Anda di halaman 1dari 3

5 aspek kemampuan berpikir kritis, antara lain:

1) Elementary clarification (memberikan penjelasan dasar) yang meliputi, fokus pada


pertanyaan (dapat mengidentifikasi pertanyaan/masalah, dapat mengidentifikasi jawaban
yang mungkin, dan apa yang dipikirkan tidak keluar dari masalah itu), Menganalisis
pendapat (dapat mengidentifikasi kesimpulan dari masalah itu, dapat mengidentifikasi
alasan, dapat menangani hal-hal yang tidak relevan dengan masalah itu), berusaha
mengklarifikasi suatu penjelasan melalui tanya-jawab.
2) The basis for the decision (menentukan dasar pengambilan keputusan) yang meliputi,
mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak, mengamati dan
mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi.
3) Inference (menarik kesimpulan) yang meliputi, mendeduksi dan mempertimbangkan hasil
deduksi, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, membuat dan menentukan
pertimbangan nilai.
4) Advanced clarification (memberikan penjelasan lanjut) yang meliputi, mendefinisikan
istilah dan mempertimbangkan definisi tersebut, mengidentifikasi asumsi.
5) Supposition and integration (memperkirakan dan menggabungkan) yang meliputi,
mempertimbangkan alasan atau asumsi-asumsi yang diragukan tanpa menyertakannya
dalam anggapan pemikiran kita, menggabungkan kemampuan dan karakter yang lain
dalam penentuan keputusan.
4 model berpikir kritis : total recall, habits, inquiry, new idea & creatively, knowing how you
think.
1. Total recall (ingatan total):
Mengingat kembali fakta-fakta atau mengingat kembali dimana serta bagaimana
menemukannya bila diperlukan. Fakta dapat berasal dari buku, hasil pengkajian,
lingkungan.
Kemampuan mengakses pengetahuan: disimpan dalam ingatan estela dipelajari.
Tiap orang memiliki fakta dalam ingatannya.
Total recall tergantung kemampuan memory.
Dapat dilakukan dengan membuat assosiasi antara fakta dengan peristiwa lain yang lebih
menarik.
2. Habits (Kebiasaan):
Berpikir secara berulang-ulang sehingga jadi kebiasaan/things I do without thinking.
3. Inquiry (Penyelidikan).
Mengkaji issue dengan mendalam dan mananyakan yang tampak tidak jelas.
Menggali dan menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan fakta sesuai dengan
asumsinya.
Cara utama untuk membuat kesimpulan
Berpikir induktif
Tahap-tahap :
a. Melihat adanya fakta.

b. Menbuat kesimpulan awal.


c. Mengenali kesenjangan
d. Mengumpulkan data tambahan
e. Membandingkan informasi dengan yang sudah biasa ditemui/pengalaman masa
lampau.
f. Mencari adanya bias.
g. Mencari alternatif kesimpulan lain.
h. Memvalidasi kesimpulan dengan informasi yang lebih banyak.
4. New idea and creatively (ide baru dan kreatifitas)
Kebalikan dari habits
Segala sesuatu yang sudah dipelajari, digabung, dikaitkan dan diterapkan pada situasi
yang unik
5. Knowing how you to think (mengetahui bagaimana anda berpikir)

Dimulai dengan menggunakan refleksi diri


Digunakan untuk menyesuaikan pemikiran secara terus-menerus ke konteks kebutuhan
yang selalu berubah
Mempertimbangkan segala sesuatu dalam pikiran kita dan berusaha keras untuk
meningkatkan bagaimana kita berpikir dan apa yang kita lakukan dengan berfokus pada
apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan dalam situasi tertentu tersebut
Tahapan inkuiri terbimbing ke dalam 5 (lima) tahapan, yaitu:
a. Orientasi
Pada tahap ini guru menyiapkan siswa untuk belajar, yaitu memberikan motivasi kepada
siswa untuk beraktivitas, membangkitkan rasa keingintahuan, dan membuat hubungan
dengan pengetahuan sebelumnya.
Pada tahap ini juga dilakukan pengenalan terhadap tujuan pembelajaran dalam kriteria
keberhasilan guna memfokuskan siswa untuk menghadapi persoalan penting dan
menentukan tingkat penguasaan yang diharapkan.
b. Eksplorasi
Pada tahap ini, siswa mempunyai kesempatan untuk mengadakan observasi, mendesain
eksperimen, mengumpulkan, menguji, dan menganalisa data, menyelidiki hubungan,
serta mengemukakan pertanyaan dan menguji hipotesis.
c. Pembentukan konsep
Sebagai hasil eksplorasi, konsep ditemukan, dikenalkan, dan dibentuk. pemahaman
konseptual dikembagkan oleh keterlibatan siswa dalam proses penemuan, bukan
penyampaian informasi melalui naskah atau ceramah.
d. Aplikasi
Apllikasi melibatkan penggunaan pengetahuan baru dalam latihan, masalah, dan situasi
penelitian lain. Latihan memberikan kesempatan bagi siswa untuk membentuk
kepercayaan diri pada situasi yang sederhana dan konteks yang akrab.
Pemahaman dan pembelajaran yang sebenarnya diperlihatkan pada permasalahan yang
mengharuskan siswa untuk mentransfer pengetahuan baru ke dalam konteks yang tidak

akrab, memadukannya pada cara yang baru dan berbeda untuk memecahkan masalahmasalah nyata di dunia.
e. Penutupan
Tahap ini merupakan tahap terakhir pada proses inkuiri. Kegiatan ini diakhiri dengan
membuat validasi terhadap hasil yang diperoleh siswa, dan melakukan refleksi terhadap
apa yang mereka pelajari serta penilaian penampilan siswa.
Melalui tahapan tahapan pembelajaran pada model Pembelajaran POGIL ini diharapkan
kemampuan Berpikir kritis matematis siswa akan meningkat.