Anda di halaman 1dari 4

MATA (konjungtivitis, sindrom mata kering, perdarahan subkonjungtiva)

Seorang wanita 30 th datang dengan keluhan mata merah sejak 2 hari, lakukan :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik yang mendukung
3. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan
4. Diagnosis dan diagnosis banding
5. Tatalaksana farmakologi
6. Edukasi
NO
CHECK LIST
ANAMNESIS
1.
IDENTITAS, tanyakan nama, umur, pekerjaan
alamat.
2.

KETERANGAN
Pada pekerjaan bisa diketahui kemungkinan
penyebab dari keluhan pasien.

RPS
Keluhan utama

Lokasi
Pada mata sebelah mana ? satu atau 2 mata ?

Onset dan kronologi


Keluhan sejak kapan ?
Bisa diceritakan awalnya bagaimana ?

Kualitas
Ada gangguan pengelihatan ?
Mata merah disertai silau / tidak ?
Mata berair / tidak ?
Cairan kental / tidak ?

Kuantitas
Mata merah hilang timbul / terus menerus ?
Apakah nyeri dirasakan terus menerus ?
Faktor memperberat
Bertambah berat saat apa ?

Konjungtivitis bakteri : mata merah dan


kotor
Konjungtivitis viral : mata merah dan berair
Konungtivitis vernal : mata gatal dan
bengkak
Konjungtivitis sica : mata mengganjal,
merah, dan nyeri
Subkonjungtiva bleeding : mata merah,
riwayat trauma (+)
Bakteri : biasanya bilateral
Virus dan alergi : uni / bilateral
Sica : bilateral
Subkonjungtiva bleeding : unilateral,
tergantung lokasi trauma
Bakteri : 1 3 hari setelah terpapar
Viral : 5 7 hari, terutama pagi hari setelah
bangun tidur
Alergi : tergantung alergen
Sica : > 7 hari
Subkonjungtiva bleeding : setelah trauma
Untuk mengerucutkan DD
Apabila ada fotofobia bisa curiga akibat
injeksi silier (keratitis, uveitis, galucoma),
namun bila hanya fotofobia bisa mengarah ke
konjungtivitis sica. Pada konjungtivitis
umumnya hanya mata merah tanpa gangguan
pengelihatan.
Mata berair biasanya pada vernal / alergi
Bakteri : purulen
Virus : serous mukus
Alergi : serous
Sica : mukus
Pada konjungtivitis biasanya mata merah
meneap.
Pada konjungtivitis sica, nyeri dirasakan
terutama pada pagi hari.
Bakteri dan viral : memberat pada pagi hari,
karena secret yang muncul

Apakah bertambah berat saat aktivitas ?


Apakah bertambah berat saat pagi hari ? sulit
membuka mata ?
Dikucek tambah berat / tidak ?

Faktor memperingan
Sudah diberi obat tetes ?
Membaik / tidak ?
Keluhan lain
Apakah ada keluhan lain ?
Terasa silau / tidak ?
Ada demam ?
Ada nyeri telan sebelumnya ? batuk / pilek ?
selama sakit mata ?
Ada nyeri ? sangat mengganggu / tidak ?
3.

4.

Alergi : gatal semakin memberat ketika


dikucek
Sica : memberat pagi hari, terutama ketika
membaca, aktivitas depan komputer, dibawah
sinar matahari.
Bisa membaik bisa tidak membaik, terkadang
hanya mengurangi sedikit dari keluhan yang
muncul

RPD
Pernah seperti ini sebelumnya ? (explore)
Riwayat DM ? HT ? Penyakit jantung ?
Riwayat asma / alergi / bersin2 ?

RPK
Sakit serupa ?
Dirumah tinggal dengan siapa ?

RIWAYAT KEBIASAAN dan SOSMI


Suka mengucek mata ?
Berpergian dengan apa ?
6. PEMERIKSAAN FISIK (jangan lupa cuci tangan)
KU dan TTV
Status Generalis
Thorax
Abdomen
Extremitas

Keluhan lain yang mungkin muncul adalah


mata perih dan mengganjal (seperti ada
pasir) terutama pada konjungtivitis sica
Silau bisa terjadi pada semua konjungtivitis
Bisanya positif pada viral
Bisa terjadi pada semua konjungtivitis,
terutama sica
Alergi biasa terjadi berulang atau musiman
Konjungtivitis pada umumnya self limited
disease. Tanpa pengobatan biasanya sembuh
sendiri dalam 10 14 hari dan bila diobati
akan sebuh 2 3 hari.
Viral dan bakteri dapat menural lewat kontak
langsung
Alergi, mungkin bisa terjadi dengan anggota
keluarga yang lain.

5.

7.

8.
9.
10.

PEMERIKSAAN STATUS LOKALIS dan


PENUNJANG
Visus
Lapang pandang
Segmen anterior dan posterior
Tes schimer (untuk konjungtivitis sica)
DIAGNOSIS dan DD
TATALAKSANA
EDUKASI

Patologi
Bakteri

Etiologi
Staphylococcistreptococci,
gonocci Corynebacterium
strains

Berhubungan dengan cara penularan


Berhubungan dengan faktor resiko

Biasanya normal
Biasanya normal

Lihat lampiran

Lihat tabel dibawah


Lihat tabel dibawah
Lihat tabel dibawah

Tanda dan gejala


Mata merah, terasa berpasir,
sensasi terbakar, biasanya
bilateral, kelopak mata susah
membuka, injeksi konjungtiva

Tatalaksana
Antibiotik topikal
Air mata buatan

Virus

Adenovirus
herpes simplex virus or
varicella-zoster virus

Jamur

Vernal

Candida spp. can cause


conjunctivitis Blastomyces
dermatitidis Sporothrix
schenckii
Alergi

Inklusi

Chlamydia trachomatis

keratoconjun
ctivitis sicca
(SMK)

hipofungsi kelenjar lakrimal

Sakit

difus, discharge mukopurulen,


papil (+)
Mata berair unilateral, merah,
rasa tidak nyaman, fotofobia,
edema kelopak mata,
limfadenopati preaurikular,
konjungtivitis folikular,
pseudomembran (+/-)

Jarang, biasanya pd pasien


imunokompromais, pasien yg
memakai kortikosteroid, pasien
yang mendapat terapi antibiotik
Peradangan konjungtiva kronis,
riwayat keluarga atopik, gatal,
fotofobia, sensasi benda asing,
blefarospasme, cobblestone
pappilae.
Mata merah dan nyeri selama
beberapa minggu/bulan, sekret
mukopurulen, lengket, sensasi
benda asing, mata berair,
kelopak mata
bengkak,kemosis,Folikel
Mata merah, nyeri, sperti ada
yang mengganjal, secret bisa
+/-, fotosensitivitas, gatal, sulit
menggerakan palpebra, air mata
sedikit.

Memburuk pada hari 3-5,


sembuh sendiri dalam 7-14
hari
Air mata buatan: mencegah
kekeringan dan mengurangi
inflamasi
Antiviral herpes simplex
virus atau varicella-zoster
virus
Antijamur topikal

Hindari alergen
Antihistamin topikal, mast
cell stabilizer

Doxycycline 100 mg bid


for 21 hari atau
Erythromycin 250 mg PO
qid 21 days
Antibiotik topikal
Air mata buatan

KONJUNGTIVITIS

KERATITIS /
ULKUS KORNEA

IRITIS AKUT

GLAUKOMA
AKUT

Kesat

Sedang

Sedang sampai
hebat

Hebat dan
menyebar

Ringan

Ringan
Jernih

Hanya refleks
epifora
Sedang - hebat
Fluoresin +++/-

Hebat
Presipitat

Iris

"muddy"

Penglihatan
Sekret
Suar/fler
Pupil fixed
oval
Tekanan
Vaskularisasi
Injeksi

N
(+)
=

<N
(-)
-/+

<N
(-)
++

Sedang
Edema
Abu-abu-hijauhijau
<N
(-)
-/+

<N

<N

>N

N
A. Konj. Posterior
Konjungtiva

N
Siliar
Siliar
Antibiotika,
siklopegik

<n> pegal
Pleksus siliar
Siliar

> n sangat pegal


Episkleral
Episkleral
Miotika
diamox+bedah

Kotoran

Sering purulen

Fotofobia
Kornea

Pengobatan

Antibiotik

Steroid,siklopegik

PENUNJANG :

Schimer test (keratokonjungtivitis sica)


Tes ini dilakukan dengan mengeringkan lapisan air mata dan memasukkan strip Schirmer (kertas saring
Whartman No. 41) ke dalam cul de sac konjungtiva inferior pada batas sepertiga tengah dan temporal
dari palpebra inferior. Bagian basah yang terpapar diukur lima menit setelah dimasukkan. Panjang
bagian basah kurang dari 10 mm tanpa anestesi dianggap abnormal.