Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SAP)
Topik

: Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui

Sub Topik

: Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara Manual

Hari/ Tanggal :
Waktu/ Jam

Maret 2016

: 60 Menit

Tempat: Ruang Anggrek RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten


Sasaran

: 1 Mahasiswa semester VI (PKK III)

A Tujuan
1 Tujuan umum
Setelah dilakukan bedside teaching diharapkan mahasiswa mampu memahami dan
merefleksikan dengan cara mempraktikan kembali teknik Stimulasi Refleks
Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara Manual dengan baik dan benar.
Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 60 menit, mahasiswa mampu :

Mahasiswa mampu melakukan persiapan asuhan teknik Stimulasi Refleks


Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara Manual

Melakukan prosedur asuhan teknik Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran


ASI secara Manual

Mengajarkan prosedur Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara


Manual pada ibu nifas

Mengevaluasi asuhan teknik Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI


secara Manual pada ibu nifas

B Pokok Bahasan
1 Penjelasan materi teknik Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara
Manual
Penjelasan cara melakukan teknik Stimulasi Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI

secara Manual
C Metode
Bedside teaching
D Media
Alat-alat demonstrasi tindakan atau asuhan yang akan diberikan, yaitu:
a

Set cuci tangan

b
c
d
e

Kursi
Meja
Cangkir atau wadah bersih untuk menyimpan ASI
Pompa ASI (jika perlu)

E Setting Tempat
Keterangan :
: Perseptor
: Mahasiswa
: Pasien

F Kegiatan Penyuluhan
NO
1.

Tahapan Waktu
Kegiatan Pembelajaran
Pembukaan
1 Mengucapkan salam
1
(10 menit)
2 Memperkenalkan diri
2
3 Kontrak waktu
4 Menjelaskan
tujuan
3
pembelajaran
4
5 Apersepsi konsep bedside

memperhatikan
Menyetujui
Mendengarkan

dan

memperhatikan
Mendengarkan

dan

memperhatikan
cara 1 Mendengarkan

dan

teaching
2.

Kegiatan inti
(40 menit)

Menjelaskan

menyiapkan asuhan teknik


Stimulasi

Refleks

Oksitosin dan Pengeluaran

memperhatikan
Mendengarkan

dan

memperhatikan
Mendengarkan

dan

ASI secara Manual


2

Melakukan

prosedur 4

asuhan teknik Stimulasi


Refleks

Oksitosin

dan

Pengeluaran ASI secara


Manual
3

Mengajarkan

Kegiatan Peserta
Menjawab
Mendengarkan
dan

prosedur

teknik Stimulasi Refleks


Oksitosin dan Pengeluaran
ASI secara Manual pada

memperhatikan
Mahasiswa mencoba
secara langsung

ibu nifas
4

Mengevaluasi

asuhan

teknik Stimulasi Refleks


Oksitosin dan Pengeluaran
ASI secara Manual pada
3.

Penutup
(10 menit)

ibu nifas
1 Memberikan kesempatan 1
2
pada mahasiswa untuk
bertanya
2 Salam penutup

Bertanya
Mendengarkan

dan

memperhatikan
Menjawab

G Evaluasi
1 Mahasiswa mampu menguasai dan mempraktekan kembali teknik Stimulasi Refleks
2

Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara Manual pada ibu nifas dengan baik dan benar
Mahasiswa mampu menguasai dan mempraktekaan secara mandiri teknik Stimulasi
Refleks Oksitosin dan Pengeluaran ASI secara Manual pada ibu nifas dengan baik
dan benar

H REFERENSI
1. Perinansia, 2002. Manajemen Laktasi. Perinansia: Jakarta
2. Depkes, 2001. Buku Panduan Manajemen Laktasi. Dit.Gizi Masyarakat Depkes RI:
Jakarta.
3. Dinas Kesehatan., dkk. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.
4. Blank, Konseling Menyusui, WHO, UNICEF, Jakarta, 2002, hal 20-22, hal 38-42.
5. ENN, IBFN, UNHCR, UNICEF, WFA, WHO, 2004. Infant Feeding EmergenciesModule 2, version 1.0 for Health and Nutrition workers in Emergency Situations.

LAMPIRAN MATERI
1) Pengertian dan Tujuan Perawatan Perineum
Pijat oksitosin adalah sutau tindakan pemijatan tulang belakang mulai dari
costa ke 5-6 sampai scapula akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk

menyampaikan perintah ke otak bagian tulang belakang shingga oksitosin keluar


(Suharnni, 2008; Suradi 2006).
Sebelum ibu mengeluarkan ASI, ia harus merangsang refleks oksitosinnya,
yang membantu memperlancar aliran ASI. Ibu dapat mengeluarkan ASI sendiri
dengan cara melakukan pemijatan ringan pada payudara, stimulasi puting dan pada
saat yang sama memikirkan atau melihat foto bayinya. Ibu juga dapat meminta
bantuan untuk dilakukan pemijatan refleks oksitosin.
Waktu yang digunakan untuk melakukan pemijatan oksitosin sendiri yaitu
sesuai dengan kebutuhan ibu. Pemijatan ini membutuhkan bantuan suami atau
keluarga di rumah, pada pemijatan oksitosin ini ibu tidak dapat melakukannya
secara sendiri karena letak pemijatan berada pada area tulang belakang tubuh.
2) Alat dan Bahan yang digunakan pada Perawatan Luka Perineum
a. Set cuci tangan
b. Kursi
c. Meja
d. Cangkir atau wadah bersih untuk menyimpan ASI
e. Pompa ASI (jika perlu)

RATING SCALE
BEDSIDE TEACHING
PERAWATAN PERINEUM IBU NIFAS
Tanggal Penilaian :
Nama Mahasiswa :

PETUNJUK
Beri nilai untuk setiap langkah yang telah dilakukan dengan kriteria sebagai berikut :
Nilai 0 : Apabila alat tidak disediakan, prosedur kerja tidak dikerjakan dengan benar atau
tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak dikerjakan
Nilai 1 : Apabila prosedur kerja dikerjakan dengan benar dan berurutan (jika harus
berurutan), tetapi peserta secara efisien tidak ada kemajuan dari langkah ke langkah,
alat tidak dimanfaatkan, komunikasi dengan ibu kurang.
Nilai 2 : Apabila prosedur kerja dikerjakan dengan benar sesuai dengan urutan (jika harus
berurutan), efisien, komunikasi dengan ibu baik.

Beri tanda ceklist (V) pada kolom penilaian

No

Nilai

KEGIATAN
0

1.

PERSIAPAN
Siapkan perlengkapan, alat, dan bahan. (Siapkan perlengkapan alat dan bahan
secara ergonomis)
a. Set cuci tangan
b. Kursi
c. Meja
d. Cangkir atau wadah bersih untuk menyimpan ASI
e. Pompa ASI (jika perlu)

2.

Siapkan lingkungan
(Bersih, rapi, nayaman, pencahayaan yang cukup, dan privasi terjaga)

3.

Jelaskan

tindakan/asuhan

yang

akan

dilaksanakan

beserta

prosedur

pelaksanaannya.
-

Mengucap salam

Menyapa klien, memperkenalkan diri pada klien.

Menjelaskan seluruh prosedur atau tindakan yang akan dilakukan.


Sampaikan dengan jelas, sopan, dan seramah mungkin. Perhatikan respon
ibu.

Jawab pertanyaan dengan jelas (jika ada)

Pastikan ibu paham dan mengerti

Minta persetujuan secara verbal dan pastikan ibu setuju untuk dilakukan

tindakan/asuhan
PROSEDUR KERJA
4.

Membawa alat dan bahan ke dekat pasien

5.

Memasang sampiran

6.

Bantu ibu secara psikologi


a
b

7.

Bangkitkan rasa percaya diri ibu


Cobalah megurangi sumber rasa sakit dan rasa takut dengan melakukan

komunikasi terapeutik
c Bantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya
Bantu ibu untuk melepas pakaian bagian atas atau BH dan segera balutkan handuk
pada punggung dan payudara ibu.

8.

a Sampaikan dengan sopan dan jaga privacy


Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

9.

(lepas semua perhiasan yang ada di tangan)


Pijat Stimulasi Oksitosin
Atur posisi ibu: duduk, membungkuk, melipat tangannya di atas meja di depanya
dan bertumpu kepalanya di lengannya. (Payudaranya menggantung longgar, tanpa

10.

sanggahan)
Pijat kedua sisi tulang belakang ibu.
a. Menggunakan kepalan tertutup dengan ibu jarinya menunjuk ke depan.
b. Menekan tegas membuat gerakan melingkar kecil dengan ibu jari.
c. Pijat kedua sisi tulang belakang pada saat yang sama, dari leher ke tulang

11.

belikat, selama dua atau tiga menit.


Mengeluarkan ASI secara Manual
Atur posisi ibu: duduk atau berdiri tahan wadah di bawah putting dan areola
(Pastikan ibu dalam posisi yang nyaman atau tidak tegang)

12.

Tempatkan ibu jari pada payudara (di atas puting dan areola), dan jari telunjuk
pada payudara dibagian bawah puting dan areola. Jari-jari lain menyanggah

13.

payudara.
Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke dalam atau kearah dinding dada.

14.

(Menghindari menekan terlalu jauh karena dapat menyumbat saluran susu)


Tekan payudara belakang puting dan areola dengan jari telunjuk dan ibu jari
hingga ASI keluar pada wadah ASI
a. Pastikan meneka sinus laktiferus di bawah areola. Kadang ibu merasakan
sinus seperti polong atau kacang.
b. Hindari menekan puting
c. Pastikan tidak menyakiti ibu (jika ibu merasa sakit berarti teknik yang
dilakukan belum tepat)
d. Pengeluaran ASI kurang lebih 3-5 menit, lakukan secara bergantian pada

15.

payudara lainnya.
Sampaikan bahwa tindakan pijat stimulasi refleks oksitosin dan pengeluaran ASI
secara manual telah selesai dan pastikan ibu telah mengerti asuhan yang telah
diberikan.

16.

a. Anjurkan ibu untuk sekilas mengulangi langkah-langkah asuhan.


b. Berikan kesempatan untuk bertanya
c. Jawab pertanyaan (jika ada)
Bantu ibu menggunakan kembali pakaiannya. Dan anjurkan ibu untuk

17.

menggunakan BH yang menyokong payudara. (tetap perhatikan privacy ibu)


Bereskan alat dan ruangan yang telah dipakai.

18.

Cuci tangan

19.

Melakukan dokumentasi
Jumlah
Nilai

Perhitungan nilai :
Nilai =

Jumlah nilai yang diperoleh x 100 %


Jumlah aspek yang dinilai

Nilai Kelulusan

Lulus

: Nilai 76

Tidak lulus

: Nilai < 76
................... , ..........................
Penguji

(..........................................)