Anda di halaman 1dari 35

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK

ASKEP PASIEN DENGAN GASTRO ENTRITIS ( GE )


PENGERTIAN
Frekwensi buang air besar lebih dari 4x pada bayi & lebih dari 3x pada anak
dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula
bercampur lendir dan darah atau lendir saja ( ngastiah 1997 ).
Diagnosa Keperawatan :

Tujuan :

1.

Kurangnya volume cairan tubuh b.d. out

Mempertahankan

put yang berlebihan

elektrolit

keseimbangan

cairan

&

KRITERIA HASIL :
-

PX tidak mencret lagi

Turgor kulit normal

Mata tidak cekung

RENCANA TINDAKAN :
-

Monitor tanda-tanda vital tia[p 3-4 jam /


sesuai kebutuhan.

2.

Gangguan

eleminasi

inflamasi intestinal.

diare

b.d.

Kaji kembali tanda-tanda dehidrasi

Timbang BB tiap hari

Catat intaki & out put setiap jam

HE kepada keluarga

Tujuan :
Supaya feses kembali normal
KRETERIA HASIL :
-

px tidak mencret lagi

Turgor kulit normal

Mata tidak cekung

RENCANA TINDAKAN :
1.

Kolaborasi dengan tim medis tentang


pemberian obat & cairan

2.

Monitor peristaltik usus.

3.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d.

Tujuan :

penurunan intake & absorbsi nutrient

Untuk mencapai nutrisi yang optimal

serta cairan.

KRETERIA HASIL :
-

BB Normal sesuai usia

Tidak ada tanda malnutrisi

RENCANA TINDAKAN :
1.

Ganti diet yang sebelumnya / disesuaikan


dengan penyebab.

2.

Lakukan pengukuran BB tiap hari

3.

ASI tetap diberikan

4.

HE kepada keluarga

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : MENINGITIS

PENGERTIAN
Ialah reaksi peradangan yang mengenai salah satu atau beberapa lapisan otak.
Diagnosa Keperawatan

Tujuan :

1.

Pola nafas tak efektif b/d paralisis atau

Pola nafas efektif

pernafasan dampak peningkatan TIK

KRITERIA HASIL :
-

Bunyi nafas vesikuler, tak ada wheezing,


tak ada Renchi.

Irama pernafasan teratur / reguler

Tidak ada kumavI, cheyne stoke

Frekwensi 18-22 x / menit

RENCANA TINDAKAN :
1.

Kaji kemampuan untuk mempertahankan


potensi jalan nafas.

2.

Kaji reflek yang penting untuk bernafas


Adekua ; batuk, Bab reflek dan reflek
menelan.

3.

Kaji

frekwensi,

kedalam,

keteraturan,

pernafasan dan ekspansi dada.


4.

Pertahankan ketinggian / letak kepala


pada

garis

netral

tubuh

15-13

(menghindari

posisi

yang

dapat

meningkatkan tik )
5.

Atur ventilasi dalam ruang

6.

Berikan O2 sesuai dengan Advis Dokter

7.

Monitor tanda-tanda vital


( waspada terhadap peningkatan sistolik,
tekanan nadi yang meningkat, pernafasan
yang tidak teratur ).

8.

Kolaborasi

pemberian

cairan,

obat

pemeriksaan laborat dan pemberian O2.


2.

Peningkatan suhu tubuh b/d kegagalan

Tujuan :

termoregulasi dampak peningkatan TIK.

Karena mampu mempertahankan suhu tubuh.


KRETERIA HASIL :
- Suhu tubuh normal ( 360C 370C ).

Palpasi tak panas dan tak menggigil

RENCANA TINDAKAN :

1.

Ciptakan lingkungan yang tenang

2.

Pertahankan tetap bedres dengan posisi


terlentang ( posisi elevasi 150-450 )

3.

Lakukan kompres dingin pada daerah


hipotalamus atau pada daerah vena besar

4.

Cegah menggigil dengan menurunkan


suhu tubuh yang tinggi secara bertahap.

5.

Atur sirkulasi udara untuk meningkatkan


pertukaran gas.

6.

Monitor tanda-tanda vital seperti S, N, Rr

7.

Kolaborasi

dengan

dokter

dalam

pemberian analgetik, Antipiretik, Antibiotik,


Observasi keberhasilan pengobatan dan
efek sampingnya.
Tujuan :
3.

Resiko terhadap cedera b/d aktivitas

Klien akan bebas dari cedera fisik kriteria

kejang, penurunan tingkat kesadaran.

hasil :
-

tingkat

kesadaran

klien

dapat

dipertahankan atau ditingkatkan.


-

Klien tidak kejang / kejang dapat diatasi.

RENCANA TINDAKAN
1.

Beri bantalan pada tirali dan jaga tempat


tidur dalam posisi rendah.

2.

-Pertahankan potensi jalan nafas / pasang


spatel lidah selama kejang

3.

Berikan O2 sesuai advis, selama dan


setelah kejang.

4.

Kaji sebab kejang bila hipertensi segera


beri kompres dingin.

5.

Amati terhadap aspirasi selama kejang


balikkan ke pada salah satu sisi dengan
hati-hati.

4.

Potensial terjadinya kerusakan integritas

6.

Observasi tanda-tanda vital ( S, N, Rr )

7.

Kolaborasi dengan dokter

Tujuan :

kulit b/d keterbatasan gerak dampak

Integritas kulit terjaga

paralisis.
KRETERIA HASIL :
-

Tidak ada tanda kemerahan

RENCANA TINDAKAN :
1.

Kaji tanda-tanda awal kerusakan kulit

2.

Jaga dan pelihara kebersihan kulit

3.

Lakukan pergantian posisi 2 jam sekali

4.

Lakukan massage pada daerah yang


tertekan

5.

Pelihara kekeringan kulit dengan bedak

Tujuan :
5.

Potensial penyebaran infeksi b/d proses

peradangan, penurunan kesadaran, daya

Tidak

terjadi

penyebaran

infeksi

sekunder infeksi

tahan tubuh yang kurang.


KRITERIA HASIL :
-

Keluhan pusing-pusing, kejang berkurang

Tanda-tanda vital dalam batas normal

Peningkatan status kesadaran

Tidak

terjadi

kelemahan

yang

berkepanjangan.
RENCANA TINDAKAN
1.

Isolasi klien / pasien

2.

Pertahankan

tekhnik

aseptik

( cuci tangan )
3.

Hindarkan

pasien

dari

pengunjung

petugas yang menderita ISPA.


4.

Observasi itu secara teratur.

5.

Observasi

tanda-tanda

kejang,

kaku

(warna,

bau,

kuduk, kesadaran.
6.

Observasi

urine

output

jumlah ).
7.

Kolaborasi pemberian terapi antibiotik.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : BRONCHO PNEUMONI
PENGERTIAN
Adalah peradangan dan konsolidasi yang terjadi pada parenchym paru.
Dianosa Keperawatan :

Tujuan :

1.

Jalan nafas kembali efektif .

Tidak efektifnya jalan nafas s/d inflamasi


trachea bronchial akumulasi sekret pada
saluran

nafas,

peningkatan

produksi

sputum.

KRITERIA HASIL :
-

Jalan nafas paten

Bunyi nafas bersih

Tidak ditemukan dispneu/ sianosis

Retraksi otot bantu nafas berkurang

Rr normal 20-30 / menit

RENCANA TINDAKAN :
1.

Lakukan chest fisioterapi ( perkusi ).

2.

Postural drainage dengan memiringkan


kepala dan merubah posisi secara teratur.

3.

Beri dan lakukan rebulizer / suction 10-15


menit.

4.

Latih pasien untuk nafas dalam dan batuk


efektif.

5.

Berikan cairan yang adekuat.

6.

Beri O2 sesuai advis

7.

Monitor frekwensi / kedalaman nafas dan


gerakan dada.

8.

Monitor TTV

9.

Auskultasi seluruh area paru

10. Kolaborasi dengan

tim

dokter dalam

pemberian obat-obatan dan monitor efek


tindakan keperawatan serta pengobatan
2.

Gangguan

pertukaran

Gas

dengan

Tujuan :

perubahan membran Alveolar kapiler b/d

Pertukaran gas dalam tubuh adekuat.

efek inflamasi.

KRETERIA HASIL
-

Kamar menunjukkan perbaikan ventilasi


dan axigenasi jaringan.

GDA

dalam

rentang

normal

( DH : 7,35-7,45 )
-

Tidak ada gejala destres pernafasan

RENCANA TINDAKAN
1.

Tinggikan kepala dan atur posisi yang


nyaman ( semi fowler ).

2.

Monitor

penyimpangan

hipotensi,

pucat,

kondisi,

perubahan

catat
tingkat

kesadaran dan dispnea.


3.

Observasi warna kulit, membran mukosa


dan kuku.

4.

Nilai status mental ( gelisah, bingung


samnolen ).

5.

Monitor frekwensi jantung

6.

Kolaborasi pemberian O2, cek GDA dan


nadi eksinetri.

3.

Intoleransi aktivitas s/d kelemahan umum

Tujuan :

imbalance suplai dan kebutuhan O2.

Kamar dapat melakukan aktivitas dengan


optimal.
KRITERIA HASIL :
-

Kamar mampu melaksanakan aktivitas


yang biasa dilakukan.

Peningkatan waktu dan kewaspadaan


saat bermain.

RENCANA TINDAKAN
1.

Ciptakan lingkungan yang tenang dan


batasi pengunjung selama fase akut.

2.

Jelaskan
pentingnya

pada

keluarga

tentang

dalam

rencana

istirahat

pengobatan.

3.

Anjurkan orang tua untuk berpartisipasi


dalam merawat pasien.

4.

Buat secara bersama jadwal aktivitas dan


istirahat.

5.

Bantu aktivitas dalam perawatan diri yang


diperlukan.

6.
4.

Gangguan,

kesimbangan

cairan

dan

Beri permainan yang dapat dilakukan.

Tujuan :

elektrolit ( kurang ) s/d output berlebihan

Cairan dan elektrolit kamar dalam keadaan

( demam , diaphoresis , muntah ,

seimbang.

hiperventilasi, diare )
KRETERIA HASIL :
-

Jumlah intake-Output seimbang

Turgor kulit baik

Secresi encer

Mata dan UUB tidak cekung

Mukosa lembab dan wajah tidak pucat

Tanda vital stabil / normal

Kesadaran composmentis

RENCANA TINDAKAN
1.

Motivasi ibu untuk tetap memberikan ASI

2.

Monitor intake Output, membran mukosa,


turgor kulit, berat jenis urine dan tanda
vital.

3.

Hitung

kebutuhan

cairan

sesuai

BB,

tambah input.
4.

Timbang BB secara teratur.

5.

Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi


( antibiotik, antimetik ).

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : KEJANG DEMAM

PENGERTIAN
DIAGNOSE KEPERAWATAN
1.

Potensial kejang berulang b/d hipertemia.

Tujuan :
Pasien tidak mengalami kejang selama dalam
perawatan.
KRITERIA HASIL
-

Pasien tidak kejang

Suhu 36,50C-37,50C ( bayi ) ; 360C-370C


( anak )

Nadi 120-140 / menit ( bayi ) ; 100-120 /


menit ( anak ).

Rr 30-60 / menit ( bayi ) ; 15-30 / menit


( anak )

Kesadaran compos mentis.

RENCANA TINDAKAN
1.

Longgarkan pakaian, beri pakaian tipis


yang mudah menyerap keringat.

2.

Berikan kompres dingin

3.

Berikan extra cairan ( air putih, teh, sari


buah, susu dll )

2.

4.

Observasi kejang dan TTU

5.

Batasi aktivitas selama anak panas.

6.

Beri antipiretik sesuai terapi

7.

Laksanakan program pengobatan

Potensial injuri / trauma s/d kelemahan,

Tujuan :

perubahan, kesadaran, berkurangnya

Pasien tidak mengalami perubahan kesadaran

koordinasi otot, emosi yang labil.

kembali selama dalam perawatan.


KRITERIA HASIL
-

Klien mengalami perubahan kesadaran ke


tingkat yang lebih baik.

Kesadaran compos mentis

Suhu 36,50C-37,50C ( bayi )


360C-370C ( anak )

Keadaan umum klien cukup.

RENCANA TINDAKAN

1.

Beri pengaman pada sisi tertentu dan


penggunaan tertentu yang rendah.

2.

Jaga klien bila terjadi aura

3.

Tinggallah bersama klien selama fase


kejang.

4.

Ber rounge spatel diantara gigi atas dan


bawah.

3.

5.

Catat tipe kejang dan frekwensi kejang

6.

Observasi tanda tanda vital

7.

Kolaborasi dengan tim medis dan tim gizi.

Potensial ketidak efektifan bersihan jalan

Tujuan :

nafas s/d kerusakan neuro muskuler,

Mempertahankan efektifitas pola nafas, nafas

obstruksi tracheobroncial.

yang bersih dan mencegah aspirasi.


KRITERIA HASIL
-

Tidak terdapat suara nafas tambahan

Tidak di temukan adanya refrasi otot


bantu nafas.

Respirasi 30-60 kali / menit ( bayi )


15-30 kali / menit ( anak )

Inspirasi dan ekspirasi adekuat.

RENCANA TINDAKAN
1.

Anjurkan klien untuk mengosongkan mulut


bila terjadi aura.

2.

Letakkan klien di tempat yang datar dan


kepala dalam posisi miring.

4.

3.

Longgarkan pakaian.

4.

Berikan rounge spatel pada mulut.

5.

Berikan O2 sesuai kebutuhan

Kurangnya pengetahuan keluarga s/d dis

Tujuan :

interpretasi, keterbatasan pengetahuan.

Secara verbal keluarga dapat mengungkapkan


stimulasi yang dapat meningkatkan kejang.

KRITERIA HASIL
-

Klien dapat minum obat secara teratur.

Adanya perubahan perilaku.

RENCANA TINDAKAN
1.

Anjurkan

pada

keluarga

untuk

menurunkan panas pada klien.


2.

Anjurkan

pada

keluarga

tentang

pemberian obat anti kejang dan anti piretik


sesuai program medis .
3.

Jelaskan pentingnya menghindari dari


terjadinya penyakit infeksi.

4.

Diskusikan tentang efek samping obat.

5.

Kaji pengobatan yang sudah di jalankan.

UNIT RAWAT INAP : RUANG ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : THYPUS ABDOMINALIS

PENGERTIAN
Merupakan penyakit akut yang menyerang usus halus yang disebabkan oleh
kuman salmonella typhusa dan salmonella yang menimbulkan gejala-gejala
sistemik.
DiAGNOSE KEPERAWATAN I

Tujuan :

Suhu tubuh meningkat b/d proses invasi

Suhu tubuh kembali normal ( 370C )

kuman.
KRITERIA HASIL :
-

Klien cukup

Kulit tidak terasa panas

Suhu 370C

Nadi 100 kali/menit.

RENCANA TINDAKAN
1.

Berikan penjelasan pada keluarga pasjien


tentang penyakit klien.

2.

Berikan kompres dingin pada daerah


hypotalamus dan lipatan lipatan ( ketiak
dan lipatan paha ).

3.

Berikan minum yang banyak.

4.

Anjurkan untuk memberi pakaian tipis dan


menyerap keringat.

5.

Monitor tanda-tanda vital tiap 2 jam.

6.

Kolaborasi

dengan

tim

medis

dalam

pemberian antibiotik dan antipiretik

DIAGNOSE KEPERAWATAN 2

Tujuan

Kurangnya pemenuhan nutrisi dari kebutuhan

b/d mual dan muntah.

Nutrisi

tercukupi

sesuai

dengan

kebutuhan.
KRITERIA HASIL
-

Klien mau makan makanan yang disajikan


walau sedikit.

Selera makan klien meningkat .

RENCANA TINDAKAN
1.

HE ( Healt Education ) pada keluarga


pasien tentang diet pasien.

2.

Berikan makanan dengan porsi kecil tapi


sering dan hidangkan dalam keadaan
hangat.

3.

Berikan

makan-makanan

lunak

dan

bertahap.

DIAGNOSE KEPERAWATAN 3
Gangguan

eleminasi

alvi

b/d

4.

Kolaborasi dengan tim medis dan tim gizi

5.

Observasi intake dan out put

Tujuan :
kurangnya

Eleminasi dapat berfungsi / normal kembali.

aktivitas.
KRITERIA HASIL
-

Klien

dapat

mendemonstrasikan

cara

latihan aktivitas agar dapat mengurangi


kekakuan otot.
RENCANA TINDAKAN
1.

Berikan diet lunak

2.

Bantu

klien

latihan

aktivitas

secara

bertahap untuk mengurangi kekakuan otot


sehingga

perut

akan

lemas

dan

mempengaruhi kerja kontraksi usus.


DIAGNOSE KEPERAWATAN 4

Tujuan :

Resiko gangguan integritas kulit b/d bedrest

Tidak terjadi Deku bitus / kerusakan kulit

total.
KRITERIA HASIL
-

Tidak didapatkan kemerahan pada kulit .

RENCANA TINDAKAN
1.

Jaga dan pelihara kebersihan kulit

2.

Mobilisasi tiap 2 jam ( miring kanan / kiri )

3.

Berikan alas yang terbuat dari kain katun


atau

lembut

dan

mudah

menyerap

keringat.
4.

Pelihara kekeringan kulit dengan bedak

DIAGNOSE KEPERAWATAN 5

Tujuan :

Kurang pengetahuan b/d kurang informasi

Keluarga memahami dan mengerti tentang


penyakit thypoid sehingga dapat mencegah
sekecil mungkin terkena penyakit thypoid.

KRITERIA HASIL
-

Keoluarga

klien

mendemonstrasikan

cara

dapat
mencegah

penyakit thypoid dan penularan penyakit


thypoid.
RENCANA TINDAKAN
1.

Berikan HE tentang penyakit thypoid.

2.

Berikan

penyuluhan

lingkungan.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : KOR-PULNOMAL ( KP )
PENGERTIAN

kesehatan

Penyakit paru dengan hipertrofi dan atau dilatasi vertikel kanan akibat gangguan
fungsi atau struktur paru ( setelah menyingkirkan penyakit jantung kengenital
atau penyakit lain yang primernya pada jantung kiri ).
DIAGNOSE KEPERAWATAN
1.

Ketidak

efektifan

peningkatan

jalan

produksi

Tujuan :
nafas
mukus

b/d

Jalan nafas klien kembali efektif

pada

trachea Bronchiale

KRITERIA HASIL
-

Jalan nafas paten

Bunyi nafas bersih

Rr normal 20-30 kali/menit

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan pada keluarga klien.

2.

Beri penjelasan pada keluarga tentang


penyakit yang diderita oleh klien.

3.

Lakukan Chest Fisioterapi ( perkusi )

4.

Lakukan

postual

drainage

dengan

merubah posisi secara beraturan

2.

5.

Lakukan nebulizer / suction 10-15 menit

6.

Monitor TTV ( tanda-tanda vital )

7.

Kolaborasi dengan tim Dokter dan gizi.

Gangguan pertukaran gas b/d penurunan

Tujuan :

suplai 02 ke paru

Suplai 02 ke paru kembali normal


KRITERIA HASIL
-

Klien menunjukkan perbaikan ventilasi

Tidak ada gejala Distress pernafasan

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan pada klien dan


keluarga.

2.

Beri penjelasanpada keluarga tentang


penyakit yangn diderita oleh klien.

3.

Gangguan rasa nyaman ( nyeri )


proses inflamasi pada paru.

b/d

3.

Berikan terapi O2 sesuai dengan advis.

4.

Monitor frekwensi / kedalaman nafas.

5.

Monitor tanda-tanda vital

6.

Beri posisi semi fowler

7.

Kolaborasi dengan dokter.

Tujuan :
Rasa nyaman ( nyeri ) dapat berkurang
ketingkat yang lebih ringan.
KRITERIA HASIL
-

Klien tidak menunjukkan rasa sakit pada


paru

Klien tidak gelisah.

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan dengan klien dan


keluarga.

2.

Kaji tingkat nyeri klien

3.

Anjurkan untuk selalu nafas dalam pada


klien

4.

Observasi tanda-tanda vital

5.

Kolaborasi dengan dokter.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : TETANUS NEONATARUM

PENGERTIAN
Tetanus neonatarum adalah penyakit tetanus yang diderita oleh bayi baru lahir
( neonatus )
DIAGNOSA PERAWATAN
1.

Ketidak

efektifan

Tujuan :
jalan

nafas

b/d

Klien menunjukkan jalan nafas yang efektif.

perubahan tingkat kesadaran ( spasme


otot pernapasan )

KRITERIA HASIL
-

Tidak terdengar suara nafas tambahan

Tidak ada tarikan otot bantu nafas

Frekwensi

pernapasan

dalam

batas

normal : 20-30 kali/ menit


RENCANA TINDAKAN
1.

Auskultasi suara nafas, perhatikan adanya


suara nafas tambahan.

2.

Monitor kecepatan, kedalaman, frekwensi,


irama pernafasan.

3.

Bantu klien pada posisi yang nyaman


kepala lebih tinggi dari kaki bila tidak
kejang.

4.

Bila tidak kejang, beri posisi supine /


terlentang dan pasang tong spatel.

2.

5.

Lakukan suction

6.

Berikan O2 sesuai indikasi

Hypertermi b/d efek piragen terhadap

Tujuan :

pengaturan klien dapat bernafas dengan

Suhu tubuh klien kembali normal dalam 1

efektif.

minggu.
KRITERIA HASIL
-

Suhu tubuh anak 36-370C

Anak tidak gelisah

RENCANA TINDAKAN

1.

Berikan kompres dingin di axila dan


pelipatan paha.

2.

Meminimalkan pakaian pasien

3.

Memonitor temperatur suhu tiap 3 jam


( ttv dan kejang )

4.

Berikan antipiretik dan antibiotik sesuai


program medik.

3.

Potensial injuri b/d perubahan tingkat

Tujuan :

kesadaran

Tidak terjadi injuri selama perawatan di RS

dan

berkurangnya

tingkat

kesadaran.
KRITERIA HASIL
-

Tidak terjadi injuri

RENCANA TINDAKAN
1.

Beri pengaman pada sisi tempat tidur dan


penggunaan tempat tidur yang rendah.

2.

Tinggalkan bersama klien selama fase


kejang.

3.

Berikan toung spatel diantara gigi atas


dan bawah saat kejang.

4.

Catat tipe kejang ( lokasi lama aktifitas


motorik

dan

tingkat

kesadaran

dan

frekwensi kejang )
5.

Catat tanda vital sesudah fase kejang.

6.

Berikan

obat

valium

sesuai

instruksi

dokter
4.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

Tujuan :

b/d

Kebutuhan nutrisi terpenuhi

perubahan

tingkat

kesadaran

sehingga asupan tidak adekuat.


KRITERIA HASIL
-

BB normal sesuai usia

Tidak ada tanda malnutrisi.

RENCANA TINDAKAN
1.

Observasi kemampuan mengunyah,


menelan, reflek batuk dan cara

mengeluarkan sekret.
2.

Auskultasi bising usus dan catat bila


tidak terjadi bising usus lemah.

3.

Beri makanan melalui NGT bila pasien


tidak kejang.

4.

Timbang BB klien setiap hari

5.

Kolaborasi untuk pemeriksaan protein


total, albumin, globulin, albumin dan
HB.

5.

Perubahan membran mukosa oral b/d

Tujuan ;

ketidak adekuatan hygiene oral.

Mempertahankan kenyamanan dan fungsi


rongga mulut.
KRITERIA HASIL
-

Bibir dan lidah tampak kemerahan

Mukosa oral tetap kering dan lembab

Tidak terdapat infeksi pada mukosa


mulut.

RENCANA TINDAKAN
1.

Ajarkan

pada

keluarga

untuk

melakukan perawatan mulut.


2.

Sikat dengan sikat gigi lunak dan pasta


gigi non abrasif.

3.

Berikan pencuci mulut larutan normal


saline hangat setiap pagi dan sore.

4.
6.

Berikan borak gliserin

Gangguan integritas kulit b/d efek-efek

Tujuan

tekanan / mobilisasi.

Tidak terjadi gangguan integritas kulit


KRITERIA HASIL
1.

Tidak ada eritema pada kulit yang


tertekan.

2.

Kulit utuh, kering dan bersih.

3.

Sirkulasi integumen lancar.

RENCANA TINDAKAN
1.

Monitor daerah kulit yang tertekan.

2.

Gunakan

tempat

memungkinkan.
3.

Ubah posisi tiap 2 jam.

tidur

air

jika

4.

Jaga agar sprei tetap rapi.

5.

Jaga agar kulit tetap bersih dan kering.

6.

Berikan nutrisi sesuai dengan jumlah


protein dan karbohidrat yang adekuat.

7.

Monitor

pemeriksaan

laborat

yang

mempunyai pengaruh pada kulit dan


laporkan bila ditemui nilai yang abnormal.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : STATUS ASMATIKUS
PENGERTIAN
Suatu penyakit obstruktif jalan napas yang merata ( difus ) dan reversibel.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.

Tujuan :

Ketidak efektifan jalan nafas b/d inflamasi

Jalan nafas efektif

trachea brancheal, akumulasi sekret pada


saluran

nafas,

peningkatan

produk

sputum.

KRITERIA HASIL
-

Jalan nafas paten

Bunyi nafas bersih

Rr normal 20-30 kali / menit

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan pada klien dan


keluarga.

2.

Lakukan chest fisioterapi

3.

Latih klien untuk napas dalam dan batuk


efektif .

4.

Beri posisi semi fowler

5.

Postural drainage dengan memiringkan


kepala dan merubah posisi secara teratur.

6.

Lakukan neb / suction 10-15 menit.

7.

Observasi TTV

8.

Kolaborasi

dengan

dokter

dalam

pemberian Tindakan.

2.

Intoleransi aktivitas b/d kelemahan umum

Tujuan

imbalance suplai dan kebutuhan O2

Dapat melakukan aktivitas yang optimal


KRITERIA HASIL
-

Mampu melakukan aktivitas yang baik.

RENCANA TINDAKAN
1.

Ciptakan lingkungan yang tenang, batasi


pengunjung selama fase akut.

5.

Jelaskan

pada

keluarga

tentang

pentingnya istirahat dalam rencana


pengobatan.
6.

Nilai

respon

klien

terhadap

dalam

perawatan diri.
7.

Bantu aktivitas dalam perawatan diri.

8.

3.

Gangguan

pertukaran

gas

b/d

penurunan suplai O2 ke paru.

Beri peramalan yang dapat dilakukan.

Tujuan
Pertukaran gas dalam tubuh adekuat
KRITERIA HASIL
-

Klien menunjukkan perbaikan ventilasi

Tidak ada gangguan distres pernafasan

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan pada klien dan


keluarga

2.

Beri penjelasan pada keluarga tentang


penyakit yang diderita.

4.

3.

Berikan tindakan O2 dengan advis

4.

Monitor frekwensi / kedalaman nafas

5.

Observasi TTV

6.

Kolaborasi dengan tim Dokter

Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) b/d

Tujuan

proses inflamasi pada paru.

Rasa nyaman ( nyeri ) dapat berkurang


ketingkat yang lebih ringan.
KRITERIA HASIL
-

Klien tidak menunjukkan rasa sakit


pada paru.

Klien tidak gelisah

RENCANA TINDAKAN
1.

Kaji tingkat nyeri klien

2.

Anjurkan untuk selalu nafas dalam


pada klien

3.

Observasi TTV

4. Kolaborasi dengan tim Dokter.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PADA PASIEN DENGAN : BBLR
PENGERTIAN
Bayi yang baru lahir yang berat badannya 2.500 gram lebih rendah.
DIAGNOSE KEPERAWATAN
1.

Gangguan

pemenuhan

Tujuan
kebutuhan

Kebutuhan oksigen terpenuhi

oksigensi s/d imoturitas paru.


KRITERIA HASIL
-

Frekwensi pernafasan 40-60 kali / menit.

Gerak cuping hidung tidak ada.

Warna kulit diujung jari, bibir, telinga tidak


cyonosis.

Kesadaran baik.

RENCANA TINDAKAN

2.

1.

Monitor frekwensi RR

2.

Kolaborasi untuk pemasangan O2

3.

Monitor tanda-tanda cyonusis

4.

Monitor tingkat kesadaran

Hipotermi s/d belum beradaptasi dengan

Tujuan

lingkungan.

Tidak terjadi hipotermi


KRITERIA HASIL
-

Suhu tubuh stabil

Suhu

tubuh
0

dalam

batas

normal

( 36,5 C 37 C )
-

Denyut jantung bayi 120-160 kali/ menit

RENCANA TINDAKAN
1.

Hindari dari lingkungan kedinginan atau


kepanasan.

2.

Hangati dengan lampu penghangat.

3.

Monitor suhu tiap 4 jam

4.

Monitor TTV

3.

Gangguan kebutuhan nutrisi s/d sistem

Tujuan

pencernaan belum sempurna.

Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.


KRITERIA HASIL
-

Berat badan bayi naik secara bertahap

Rerflek minum baik.

RENCANA TINDAKAN
1.

Monitor reflek hisapan

2.

Kolaborasi untuk pemasangan NS

3.

Kolaborasi

untuk

pemberian

makanan parenteral
4.
4.

Timbang BB tiap hari.

Gangguan kebutuhan personal hygiene

Tujuan

s/d ketidak mampuan bayi.

Kebutuhan personal hygiene terpenuhi


KRITERIA HASIL
-

Kulit bersih dan tidak lembab

Mata bersih

Lembut bersih

Tidak terjadi infeksi kulit

RENCANA TINDAKAN
1.

Ganti popok tiap BAB / BAK

2.

Mandikan bayi tiap pagi dan sore

3.

Lakukan oral hygiene

diet

&

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : TETANUS
PENGERTIAN
Adalah penyakit yang menyerang susunan saraf yang disebabkan oleh racun
tetanuspasme yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.
DIAGNOSE KEPERAWATAN
1.

Ketidakefektifan

jalan

Tujuan
nafas

s/d

Jalan nafas efektif

perubahan tingkat kesadaran ( spasme


otot pernafasan )

KRITERIA HASIL
-

Tidak ada tarikan otot bantu nafas

Frekwensi dalam batas normal : 20-30


kali/menit.

RENCANA TINDAKAN
1.

Auskultasi suara nafas, perhatikan suara


nafas tambahan.

2.

Monitor kecepatan, kedalaman, frekwensi,


irama pernafasan.

3.

Bantu klien pada posisi kepala lebih tinggi


dari kaki.

4.

Bila tidak kejang beri posisi supine /


terlentang dan pasang tung spatel.

2.

5.

Lakukan suction

6.

Berikan O2

Hipertermia s/d efek pirogen terhadap

Tujuan

pengaturan klien bernafas dengan efektif.

Suhu tubuh klien kembali normal


KRITERIA HASIL
-

Suhu tubuh anak 36-370C

Anak tidak gelisah

RENCANA TINDAKAN
1.

Berikan kompres dingin di axilla dan


pelipatan paha .

2.

Meminimalkan pakian klien.

3.

Monitor temperatur suhu tiap 3 jam ( TTV


dan kejang )

4.

Berikan antipiretik dan antibiotik pada


pusat hypotalanus.

3.

Potensial injury s/d perubahan tingkat

Tujuan

kesadaran

Tidak terjadi injury selama perawatan di RS

dan

berkurangnya

tingkat

kesadaran.
KRITERIA HASIL
-

Tidak terjadi injury

RENCANA TINDAKAN
1.

Beri pengaman pada sisi tempat tidur dan


penggunaan tempat tidur yang rendah.

2.

Tinggallah bersama klien selama fase


kejang.

3.

Berikan tong spatel pada saat kejang.

4.

Catat tipe kejang ( lokasi, lama, aktivitas


motorik

dan

tingkat

kesadaran

dan

frekwensi kejang )..

4.

5.

Catat tanda vital sesudah fase kejang.

6.

Berikan obat valium sesuai intruksi Dokter.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

Tujuan

s/d

Kebutuhan nutrisi terpenuhi

perubahan

tingkat

kesadaran

sehingga asupan tidak adekuat.


KRITERIA HASIL
-

BB normal sesuai usia

Tidak ada tanda mal nutrisi

RENCANA TINDAKAN
1.

Observasi
menelan,

kemampuan
reflek

batuk

mengunyah,
dan

cara

mengeluarkan sekret.
2.

Auskultasi bising usus dan catat bila tidak


terjadi bising usus lemah.

3.

Beri makanan melalui NGT bila pasien


tidak kejang.

4.

Timbang BB klien tiap hari

5.

Kolaborasi untuk pemeriksaan protein


total, albumin, globulin dan HB

6.

Perubahan membran mukosa oral s/d

Tujuan

ketidak adekuatan hygiene oral.

Mempertahankan

kenyamanan

dan

fungsi

rongga mulut.
KRETERIA HASIL
-

Mukosa oral tetap kering dan lembab.

Tidak terdapat infeksi pada mukosa mulut.

RENCANA TINDAKAN
1.

Ajarkan pada keluarga untuk melakukan


perawatan mulut.

2.

Sikat dengan siikat gigi lunak dan pasta


gigi non abrasif.

3.

Berikan pencuci mulut larutan normal


saline hangat setia pagi dan sore.

4.

Berikan boraks gliserin.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : DHF ( Dengue Haemorrhagic Fever )

PENGERTIAN
Dengue Haemorrhagic Fever ( DHF ) yaitu suatu penyakit demam yang akut
yang biasanya menyerang pada anak, remaja dan dewasa dengan disertai
dengan gejala utama demam nyeri otot, nyeri sendi, nyeri tekan perut,
pembesaran hati, dan manifestasi perdarahan / epitaxis yang biasanya
memburuk pada 2 ( dua ) hari pertama.
DIAGNOSA PERAWATAN

Tujuan

1.

Cairan dalam tubuh seimbang

Penurunan volume cairan b/d peningkatan


permeabilitas dinding pembuluh darah.

KRITERIA HASIL
-

Intake sama dengan out put.

Tanda-tanda vital dalam batas normal

INTERVENSI
1.

Lakukan pendekatan therapiotik

2.

Lakukan HE mengenai penyakit DBD

3.

Kaji keadaan umum pasien ( lemah,


pucat, tachi kardi )

4.

Anjurkan pasien untuk banyak minum.

5.

Observasi tanda-tanda vital tiap 30 menit.

6.

Observasi intake out put

7.

Observasi tanda-tanda shock tiap 30


menit.

8.

Kolaborasi

dengan

tim

medis

dalam

pemberian cairan.
2.

Peningkatan

suhu

tubuh

b/d

proses

infeksi virus dengue.

Intervensi
1.

Monitor tanda-tanda vital

2.

Lakukan upaya mengatasi hypertermi

3.

Berikan HE ( penyuluhan ) kepala klien /


keluarga tentang peningkatan suhu tubuh.

3.

Potensial terjadi perubahan nutrisi kurang

RENCANA TINDAKAN

dari kebutuhan b/d intake yang tidak

1.

adekuat.

Berikan makan dalam porsi kecil tapi


sering.

2.

Berikan / sajikan makanan dalam keadaan


hangat.

4.

Potensial

terjadi

hypovolemik

perdarahan yang berlebihan.

b/d

3.

Berikan diet lunak

4.

Berikan penyuluhan tentang gizi.

RENCANA TINDAKAN
1.

observasi tanda-tanda vital

2.

Puasakan

makan

dan

minum

pada

penderita yang mengalami perdarahan


pencerna.
5.

Gangguan rasa nyaman b/d nyeri.

RENCANA TINDAKAN
1.

Ajarkan tehnik relaksasi.

2.

Motivasi agar mau melakukan latihan


pergerakan.

3.

Kolaborasi dengan tim medis.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : HIPERBILIRUBINEMIA

PENGERTIAN
Ialah jumlah bilirubin yang berlebihan dalam darah
DIAGNOSA PERAWATAN
1.

Resiko

tinggi

terjadi

Tujuan
kecelakaan

b/d

pemasangan lampu foto terapi.

Melindungi

bayi

selama

foto

terapi

berlangsung
KRITERIA HASIL
Tidak

terjadi

iritasi

mata,

dehidrasi

dan

hipertermia.
RENCANA TINDAKAN
1.

Lindungi mata bayi dengan bahan yang


bisa memantulkan cahaya.

2.

Potensial

terjadinya

kecelakaan

b/d

peningkatan penghancuran darah merah

2.

Rubah posisi secara teratur tiap 6-7 jam

3.

Monitor temperatur tubuh

4.

Pastikan intake cairan secara adekuat

Tujuan
Melindungi bayi selama proses transfusi tukar.

melebihi normal, immatur dari barier


darah otak.

KRITERIA HASIL
-

Pertahankan vital sign mendekati normal

Bayi tidak menunjukkan tanda-tanda efek


merugikan dari transfusi.

Tidak terjadi infeksi atau perdarahan


selama pemasangan catheter infus.

RENCANA TINDAKAN
1.

Jangan memberikan apa-apa per oral


termasuk

ASI

dan

jalankan

sesuai

prosedur.
2.

Chek darah donor termasuk type Rh-nya

3.

Pastikan tindakan secara aseptik

4.

Monitor tanda-tanda vital terutama setelah


pemberian calsium glukonas

5.

Pertahankan suhu tubuh secara optimal

6.

Observasi tanda-tanda reaksi transfusi

tukar.
7.

Sediakan alat-alat resusitasi

8.

Kaji perdarahan dan infeksi disekitar


daerah infus ( umbilikus ).

3.

Perubahan proses keluarga b/d respon

Tujuan

fisiologi yang jelek dari bayi.

Menyediakan

dukungan

dengan

segenap

perasaan terhadap keluarga.


KRITERIA HASIL
Keluarga

menunjukkan

pengertiannya

terhadap photo terapi dan progonis dari


penyakit bayinya.
RENCANA TINDAKAN
1.

Hentikan photo terapi selama keluarga


berkunjung,

lepaskan

penutup

mata

selama keluarga berkunjung.


2.

Pertahankan terhadap fisiologi joundice.

3.

Sampaikan

kepada

keluarga

bahwa

pigmen kulit bayinya akan normal.


4.

Anjurkan pemberian ASI jika Joundice


bertahan lama.

UNIT RAWAT INAP : ZAAL ANAK


ASKEP PASIEN DENGAN : BRONCHIOLITIS AKUT

PENGERTIAN
Suatu peradangan dari Bronkhiale, Bronchus dan Trakhea oleh berbagai sebab.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Tujuan

1.

Ketidak efektifan bersihan jalan nafas b/d

Jalan nafas bersih

adanya secret yang menumpuk pada


jalan nafas.

KRITERIA HASIL
-

Bunyi nafas bersih

Jalan nafas paten

Rr 20-30 kali / menit

RENCANA TINDAKAN
1.

Lakukan pendekatan dengan klien dan


keluarga .

2.

Jelaskan tentang penyebab penyakit klien


dan

tindakan-tindakan

yang

akan

dilakukan keluarga pasien kooperatif.


3.

Atur ventilasi dalam ruang.

4.

Ciptakan lingkungan yang aman / tenang.

5.

Latih klien nafas dalam dan batuk efektif.

6.

Beri O2 sesuai advis.

7.

Lakukan neb/ suction selama 10-15 menit.

8.

Beri posisi semi fowler ( setengah duduk ).

9.

Observasi tanda-tanda vital.

10. Kolaborasi dengan dokter.


2. Peningkatan suhu tubuh b/d proses infeksi

Tujuan
-

Suhu tubuh kembali normal ( 360C


360C )

KRITERIA HASIL
-

Suhu tubuh dalam batas normal.

RENCANAKAN TINDAKAN
1.

Beri

kompres

dingin

pada

daerah

hipotalamus ( vena besar ).


2.

Beri pakaian tipis untuk menyerap


keringat .

3.

Beri minum yang banyak + 1500CC 2500


CC.

4.

Observasi tanda-tanda vital.

5.

Kolaborasi

dengan

pemberian antibiotik.

dokter

dalam

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

RSD Dr. H. MOH. ANWAR


JL. Dr. Cipto No. 42 662494 - 662129 662979
666527, 661699, 661795 Fax ( 0328 ) 662257

SUMEKAR

SUMENEP
Kode Pos 69417

INSTALASI RAWAT NGINAP / JALAN


Kepada
Nomer :
Lamp :
Perihal : Permohonan
Pelimpahan Tugas
-------------------------

Yth. Ka. UPF


RSD. Dr. H. Moh. Anwar
di
SUMENEP

Dengan hormat ,
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama

NIP.

Jabatan

Sehubungan tidak dapat melaksanakan tugas mulai ..

sampai

. Oleh karena .. maka untuk sementara tugas, wewenang dan


tanggung jawab dalam ruangan mohon dapat dilimpahkan kepada :
Nama

NIP.

Jabatan

Demikian surat permohonan pelimpahan tugas ini dibuat agar dapat


digunakan sebagaimana mestinya.
Hormat Kami

(..)
Tembusan Kepada :
1.
2.
3.
4.

Direktur RSD. Dr. H. Moh. Anwar Sumenep


Ka.Sub. Bag. Umum & Rekam Medik
Kasi Pelayanan
Kasi Perawatan

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

RSD Dr. H. MOH. ANWAR


JL. Dr. Cipto No. 42 662494 - 662129 662979
666527, 661699, 661795 Fax ( 0328 ) 662257

SUMEKAR

SUMENEP
Kode Pos 69417

INSTALASI RAWAT NGINAP / JALAN

Nomer :
Lamp :
Perihal : Permohonan
Perawat Pengganti
-------------------------

Kepada
Yth. Ka. Ruangan
RSD. Dr. H. Moh. Anwar
di
SUMENEP

Dengan hormat ,
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama

NIP.

Jabatan

Sehubungan tidak dapat melaksanakan tugas mulai ..

sampai

. Oleh karena .. maka untuk sementara tugas, wewenang dan


tanggung jawab dinas sore / malam dalam ruangan mohon dapat
digantikan kepada :
Nama

NIP.

Jabatan

Demikian surat permohonan pelimpahan tugas ini dibuat agar dapat


digunakan sebagaimana mestinya.
Hormat Kami

(..)
Tembusan Kepada :
1. Kasi Perawatan