Anda di halaman 1dari 11

MICROEMULSIONS AS POTENTIAL OCULAR DRUG

DELIVERY SYSTEMS: PHASE DIAGRAMS AND PHYSICAL


PROPERTIES DEPENDING ON INGREDIENTS

ALDILLAH NISRIANA PUTRI


(1101003)

PENDAHULUAN
Mikroemulsi memiliki sifat-sifat fisik yang unik. Karena
terdiri dari komponen air, minyak dan campuran surfaktan
yang dapat membuat suatu solusi/larutan yang homogen,
dan memiliki isotropik optikal & termodinamika yang
stabil. Mikroemulsi juga dapat diterapkan sebagai cairan
pembawa membran untuk mengangkut zat lipofilik melalui
media air atau untuk membawa zat hidrofilik melalui
medium lipoidal/lemak. Dalam penelitian ini, dipersiapkan
sistem mikroemulsi yang stabil dan disetujui secara
pharmaceutical untuk diaplikasikan sebagai sarana sistem
penghantaran obat khususnya yang digunakan dalam
pengobatan mata melalui pengamatan terhadap diagram
fase dan sifat-sifat fisik dari bahan yang digunakan.

BAHAN-BAHAN YANG
DIGUNAKAN
Kedelai lesitin (Epikuron 200) dengan
konten fosfatidilkolin > 93%
Isopropil Miristat (98% murni)
Triasetin dan n-butanol
Tween 80 (polioksietilen sorbitan
monooleat 20, Polysorbate 80)
Cremophor EL (minyak jarak polyoxyl)
Bidistilled Water (Aqua Bides)

METODE
Persiapan Mikroemulsi, Jumlah yang tepat dari surfaktan
dan co-surfaktan atau campuran dari dua surfaktan yang
diselesaikan dalam fase berminyak (isopropil miristat).
Analisis ukuran partikel tetesan minyak atau air
ditentukan oleh korelasi foton spektroskopi (PCS) dengan
aparatus N4 Plus.
Dilakukan juga pengukuran terhadap viskositas
mikroemulsi, Kepadatan mikroemulsi, Ketegangan
osmotik & Pengukuran indeks bias.
Untuk semua sistem formulasi, perubahan pH diukur
dengan pH meter CG 842 dan semua pengukuran
dilakukan pada suhu 25oC.
Pembangunan diagram fase terner untuk menyelidiki
daerah mikroemulsi.

Pembangunan Diagram Fase Terner


Fase diagram dibangun oleh titrasi progresif seri
surfaktan / campuran co-surfaktan dalam fase berminyak
dengan aqua bi-destilled pada suhu kamar. Setiap seri
mengandung 5%-100% air. Ketika sampel diperlihatkan
secara birefringence, titrasi dilanjutkan guna
menentukan titik akhir daerah kristal cair dan
membangun daerah isotropik kedua. Keadaan sistem
fase diperlihatkan pada fase diagram dengan puncak
atas diwakili oleh Tween 80 dan yang lainnya diwakili
oleh minyak dan surfaktan (Cremophor EL, triacetine, nbutanol atau Epicuron 200). Sampel dinilai secara visual
untuk menentukan daerah transparansi (13, 14, 15).
Semua formulasi dipersiapkan dengan komposisi dalam
mikroemulsi daerah transparan yang stabil selama
minimal 3 bulan, ketika mereka disimpan pada suhu
25oC. Hasilnya disajikan pada Gambar 1.

KOMPOSISI SISTEM
MIKROEMULSI

HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pengetahuan tentang diagram fase sistem multikomponen merupakan langkah
penting untuk memahami sifat fisika dari sistem.
Salah satu faktor yang mempengaruhi sifat/kondisi pada fase sistem mikroemulsi
adalah panjang rantai karbon hidro berbagai minyak dan surfaktan.
Sistem yang mengandung 37% dari campuran lesitin dan Tween 80 memberikan
sediaan mikroemulsi yang stabil yang parameternya memenuhi persyaratan tetes
mata. Sedangkan sistem yang mengandung kurang dari 35% atau lebih dari 40%
dari campuran surfaktan, tidak memenuhi persyaratan ini.
Konsentrasi terendah surfaktan (11,6%) diperoleh ketika Cremophor EL digunakan
dalam campuran dengan Tween 80. Untuk sistem dengan triasetin dan Tween 80,
mikroemulsi yang stabil sudah diperoleh untuk konsentrasi 54% dari surfaktan.
Penciptaan diagram fase membuatnya dimungkinkan untuk memilih sistem
mikroemulsi yang stabil dengan konsentrasi terendah dari surfaktan.
Hasil tersebut di atas menunjukkan bahwa setelah satu tahun penyimpanan
perubahan dalam parameter-parameter fisik mikroemulsi tergantung pada bahan
yang digunakan (ingredients). Berbeda dengan mikroemulsi dengan bahan-bahan
yang dapat diterima secara biologis, yang dimana mikroemulsinya mengandung
rantai alifatik panjang, misalnya, n-butanol sebagai co-surfaktan, adalah model
sistem yang baik untuk penyelidikan struktur dan sifat mikroemulsi. Namun, sistem
ini tidak bisa digunakan untuk terapi medis dikarenakan toksisitasnya. Sedangkan
semua bahan-bahan yang lain masih dapat diterima secara biologis.

TABEL NILAI-NILAI PARAMETER FISIKA YANG


MENCIRIKAN SISTEM MIKROEMULSI, DIUKUR DALAM
KURUN WAKTU 012 BULAN

KESIMPULAN
Kami menyimpulkan bahwa sistem mikroemulsi
yang mengandung Epikuron 200 dan Cremophor EL,
sebagian ataupun seluruhnya telah memenuhi
persyaratan sediaan tetes mata.Yang mana Lecithin
(Epicuron 200) merupakan komponen utama
membran lipid. Tween 80 dan Cremophor EL sebagai
surfaktan non-ionik secara luas telah diterapkan
dalam preparasi farmasi termasuk dalam preparasi
oftalmik. Dengan demikian, ini perlu menjadi subyek
studi lebih lanjut. Sistem-sistem yang diperoleh
ditandai dengan stabilitas termodinamika yang
cukup khas untuk tipikal mikroemulsi.