Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Reformasi telah membawa kearah perubahan dalam kata kehidupan
Bangsa Indonesia. Gerakan Reformasi saat ini telah terjadi kecenderungan
adanya pendangkalan semangat kebangsaan. DImana ancaman dis integrasi
kebangsaan dengan munculnya semangat primordialisme yang kuast (suku,
agama, kelompok, dll). Akhir-akhir ini marak dengan tawuran antar desa, antar
siswa, mahasiswa, agama dll. Begitu juga hubungan antar lembaga tinggi Negara
ada kecenderungan terjadi pencinderaan antar lembaga.
Kondisi tersebut melatarbelakangi penulis membahas hubungan antara
Pembukaan UUD 1945 dengan pancasila dalam hubungan secara formal dan
hubungan secara material, mengingat Pancasila sebagai perekat kebangsaan,
sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia juga sebagai pandangan hidup bangsa
mulai terabaikan.
Untuk mewujudkan masyarakat pancasila, diperlukan suatu hokum yang
berisi norma-norma, aturan-aturan, ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan
dan ditaati oleh setiap bangsa Negara Indonesia. Hukumyang dimaksud yaitu
UUD 1945 sebagai hokum dasar tertulis di Negara kita.
1.2. Permasalahan
Bagaimanakah hubungan antara pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila dalam
hubungan secara formal dan hubungan secara material?
1.3.

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas

dalam proses pembelajaran mata kuliah Pendidikan Pancasila dengan tujuan

untuk memberikan penyegaran tentang wawasan kebangsaan berdasarkan


Pancasila dan UUD 1945 sebagai pilar kebangsaan yang kokoh.
1.4.

Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, digunakan metode diskusi kelompok dan

studi literature(kepusatakaan), baik bersifat konvensional maupun bersifat


Information Teknologi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila
Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai implikasi
bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur
kekuasaan secara formal yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum
yang menguasai dasar Negara (Suhadi, 1998). Cita-cita hukum tersebut
terangkum didalam empat pokok pikiran yang terkandung dalam Undang Undang
Dasar 1945 yang sama hakikatnya dengan Pancasila, yaitu :
a. Negara Persatuan Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia
b. Keadilan sosial Negara hendak mewujudkan keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia
c. Kedaulaatan Rakyat Neara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas
kerakyatan /perwakilan.
d. Ketuhanan dan kemanusiaan Negara berdasarkan atas ketuhanan yang
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
Pembukaan UUD 1945 adalah sumber motivasi dan aspirasi perjuangan
dan tekad bangsa Indonesia yang merupakan sumber cita-cita luhur dan cita cita
mahal, sehingga pembukaan UUD 19445 merupakan tertib jukum yang tertinggi
dan memberikan kemutlakan agi tertib hukum Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 bersama dengan UUD 1945 diundnagkan dalam
berita Republik Indonesia tahun 11 No 7, ditetapkan oleh PPKI tanggal 18
Agustus 1945. Pada hakekatnya semua aspek penyelenggaraan pemerintah Negara
yang berdasarkan Pancasila terdapat dalam alenia IV pembukaan UUD 1945.
Dengan demikian Pancasila secara yuridis formal ditetapkan sebagai dasar
filsafat Negara Republik Indonesia bersamaan dengan ditetapkan Pembukaan
UUD 1945 dan UUD 1945. Maka Pancasila dan Pembukaan UUD 1945
mempunyai hubungan timbal balik sebagai berikut :

2.2 Hubungan Secara Formal


Dengan dicantumkannya Pancasila secara formal di dalam Pembukaan
UUD 1945, maka Pancasila memporelehi kedudukan sebagai norma dasar hukum
positif. Dengan demikian tata kehidupan bernegara tidak hanya bertopang pada
asas-asas social, ekonomi, politik, yaitu perpaduan asas-asas kultural, religigius
dan asas-asas kenegaraan yang unsurnya terdapat dalam Pancasila.
Jadi,berdasarkan tempat terdapatnya Pancasila secarta formal dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a.)

Bahwa rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia adalah

seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV.


b.)

Bahwa Pembukaan UUD 1945, berdasarkan pengertian ilmiah, merupakan

pokok kaedah Negara yang Fundamental dan terhadap tertib hukum Indonesia
mempunyai dua macam kedudukan yaitu :
Sebagai dasarnya, karena Pembukaan UUD 1945 itulah yang memberi factorfaktor mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia.
Memasukkkan dirinya di dalam tertib hukum sebagai tertib hukum tertinggi.
c.)

Bahwa dengan demikian Pembukaan UUD 1945 berkedudukan dan

berfungsi, selain sebgai Mukaddimah dan UUD 1945 dalam kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan, juga berkedudukan sebagai suatu yang bereksistensi sendiri,
yang hakikat kedudukan hukumnya berbeda dengan pasal-Pasalnya. Karena
Pembukaan UUD 1945 yang intinya adlah Pancasila tidak tergantung pada batang
tubuh UUD 1945, bahkan sebagai sumbernya.
d.)

Bahwa Pancasila dengan demikian dapat disimpulkan mempunyai

hakikat,sifat,kedudukan

dan

fungsi

sebagai

pokokkaedah

negara

yang

fundamental, yang menjelmakan dirinya sebagai dasar kelangsungan hidup negara


Republik Indonesia yang di proklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.

e.) Bahwa Pancasila sebagai inti Pembukaan UUD 1945, dengan demikian
mempunyai kedudukan yang kuat, tetap dan tidak dapat di ubah dan terletak pada
kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia.
2.3 Hubungan secara material
Hubungan pembukaan UUD 1945 dengan Pncasila selain hubungan yang
bersifat formal, sebagaimana di jelaskan di atas juga hubungan secara material
sebagai berikut:
Bilamana kita tinjau kembali proses perumusan Pancasila dan pembukaan
UUD 1945, maka secara kronologis, materi yang di bahas oleh BPUPKI yang
pertama-tama adalah dasar filsafat Pncasila baru kemudian Pembukaan UUD
1945. Setelah pada sidang pertama pembukaan UUD 1945 BPUPKI
membicarakan dasar filsafat negara Pancasila berikutnya tersusunlah piagam
jakarata yang di susun oleh panitia 9, sebagai wujud bentuk pertama pembukaan
UUD 1945.
Jadi,berdasar urut-urutan tertib hukum Indonesia Pembukaan UUD 1945
adalah sebagai tertib hukum yang tertinggi, adapun tertib hukum Indonesia
bersumber pada Pancasila, atau dengan kata lain sebagai sumber tertib hukum
Indonesia. Hal ini berarti secara material tertib hukum Indonesia dijabarkan dari
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Pancasila sebagai sumber tertib
hukum indonesia meliputi sumber nilai, sumber materi, sumber bentuk dan sifat.
Selain itu,dalam hubungannya dengan hakikat dan kedudukan pembukaan
UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara yang fubdamental, maka sebenarnya
secara material yang merupakan esensi atau inti sari dari pokok kaidah negara
fundamental tersebut tidak lain adalah pancasila.

Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Pancasila sebagai dasar negara kita, dirumuskan dari nilai-nilai kehidupan
bangsa Indonesia yang berasal dari pandangan hidup banngsa dan merupakan
kepribadian bangsa Indonesia, perjanjian luhur serta tujuan yang hendak
diwujudkan sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Dengan demikian,Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila baik secara
formal maupun secara material mempunyai hubungan batin dan merupakan satu
kesatuan yang erat dan tidak dapat di pisahkan, dan merupakan satu kesatuan yang
utuh dan saling menjiwai.
3.2 Saran
Kecenderungan adanya upaya melarutkan pandangan hidup ke dalam pola pikir
asing sehingga telah terjadi pendangkalan idealisme ke Indonesiaan yang
pancasilais ke arah materialisme menimbulkan ancaman bagi integritas bangsa
Indonesia maka perlu di ambil langkah melaksanakan sosialisme dengan bentuk
dan cara yang antara lain dengan penataran,penyuluhan serta kurikulum
pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi,dan lain-lain tentang 4 pilar
kebangsaan.