-90%)
(Cochrane database 2004)
Efusi TB: Biasanya diresorpsi spontan dan
tatalaksana pasien dengan TB aktif.

Sabatine MS. Pocket medicine. 4th ed. USA: Williams & Wilkins; 2011,
part.2-11

Torakosentesis vs Pleurodesis

http://img.tfd.com/mk/T/X2604-T-14.png

http://www.asbestos.net/mesothelioma/treatment/~/me
dia/AsbestosNet/Original-Images/Pleurodesis.png?
w=210&h=158&as=1

Water Sealed Drainage

http://www.steinergraphics.com/surgical/006_16.4.html

Prognosis

REFERENSI

Bahar A. Penyakit-Penyakit Pleura. Dalam: Soeparman, Sukaton U, Waspadji S, et


al. Editor. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta 1998; 785-97.

Khairani A, Syahruddin E, Partakusuma LG. Karakteristik Efusi Pleura di Rumah


Sakit Persahabatan. J Respir Indo. 2012; 32:155-60

Witmer LM. Clinical anatomy of the pleural cavity & mediastinum. [Internet].
Available from:
http://www.oucom.ohiou.edu/dbms-witmer/Downloads/Witmer-thorax.pdf

ORahilly R, Muller F, Carpenter S, Swenson R. Basic human anatomy: A regional


study of human strucutre. [Internet]. Available from:
http://www.dartmouth.edu/~humananatomy/index.html

Miserocchi G. Physiology and pathophysiology of pleural fulid turnover. Eur Respir J,


1991; 10:219-25

Light RW. Disorders of the pleura and mediastinum.

Porcel JM, Light RW. Diagnostic approach to pleural effusion. Am Fam Physician.
2006; 73(7):1211-20

Sabatine MS. Pocket medicine. 4th ed. USA: Williams & Wilkins; 2011, part.2-11, 712..

TERIMA KASIH